<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3806071980915108003</id><updated>2012-02-16T14:44:21.423+02:00</updated><category term='Mesir'/><category term='Kreasi'/><category term='Profil'/><category term='Wawancara Eksklusif'/><category term='Kajian Islam'/><category term='Al-Azhar'/><category term='IKPMA'/><category term='Attaqwa.'/><title type='text'>..::Berikan Hamba Rahmatmu::..</title><subtitle type='html'>remaja muslim yang energik</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://irhamnirofiun.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3806071980915108003/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irhamnirofiun.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>..::Irhamni H. Rofi'un::..</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16848612931575216655</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>37</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3806071980915108003.post-8968204667213304289</id><published>2011-10-21T06:59:00.001+02:00</published><updated>2011-10-21T07:02:14.006+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Profil'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mesir'/><title type='text'>Selamat Jalan Muammar Khadafi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-XcQ6nSWBGUI/TqD8zsMfvcI/AAAAAAAAAIw/9q-4yXB3-OY/s1600/muammar-gaddafi-007.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 192px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-XcQ6nSWBGUI/TqD8zsMfvcI/AAAAAAAAAIw/9q-4yXB3-OY/s320/muammar-gaddafi-007.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5665806296199183810" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Selamat Jalan Muammar Khadafi, turut berbela sungkawa atas kematian beliau ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semalam, ketika saya berada di kasir tempat toko kelontongan hendak membayar barang belanjaan, mata saya langsung terpanah melihat liputan berita kematian Sang Singa Padang Pasir, lebih tertusuk lagi ketika proses arak-arakan mayat yang diperlakukan layaknya binatang. Awalnya saya kurang percaya liputan video berita itu, terkesan kurang tertarik melihatnya karena letih badan selepas menunaikan kegiatan baru di pascasarjana Universitas Cairo, satu-satunya universitas di Mesir yang dikunjungi Presiden Barrack Obama dan juga tempat konferensi pers sewaktu lawatan kerjasama bilateral beliau beberapa waktu lalu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tertegun seakan tak percaya melihatnya langsung di televisi, tragis sekali kejadiannya, sekali lagi saya merasa kurang percaya, apa benar yang disiarkan adalah sesosok Pemimpin Negara yang ditakuti Amerika itu ada dalam jebakan para petarung yang haus darah, sang kasir pun mengakidkan bahwa yang ada dalam televisi itu adalah benar Muammar Khadafi, Raja Afrika yang ditembak kemudian mayatnya terlihat naas karena terus dihujani kekesalan para pemberontak yang tidak suka dengan rezim Khadafi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya langsung teringat salah satu statusnya facebook saya mengenai pemimpin yang zalim, yang saya ambil dari salah satu hadits nabi yang isinya sebagai berikut: ( الخلافة بعدي ثلاثون سنة ثم يكون ملك عضوض) Kekhalifaan setelahku itu hanya tiga puluh tahun, kemudian setelah itu kerajaan atau pemerintahan yang zalim. Salah satu yang saya petik di sana adalah kata Mulkun ‘Adhudh, kerajaan atau pemerintahan zalim dan terdapat banyak tindakan kekerasan. Saya langsung mengkaitkan hadits tersebut ke zaman sekarang, zaman ketika saya masih menghirup udara segar di muka bumi ini, bahwa memang benar adanya setelah masa kekhilafaan Islam itu adalah masanya kerajaan atau pemerintahan yang di dalamnya terdapat ketidakadilan dan kekerasan yang selalu menyelimuti. Saya mempercayainya karena memang salah satu dari keistimewaan Nabi Muhammad adalah mengetahui masa yang akan datang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih menjadi perhatian saya adalah kata ‘adhudh dalam hadits di atas yang artinya menggigit, bisa diartikan juga kerajaan atau pemerintahan yang memiliki masa jabatan yang lama. Peristiwa tragis yang menimpa Libyia dan beberapa Negara yang memiliki masa pemerintahan atau rezim yang lama menuai banyak kontroversi, terdapat dalam benak fikiran saya sebuah tanda tanya, ketika dalam suatu pemerintahan yang zalim mengapa rakyat atau manusia membalasnya dengan sebuah kezaliman, bukankah ketika manusia menzalimi Allah Tuhan Semesta Alam, Allah tidak membalasnya dengan sebuah kezaliman, Allah memberikan peluang kepada yang menzalimi-Nya dengan sebuah ketaubatan mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Topik pembicaraan mengenai permasalahan panas ini sebenarnya juga berada di Mesir, yang notabene adalah pernah dikuasai oleh rezim Mubarak, sampai saat ini pun Mubarak masih dalam jeruji besi peradilan, wajahnya yang dulu masih terlihat gagah meskipun di usia senjanya, tapi sekarang wajahnya terlihat mengkerut bak kakek yang sudah bau tanah. Beberapa waktu lalu ketika saya membaca salah satu surat kabar Mesir, terdapat headline “Mesir dengan beberapa saat akan terjadi perang saudara”, salah satu gerakan politik yang terkenal anti pemerintahan mengusulkan memeriksa gereja-gereja yang berada di Mesir, rasisme pun cepat merebak, beberapa waktu lalu saja terjadi demonstrasi besar-besaran kelompok Kristen koptik yang menewaskan puluhan orang dan puluhan luka-luka, Kristen koptik termasuk penganut keagamaan besar di Mesir, ciri-ciri mereka sangat mudah dikenali melalui tato bintang kecil di tangannya, mereka akan terus melakukan unjuk rasa sebelum tuntutan mereka dipenuhi, ketika demonstrasi revolusi Mesir terfokus pada hari Jum’at merekapun tidak mau ketinggalan melakukan demonstrasi terpusat pada hari Minggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah salah satu dampak dari revolusi Mesir kemarin, sebenarnya saya kurang mengamini topik hangat dalam koran tersebut, karena memang saya masih menginjakkan kaki di bumi kinanah ini, saya masih terus berharap bahwa Mesir akan segera kembali pulih sebagaimana mestinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;My footnote and site.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3806071980915108003-8968204667213304289?l=irhamnirofiun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irhamnirofiun.blogspot.com/feeds/8968204667213304289/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irhamnirofiun.blogspot.com/2011/10/selamat-jalan-muammar-khadafi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3806071980915108003/posts/default/8968204667213304289'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3806071980915108003/posts/default/8968204667213304289'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irhamnirofiun.blogspot.com/2011/10/selamat-jalan-muammar-khadafi.html' title='Selamat Jalan Muammar Khadafi'/><author><name>..::Irhamni H. Rofi'un::..</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16848612931575216655</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-XcQ6nSWBGUI/TqD8zsMfvcI/AAAAAAAAAIw/9q-4yXB3-OY/s72-c/muammar-gaddafi-007.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3806071980915108003.post-6931090461299881560</id><published>2011-03-07T12:59:00.005+02:00</published><updated>2011-03-07T13:19:21.611+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mesir'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Al-Azhar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Attaqwa.'/><title type='text'>Kondisi Politik Mesir dan Al Azhar Terkini</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-BtCyctUy11k/TXS96od4QWI/AAAAAAAAAIk/MBBSwLzexow/s1600/alazharmosque.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 262px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-BtCyctUy11k/TXS96od4QWI/AAAAAAAAAIk/MBBSwLzexow/s320/alazharmosque.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5581294653211689314" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ahmad Shafeeq, Perdana Menteri Mesir -rezim Mubarak- mengundurkan diri dari jabatannya Kamis malam (03/03) atas desakan sebagian masyarakat Mesir, sebelum mengundurkan diri tersiar kabar bahwa para demonstran akan turun ke jalan -yang berpusat di Tahrir Square dengan jargon Satu Juta Ummat- pada hari Jum’at (04/03) menuntut Ahmad Shafeeq mundur dari jabatannya, rupanya Ahmad Shafeeq meletakkan jabatannya sebelum jutaan manusia turun ke jalan memaksanya untuk mundur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewan Tertinggi angkatan bersenjata Mesir menugaskan Dr Isham Sharaf untuk membentuk pemerintahan baru, setelah menyetujui pengunduran diri Perdana Mesir Ahmad Shafeeq (04/03).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Isham Sharaf adalah Professor Teknik, lulus dari Fakultas Teknik, Universitas Cairo, sebelum ia memperoleh Master dan Ph.D. di Universitas Purdue, Amerika Serikat, dan telah memenangkan berbagai penghargaan ilmiah. Beliau juga merupakan mantan Menteri Perhubungan -Juli 2004 sampai Desember 2005- era Ahmad Shafeeq, beliau mengundurkan diri setelah serangkaian insiden yang merenggut banyak nyawa warga Mesir, terutama setelah terjadinya kecelakaan kereta api di daerah Qalyub. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah ditugaskan sebagai Perdana Menteri Mesir yang baru Dr Isham Sharaf langsung me-reshuffle kabinet yang ada. Kepala Militer Mesir Marsekal Hussein Thantawi, Ahad (06/03) mengeluarkan keputusan mengangkat Dr Usamah Al 'Abd -Wakil Rektor Studi Pasca Sarjana dan Riset Al Azhar- sebagai Rektor Universitas Al Azhar yang baru menggantikan Dr Abdullah Huseini Hilal yang diangkat sebagai Menteri Urusan Wakaf Mesir yang baru. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana nasib Syekh Al Azhar Dr Ahmad Thayyib, yang notabene ditunjuk langsung oleh Mubarak, Jum’at (19/03/2010) tahun lalu, setelah meninggalnya Syekh Muhammad Sayyid Thantawi pada Rabu (10/03/2010) di Arab Saudi. Kita tunggu saja drama politik Mesir selanjutnya. Apakah beliau ikut di-reshuffle karena masih rezim Mubarak, atau masih tetap seumur hidup (jabatan Syekh Al Azhar seumur hidup).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seru juga ya jadi saksi sejarah Revolusi Mesir. Tetap berharap aktifitas perkuliahan -kegiatan belajar mengajar- tidak terganggu karena efek dari revolusi ini. Perlu diketahui, sampai saat ini kegiatan belajar mengajar semua sekolah dan universitas di Mesir diundur sepekan lagi -sudah saya tanyakan langsung ke bagian administrasi kemahasiswaan pascasarjana Al Azhar, Ahad (06/03)- . Sebenarnya sudah bosan akan berita pengunduran KBM yang sudah ditunda selama empat pekan semenjak meletusnya revolusi di Mesir 25 Januari lalu yang juga berakibat futur hampir setengah semangat ini. Tapi ketika mengingat kembali salah satu catatan BBM dengan Bang Cecep Emha, Jum’at (04/03) lalu, setengah semangat itu muncul kembali, beliau mengatakan “kata Ngkong Kiayi: Ilmu tanpa Jihad Lemah .. Jihad tanpa Ilmu Kalah .. Jihad Ente adalah mengangkat kualitas anak-anak Attaqwa di sana (Mesir)” butuh penafsiran yang cukup dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Tulisan ini selentingan saja sekaligus merangkum sebagian kondisi tanah air, khususnya Nurdin Halid yang tidak mau turun dari jabatan Ketua PSSI, serta ‘kondisi lainnya’. Apakah setiap rezim otoriter harus segera diadakan revolusi besar-besaran.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3806071980915108003-6931090461299881560?l=irhamnirofiun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irhamnirofiun.blogspot.com/feeds/6931090461299881560/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irhamnirofiun.blogspot.com/2011/03/kondisi-politik-mesir-dan-al-azhar.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3806071980915108003/posts/default/6931090461299881560'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3806071980915108003/posts/default/6931090461299881560'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irhamnirofiun.blogspot.com/2011/03/kondisi-politik-mesir-dan-al-azhar.html' title='Kondisi Politik Mesir dan Al Azhar Terkini'/><author><name>..::Irhamni H. Rofi'un::..</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16848612931575216655</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-BtCyctUy11k/TXS96od4QWI/AAAAAAAAAIk/MBBSwLzexow/s72-c/alazharmosque.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3806071980915108003.post-2021472480593135863</id><published>2011-02-03T11:29:00.002+02:00</published><updated>2011-02-03T11:35:51.771+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='IKPMA'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mesir'/><title type='text'>Kaleidoskop Pribadi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_d4HaSQZfcpE/TUp26VgtAZI/AAAAAAAAAIc/Kfs6keKSFTE/s1600/179341_1574090471955_1226347086_31314699_4319527_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 239px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_d4HaSQZfcpE/TUp26VgtAZI/AAAAAAAAAIc/Kfs6keKSFTE/s320/179341_1574090471955_1226347086_31314699_4319527_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5569394633775841682" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senin (31/01/11) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Kampus dan Masjid Al Azhar serta Maktabah-maktabah sekitarnya ditutup.&lt;br /&gt;- Mengambil dokumentasi paska demo 25 dan 27 Jan.&lt;br /&gt;- Pemeriksaan Super Ketat di jalan.&lt;br /&gt;- Jam Malam diperketat dari jam 6 sore – 7 Pagi menjadi jam 3 sore – 8 Pagi.&lt;br /&gt;- Pelantikan Kabinet Mentri Mesir Terbaru oleh Husni Mubarak&lt;br /&gt;- Pemerintah Mesir mengeluarkan pengumuman 2x24 jam semua Bank ditutup untuk sementara waktu. &lt;br /&gt;- Berita evakuasi mulai terdengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini saya memberanikan diri untuk keluar rumah, alasannya ingin mencari hawa segar di luar karena sudah tidak nyenyak berlama-lama di dalam rumah juga karena ingin pergi ke Al Azhar untuk membeli kitab yang sudah diamanatkan orang tua. Diperjalanan terlihat mulai aman dan lancar khususnya dalam segi transportasinya (jalur metro anfak el Marg-Atabah dan Atabah-Darasah). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampailah di tempat tujuan dengan  ditemani As’ad Humam, saya berjalan menelusuri lorong-lorong Darbul Atrak mencari kitab yang dimaksud, tapi hanya beberapa saja yang buka itupun maktabah yang tidak terlalu besar. Akhirnya saya ambil inisiatif menelepon Iid Hidayatullah, salah satu anak Attaqwa yang tinggal di daerah Husein. Ketika bertemu, dia langsung memberitahukan kabar terbaru dari Indonesia bahwa Presiden SBY akan mengevakuasi 6000 WNI, dengan sedikit tidak percaya, akhirnya saya menelepon keluarga di Indonesia untuk  memastikan kebenaran tersebut. Memang berita itu yang sedang marak di Indonesia. Dengan perlahan saya jelaskan kondisi mahasiswa di Mesir dengan baik dan kondisi di luar rumah. Meskipun saya sudah merasa aman, tetap saja orangtua menyarankan untuk kembali ke Indonesia. Setelah itu saya infokan ke sebagian anak-anak IKPMA tentang berita ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah keliling maktabah, maktabah Darus Salam dan maktabah Tirmidzi yang dicaripun tertutup rapat, entah sampai kapan dibuka kembali. Kami breafing bertiga memutuskan untuk meneruskan perjalanan masing-masing. Hanya saya yang memutuskan untuk kembali ke rumah, yang lain lebih memilih menginap di Husein. Dengan diiringi doa keselamatan, saya berjalan dan terus mencari bus atau tramco, ternyata transportasi sudah mulai sepi, bingung dan pusing tentunya, akhirnya apapun kendaraan yang langsung muncul saya kejar, tramco jurusan Ramsees, diperjalanan saya iseng-iseng mengambil dokumentasi paska demo yang telah terjadi, dari mulai tank-tank beserta tentaranya yang tersebar dimana-mana, sampai sisa-sisa paska demo yang berserakan. Di Ramsees lagi-lagi saya kesulitan mencari jasa kendaraan, lama menunggu, saya ambil inisiatif untuk menaiki bus jurusan Makrom atau Awal Abbas, sekali lagi saya mencoba mengambil dokumentasi paska demo yang sulit untuk didapatkan, yang paling sedikit menegangkan dan sangat menantang bagi saya adalah ketika di perjalanan dari Heliopolis sampai ke Makrom, memang sudah diketahui banyak orang disekitar sana banyak gedung-gedung penting milik pemerintah, pemeriksaan hampir di setiap gang jalan, diberhentikan oleh tank dan tentara, memeriksa seluruh penumpang, hanya saya satu-satunya orang asing dalam bus tersebut, saya berusaha tenang dan tetap berdoa, dengan mengenalkan paspor beserta visa izin tinggal, alhamdulillah di setiap pemeriksaan selalu lolos, dalam benak ku berfikir kalau kita tetap patuh kepada peraturan yang ada maka tidak akan terjadi masalah yang ditakuti, meskipun saya akui suasana ini seperti daerah konflik perang, saya tidak bermaksud hiperbola tapi yang saya rasakan seperti ini. Ternyata jam malam atau jam dilarang keluar rumah ada perubahan menjadi jam 3 sore sampai jam 8 pagi, ternyata saya kekurangan info tersebut, mungkin KBRI atau Ketua Kekeluargaan sudah menyampaikan warning itu tapi nyatanya saya belum tahu, saya dapat kabar terbaru hanya melalui televisi Mesir ataupun radio yang ada, dari radio yang ada di taxi menuju hayyu 7 (salah satu flat mahasiswa Attaqwa) saya mendengarkan berita pengumuman tentang pengambilan sumpah para kabinet menteri baru ala Presiden Husni Mubarak, sekali lagi dalam hati saya semakin bingung dengan segala upaya dan tindakan yang dilakukan presiden itu, dalam suasana demo besar-besaran menuntut mundur Mubarak, malah membuat hal yang diluar naluri. Lagi-lagi berita yang aneh, tentang pengumuman bahwasanya Bank dan ATM akan ditutup di Mesir dalam waktu 2x24 jam. Semakin kacau saja kalau seperti ini. Keluhku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selasa (01/02/11)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Pidato Resmi Presiden Husni Mubarak tidak akan mundur dari jabatannya hingga masa berlakunya habis.&lt;br /&gt;- Evakuasi pertama WNI yang berjumlah kurang-lebih 430 orang diberangkatkan via Garuda airways.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya saya memilih untuk berkumpul bareng dengan sebagian anak-anak Attaqwa yang berada di Hayyu 7 Nasr City, tampaknya semua menantikan kabar perjalanan saya yang cukup seru dan menegangkan itu, karena saya selalu memberikan kabar melalui ponsel Saudara Husni Mubarok dan Fathul Hilmi salah satu senior Attaqwa. Semua menjadi sedikit terpaku dengan cerita dan dokumentasi yang saya berikan, meskipun akhirnya semua menjadi santai kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepat di ruang tamu kami melihat berita terbaru tentang Mesir di televisi yang sudah tersedia, ternyata ada siaran resmi pidato kepresidenan menanggapi suasana yang sedang berkecamuk, di luar prediksi pula ternyata dalam isi pidato resmi tersebut menyatakan bahwa Husni Mubarak tidak akan mundur dari jabatannya sampai benar-benar sudah habis masa baktinya, meskipun dia menyatakan bahwa tidak akan menyalonkan diri lagi dalam pemilihan presiden yang akan datang. Apa reaksi yang kontra terhadap Husni Mubarak nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita tentang evakuasi pertama WNI pun berhembus, dan sudah memberangkatkan kurang lebih 430 WNI (Ibu-ibu, anak-anak, dan mahasiswi), sudah termasuk salah satu anggota IKPMA yang sudah berkeluarga dan sedang hamil muda, Ulfia Rahma. Kami mendapatkan info pula kalau yang berangkat itu juga termasuk sebagian para suami atau orang-orang yang mengantar di bandara, semua diangkut karena banyak kursi yang kosong, dikarenakan jatah tersebut sebenarnya diperuntukkan khusus yang berkeluarga yang berdomisili di luar daerah Kairo, tapi apalah daya mereka tidak bisa sampai ke Kairo, dalam perjalanan mereka dihentikan oleh tentara yang sedang berjaga-jaga di setiap daerah untuk kembali lagi ke rumahnya, niat ikut evakuasi pun dierutkan kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabu (02/02/11)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Internet via DSL dan Dial Up mulai membaik setelah putus selama 6 hari.&lt;br /&gt;- Bank dan Atm mulai aktif kembali.&lt;br /&gt;- Bentrokan fisik terjadi antara masa Pro-Kontra pemerintah di Tahrir  dan Abdul Mun’im.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita menghebohkan tersiar pada siang hari, kalau internet via DSL dan Dial Up bisa terhubung kembali setelah 6 hari vakum, sontak langsung saya buka E-mail, Facebook, Twitter dan browsing berita update tentang kondisi Mesir. Semua pesan masuk dan inbox penuh, langsung saya mengabarkan kondisi terkini kepada keluarga di Indonesia. Memang pada kenyataannya semua orang asing aman berada di dalam rumah, belum ada usikan dari pihak manapun, tapi kondisi di luar rumah yang sulit untuk diprediksi. Setiap gang jalan ditutup dan dijaga oleh pemuda-pemuda setempat. Mereka menjaga daerahnya masing-masing dari kejahatan yang mungkin akan menimpanya, karena semua tahanan polisi terlepas atau mungkin dilepas sengaja untuk mengalihkan isu yang beredar, tapi kenyataannya memang semua kantor atau yang berbau polisi hangus terbakar karena amukan masa para demonstran. Semua polisi kabur, keamanan diambil alih oleh tentara. Suasana yang terbilang aneh tapi nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping kabar internet sudah hidup kembali juga tersiar kabar kalau Bank dan ATM yang ditutup sudah aktif kembali, sedikit menggembirakan bagi mahasiswa yang ingin mengambil persedian logistik yang menipis untuk menggesek ATM yang terdekat. Saya beranggapan mungkin kondisi Mesir akan membaik karena dampak pidato resmi Presiden kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dua jam internet pulih kembali, salah satu teman di Facebook memberitahukan bahwa kondisi di luar semakin kacau khususnya di daerah Tahrir atau Down Town, karena terjadi bentrokan parah dan juga perang fisik oleh masa yang simpati dan antipati pemerintah. Al Jazeera langsung saya browsing lalu streaming, memang betul adanya seperti yang diberitakan teman tadi, kondisi Mesir semakin bergejolak, benar-benar di luar dugaan, langsung saya mengabarkan ke keluarga di Indonesia kalau saya dan kawan-kawan mahasiswa yang lain dalam kondisi aman di dalam rumah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamis (03/02/11)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Bentrokan masih berjalan.&lt;br /&gt;- 1 orang WNI dikabarkan meninggal dunia akibat pergolakan Mesir.&lt;br /&gt;- Evakuasi tahap dua di data dan akan diberangkatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi ini bentrokan masih terus berjalan dan sudah banyak korban yang berjatuhan, tersiar kabar salah satu WNI Imanda Amalia salah satu aktifis United Nations Relief and Works Agency meninggal dunia saat berada dalam ambulans di tempat para demonstran bergelut. Akan tetapi belum ada kebenaran berita tersebut dari pihak berwenang di sini. Hanya menunggu waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Evakuasi, sebagian mahasiswa/I tentu mengetahui kabar ini, anak-anak Attaqwa sudah mendaftar ke keluargaannya untuk masuk dalam daftar evakuasi berikutnya, meskipun banyak yang masih ihtimal ikut tapi tetap daftar, sedikit menghayal atau merencanakan ke depan rencana apa saja yang dilakukan bila sampai di Indonesia, saya dan saudara Fathul Hilmi -yang kebetulan mantan Ketua MPA IKPMA- merencanakan sesuatu akan mengadakan acara temu kangen alumni Attaqwa Mesir, dan menghimbau kepada anggota IKPMA untuk membawa ‘Isy dan Tho’miyah serta makanan khas yang lainnya untuk menjadi menu utama temu kangen nanti, dan juga akan mengadakan pelantikan pengurus IKPMA yang baru karena saya beserta saudara Rizal Fahlevi dan Sariyah yang diamanatkan menjadi MPA IKPMA belum bisa mengadakan acara pelantikan pengurus baru dibawah nahkoda saudara Abdul Jabbar Natsir, karena kondisi yang belum memungkinkan, di iringi senda gurau saya tertawa bersama, hal yang lucu dan mungkin saja terjadi, tapi cuma sekedar lelucon belaka mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Evakuasi tahap kedua sepertinya memang akan diberangkatkan, tapi belum ada kabar kepastian waktunya, karena masih simpang siur berita yang ada, ada yang memanfaatkan momen seperti ini dengan memilih diam padahal tahu kapan berangkatnya, sepertinya lucu sekali yang terjadi sekarang ini. Sebenarnya berita yang beredar evakuasi akan dilanjutkan bila kondisi semakin kacau dan sebaliknya evakuasi akan dihentikan bila kondisi membaik. Saya sedikit bingung, bagaimana kaca mata mereka menilai baik dan kacaunya keadaan sekarang, apakah dilihat dari kondisi di luar rumah atau yang lainnya, karena sepertinya jika berada di rumah semua dalam kondisi aman, tentunya tidak melanggar peraturan yang sudah dibuat oleh pemerintah di sini. Apapun yang akan terjadi nanti, semua sudah diatur sama Yang Kuasa, alangkah baiknya jika dana evakuasi itu diberikan kepada para mahasiswa untuk memenuhi kebutuhan masa konflik ini, bagaimana dengan kelanjutan mahasiswa yang sedang atau masih di ma’had, tingkat 1, tingkat 2, tingkat 3, tingkat 4, yang sedang tamhidi 1 dan 2, yang akan munaqosyah, dan semua yang berkaitan dengan serba serbi kebutuhan mahasiswa, lagipula siapa yang akan menjamin bagaimana kondisi di Indonesia nanti. Semoga keadaan Mesir segera membaik dan kesimpang-siuran yang terjadi akan dijawab oleh waktu dengan Kuasa Allah. Aamiin ..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3806071980915108003-2021472480593135863?l=irhamnirofiun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irhamnirofiun.blogspot.com/feeds/2021472480593135863/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irhamnirofiun.blogspot.com/2011/02/kaleidoskop-pribadi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3806071980915108003/posts/default/2021472480593135863'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3806071980915108003/posts/default/2021472480593135863'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irhamnirofiun.blogspot.com/2011/02/kaleidoskop-pribadi.html' title='Kaleidoskop Pribadi'/><author><name>..::Irhamni H. Rofi'un::..</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16848612931575216655</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_d4HaSQZfcpE/TUp26VgtAZI/AAAAAAAAAIc/Kfs6keKSFTE/s72-c/179341_1574090471955_1226347086_31314699_4319527_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3806071980915108003.post-5270705842245795954</id><published>2011-02-02T13:00:00.004+02:00</published><updated>2011-02-02T13:17:37.053+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mesir'/><title type='text'>Awal Terputusnya Komunikasi di Mesir (My Diary)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_d4HaSQZfcpE/TUk87s7yo0I/AAAAAAAAAIU/xQZGRoyeaic/s1600/demo.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 176px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_d4HaSQZfcpE/TUk87s7yo0I/AAAAAAAAAIU/xQZGRoyeaic/s320/demo.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5569049410592219970" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua terasa hampa, jika peristiwa hari ini akan terus berlanjut. Suasana pertama yang menyurutkan aku untuk campur tangan, namun tidaklah mudah melawan semua ini. Hal yang sangat bodoh dan tidak mementingkan kepentingan banyak orang tentunya. Hari ini Jumat (28/01/11) adalah peristiwa paling konyol yang pernah aku alami di negeri kinanah, bagaimana tidak, semua alat komunikasi dunia maya diputus sepihak oleh pemerintah di sini. Dari mulai twitter pada Selasa (25/01/11) disusul facebook pada Rabu (26/01/11), namun hanya twitter yang bertahan lama, facebook hanya beberapa jam saja terkena blocking oleh pusat pemerintah. Di sela-sela praktek blocking oleh pemerintah ada juga yang masih bisa menggunakan fasilitas dunia mayanya, seperti BB dan beberapa server yang lain. Akan tetapi tokoh-tokoh yang di atas sana sepertinya masih belum puas dan ingin terus memantapkan dirinya menguasai tambuk kekuasaan. Inilah Peristiwa Teraneh dan Teramat menjatuhkan negeri firaun di mata dunia. Mengapa demikian, karena terhitung putaran jam di pukul 12 malam semua fasilitas komunikasi diputus perlahan-lahan, dari mulai akses DSL, dial up, server BB (yang setahu saya fasilitas ini servernya langsung ke pusatnya di Kanada, belum memiliki cabang resmi di Mesir), bahkan sampai kartu provider handphone seperti Etisalat, Vodafone, Mobinile dan yang lainnya  semua hanyut dibawa ombak kedigjayaan pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tunisia, masih terngiang-ngiang di kepalaku, peristiwa dua pekan yang lalu, hampir ratusan ribu rakyatnya bertumpah ruah turun ke jalan, berunjuk rasa dengan niat menurunkan rezim Ben Ali yang sudah menguasai Tunisia bertahun-tahun lamanya, akhirnya tumbang di tangan rakyat Tunisia sendiri. Peristiwa ini bermulai dari keberanian salah satu situs terkenal dunia, wikileaks. Wikileaks membocorkan dokumen-dokumen penting yang berkaitan dengan pemerintahan Tunisia, yang paling membuat panas rakyatnya adalah korupsi besar-besaran  yang dilakukan Ben Ali dan keluarganya, yang kenyataannya harus mengalirkan darah rakyat Tunisia sebelum keberhasilan pergerakkan ini. Peristiwa inilah yang memotivasi sebagian rakyat Mesir untuk mengikuti langkah rakyat Tunisia yang berhasil menjatuhkan paksa Presidennya. Dari mulai mengumpulkan dukungan melalui group yang dibuat di situs jejaring sosial, seperti facebook. Mungkin inilah salah satu usaha pertama mereka menggalang dukungan sebanyak-banyaknya, hampir empat puluh ribu lebih pengguna facebook masuk dalam group tersebut, yang notabene tidak sejalan dengan sistem pemerintahan yang ada. Mereka sudah merencanakan akan melakukan demonstrasi akbar pada tanggal 25 Januari yang bertepatan dengan Hari Kepolisian Mesir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya terjadilah peristiwa 25 Januari tersebut di berbagai pelosok Mesir yang paling besar adalah di daerah Tahrir dan Down Town yang hampir berdekatan dengan Gedung Parlemen Mesir. Di luar dugaan, hampir ratusan ribu lebih warga Mesir berdemonstrasi menuntut diturunkannya Presiden Husni Mubarak. Inilah salah satu Peristiwa Terdahsyat yang pernah aku alami di sini, karena setahuku pemerintah Mesir sangat melarang pergerakkan-pergerakkan menentang pemerintahan yang ada. Bahkan saking ketatnya keamanan di Mesir, di setiap pelosok pasti ada mabahits (mata-mata) yang tersebar diberbagai tempat strategis bahkan ada yang berpura-pura sebagai tukang sayuran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi warga asing seperti mahasiswa yang aku geluti di negeri para nabi ini, sangatlah tidak nyaman jika peristiwa ini terus berlanjut, sudah empat hari demonstrasi berjalan, bahkan pemerintah terus mengancam akan menghentikan alat-alat komunikasi sampai suasana politik dalam negeri mereda. Sangat tidak adil yang aku rasa, mungkin juga dirasakan yang lain, jika masih ada warning tentang ruang gerak melakukan aktifitas yang jauh dari rumah terus dipersempit. Terhenyak di fikiranku akankah Tumbangnya Ben Ali dan Soeharto di tangan rakyat menjadi klimaks pemerintahan rezim Husni Mubarak yang sudah berkuasa hampir tiga puluh tahun terhitung mulai tahun 1981, atau sebaliknya ??. Hmh .. Dalam fikiranku yang lain sebagai warga Negara asing, terbersit  doa agar suasana perpolitikan di Mesir pulih kembali dan semua kegiatan akan normal seperti sedia kala. Aamiin ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Nasr City, Jam 11:30 Jumat, 28 January 2011.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3806071980915108003-5270705842245795954?l=irhamnirofiun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irhamnirofiun.blogspot.com/feeds/5270705842245795954/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irhamnirofiun.blogspot.com/2011/02/awal-terputusnya-komunikasi-di-mesir-my.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3806071980915108003/posts/default/5270705842245795954'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3806071980915108003/posts/default/5270705842245795954'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irhamnirofiun.blogspot.com/2011/02/awal-terputusnya-komunikasi-di-mesir-my.html' title='Awal Terputusnya Komunikasi di Mesir (My Diary)'/><author><name>..::Irhamni H. Rofi'un::..</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16848612931575216655</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_d4HaSQZfcpE/TUk87s7yo0I/AAAAAAAAAIU/xQZGRoyeaic/s72-c/demo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3806071980915108003.post-3432138394271907528</id><published>2010-11-30T10:54:00.002+02:00</published><updated>2010-11-30T10:58:13.787+02:00</updated><title type='text'>Love Batik Abiis ..</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_d4HaSQZfcpE/TPS8nHpqkvI/AAAAAAAAAHg/IyXX0Y3Fzfo/s1600/156380_1495364703860_1226347086_31151220_3017128_n.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 142px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_d4HaSQZfcpE/TPS8nHpqkvI/AAAAAAAAAHg/IyXX0Y3Fzfo/s320/156380_1495364703860_1226347086_31151220_3017128_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5545264421454648050" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Batik, dengarnya juga rada ogah, tapi itu dulu, rasa ini berubah ketika ada dua orang yang menjadi inspirasi ku untuk mengubah gaya fashion .. so mode dikit .. hihihihi .. Pertama, ketika tiba-tiba ada adik kelas di Mesir yang menilai batik yang aku pakai bercorak ke-bapak-an, hmh .. Kedua, seorang ibu dalam dunia maya yang langsung menyarankan aku membeli batik model anak muda, karena waktu batik day's buat status di facebook tentang kebingungan pakai batik .. Nasionalisme dikit .. hmh .. Untung saja aku termasuk tipe yang menerima saran dan kritik secara face to face, anggap saja sebagai constructive criticism .. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Mulai dari sana, rasa penasaran muncul, apa kelebihan batik dengan yang lain. Kalau dilihat dari model yang ada terkesan jadul, ups .. Bentar dulu, justru sekarang batik selalu update mengenai design dan coraknya .. Ketika browsing melalui mesin pencari data ternyata banyak sekali jenis pakaian yang diubah menjadi design batik, tak heran memang ketika di jejaring sosial seperti facebook bermunculan shopping online khususnya yang menjajakan beberapa koleksi batik terbaiknya. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Puncak dari rasa keingintahuan dan rasa ingin memiliki tertumpah ruah ketika aku berada di Indonesia, meskipun cuma dua bulan beberapa minggu saja aku kembali ke tanah kelahiran, kurang puas memang, mengejar batik pun baru teringat ketika mau shopping persiapan packing barang untuk kembali ke Cairo, aku rasakan selama seminggu bolak-balik ke pusat perbelanjaan di Jakarta dari mulai Grand Indonesia Shopping Town, ITC Cempaka Mas, Tanah Abang dan tempat-tempat lainnya yang selalu dikerumuni manusia berbelanja. Perlu diketahui, supaya tidak ada negative judgment bukan berarti aku suka belanja dan berfoya-foya, ini semua karena aku cuma duduk santai di bangku mobil, yang mengarahkan lajunya ya tidak lain kedua orang tua dan semua keluarga, yang rasa persaudaraannya begitu kental, "sekali seumur hidup" celetuk saudaraku.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Penyarian terus berlanjut, bahkan ketika aku dan salah satu saudara sepupuku bersama keluarganya berada di salah satu Mall kenamaan di Bekasi, dia menanyakan apa saja barang yang belum dibeli, tak panjang kalam aku sambut dengan jawaban batik, meluncurlah kami ke tempat koleksi batik yang ada, semua koleksi sudah dilihat, rasanya tidak ada yang cocok sama sekali sekalipun ada ukurannya tidak sesuai. Berpindahlah kami ke sebuah stand batik yang masyhur, sebenarnya aku tidak mau merepotkannya tapi karena dia sudah masuk ya sudahlah. Lirikan mata langsung tertuju kepada sebuah batik yang dipajang, oh ternyata batik slim fit model shanghai itu yang ku suka, ketika sudah pas dan dibayar aku lihat harganya .. Dengan mata terjerambab sambil menggeleng-gelengkan kepala dalam hati kuberbisik, andai belinya di Tanah Abang pasti bisa beli 2 atau 3 batik dengan model yang tidak kalah menariknya .. Sambil berfikir sejenak, karena ternyata di Tanah Abang justru aku dapatkan berbagai macam pakaian dengan design batik seperti kaos, baju kokoh, jaket dan sebagainya dengan harga yang terjangkau dan kualitas barangnya tidak kalah dengan barang branded yang ada. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Finally, aku tetap suka dengan batik, karena batik merupakan aset budaya nasional yang sudah diakui dunia, bahkan sebagai salah satu warisan budaya dunia selain keris dan wayang yang berasal dari tanah air Indonesia, yang sudah tercatat dalam jenis warisan budaya tak benda dunia pada tanggal 02 Oktober 2009 lalu, di kota Abu Dhabi – Uni Emirat Arab, UNESCO - PBB. Pada tanggal tersebutlah ditetapkan sebagai momentum peringatan "Batik Days". So .. Sebagai warga negara Indonesia sudah selayaknya kita melestarikan budaya tersebut yang nantinya akan mempengaruhi jiwa nasionalisme yang tinggi bagi anak keturunan kita semua. Hopefully ..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3806071980915108003-3432138394271907528?l=irhamnirofiun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irhamnirofiun.blogspot.com/feeds/3432138394271907528/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irhamnirofiun.blogspot.com/2010/11/love-batik-abiis.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3806071980915108003/posts/default/3432138394271907528'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3806071980915108003/posts/default/3432138394271907528'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irhamnirofiun.blogspot.com/2010/11/love-batik-abiis.html' title='Love Batik Abiis ..'/><author><name>..::Irhamni H. Rofi'un::..</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16848612931575216655</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_d4HaSQZfcpE/TPS8nHpqkvI/AAAAAAAAAHg/IyXX0Y3Fzfo/s72-c/156380_1495364703860_1226347086_31151220_3017128_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3806071980915108003.post-2504495008982667576</id><published>2010-08-26T16:24:00.004+02:00</published><updated>2010-08-26T19:24:13.014+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mesir'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Al-Azhar'/><title type='text'>Natijah .. Kau Membuat Jiwa Raga dan LC Ku Mati Suri</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_d4HaSQZfcpE/THZ6cakYDnI/AAAAAAAAAHQ/0WFwOvVjh-Q/s1600/34033_1337267071518_1226347086_30801926_7844180_n.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 237px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_d4HaSQZfcpE/THZ6cakYDnI/AAAAAAAAAHQ/0WFwOvVjh-Q/s320/34033_1337267071518_1226347086_30801926_7844180_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5509725822721199730" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Natijah ..!! Iya benar Natijah .. Kata yang tidak asing lagi di telinga Masisir (Mahasiswa Indonesia di Mesir), setiap mahasiswa yang mendengar kata tersebut akan terpacu jantungnya bila Natijah didengungkan kembali. Di Alazhar kata Natijah adalah momok yang sangat menakutkan kadang pula biasa saja bagi sebagian mahasiswa, karena Natijah adalah hasil akhir dari ujian yang dilakukan oleh mahasiswa/I Alazhar dari mulai ujian termin satu/ujian musim dingin pada bulan Januari dan ujian termin dua/ujian musim panas pada bulan Juni. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua bulan berlalu, sungguh tidak seperti biasanya menunggu Natijah selama ini, karena sejak tingkat satu sampai tingkat tiga setelah dua minggu selesai ujian akhir pasti bisa mengontrol ke bagian kontrol Natijah. Tapi apa boleh buat, hari berlalu meninggalkan jam, bulan berpamitan melangkahi minggu, Natijah yang diharapkan tak kunjung datang. Jiwa ku mulai tidak stabil diakibatkan oleh bayangan Natijah yang selalu beterbangan di fikiranku, belum lagi orangtua ku serta sanak famili ku yang selalu menanyakan tentang Natijah akhirku di Alazhar. Semua fikiran, bisikan, rayuan, bayangan serta semua yang membebaniku seakan bersatu mulai menyerang tubuhku yang lemah. Aku benar-benar tidak sanggup menjalani hari-hari ku karena menunggu Natijah akhir selama ini, sampai awal ramadhan pun belum terdengar kabar Natijah itu kapan dipampang, sampai 12 hari di awal ramadhan hatiku tak karuan semakin berdebar menanti datangnya Natijah. Ramadhanku seakan sepi, sunyi, semua serba sendiri, dari mulai berbuka dan menyiapkan sahur aku lakukan di rumah. Tepat pada hari senin, malam ketiga belas ramadhan, salah satu teman satu kuliahku memanggil dari kejauhan seakan ingin memberitahukan sesuatu hal yang penting kepadaku, tapi aku terasa agak segan karena setelah pulang shalat tarawih malam itu aku hendak membeli ayam untuk menu buka puasaku, temanku terus memanggilku tidak henti-hentinya, aku pun menghampirinya, betul sekali, dia memberitahukan kepadaku bahwa Natijah sudah bisa dilihat di Syuun Thulab atau di kantor bagian urusan mahasiswa tingkat 4. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semenjak malam ketiga belas itulah aku mulai berdebar menantikan kabar Natijahku, semua orang yang dekat kepadaku tak segan aku meminta doa kepadanya, dari mulai keluarga, sahabat karib sampai semua orang yang menanyakan tentang Natijah pun tak luput dari permintaan doa itu. Selasa siang aku memberanikan diri untuk pergi ke kampus untuk melihat Natijah ku dicatatan nilai yang dipegang oleh penanggung jawab Syuun Thulab tingkat 4, tiba di depan pintu masuk, bacaan dzikir dan doa-doa khusus tak berhenti aku kumandangkan dalam hati, tapi apa yang terjadi, penanggung jawab Syuun ku tadi membuatku takut, karena memang aku melihat dia sangat sibuk menulis semua nilai yang hampir tujuh ratusan orang, dengan langkah yang tak pasti aku izin untuk melihat Natijahku, lembar demi lembaran nilai aku lihat dimana letak nilaiku berada, dengan raut wajah penanggung jawab yang seolah-olah marah aku dibuat tidak sanggup lagi, aku melihat namaku di sana, ada dua mata kuliah yang tertulis untuk tashfiyah atau remedial di barisan namaku, badanku lemas tidak berdaya, jiwa ini rasanya tak karuan lagi, fikiran melayang seakan hidupku sudah berakhir, nadzar ku seakan sia-sia belaka, karena aku merasa bisa menjawab dengan baik dua mata kuliah tadi, tanpa berfikir panjang dan tanpa izin keluar aku berteriak dalam hati, tanpa kembali mengakidkan apakah itu benar nilaiku atau aku melihatnya kurang teliti karena memang cuma sekilas saja langsung ditutup lembaran nilai itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merenung, muhasabah diri, jiwa tak labil, semua fikiran yang tidak baik kali ini membunuhku, aku baru tahu rasanya sakit hati karena Natijah yang diluar dugaan, ramadhanku seakan tidak berarti, tapi, aku terus berdoa dan memohon ampun kepada Allah, mungkin aku kurang mendekatkan diri kepada-Nya , cobaan berat dalam ramadhanku harus kulalui dengan perasaan gundah dan gelisah. Ya Allah .. Ya Rabbi ampunkan segala kesalahan dan kekhilafan yang hamba telah perbuat .. Aku terus berdoa dan memohon kepada-Nya, shalat taubat pun aku kerjakan, permintaan maaf kepada orang-orang pun aku tunaikan, aku berusaha untuk sabar dan tegar menghadapi taqdir Allah yang dicantumkan kepadaku. Aku menulis surat permohonan maaf dan doa kepada keluarga ku melalui facebook, namun aku tak berani untuk bilang apa yang sebenarnya terjadi kepadaku, karena aku tak mau membebani keluargaku dengan masalah yang aku hadapi. Tapi dalam benakku, sebelum Natijah itu terpampang benar di dinding atau jendela Alazhar, aku hanya meminta doa kepada semua keluargaku untuk mendoakan ku agar lulus dalam ujian akhir strata satu ku ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiwa ku semakin tegar dan berusaha tidak putus asa dengan apa yang dituliskan Allah padaku, aku tidak mau karena Natijah yang diluar dugaan itu membuat ibadah ku kepada Allah menurun drastis, aku tidak mau tergoda oleh bujuk rayuan syetan yang terus menghantuiku, aku terus berdoa kepada Allah dalam sujud suciku setiap shalat wajib dan sunnah .. Ya Allah .. Jika ini memang sudah taqdir yang Engkau tulis kepadaku .. Berikan aku ketegaran dalam menjalani hari-hari ku ke depan, dan berikan semangat kepadaku untuk memperbaiki nilai yang turun itu .. Dan satu hal lagi .. Jangan Engkau cabut nikmat iman-Mu dari ku .. Siang hari setelah shalat Dzuhur berjamaah dengan langkah pasti dan siap menerima ketentuan Allah yang diberikan kepadaku, aku kembali ke kantor Syuun Thulab tingkat 4, kembali pula rasa khawatir itu menyelimutiku, kali ini sang penanggung jawab itu marah kepadaku, karena dia benar-benar sibuk menulis semua nilai akhir tingkat 4, dengan muka senyum aku meminta kepadanya untuk mengakidkan Natijahku yang sebenarnya, tapi aku malah melihat dengan pasti Natijah temanku yang harus remedial satu mata kuliah karena ketika aku ingin melihat Natijahku aku masih melihat dengan samar-samar dua mata kuliah yang ada dalam garis nilaiku. Aku masih terus berdoa kepada Allah agar diberikan keputusan terbaik kepada ku, karena aku pun yakin Allah tidak akan membebani masalah yang diluar kemampuanku, dan aku pun yakin setiap amalan perbuatan serta kerja keras ku sewaktu ujian Allah akan membalasnya sesuai dengan amalan ku tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini, hari ke enam belas bulan ramadhan Natijah tingkat 4 terpampang, tapi aku belum ke kampus untuk memeriksanya, dengan hati dan jiwa yang penuh kelapangan, aku semakin percaya diri menghadapi hari-hari ku ke depan, tak segan aku pun berkata jujur kepada setiap teman atau orang yang menanyakan kabar Natijahku, dengan penuh keikhlasan aku jawab bahwa aku harus tashfiyah dua mata kuliah, aku tidak mau mengganggu kegiatan ramadhan ku karena Natijah ku itu. Allah Maha Segalanya, sesuatu yang diluar dugaan manusia apapun pasti akan terjadi, iman ku harus kuat. Ketika aku sedang beristirahat di kamar ku selepas pulang shalat dzuhur, ada suara dari bawah berteriak kencang, memanggil namaku, iya aku mengenal suara itu, itu suara temanku, dia berteriak dari bawah memanggil namaku, "Mabruk .. Mabruk .. Irhamni sudah LC .. ". Dalam hati aku bersabar, kenapa masih ada orang yang mau membuat hati ku kacau dengan candaan yang berlebihan itu. Aku buka jendela kamarku, dan berkata kepadanya "Jangan becanda berlebihan ah .. " selorohku kepadanya, namun temanku itu sepertinya tidak becanda, karena ketika aku bilang kepadanya sumpah demi Allah, dia menunaikan sumpahnya itu, dengan jiwa dan fikiran yang penuh tanda tanya, aku bergegas untuk mengambil air wudhu untuk melakukan shalat sunnah agar aku diberikan yang terbaik oleh Allah. Dengan mengucapkan bismillah, aku pergi ke kampus untuk melihat dengan mata kepalaku sendiri tentang nasib Natijah akhirku, pas sampai di kuliah, salah seorang temanku meneleponku melalui telepon genggam ku, "Alfu Mubarak Am .. Mubarak ya .. Nte Jayyid lagi", aku langsung menanyakan kepadanya di mana letak Natijah tingkat 4 itu ditempel. Dengan mengucapkan Alhamdulillah dan pujian syukurku kepada Allah, air mata ini mengalir dengan sendirinya, iya benar, karena aku sudah melihat dengan pasti Natijah akhirku yang sebenarnya dengan perasaan tenang. Ya Allah .. Terima kasih banyak Engkau telah mendengar rintihan doaku selama tiga hari yang lalu di saat aku benar-benar tidak terpedaya .. Terima kasih ku juga ku ucapkan kepada kedua orang tua ku, ummi, abi, kakak-kakakku, adik-adikku, kakak pembimbingku, semua sanak keluargaku, semua teman-temanku, semua orang yang mendoakan ku agar aku lulus mendapatkan LC strata satu ku di Alazhar dengan lancar. Terima kasih Alazhar ku, Mesir ku, para dukturku yang mengajarkan aku tidak kenal rasa lelah, semua pihak kuliah. Terima kasih Kuwait ku, yang memberikan aku beasiswa prestasi setiap bulan selama aku tinggal di Mesir. Semoga Allah membalas semua doa dan kebaikan kalian dengan balasan yang berlipat ganda. Natijah .. Kau membuat jiwa raga dan LC ku mati suri .. Dengan menghidupkan kembali rasa semangat untuk meraih gelar MA dan DR yang menjadi impian ku dan semua orang yang menyayangiku, semoga Allah memudahkan untuk mendapatkan semuanya. Aamiin .. &lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;                                 Daqahlia, 26 Agustus 2010 M. / 16 Ramadhan 1431 H.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3806071980915108003-2504495008982667576?l=irhamnirofiun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irhamnirofiun.blogspot.com/feeds/2504495008982667576/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irhamnirofiun.blogspot.com/2010/08/natijah-kau-membuat-jiwa-raga-dan-lc-ku.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3806071980915108003/posts/default/2504495008982667576'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3806071980915108003/posts/default/2504495008982667576'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irhamnirofiun.blogspot.com/2010/08/natijah-kau-membuat-jiwa-raga-dan-lc-ku.html' title='Natijah .. Kau Membuat Jiwa Raga dan LC Ku Mati Suri'/><author><name>..::Irhamni H. Rofi'un::..</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16848612931575216655</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_d4HaSQZfcpE/THZ6cakYDnI/AAAAAAAAAHQ/0WFwOvVjh-Q/s72-c/34033_1337267071518_1226347086_30801926_7844180_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3806071980915108003.post-4028863705709775931</id><published>2010-08-08T10:36:00.001+03:00</published><updated>2010-08-08T11:07:41.875+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Profil'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kreasi'/><title type='text'>Abdul Muhaemin Karim:  Merentas Dakwah dari Attaqwa hingga Hong Kong</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_d4HaSQZfcpE/TF5lriH3q0I/AAAAAAAAAHI/G0dTbE7ZKYs/s1600/5771_1167204511503_1569650507_30435874_2168274_n.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_d4HaSQZfcpE/TF5lriH3q0I/AAAAAAAAAHI/G0dTbE7ZKYs/s320/5771_1167204511503_1569650507_30435874_2168274_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5502947593261919042" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan dakwah Islam di Negeri Jacky Chan alias Hong Kong tidak terlepas dari keterlibatan salah seorang bernama Abdul Muhaemin Karim. Muhaemin dikenal oleh orang-orang lokal Cina Hong Kong sebagai Bapak, atau sering juga dipanggil Mo Ja Tung (Hero of the East), apalagi di kalangan komunitas Indonesia yang kini berjumlah lebih dari 140.000, nama Muhaemin sangat tidak asing lagi bagi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki kelahiran Cirebon, 04 Mei 1964 ini selalu sibuk dengan berbagai acara dan aktivitas keagamaan maupun sosial baik di kalangan komunitas Muslim maupun non-Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak -begitu beliau biasa disapa atau dipanggil di Hong Kong-, mengakui bahwa apa yang kini dijalaninya memang sudah menjadi cita-citanya. Sejak lulus dari Fakultas Ushuluddin jurusan Dakwah di International Islamic University Islamabad, Pakistan, dirinya memiliki keinginan kuat untuk berdakwah di komunitas negara minoritas Muslim. Karena menurutnya, berdakwah di kalangan komunitas non-Muslim lebih menantang daripada berdakwah dalam masyarakat yang mayoritas Muslim seperti di Indonesia atau di Malaysia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dakwah di Malaysia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menggondol gelar S1, ia melanjutkan ke jenjang S2 di Universitas yang sama dengan mengambil jurusan perbandingan agama. Ia berharap, ilmu yang diselamnya ini akan banyak membantunya dalam berdakwah di tengah-tengah mayoritas non-Muslim nanti. Menurutnya, dengan mengambil perbandingan agama ia berharap bisa mengetahui lebih dalam tentang seluk-beluk agama mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1991, setelah berhasil meraih ijazah Master, ia berangkat ke Kairo beberapa bulan dan melanjutkan perjalanan ke Malaysia. Di negeri Jiran ini beliau bergabung dengan Regional Islamic Da'wah Council of Southeast Asia and the Pacific (RISEAP) yang menjadi sebuah lembaga dakwah yang banyak berkiprah di Asia Tenggara dan Kepulauan Pasifik. Misi lembaga ini adalah membantu orang-orang Islam di negara-negara minoritas Muslim dan menjalin ukhuwah diantara negara-negara tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain bekerja di RISEAP, beliau juga menjadi dosen tidak tetap (part-time lecturer) di International Islamic University Malaysia (IIUM) dan Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM). Pekerjaan sebagai dosen tidak tetap di dua universitas tersohor di Malaysia itu ia tinggalkan ketika ia bekerja full-time di RISEAP sejak 1993 sebagai Da'wah and Education Officer. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dakwah di rantau Asia Tenggara dan Pasifik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak tahun itu pula ia mulai melangkah ke berbagai negara di Asia Tenggara dan Kepulauan Pasifik untuk berdakwah dan mengkader da’i-da’i lokal. Semua negara di wilayah tersebut hampir disinggahinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pengalamannya berdakwah di negara-negara minoritas Muslim itu, beliau melihat bahwa ada satu problematika yang amat spesifik yaitu ketiadaan guru agama atau da’i yang mengajarkan Islam secara kontinu. Sehingga komunitas Muslim di tempat tersebut tidak bersemangat untuk bangkit dan pada akhirnya mereka hanyut karena mengikuti arus yang tidak satu haluan dengan norma-norma Islam.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, di negara-negara minoritas Muslim ini, Islam sangatlah sulit berkembang. Itulah sebabnya, RISEAP membuat program pengiriman para da’inya ke negara-negara minoritas Muslim. Muhaemin memberikan contoh, pada tahun 1990-an, belum ada Islamic Centre di Papua New Guinea. Ketika Perdana Menteri Malaysia, Dr. Mahathir Muhammad berkunjung ke Papua New Guinea (PNG), RISEAP meminta beliau untuk berbicara kepada Perdana Menteri PNG ketika itu tentang masalah yang dihadapi oleh komunitas Muslim. Mahathir pun setuju dan walhasil saat ini telah berdiri sebuah Islamic Centre di Portmoresby, Ibukota PNG. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dakwah di Hong Kong dan Macau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiprah dakwah Muhaemin di Hong Kong dimulai sejak tahun 1997. Ia sering diundang oleh komunitas Muslim Hong Kong untuk mendidik para remaja dan memberikan siraman rohani kepada komunitas Muslim dari berbagai bangsa. Sejak dari sanalah kemudian ia diminta untuk bekerja di Hong Kong, tepatnya di Islamic Union of Hong Kong (IUHK). Beliau telah diminta beberapa kali untuk bertugas di Hong Kong, tetapi belum diizinkan oleh RISEAP. Baru pada bulan Oktober 2002 lalu beliau diizinkan untuk full time berdakwah  di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun bekerja untuk sebuah Lembaga Dakwah di negara orang lain, Muhaemin tidak melupakan nasib saudaranya sendiri sesama masyarakat Indonesia. Ketika masa awal bekerja di Hong Kong, ia mengaku mendengar berita kurang bersahabat tentang para pekerja Indonesia yang bekerja di Hong Kong. Kepeduliannya terhadap sesama Muslim satu tanah air membuatnya melakukan banyak terobosan dalam dakwahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terobosan pertama yang dilakukannya adalah menghubungi tabloid berbahasa Indonesia; Intermezzo dan Suara Indonesia. Kepada pengelola tabloid yang terbit di Hong Kong dan dibagikan secara gratis itu, ia mengajukan diri untuk mengisi kolom agama. Beruntung, kedua tabloid itu memberinya satu halaman penuh yang kemudian ia penuhi dengan tulisan-tulisan mengenai Islam dan tanya jawab atau konsultasi agama hingga saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak tahun 2006, beliau menjadi penasehat di majalah Iqra dan Nur Muslimah HK sekaligus menjadi kontributor utama, konsultasi Syari’ah dan kolom Islam in English. Beliau juga rutin menulis artikel-artikel keislaman pada monthly Ethnic Minority Journal. Di samping itu, beliau juga mengelola buletin Fruit for the Week, berbahasa Inggris dan Cina, berbentuk buletin mingguan yang terbit dan dibagi-bagikan setiap hari Jum’at. Hingga kini, beliau telah menghasilkan ratusan artikel yang masih belum dibukukan. Hanya satu buku berjudul “Problema Fikih Nakerwan Hong Kong” yang baru dipublikasikan pada 11 Juli 2010 lalu di Islamic College, Chai Wan, Hong Kong. Beliau juga sedang merampungkan buku digital electronic bekerjasama dengan salah seorang pengusaha Hong Kong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak cukup berdakwah dengan tulisan, mantan penyiar Radio Televisi Malaysia (RTM) ini juga membuat program dakwah di radio lokal. Di Radio Metro Plus 1044 (sebuah radio swasta di Hong Kong), ia mengisi acara Nongkrong Bareng setiap selasa kedua dalam satu bulan. Pada acara berbahasa Indonesia yang disiarkan mulai pukul 21.00 hingga 23.00 itu, ia penuhi dengan program pembacaan Al-Qur`an, terjemah, renungan, tanya jawab on air maupun via SMS. Masih di Radio yang sama, setiap Ramadhan beliau juga mengisi acara Sahur Bareng yang disiarkan setiap hari mulai pukul 04.00-06.00 pagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepeduliannya yang tinggi dalam membina para pekerja Indonesia yang bekerja di Hong Kong, bisa dilihat dari kesibukannya di berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh organisasi-organisasi Buruh Migran Indonesia (BMI). Hari yang paling padat baginya adalah hari Minggu, karena organisasi BMI yang jumlahnya melebihi 80-an itu lebih banyak menggelar aktivitasnya pada hari libur, yaitu hari Minggu. Aktivitas-aktivitas keagamaan pada hari Senin hingga Sabtu difokuskan di Islamic Centre, Masjid Ammar Wan Chai dan Masjid Al-Falah Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) dan Macau, negeri jajahan Portugis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Islamic Centre, di mana beliau beraktivitas, ia banyak berhubungan dengan berbagai komunitas yang ada di Hong Kong. Beliau biasa melayani konsultasi dan dialog dengan organisasi-organisasi non-Muslim, mahasiswa dan pelajar lokal maupun dari luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhaemin aktif dalam mengikuti seminar, konferensi dan dialog dengan para pemuka agama non-Muslim terutama dari kalangan Nasrani dan Buddha yang berasal dari Hong Kong, Korea Selatan, Eropa maupun Amerika yang sama-sama menyebarkan misi mereka masing-masing di Hong Kong. Tidak heran, lelaki jebolan Attaqwa tahun 1983 ini akrab dengan mereka karena ia menjadi executive officer Love and Peace Society (LPS) Hong Kong sejak 2003. LPS ini beranggotakan semua agama yang ada di Hong Kong yang aktivitasnya mengadakan meeting rutin sebulan sekali di Hollywood Road. Beliau juga diangkat sebagai salah seorang anggota board of directors di International Human Rights Forum (IHRF) Hong Kong sejak 2007.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di luar kesibukan itu, beliau masih sempat melakukan kerjasama dengan Radio Asia Telkom (sebuah operator seluler), untuk mengisi program siraman rohani atau renungan yang beliau sampaikan lewat rekaman. Program ini mirip dengan Al-Qur`an seluler di Indonesia. Beliau juga melakukan kerjasama dengan SmarTone juga operator seluler untuk mengisi program kata-kata bijak Islam. Selain itu, beliau juga melayani tanya jawab via SMS melalui SmarTone secara gratis. Beliau sendiri yang menjawab pertanyaan-pertanyaan itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepedulian yang tinggi terhadap para pekerja Indonesia di Hong Kong, membuat sosoknya dianggap sebagai ‘Bapak’ bagi mereka. Hal itu wajar, karena banyak para pekerja Indonesia yang sering berkonsultasi dan curhat kepada beliau. Berbagai persoalan yang dikemukakan oleh para pekerja itu, beliau tanggapi dengan sabar dan bijaksana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhaemin mengaku tidak merasa berat ataupun stres menghadapi problematika para pekerja di sana yang ditumpahkan kepadanya, meskipun ia sendiri memiliki kesibukan di kantornya. Beliau berprinsip, “kalau kita betul-betul niat membantu orang, pasti kita akan dibantu Allah”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda pernah tinggal di Hong Kong melebihi dari seminggu, pasti anda akan merasa betah dan nyaman. Muhaemin juga mengaku, “Bagi saya, dari sekian puluh negara yang pernah saya tinggali, ternyata Hong Kong adalah tempat yang paling aman dan lebih Islami dari negara-negara Muslim itu sendiri. Ajaran yang digembar-gemborkan oleh Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah ternyata banyak dipraktekkan di negeri mata sipit ini. Anda bisa bayangkan, selama hidup di Hong Kong selama tujuh tahun lebih, saya belum menemukan seekor lalat atau nyamuk yang beterbangan karena sangat bersihnya, saya belum menemukan orang yang berkelahi di jalan, belum pernah mendengar orang kentut, belum pernah kehilangan sesuatu, belum pernah dimarahi, belum pernah ditipu”. Tegasnya. Ia juga menambahkan, “Jika anda perhatikan, jalan-jalan tampak begitu rata, bersih, tidak ada orang yang meludah, dan para pejalan kaki terlihat begitu sopan, altruistik, dan sangat toleran. Jika anda melakukan transaksi dengan mereka, pasti mereka akan memberikan pelayanan hotel berbintang lima kepada anda. Mereka akan memberikan pelayanan yang paling memuaskan dan mengesankan. Mereka sangat berpegang teguh kepada kedisiplinan dan punctuality yang sangat kuat seperti apa yang diinginkan Islam”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oleh sebab itu, tegasnya jika ia berkunjung ke negara-negara yang bisa dikatakan lebih dianggap Islami, beliau merasa agak stres dibuatnya akibat benturan budaya yang amat kontras. Budaya malas, jam karet, masa bodoh, non-transparan, korupsi dan lain-lain yang memang sangat diperangi Islam. Sebagai bukti Hong Kong memberikan meritokrasi kepada penduduknya. Iapun ditawarkan KTP Hong Kong ketika usia tinggal di sana beranjak tujuh tahun. Dengan hanya mengurus setengah jam, beliau langsung mendapatkan Permanent Resident H.K. dengan mudah. Keistimewaannya luar biasa, pemegang KTP tersebut mempunyai hak yang sama dengan warga negara Hong Kong. Contohnya keluar masuk Hong Kong dan Macau, beliau tidak perlu membawa paspor. Kita hanya cukup menekan jari jempol di pintu keluar dan masuk ke dua negara itu. Di samping itu, diberi kebebasan berpolitik dan membangun ekonomi negara. “Diskriminasi ras dan agama hampir tidak kelihatan di negeri ini”, ujarnya dengan semangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alumni Attaqwa di Hong Kong&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membagi pengalaman kepada para pembaca, khususnya santri maupun alumni Attaqwa, Muhaemin pernah mengundang beberapa rekan alumni Attaqwa ke Hong Kong untuk membantunya dalam penyebaran dakwah di sana, namun hanya bersifat temporer. Untuk jangka panjang, beliau telah menyeleksi para calon sebagai asisten beliau dari Singapore, Malaysia, Mesir, Pakistan, Turki dan Indonesia. Akan tetapi hampir seluruh dari mereka kurang memenuhi kriteria. Walaupun begitu, beberapa minggu lalu, salah seorang graduan UIAM alumni Attaqwa telah diundang IUHK untuk diinterview langsung di HK dan ternyata cocok dan diterima. Proses pemberangkatan tugas di HK sedang dijalankan dan Insya Allah tidak lama lagi akan diposkan di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau mengajak rekan-rekan yang antusias belajar untuk sekiranya melihat universitas-universitas HK yang bisa dinavigasi lewat situs www.hkuniversities  dan banyak beasiswa yang ditawarkan oleh universitas dan agencies di sana. Untuk keterangan lebih lanjut silahkan browse www.hkuniversityscholarship. Rekan-rekan yang mendapatkan beasiswa dari universitas HK rata-rata mendapatkan HK$13,000 per bulan atau Rp.15,000,000 per bulan. “Siapa yang bersungguh-sungguh pasti dapat”, saran beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ucapan terima kasih kepada guru-guru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir beliau ingin mengucapkan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada guru-gurunya yang mulia, yang selama ini mendidik dan membimbingnya di Attaqwa terutama Almarhum Bapak K.H. Noer Alie yang pernah menyempatkan diri menjenguknya dan teman-teman di Islamabad. Semoga mereka semua akan mendapatkan posisi khusus di surga kelak bersama para anbiyâ dan syuhadâ. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;___________________________________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BIODATA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Lengkap : Abdul Muhaemin Bin Karim&lt;br /&gt;Ttl   : Cirebon, 4 Mei 1964&lt;br /&gt;Pendidikan  : 1977-1983  Tsanawiyah-Aliyah Attaqwa&lt;br /&gt;     1984-1988  S1 International Islamic University Islamabad&lt;br /&gt;     1988-1891  S2 International Islamic University Islamabad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak   : 5 orang,&lt;br /&gt;1. Ili Nabilah (University Malaya)&lt;br /&gt;2. Ili Adibah (SMA kls 2)&lt;br /&gt;3. Ili Afifah (SMP kls 3)&lt;br /&gt;4. Ili Aqilah (SD kls 6)&lt;br /&gt;5. Ahmad Abqory (SD kls 4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alamat   : Rumah,&lt;br /&gt;     Ascot Mansion, 19-Floor, Block B&lt;br /&gt;     421-425 Lockhart Road, &lt;br /&gt;  Wan Chai, Hong Kong&lt;br /&gt;  Telp 852-28381514.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Kantor,&lt;br /&gt;     Islamic Centre,&lt;br /&gt;     40 Oi Kwan Road, Wan Chai, Hong Kong&lt;br /&gt;     Tel. 852-28935704&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    E-mail: a_muhaemin@yahoo.co.uk&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3806071980915108003-4028863705709775931?l=irhamnirofiun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irhamnirofiun.blogspot.com/feeds/4028863705709775931/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irhamnirofiun.blogspot.com/2010/08/abdul-muhaemin-karim-merentas-dakwah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3806071980915108003/posts/default/4028863705709775931'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3806071980915108003/posts/default/4028863705709775931'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irhamnirofiun.blogspot.com/2010/08/abdul-muhaemin-karim-merentas-dakwah.html' title='Abdul Muhaemin Karim:  Merentas Dakwah dari Attaqwa hingga Hong Kong'/><author><name>..::Irhamni H. Rofi'un::..</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16848612931575216655</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_d4HaSQZfcpE/TF5lriH3q0I/AAAAAAAAAHI/G0dTbE7ZKYs/s72-c/5771_1167204511503_1569650507_30435874_2168274_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3806071980915108003.post-3897044343022611013</id><published>2010-07-05T15:36:00.005+03:00</published><updated>2010-07-05T19:17:45.564+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kreasi'/><title type='text'>Ternyata Bidadari Surga Itu Mantan Ketua OPPM (Part 2)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_d4HaSQZfcpE/TDHSA5d7VuI/AAAAAAAAAHA/BcLDbNcmeyk/s1600/23574_100451929996038_100000936932989_1548_585772_n.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 287px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_d4HaSQZfcpE/TDHSA5d7VuI/AAAAAAAAAHA/BcLDbNcmeyk/s320/23574_100451929996038_100000936932989_1548_585772_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5490400333609522914" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;## Langit cerah nan merona tampak menghiasi kota suci, burung merpati bagaikan malaikat beterbangan di sekeliling Masjidil Haram tanpa bersalah hinggap di atas ka`bah, tidak terasa Hirzi berdiri di tengah-tengah pusat bumi, impian setiap umat Islam di seantero dunia. Ritual rukun umrah pun telah selesai disempurnakan, dari mulai; ihram, tawaf ifadhah, sa`i dan bercukur. Dengan penuh rasa kekeluargaan dan ketentraman umrah pertama dijadikan bahan pelajaran untuk melaksanakan umrah selanjutnya. Setelah itu Hirzi beserta rombongan pergi ke tempat peristirahatan mereka di hotel Zahra White Palace yang berjarak dua ratus lima puluh meter dari Masjidil Haram. Kemudian bergegas bersama-sama menuju restoran tepat di samping lobby hotel, sambil menikmati hidangan ala timur-tengah terjadilah perbincangan santai dan bermakna antara meraka, Hirzi menanyakan kabar seluruh sanak famili kepada kedua orangtuanya dengan disambut jawaban penuh kehumorisan dan kewibawaan. Tak terasa waktu sudah larut malam, sudah saatnya untuk istirahat karena rentetan jadwal ibadah umrah selama tujuh hari harus dilaksanakan dengan penuh kekhusu`an. Mereka berjalan bersama menaiki lift ke lantai tiga tempat di mana mereka dipisahkan antara laki-laki dan perempuan untuk sejenak merenggangkan otot-otot sehabis melakukan jadwal ibadah umrah seharian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;## Tiga hari dilalui dengan sekelumit perasaan sesak dan banyak cobaan, iya memang siapa pun jika berada di tanah haram seakan terlihat sifat asli manusia yang sebenarnya, jangan heran bila terkadang sesama suami-isteri pun bisa saja bertengkar di depan khalayak umum atau juga terlihat dengan nyata mana musuh mana kawan. Tapi jika semua kejadian dan pelajaran dijalani dengan rasa sabar dan ikhlas hasilnya pun akan berbuah manis. Di dalam perjalanan dari masjid Hudaibiyah untuk mengambil miqat, dalam benak Hirzi sewaktu duduk di dekat jendela bus terbayang wajah Bidadari Surga yang di temuinya di depan ka`bah, wajah itu mirip sekali dengan Bidadari Surga yang dia temui pertama kali di jalan Suriah, hal yang tidak mungkin bila itu hanya orang yang mirip saja, meskipun ketika di depan ka`bah Hirzi tidak terlalu tegas melihat Bidadari Surga itu dengan jelas dikarenakan posisi Hirzi dalam daerah lingkaran suci, tetapi pandangan bathin Hirzi mengatakan seratus persen yakin tanpa ragu dialah jawaban yang selama ini dicari. Dalam lamunan aneh lagi penuh tanda tanya, Fikri yang kebetulan duduk bersebelahan dengan Hirzi menegur dengan santai mengabarkan kepada Hirzi untuk turun sementara karena waktunya berkunjung ke tempat peternakan unta di tengah padang pasir tandus, Hirzi pun mengelak untuk ikut turun, ibu Hirzi akhirnya turun tangan untuk mengajak Hirzi, dengan senang hati dan memang seharusnya menurut kepada kedua orangtua selagi menyuruh kepada kebaikan. Di tengah asyiknya menikmati susu segar unta yang rasanya rada aneh bila baru sekali meminumnya, bagaimana tidak aneh susu tersebut adalah hasil perasan langsung dari unta tanpa disaring kembali. Hirzi yang sedang mengambil kenangan dengan kamera digitalnya, sekejap matanya tertuju kepada rombongan jama`ah umrah yang lain, Hirzi melihat Bidadari Surga yang berada di sampingnya ketika berdoa di samping Multazam dengan mata telanjang di tengah padang tandus sebagai tempat persaksian, seorang wanita semampai berkulit putih bersih dengan wajah terawat air wudhu sedang bersama rombongan keluarga dan beberapa kelompok jama`ah umrahnya, Fikri mendekati Hirzi memegang pundaknya seakan ingin memberitahukan berita penting yang ingin disampaikan, iya benar Fikri ingin memberitahukan kepada Hirzi bahwa ada seorang mahasiswi Cairo yang juga sedang umrah bersama keluarganya sedang asyik berfoto ria bersama keluarganya di depan peternakan unta, Zaskia, itulah namanya, ternyata Fikri kenal betul dengan wanita itu, Fikri bercerita sedikit kepada Hirzi bahwa Zaskia adalah mahasiswi Cairo yang dulu pernah dikejar-kejar oleh Fikri, tapi Zaskia tidak bisa diambil hatinya meskipun teman-teman se-almamater menjuluki Fikri Playboy, tetaplah hati Zaskia tidak dapat ditakluki, ternyata Zaskia selain cantik juga sangat tertutup kepada laki-laki yang tidak dikenal baik dan juga tidak memiliki banyak teman laki-laki karena Zaskia sangat menjaga muru`ah sebagai perempuan shalehah. Dalam hati Hirzi pun mengelus dada mendengar cerita yang disampaikan Fikri, karena benar dugaan Hirzi bahwa Zaskia sangat menjaga `iffahnya terlihat dari tingkah laku dan pergaulannya sehari-hari. Sederetan jadwal umrah pun telah selesai dilaksanakan selama tujuh hari dengan harapan mendapatkan umrah maqbulah, perpisahan yang sebenarnya tidak diinginkan pun akhirnya harus ditempuh, pelukan hangat kedua orangtua Hirzi kepadanya sambil membisikkan kata-kata penyemangat untuk selalu konsisten menggali ilmu di negeri Musa seakan tak mau dilepasnya, tak terasa rintihan air mata Hirzi membasahi pundak kedua orangtuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;## Tak terasa dua minggu aktifitas Hirzi sepulangnya dari umrah semakin padat, karena masih memiliki atsar dari perjalanan umrahnya seakan setiap kata, langkah dan perbuatannya masih tetap terus terjaga. Terdengar ketukan pintu dari arah pintu masuk flat, ternyata Roni ketua kekeluargaan Jakarta di Mesir berziarah ke rumahnya. Disuguhilah air zamzam dan korma `ajwa, tentunya makanan dan belanjaan khas Indonesia yang ada di Saudi pun tidak ketinggalan diberikan dengan cuma-Cuma kepada Roni, jengkol, iya jenis makanan inilah yang kebanyakan mahasiswa Indonesia di Mesir harapkan dari setiap mahasiswa yang baru pulang dari haji atau umrah. Di tengah keasyikkan bercengkrama, Roni memohon kepada Hirzi agar mau mengikuti lomba Olimpiade Intelektual dalam cabang cerdas cermat dua bahasa Arab dan Inggris antar Negara se-Asean, Afrika, pecahan Negara Russia dan Eropa. Hirzi pun agak sedikit menolak karena dirinya bukanlah orang yang tepat mewakili mahasiswa Indonesia yang ada di Mesir, masih banyak mahasiswa Indonesia berintelektual tinggi yang layak sebagai wakil Indonesia dalam ajang tersebut, tapi setelah Roni menjelaskan panjang lebar kronologi terpilihnya Hirzi, barulah Hirzi memahami dan berusaha untuk melakukan yang terbaik untuk negaranya Indonesia, ya memang karena setahun yang lalu Hirzi dan kedua temannya dari Jakarta keluar sebagai pemenang dalam lomba cerdas cermat berbahasa Arab dan Inggris antar kekeluargaan se-Indonesia, tetapi karena kedua temannya sudah lulus dan kembali ke Indonesia, akhirnya para pengurus dari Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia sepakat untuk mengambil salah satu dari pemenang kedua dan ketiga yang paling menonjol, terpilihlah wakil dari Sumatera Barat laki-laki dan satu wakil perempuan dari Jawa Timur menjadi satu tim bersama Hirzi dari Jakarta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;## Selama satu minggu Hirzi menggencarkan persiapan lomba, dari mulai browsing internet mencari berita update yang sedang marak di seluruh dunia, membaca referensi kitab-kitab, sampai mengulang dan memahami betul grammar dan teses dalam bahasa Inggris. Karena Hirzi adalah tipe pekerja keras dalam menuntut ilmu dan tidak segan-segan mengulang buku-buku yang telah dipelajarinya serta tidak diragukan lagi keilmuannya. Sewaktu sekolah di Indonesia saja Hirzi adalah lulusan terbaik dan sering mengikuti berbagai macam lomba, baik itu cerdas cermat, pidato bahasa Inggris sampai debat bahasa Inggris, juga langganan juara tingkat kabupaten sampai provinsi, tapi sangat disayangkan ketika satu bulan mau lomba tingkat nasional Hirzi keburu terbang ke Mesir untuk melanjutkan studi strata satu nya. Dengan sedikit menyesal Hirzi berkelana ke Mesir, kepergian Hirzi ke Mesir adalah karena kedua orangtuanya sangat menginginkan Hirzi menjadi seorang ulama yang iltizam, akhirnya Hirzi patuh dan taat dengan penuh ikhlas menjalani keinginan orangtuanya, Hirzi memiliki prinsip hidup yang terinspirasi dari alquran dan sunnah bahwa jika seorang pemimpin menyuruh kepada rakyatnya untuk berbuat baik maka taatlah, dan janganlah sekali-kali taat dan patuh kepada pemimpin meskipun mereka kedua orangtua jika mereka menyuruh berbuat maksiat kepada Allah. Prinsip hidup yang benar-benar mudah dalam perkataan tapi sulit dalam perbuatan. Hirzi menjalani semua lika-liku kehidupannya dengan penuh rasa sabar dan ikhlas meskipun terkadang pahit yang dirasa tetapi hasilnya sangat memuaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;## Tibalah saatnya hari menegangkan itu, gedung Shalah Kamil, tempat lomba diselenggarakan, kali ini penuh dengan lautan ilmuwan dan cendikiawan hebat, Hirzi merasa rendah hati dan sedikit minder dengan sedikit kemampuan yang dimilikinya. Dua anggota tim belum diketemuinya, akhirnya Hirzi mencari tempat yang pas dan tepat untuk duduk menghadiri pembukaan Olimpiade Intelektual, setelah sepuluh menit kemudian barulah acara dimulai, ruangan terasa penuh, banyak pula dihadiri oleh beberapa tamu undangan duta besar Negara yang mahasiswanya ikut berpartisipasi dalam kompetisi ini dan juga dihadiri serta dibuka secara resmi oleh Syekh Al Azhar, dalam sambutannya Syekh Al Azhar berpesan kepada para peserta agar berkompetisi dengan cara sehat dan beliau selalu mengingatkan kepada mahasiswa Al Azhar dengan satu pesan singkatnya bahwa bukanlah seorang mahasiswa Al Azhar kalau tidak bisa menghafal Alquran, kalimat yang cukup menggetarkan jiwa Hirzi untuk kembali menuju niat awalnya hijrah ke Mesir. Hirzi melirik suasana ruangan yang cukup besar, tampak di depan tribun panggung utama duta besar Indonesia Bapak Fathir sedang asyik berbincang hangat dengan duta besar Negara lainnya. Tiba-tiba datang sms dari offisial mahasiswa Indonesia yang isinya memohon maaf karena agak terlambat mengumpulkan tim sebelum pembukaan, dan memberitahukan bahwa tempat berkumpul tim Indonesia berada di ruangan dekat mushala tepat di depan gedung Shalah Kamil. Setelah setengah jam menunggu rapat tim pun dimulai, ternyata satu tim perempuan itu adalah Zaskia, Bidadari Surga yang ditemuinya di jalan Suriah dan di depan ka`bah serta di peternakan unta. Sungguh pertemuan keempat yang sangat menumbuhkan benih-benih cinta untuk memiliki Zaskia sebagai pendamping suci kembali merekah. Ditengah bayangan semu menggambarkan suasana masa depan, tiba-tiba Bapak Dubes RI Bapak Fathir datang dengan senyuman yang khas dan tampak langsung akrab kepada tim Indonesia, Bapak Fathir berharap kepada tim tampil semaksimal mungkin agar bisa mengharumkan nama Indonesia dalam even besar tersebut. Sungguh duta besar yang mahasiswa Indonesia anggap sebagai bapak angkat mahasiswa setiap kata-katanya sangat menggairahkan optimisme tim Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;## Lomba pun dimulai, Hirzi sebagai juru bicara berada di tengah didampingi Zaskia dan Jemmy mahasiswa Indonesia asal Sumatera Barat. Kekompakan tim sangat dibutuhkan dalam lomba kali ini karena tidak bisa mengandalkan kelebihan individu salah satu anggota tim, semua sama, rasa egoisme harus dibuang jauh-jauh yang harus ditegakkan adalah rasa persatuan dan kerjasama tim yang kokoh untuk menggempur lawan yang cukup berbahaya, kompetisi berjalan cukup alot dan persaingan antar tim sangat terlihat keilmuannya, dengan bersusah payah akhirnya tim Indonesia berhasil lolos ke babak final dengan berada diperingkat ketiga dari lima tim yang melaju . Acara di break untuk shalat zhuhur dan makan siang, selain tempat shalat yang dipisah tempat untuk makan siang pun dipisah antara laki-laki dan perempuan, Hirzi sibuk mengirim sms ke orangtuanya di Indonesia untuk meminta doa restu agar lombanya memperoleh kemenangan, Zaskia, secara tak terduga sebenarnya sudah lama menaruh hati kepada Hirzi, Zaskia sangat mengagumi hasil karya Hirzi dengan membaca beberapa buku hasil terjemahan dan beberapa tulisan ilmiahnya di beberapa majalah terkenal di kalangan mahasiswa Indonesia, barulah Zaskia sadar ternyata Muhammad Hirzi yang sudah tidak asing lagi di telinga mahasiswa Indonesia itu berada di hadapannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;## Pembawa acara memanggil para finalis satu persatu, diawali dengan tim dari Negara Pakistan, Thailand, Indonesia, Uzbekistan dan terakhir Aljazair. Suasana ruang gedung semakin membahana karena dukungan tepuk tangan para suporter, tentunya yang paling histeris dan paling kompak adalah suporter Indonesia. Acara semakin seru dan memanas karena kejar mengejar perolehan angka yang tidak pasti, dari mulai babak pertanyaan essai, praktek dua bahasa, debat dua bahasa sampai pertanyaan rebutan, akhirnya keluar sebagai juara ketiga Aljazair, juara kedua Pakistan, dan pemenang pada kejuaraan kali ini dipegang oleh tim Indonesia. Rasa bangga seluruh supporter dan sujud syukur tim Indonesia tumpah ruah penuh haru dan bahagia dengan kerendahan hatinya. Satu persatu para finalis memberi selamat kepada sang juara dan tidak ketinggalan Bapak Fathir pun memberi ucapan selamat serta pelukan bangga kepada tim Indonesia yang laki-laki. Ditengah kegembiraan tim Indonesia menorehkan prestasi luar biasa, Zaskia meminta izin kepada Hirzi untuk bertemu dengan teman-teman wanitanya di sebelah kiri panggung utama bukan hanya itu Zaskia juga meminta bantuan doa kepada Hirzi agar natijah ujian akhirnnya keluar dengan nilai memuaskan karena Zaskia sudah disuruh kembali ke Surabaya oleh orangtuanya, dengan balasan senyum Hirzi mengamini dan menjawab peryataan Zaskia diiringi harapan Hirzi bisa mampir sejenak ke rumah orangtua Zaskia bila berkunjung ke Surabaya. Di saat kegembiraan dan perasaan hati yang sedang berbunga-bunga, orangtua Hirzi mengirim balasan sms dari Hirzi yang isinya mendoakan agar semuanya berjalan sesuai dengan keinginan dan yang terbaik untuk Hirzi, ternyata masih ada sms kedua datang lagi dari orangtuanya memberi kabar bahwa Hirzi ingin dijodohkan dengan putri pimpinan pondok tempat Hirzi sekolah dulu, karena kiayi pesantren Hirzi tersebut sangat menyukai karakter Hirzi dan memantau dari jauh perkembangan studi Hirzi di Mesir, kebetulan lagi putri pimpinan pondoknya adalah adik kelas Hirzi yang juga sedang belajar di Al Azhar Mesir, Rahma, itulah namanya. Entah apa yang ada di dalam fikiran Hirzi saat membaca sms yang terakhir dari orangtuanya, apakah gembira atau malah sebaliknya, bunga-bunga yang sedang bermekaran menjadi layu seketika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;To be continued …&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3806071980915108003-3897044343022611013?l=irhamnirofiun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irhamnirofiun.blogspot.com/feeds/3897044343022611013/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irhamnirofiun.blogspot.com/2010/07/ternyata-bidadari-surga-itu-mantan_05.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3806071980915108003/posts/default/3897044343022611013'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3806071980915108003/posts/default/3897044343022611013'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irhamnirofiun.blogspot.com/2010/07/ternyata-bidadari-surga-itu-mantan_05.html' title='Ternyata Bidadari Surga Itu Mantan Ketua OPPM (Part 2)'/><author><name>..::Irhamni H. Rofi'un::..</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16848612931575216655</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_d4HaSQZfcpE/TDHSA5d7VuI/AAAAAAAAAHA/BcLDbNcmeyk/s72-c/23574_100451929996038_100000936932989_1548_585772_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3806071980915108003.post-7818531663119495502</id><published>2010-07-04T01:27:00.004+03:00</published><updated>2010-07-04T01:35:31.682+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kreasi'/><title type='text'>Ternyata Bidadari Surga Itu Mantan Ketua OPPM</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_d4HaSQZfcpE/TC-6wGdMrtI/AAAAAAAAAG4/2t8Sm0TPIP4/s1600/23574_100451929996038_100000936932989_1548_585772_n.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 287px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_d4HaSQZfcpE/TC-6wGdMrtI/AAAAAAAAAG4/2t8Sm0TPIP4/s320/23574_100451929996038_100000936932989_1548_585772_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5489811806317489874" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;## Siang temaram panasnya matahari membasahi kulit dengan mengeluarkan butir-butiran keringat yang bercucuran di sekujur tubuh tak berdosa nan tampan, jalan Suriah terletak di Cairo bagian selatan, di sana lah rintisan pandangan wajah seorang agamis bernama Hirzi terdampar hatinya dengan keindahan surga dunia elok rupawan, memang tidak biasanya hati seorang Hirzi berdetak kencang seakan dikejar mabahits bak peragawan, hati Hirzi kian bertanya seribu pertanyaan yang tak bisa dijawab kecuali dengan mata hati satu jawaban. Perlahan demi perlahan Hirzi mengucap ampunan kepada Tuhan karena telah memperhatikan dengan jeli setiap gerak-gerik Bidadari Surga di hadapan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;## Siang berganti malam, malam berganti siang sampai tiga bulan hati Hirzi tidak karuan, ada apa gerangan yang membuat hatinya berdesir lancang, sampai teman satu perjuangan pun dibuatnya tidak mempan karena ulahnya yang kian hari kian melayang. Perjuangan pun akhirnya dimulai dengan gerakan taktis yang aman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;## Hirzi tersadar karena hari ini adalah Jadwal berangkat talaqqi ke Syekh `Amr guru besar spesialis hadits di bilangan daerah Samanuth utara Hulwan, Hirzi bergegas memasukkan kitab Fath al Bari dan kitab Taqrib at Tahdzib ke dalam tas sandang kesayangan, dengan berpakaian jalabiah putih tidak isbal dan peci haji warna hijau, akhirnya Hirzi menaiki el tramco turun di Damardash dilanjutkan menaiki metro anfak turun di Hulwan dan di akhiri dengan menaiki mobil service berhenti tepat di akhir mahathah Samanuth, setelah itu hanya berjalan kecil sampailah ke Masjid Darut Tauhid tempat di mana naungan ilmu agama ditebarkan. Di tengah jalan hati Hirzi terusik bukan karena Bidadari Surga dipikiran, tapi karena ulah supir el tramco yang tidak tahu kepalang menyetir mobil seakan tak memiliki rem belakang dan depan, para penumpang tak segan-segan menasihatinya karena di dalam el tramco terdapat nenek tua separuh baya tepat di samping Hirzi sudah hampir kelabakan. Kalimat umpat pun keluar dari nenek tua  tadi kemudian dibalas dengan balasan umpatan yang lebih dahsyat lagi oleh supir el tramco yang tak memiliki kesopanan, rasanya tak kuasa diri Hirzi berada dalam keributan yang tak kenal pantang arang. Hati dan jiwa Hirzi kali ini terselamatkan oleh kilasan pelajaran suci yang di sampaikan Syekh `Amr berwajah cerah penuh kewibawaan. Di akhir pelajaran tiba-tiba datang Firdaus adik kelas Hirzi di Universitas Al Azhar yang kebetulan dekat dengan Hirzi karena sewaktu Firdaus masih baru Hirzi lah yang membantu segala macam keperluan ijroat masuk Al Azhar sampai membimbing sebagian mata kuliah yang super duper susah karena Firdaus belum mengetahui betul bagaimana sistem pembelajaran yang diterapkan di Al Azhar. Dengan sapaan sopan seorang adik kepada kakak kelasnya seakan pembicaraan yang dibahas pun terasa nyaman, di tengah keasyikkan,  Firdaus menanyakan suatu permasalahan hukum dalam hadits, tiba-tiba Firdaus menyeletuk Hirzi sambil bermujamalah dilapisi keseriusan, Firdaus menawarkan kakak perempuan sepupunya yang cantik dan pintar kepada Hirzi karena Firdaus melihat Hirzi sudah cukup mampu dan matang untuk menjalin sebuah ikatan pernikahan, tetapi Hirzi berkilah dengan mengalihkan pembicaraan yang lain, Firdaus menambahkan bahwa kakak sepupunya bernama Reni pernah menjadi Ketua OPPM di pondoknya dulu, sekali lagi Hirzi hanya membalas tawaran Firdaus dengan senyuman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;## Beberapa hari kemudian, bayangan Bidadari Surga yang ditemukan Hirzi di jalan Suriah kembali menerawangi masa indahnya dalam memori ingatan. Bukan Hirzi namanya kalau tidak bisa mengendalikan jiwa yang sedang rapuh oleh rayuan setan, tapi kali ini entah mengapa dirinya agak sulit dikendalikan, Hirzi pun mengadu kepada Fikri teman satu flat yang juga teman satu almamaternya di pesantren Bekasi tentang musykilah yang dialaminya, dalam pikiran Hirzi curhat kepada Fikri karena dia terkenal sebagai penakluk wanita meskipun Fikri tipe setia tapi terkadang matanya jelalatan bila melihat wanita yang lebih cantik dan lebih wah dari pacar aslinya. Setelah Hirzi memberitahukan segala permasalahan uniknya itu, Fikri menyuruh Hirzi untuk bersikap gentleman dan tak segan-segan untuk berkenalan langsung dengan wanita cantik bila bertemu di mana saja agar tidak menyesal nantinya. Hirzi pun percaya dan menurut manut seakan di cocor hidungnya seperti kerbau yang liar atau tidak bisa dikendalikan, akan tetapi jiwa putih dan jiwa hitam Hirzi pun saling bertentangan seolah perang dunia ketiga sedang terjadi dalam diri Hirzi, akhirnya Hirzi pun disadarkan oleh jiwa putihnya bahwa tindakan yang diajarkan Fikri itu kurang tepat dan sangat dibenci oleh syariat agama, padahal pastinya Hirzi dan Fikri pun tahu apa kebenaran itu tapi seakan sengaja ditutupi atau difatamorganakan oleh kebiasaan yang diawetkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;## Liburan telah tiba, Hirzi kali ini disibukkan dengan segudang schedule-nya yang penuh tanpa istirahat kecuali hanya untuk makan tidur dan shalat, dari mulai jadwal talaqqi yang baru, terjemah buku serta menyetor hafalan quran dengan Syekh Ridhwan di Hayyu Tsamin Madinat Nasr, dengan pekerjaannya yang numpuk memang itu salah satu trik Hirzi dalam menimbun perasaannya kepada Bidadari Surga yang majhul. Di tengah kesibukannya yang padat, tiba-tiba ada sms yang membuat jantung Hirzi berhenti berdetak sekejap, iya benar tentu saja karena sms itu datang dari orangtuanya di Indonesia, berisi bahwa kedua orangtua dan sebagian sanak familinya hendak umrah seminggu lagi dan Hirzi diharapkan untuk umrah ke Makkah juga, siapa yang tidak bisa berhenti nafasnya dalam suatu permasalahan seperti ini, memang ini adalah berita yang sangat membuat schedule Hirzi jadi berantakan belum lagi mengurus visa umrah di Mesir yang sangat sulit apalagi dikasih tenggang waktu cuma satu minggu, tetapi di lain hal Hirzi sangat terharu bahagia membaca sms dari orangtuanya itu sampai tak terasa air matanya menetes ke kitab yang sedang diterjemahkan, bayangan Hirzi kali ini adalah kedua orangtuanya yang sangat disayanginya, karena Hirzi belum pulang ke tanah air selama empat tahun lamanya, jiwa seorang anak manapun akan teriris sedih bila merasakan yang dialami Hirzi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;## Dalam masa seminggu Hirzi dihantui lembaran jadwal masa depannya yang telah dirancang dan ditempel di kertas folio besar semacam papan pengumuman di dinding meja belajarnya. Dari mulai meminta izin kepada Syekh-Syekhnya untuk absen sementara waktu, menghandle terjemahannya yang setumpuk, tentunya yang paling krusial kali ini adalah mengurus visa umrah di travel Mesir. Fikri secara tiba-tiba juga mau ikut umrah bersama Hirzi, ya memang Hirzi dan Fikri selain teman seperjuangan juga masih ada hubungan darah meskipun jauh. Hirzi merasa senang karena ditemani Fikri mengurus semua urusan keberangkatan umrahnya, dengan diiringi hati dan jiwa yang penuh keikhlasan akhirnya urusan keberangkatan umrah mereka beres semua dan siap untuk berangkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;## Hari yang penuh dengan keceriaan dan penuh harapan, Hirzi dan Fikri akhirnya berangkat dari bandara Cairo menuju bandara King Abdul `Aziz Jeddah, diantar oleh kawan-kawan mereka se-almamater  dan se-kekeluargaan dengan penuh iringan doa keharuan dan kebahagian. Sampailah Hirzi dan Fikri di Haramain, Makkatul Mukarramah, Hirzi berjanjian dengan kedua orangtua dan sanak familinya di depan hotel Hilton tepat berhadapan dengan pintu masuk Raja Abdul Malik dan Raja Fahd Masjidil Haram untuk melaksanakan thawaf ifadhah bersama. Untuk yang kedua kalinya Hirzi meneteskan air matanya ketika melihat rombongan keluarganya dari kejauhan sambil melambaikan sorban tanda pengenal. Tanah haram pun menjadi saksi bisu pertemuan yang sangat mengharukan dan menggembirakan antara seorang anak dan kedua orangtuanya dikarenakan rasa kerinduan yang tak terbendung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;## Banyak ucapan doa yang terus diucapkan ketika berada dalam daerah tanah haram, thawaf ifadhah pun telah selesai dilaksanakan, Hirzi bersama rombongan menuju multazam antara pintu ka`bah dan hajar aswad tempat di mana salah satu doa mustajab, meskipun semua daerah tanah haram adalah mustajab untuk berdoa. Tak terasa semua jama`ah menetaskan air mata dengan berdoa mengharap keridhaan Tuhan, tak terkecuali Hirzi di dalam doanya terselip harapan untuk dipertemukan kepada Bidadari Surga di dunia atau calon isterinya kemudian, Hirzi pun tak sadar ada seorang wanita cantik berwajah arab tapi berkebangsaan Indonesia bersama keluarganya tepat berada di sampingnya, barulah Hirzi sadar ketika selesai berdoa kalau wanita cantik itu adalah Bidadari Surga sewaktu bertemu di jalan Suriah. &lt;br /&gt;       To be continued …&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3806071980915108003-7818531663119495502?l=irhamnirofiun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irhamnirofiun.blogspot.com/feeds/7818531663119495502/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irhamnirofiun.blogspot.com/2010/07/ternyata-bidadari-surga-itu-mantan_8470.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3806071980915108003/posts/default/7818531663119495502'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3806071980915108003/posts/default/7818531663119495502'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irhamnirofiun.blogspot.com/2010/07/ternyata-bidadari-surga-itu-mantan_8470.html' title='Ternyata Bidadari Surga Itu Mantan Ketua OPPM'/><author><name>..::Irhamni H. Rofi'un::..</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16848612931575216655</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_d4HaSQZfcpE/TC-6wGdMrtI/AAAAAAAAAG4/2t8Sm0TPIP4/s72-c/23574_100451929996038_100000936932989_1548_585772_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3806071980915108003.post-8326357963069866902</id><published>2010-07-02T12:17:00.002+03:00</published><updated>2010-07-02T12:29:34.912+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kajian Islam'/><title type='text'>Taklid Dalam Hukum Amaliyah Agama</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_d4HaSQZfcpE/TC2vEjhzN8I/AAAAAAAAAGo/HsweWFhyVX8/s1600/SCHOLARS.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 272px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_d4HaSQZfcpE/TC2vEjhzN8I/AAAAAAAAAGo/HsweWFhyVX8/s320/SCHOLARS.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5489236013625849794" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taklid menurut etimologi: Menaruh sesuatu pada leher mencangkup keseluruhannya, hal itu dinamakan dengan kalung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Manzhur dalam kitab Lisan al `Arab dikatakan: Kalung adalah sesuatu yang diletakkan di dalam leher, baik itu bagi manusia, kuda, anjing, unta atau sapi yang digemukkan dan selainnya. Firman Allah Ta`ala yang artinya: “Jangan (mengganggu) binatang-binatang had-ya[1], dan binatang-binatang qalaa-id[2]” (QS. Al Maidah: 2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[1] Ialah: binatang (unta, lembu, kambing, biri-biri) yang dibawa ke ka'bah untuk mendekatkan diri kepada Allah, disembelih di tanah Haram dan dagingnya dihadiahkan kepada fakir miskin dalam rangka ibadah haji.&lt;br /&gt;[2] Ialah: binatang had-ya yang diberi kalung, supaya diketahui orang bahwa binatang itu telah diperuntukkan untuk dibawa ke Ka'bah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam As Syaukani berkata dalam kitab Irsyad al Fuhul: Permisalan seseorang yang bertaklid yaitu menjadikan suatu hukum yang menjadikan taklid dia pada seorang mujtahid seperti kalung di dalam leher orang yang bertaklid padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun Taklid menurut terminologi: Para ahli ushul fiqh menyebutkan sejumlah definisi taklid yang semuanya kembali kepada suatu istilah makna, yaitu mengambil perkataan orang lain tanpa mengetahui dalilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang demikian itu seperti orang yang menyapu se-perempat kepalanya dalam berwudhu, atau membaca qunut dalam shalat witir berdasarkan pendapat Imam Abu Hanifah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan seperti orang yang menyapu seluruh kepalanya dalam berwudhu, hal tersebut bertaklid kepada Imam Malik tanpa meneliti lebih jauh dalil pedoman Imam Malik dalam menyapu seluruh kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taklid dalam Hukum Amaliyah Agama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ulama berselisih pendapat dalam kebolehan taklid dalam hukum amaliyah kepada tiga pendapat, di antaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat pertama: Tidak boleh taklid secara mutlak dalam sisi manapun, yang diwajibkan adalah berpendapat dan berijtihad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap mukalaf berijtihad bagi dirinya sendiri pada sesuatu yang dihadapkan kepadanya dalam perkara agama, dan mengamalkan sesuatu yang telah dilakukannya dalam berijtihad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kitab An Nubadz fi ushul fiqh karangan Ibnu Hazm dikatakan: Taklid haram, tidak boleh bagi seseorang mengambil perkataan orang lain tanpa dalil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Hazm juga berkata dalam kitab Al Ihkam fi Ushul Ahkam: Taklid haram semuanya dalam seluruh ajaran Islam, sejak awal sampai akhir, mulai dari ajaran ketuhanan sampai ajaran kenabian, masalah taqdir dan keimanan, ancaman, kepemimpinan, dan seluruh permasalahan ibadah dan hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalil:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Allah `azza wajalla mengecam perbuatan taklid dalam suatu hikayat terhadap suatu kaum, yang artinya: "Sesungguhnya Kami mendapati bapak-bapak Kami menganut suatu agama dan Sesungguhnya Kami adalah pengikut jejak-jejak mereka" (QS. Az Zukhruf: 23)&lt;br /&gt;Tidak mungkin kecaman menandakan kebolehan bertaklid.&lt;br /&gt;Dalil tersebut dibantah bahwasanya yang dimaksud kecaman di sini adalah bertaklid dalam permasalahan aqidah dan segala hal lainnya yang dituntut untuk diketahui sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam bersabda: Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim. Dan sabdanya yang lain: “ Ber`amallah kalian, karena setiap orang akan dimudahkan kepada yang dicipta baginya”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua hadits tersebut umum pada setiap individu dan ilmu, maka keduanya menunjukkan kewajiban berijitihad dan berpandangan hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits pertama dibantah bahwasanya hal tersebut bukan pada tempat pertentangan, karena yang kita bicarakan di sini adalah permasalahan taklid dalam hal furu`iyah, dan makna ilmu dalam hadits adalah keyakinan, tidak dituntut secara global, tidak dalam berijtihad dan taklid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitupun bantahan hadits kedua bahwa yang dibicarakan padanya meskipun umum kecuali bahwasanya mewajibkan kekhususan dan merampingkan atas orang yang telah memenuhi syarat berijtihad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Seandainya orang awam diperintahkan untuk taklid maka dia tidak tentram bahwa orang yang diikutinya terdapat kesalahan dalam berijtihad atau berbohong atas apa yang diberitahukan kepadanya. Seorang awam diperintahkan untuk mengikuti kesalahan dan kebohongan itu dilarang dalam agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bantahan dalil ini terangkum bahwasanya seorang awam apabila berijtihad kemudian  merasa tidak tentram dari terjadinya kesalahan, hal tersebut hanyalah mendekati kepada kesalahan karena ketidakmampuannya, maka kesalahannya bersama-sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat kedua: Tidak boleh berijtihad, yang wajib adalah bertaklid setelah zaman imam mujtahid yang terjadi kesepakatan atas penyerahan ijtihad bagi mereka dan boleh mengikuti mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asy Syaukani dalam kitab Isyad al Fuhul berkata bahwa: Mengkomparasikan pendapat yang berkata tidak boleh yaitu sebagian Hasyawiyah, wajib mutlak dan haram berpandangan hukum. Mereka tidak merasa cukup dengan apa yang ada dalam diri mereka dari kebodohan sampai mewajibkannya atas diri mereka dan atas orang lain. Maka sesungguhnya taklid itu pembodohan dan tidak berilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat ketiga: Merincikan antara seorang mujtahid dan orang awam. Tidak boleh taklid bagi seorang mujtahid, adapun bagi orang awam maka wajib taklid pada haknya. Ini merupakan pendapat mayoritas dari pengikut imam yang empat (Imam Hanafi, Imam Maliki, Imam Syafi`I dan Imam Hambali) dan pendapat yang rajih (kuat, menang) dalam pandanganku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalil pendapat ini, antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Firman Allah ta`ala yang artinya: “Maka Tanyakanlah olehmu kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat ini Allah `ajja wajalla memerintahkan kepada orang yang tidak tahu untuk bertanya kepada orang yang tahu, hal ini menunjukan secara pasti bahwasanya manusia itu terdiri dari orang yang berilmu dan orang yang bodoh, maka bagi orang yang bodoh  bertanya kepada orang yang berilmu dari segala sesuatu yang dibutuhkan dan dan tidak diketahuinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka pembebanan semua manusia bahwa mereka menjadi mujtahid bertentangan dengan yang terkandung dalam ayat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Sesungguhnya orang awam pada zaman shahabat dan tabi`in apabila terjadi peristiwa atau  kejadian mereka langsung mendatangi para mujtahid dari kalangan shahabat atau tabi`in, mereka menjawab pertentangan dan perselisihan mereka sesuai dengan hukum Allah tanpa mengingkari pertanyaan dan interpretasinya. Hal yang demikian itu merupakan konsensus dari shahabat dan tabi`in bahwa orang yang tidak mampu berijtihad mereka tidak dibebani, dan cara mengetahui hukum-hukum yaitu bertanya kepada orang yang mampu dalam berijtihad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembebanan manusia seluruhnya untuk berijtihad bertentangan dengan konsensus ulama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pembebanan manusia semuanya dalam berijtihad mengakibatkan mereka sibuk dengan kepentingan primer dan kehidupan duniawi, hal yang demikian itu merupakan kerusakan bagi segala kebutuhan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Ijtihad adalah sebuah kekuatan dan kekuasaan tidak boleh dilakukan kecuali bagi kekhususan ulama yang terpenuhi sebab-musababnya dan sempurna bagi mereka segala perantaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila dibebankan kepada orang yang tidak mampu maka yang demikian itu menjadi kebebanan yang bukan pada kesanggupannya. Pembebanan yang bukan pada kemampuannya tidak boleh ditinjau secara agama, sebagaimana firman Allah ta`ala yang artinya: “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya” (QS. Al Baqarah: 286). Wallahu Warasulihi A`lam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3806071980915108003-8326357963069866902?l=irhamnirofiun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irhamnirofiun.blogspot.com/feeds/8326357963069866902/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irhamnirofiun.blogspot.com/2010/07/taklid-dalam-hukum-amaliyah-agama.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3806071980915108003/posts/default/8326357963069866902'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3806071980915108003/posts/default/8326357963069866902'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irhamnirofiun.blogspot.com/2010/07/taklid-dalam-hukum-amaliyah-agama.html' title='Taklid Dalam Hukum Amaliyah Agama'/><author><name>..::Irhamni H. Rofi'un::..</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16848612931575216655</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_d4HaSQZfcpE/TC2vEjhzN8I/AAAAAAAAAGo/HsweWFhyVX8/s72-c/SCHOLARS.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3806071980915108003.post-485722480626909005</id><published>2010-06-18T12:18:00.000+03:00</published><updated>2010-06-18T12:19:48.393+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kajian Islam'/><title type='text'>Ancaman dalam Menentukan Keputusan dan Peringatan dari padanya.*</title><content type='html'>Penulis berusaha menenangkan teman seperjuangan yang sedang di zalimi karena ulah pemimpinnya yang mengeluarkan keputusan semena-mena tanpa melihat mashlahat yang lebih besar, menginjak-injak hak orang yang ada di bawahnya, berdiri kokoh dengan kebiadabannya yang tidak pantang arah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memberi keputusan itu mempunyai bahaya yang sangat besar dan kemudharatan yang sangat tinggi karena setiap jiwa itu cenderung kepada sesuatu yang dicintainya karena mengharapkan pangkat dan kehormatan atau takut kekuasaannya hancur kemudian mereka condong kepada 'pelicin'. Hal tersebut merupakan penyakit yang kronis dan bahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memberikan keputusan itu ibarat pedang yang memiliki dua ujung besi, yang kemungkinan besar dimanfaatkan untuk berbuat zalim dan curang, permusuhan dan dendam serta menghimpun harta sebanyak-banyaknya dan melenyapkan kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam dalam hal ini memberikan peringatan keras dengan menjelaskan bahaya dan hukuman bagi yang melakukan hal abnormal tersebut, terdapat banyak hadits yang berkutat mengenai hal ini di antaranya tentang ancaman dan peringatan bagi yang mengendalikan keputusan, sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Daud telah menceritakan kepada kami Amru bin Al-Alaa' Asy-Syanni dari Abdil Qais berkata; Telah menceritakan kepadaku Shalih bin Saraj telah menceritakan kepadaku Imran bin Hitthan berkata; "Saya menemui Aisyah dan saya mengulang belajar padanya hingga saya menyebut mengenai seorang hakim." Lalu Aisyah berkata; Saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. bersabda: "Sungguh akan datang kepada seorang hakim yang adil pada hari kiamat, saat yang mana dia berharap tidak pernah menghukumi antara dua orang sama sekali meskipun dalam (masalah) satu buah kurma." (HR. Ahmad No. 23324)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Telah menceritakan kepada kami Yahya dari Mujalid telah menceritakan kepada kami Amir dari Masruq dari Abdullah ia berkata sekali atau dua kali dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam: "Tidak ada seorang hakim pun yang menegakkan hukum di antara manusia kecuali ia ditahan pada hari kiamat. Dan malaikat yang memegang tengkuknya hingga memberdirikannya di atas jahannam kemudian menengadahkan kepalanya kepada Allah 'azza wajalla, Jika Dia mengatakan: Ia berbuat salah, ia (malaikat) itu akan melemparkannya ke Jahannam hingga ia terjatuh selama empat puluh musim." (HR. Ahmad No. 3889)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Telah menceritakan kepada kami Nashr bin Ali telah mengabarkan kepada kami Bisyr bin Umar dari Abdullah bin Ja'far dari Utsman bin Muhammad Al Akhnasi dari Al Maqburi serta Al A'raj dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Barangsiapa dijadikan sebagai hakim di antara manusia, maka sungguh ia telah disembelih tanpa menggunakan pisau." (HR. Abu Daud No. 3101).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segi pengambilan dalil dari hadits di atas:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam As Shan`ani berkata dalam kitab Subul as Salam: “ Hadits tersebut menunjukkan atas peringatan memasuki wilayah kekuasaan dalam memberikan sebuah keputusan, seperti petikan hadits di atas: Orang yang mengendalikan keputusan diibaratkan seperti menyembelih dirinya sendiri, kemudian diberikan peringatan agar tidak terjerumus ke dalamnya, sesungguhnya jika dia telah memberikan keputusan dengan mengabaikan kebenaran padahal mengetahui kebenaran tersebut atau bersama kebodohannya maka sungguh neraka lah tempat yang sesuai baginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kitab Al `Inayah Syarh al Hidayah dikatakan: Hal penyerupaan dalam memberikan keputusan dengan menyembelih tanpa pisau adalah bahwasanya pisau itu meninggalkan pengaruh di dalam zahir dan bathin semuanya, sedangkan menyembelih tanpa pisau meninggalkan bekas di dalam bathin saja yaitu dengan cara menghilangkan ruh dan tidak berpengaruh dalam zahirnya. Bahaya yang diakibatkan dalam hal memberikan keputusan tidak berpengaruh dalam zahir. Zahir nya memiliki pangkat dan kekuasaan akan tetapi bathinya hancur binasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis berusaha untuk menenangkan diri kembali dengan kejadian yang sedang terjadi, yang mengakibatkan hak sebagian orang terampas karena ulah pemimpin yang abnormal. Peraturan yang dibuat terkesan sangat mewah bagi orang yang melihatnya, tapi hal itu hanya fatamorgana belaka dan usaha untuk melicinkan tanduk kepemimpinannya agar dianggap baik oleh khalayak ramai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga teman-teman seperjuangan yang merasa di zalimi dengan tingkatan di atasnya tetap sabar, tabah dan terus berusaha menegakkan sesuatu hal yang harus diterapkan. Berharap pemimpin abnormal tadi kembali normal dan sadar dengan apa yang telah dilakukannya itu tidak baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وأما القاسطون فكانوا لجهنم حطبا &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun orang-orang yang menyimpang dari kebenaran, Maka mereka menjadi kayu api bagi neraka Jahannam. (Surah Al-Jinn Ayat: 15)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Hakim, Presiden atau Seseorang yang memiliki kewenangan dalam mengendalikan keputusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu wa rasuluhu a`lam bi muradih.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3806071980915108003-485722480626909005?l=irhamnirofiun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irhamnirofiun.blogspot.com/feeds/485722480626909005/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irhamnirofiun.blogspot.com/2010/06/ancaman-dalam-menentukan-keputusan-dan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3806071980915108003/posts/default/485722480626909005'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3806071980915108003/posts/default/485722480626909005'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irhamnirofiun.blogspot.com/2010/06/ancaman-dalam-menentukan-keputusan-dan.html' title='Ancaman dalam Menentukan Keputusan dan Peringatan dari padanya.*'/><author><name>..::Irhamni H. Rofi'un::..</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16848612931575216655</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3806071980915108003.post-2764000328250974073</id><published>2010-05-31T09:01:00.000+03:00</published><updated>2010-05-31T09:05:03.390+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kajian Islam'/><title type='text'>Surat Ubbad bin Ubbad Al-Khawwas Asy-Syami (Advised to Read)</title><content type='html'>Telah mengabarkan kepada kami Abdul Malik bin Sulaiman Abu Abdur Rahman Al `Anthaki dari 'Abbad bin 'Abbad Al Khawwash As Syami Abu 'Utbah ia berkata: "Perhatian, gunakanlah akal, karena akal sebuah nikmat. Berapa banyak orang berakal menyibukkan hatinya untuk memperdalam hal-hal yang membahayakan dirinya daripada memanfaatkan apa yang dibutuhkannya, sehingga ia lupa hal itu. Diantara keutamaan akal seseorang adalah meninggalkan perhatian terhadap hal-hal yang tidak perlu sehingga keutamaan akalnya tidak menjadi bencana baginya, yaitu ia meninggalkan persaingan dengan orang yang lebih rendah amal shalihnya, atau seseorang yang menyibukkan hatinya dengan bid'ah, yang ia sekedar mengikuti orang dalam urusan agamanya tanpa mengikuti para sahabat Rasulullah shalallahu 'alahi wa sallam, atau ia hanya merasa cukup dengan pendapatnya sendiri, yang ia tidak melihat petunjuk kecuali kepada akalnya, dan tidak melihat kesesatan kecuali meninggalkannya dengan anggapan bahwa ia mengambilnya dari Al qur`an, padahal ia menyerukan untuk meninggalkan Al qur`an. Bukankah Al qur`an mempunyai pengemban-pengemban sebelumnya, yaitu para pembelanya yang mengamalkan ayat-ayat yang muhkam dan mengimani ayat-ayat yang mutasyabih? Mereka berada di menara layaknya cahaya jalan, Al Quran imam Rasulullah shalallahu'alahi wa sallam, sedang Rasulullah shallahu 'alaihi wa sallam imam para sahabatnya, dan para sahabat adalah imam orang-orang setelah mereka, yaitu orang-orang yang sudah dikenal kebaikannya, mereka menjadi barometer di negeri-negeri mereka yang sepakat menolak para pengagung hawa nafsu walaupun diantara mereka terdapat perselisihan pendapat. Para pengagum hawa nafsu meraba-raba dengan pendapat mereka, yaitu dengan cara yang bermacam-macam, yang melenceng dari tujuan karena memisahkan diri dari jalan yang lurus. Petunjuk mereka menyesatkan mereka sendiri dalam misteri padang pasir yang menyesatkan. Mereka konsentrasi melihat petunjuk jalan dengan penuh kebingungan dalam kesesatannya. Setiap kali setan membuat satu bid'ah dalam kesesatan, mereka berpindah dari satu bid'ah ke bid'ah lain, karena mereka tidak mencari petunjuk para pendahulu dan juga tidak mengikuti jejak kaum muhajirin. Telah disebutkan dalam satu riwayat dari Umar radliallahu 'anhu bahwa ia berkata kepada Ziad: 'Tahukah kamu apa yang (menyebabkan) kehancuran Islam? ', Jawabnya karena kesalahan orang berilmu, perdebatan orang munafik terhadap Al Qur`an dan para imam yang sesat'. Takutlah kamu kepada Allah subhanallahu wa ta'ala, dan waspadailah apa yang terjadi pada ulama kamu dan pengisi masjid-masjid kamu dari perbuatan ghibah, namimah dan berjalan diantara manusia dengan dua wajah dan dua lisan. Dalam satu riwayat disebutkan barangsiapa mempunyai dua wajah di dunia, ia mempunyai dua wajah di neraka. Jika tukang ghibah menemuimu, ia menggunjing orang yang kamu senangi untuk di gunjing, lalu ia berpaling darimu untuk mendatangi temanmu dan melakukan hal yang sama. Jika ia telah memperoleh apa yang ia butuhkan dari setiap kalian, dan menyembunyikan sesuatu dari salah satu (dari) kalian, ia tidak memberi kabar kepada sahabatmu yang lain. Kedatangannya kepada orang yang didatanginya adalah seperti datangnya seorang teman, namun kepergiannya dari teman yang ditinggalkan bagaikan kepergian dari seorang musuh. Siapa saja yang menemuinya, ia dapatkan kemuliaan, sebaliknya siapa yang tidak ditemuinya, tidak ia dapatkan kehormatan, ia menipu orang yang didatanginya dengan penghargaan-penghargaan, dan menggunjing orang yang tidak ditemuinya dengan ghibah mematikan. Wahai hamba-hamba Allah subhanallahu wa ta'ala, tidakkah suatu kaum muncul penunjuk jalan dan reformis, yang ia sanggup mengekang orang seperti ini dari tipu dayanya, dan mengajaknya untuk mempertahankan kehormatan saudaranya semuslim?, bahkan kalau bisa memberitahu mereka niyat orang seperti ini saat datang menemui mereka, yang ia bertindak sekedar ingin memperoleh keperluannya sehingga mereka mempersilahkan, yang ujungnya ia mencaplok agamanya sekaligus agama mereka? Ya Allah, Ya Allah! Pertahankanlah kehormatan kamu, hentikanlah lisanmu (dari menggunjing) mereka kecuali kebaikan semata. Tolong kalian saling mengingatkan untuk berbakti kepada Allah khususnya terhadap umatmu, karena kamu adalah pengemban Al Kitab (Al Qur`an) dan sunah,. Al Kitab tidak berbicara hingga ia dibicarakan, dan sunnah tidak sanggup mengejawantahkan hingga ia diejawantahkan. Bilamana orang bodoh belajar, namun orang alim diam tidak memungkiri apa yang nampak dan tidak memerintahkan apa yang ditinggalkan', bukankah Allah subhanallahu wa ta'ala telah mengambil perjanjian dari orang-orang yang diberikan Al Kitab kepada mereka untuk menjelaskannya kepada manusia dan tidak menyembunyikannya?. Bertakwalah kepada Allah subhanallahu wa ta'ala, karena kamu berada pada zaman menipisnya sifat wara' dan kurangnya kekhusyu'an, dan para pengemban ilmu adalah para perusaknya. Mereka begitu marah jika dikenal sebagai orang-orang yang menghilangkannya, mereka membicarakannya dengan hawa nafsu ketika mengikutsertakan kesalahan dalam ilmu, dan memutarbalikkan perkataan dari kebenaran yang mereka tinggalkan, lantas mereka belokkan menuju kebatilan yang mereka kerjakan. Dosa mereka adalah dosa yang tidak diampuni dan kelalaian mereka adalah kelalaian yang tidak bisa dibenarkan, bagaimana orang yang mencari petunjuk dan tuntunan mendapatkan petunjuk apabila petunjuknya sendiri membingungkan, mereka cinta dunia dan benci terhadap kebahagiaan penduduknya yang memperoleh kedudukan tinggi, lantas mereka menyertai dalam kehidupan dan menyelisihi mereka dengan perkataan, dan mempertahankan diri mereka dengan perkataan, agar mereka dihubung-hubungkan dengan kebaikan mereka. Mereka sama sekali tidak bersih dari kotoran yang mereka hilangkan, dan belum memenuhi kriteria untuk dihargai amal mereka, sebab orang yang benar-benar beramal shalih secara tidak langsung ia ia telah bicara sekalipun dia diam. Dan telah diberitakan bahwa Allah Ta'ala berfirman; Aku tidak menerima semua semua perkataan orang bijak, akan tetapi Aku melihat kepada kecenderungan dan niyat baiknya untuk-Ku. Sebab siapa yang hasrat dan niyatnya untuk-Ku, Aku jadikan diamnya terpuji dan berwibawa, walaupun ia tidak berbicara. Allah subhanallahu wa ta'ala berfirman: "MATSALULLADZINA HUMMILUT TAURATA TSUMMA LAM YAHMILUUHA KAMATSALIL HIMARI YAHMILUL ASFARA" (Perumpamaan orang-orang yang dipikulkan kepadanya Taurat, kemudian mereka tidak memikulnya (tidak mengerjakannya) adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal) -Qs. Al Jumu'ah: 5-, Allah subhanallahu wa ta'ala juga berfirman: "KHUDZU MAA ATAINAAKUM BI QUWWAH" (Peganglah teguh-teguh apa yang telah kami berikan kepadamu) -Qs. Al Baqarah: 63, 93, 171-, ia berkata: 'Maksudnya mengerjakan isi yang terkandung padanya, dan tidak mencukupkan sunnah hanya dengan ucapan tanpa pengalaman. Karena pensifatan sunnah dengan perkataan tanpa perbuatan adalah dusta dengan perkataan, yang sekaligus menghilangkan ilmu. Dan janganlah kamu mencela bid`ah sekedar untuk bungkus keindahanmu dengan meneropong aib-aibnya, karena kerusakan penganut bid`ah tidak menambah kesalehanmu, dan janganlah kamu mencelanya karena dorongan diskriminatif terhadap penganutnya, karena diskriminasi adalah kerusakan dirimu sendiri, sebab tidak selayaknya dokter mengobati pasien dengan obat yang berpotensi menyembuhkan penyakit namun obat itu juga berpotensi mendatangkan penyakit baru. Karena apabila dokter itu sakit, ia sibuk dengan penyakitnya dan lupa mengobati mereka. Akan tetapi selayaknya ia mencari kesehatan untuk dirinya agar ia dapat mengobati para pasien. Hendaklah saat engkau melihat masalah yang menimpa saudara-saudaramu dan hatimu "kurang sreg", sebagaimana engkau melihat jika terjadi pada dirimu sendiri dan sebagai "peringatan" Tuhanmu terhadapmu, serta rasa kasihanmu kepada saudara-saudara kamu. Walaupun dalam hal itu lebih baik kamu lebih peduli terhadap aib diri kamu sendiri dari pada aib orang lain, dan lakukan saling menasehati satu sama lain diantara kamu, dan hendaklah yang mengorbankan nasehat itu merasa beruntung dan kamu menerimanya. Umar bin Al Khatthab radliallahu 'anhu berkata: 'Semoga Allah subhanallahu wa ta'ala melimpahkan rahmat kepada orang yang menunjukkan aib-aibku kepadaku'. Kamu suka berkata dan orang yang mendengarmu menahan diri demi kebaikanmu, padahal jika dikatakan kepada kamu perkataan yang sama seperti yang kamu katakan, kamu jengkel. Kamu mendapatkan hal-hal yang menjengkelkanmu, sebaliknya kamu mengerjakan apa yang mereka kerjakan, apakah kamu tidak suka dipersalahkan? ', Pikir ulanglah pendapatmu dan pendapat orang-orang yang sezaman denganmu, Selidikilah dahulu sebuah berita sebelum kalian berbicara dan belajarlah sebelum kalian beramal. Karena nanti akan datang suatu zaman yang saat itu yang benar bercampur dengan yang batil, dan yang ma'ruf (baik) menjadi mungkar dan yang mungkar menjadi ma'ruf. Betapa banyak orang yang mendekatkan diri kepada Allah subhanallahu w ta'ala namun dengan hal-hal yang justru menjauhkan dariNya, dan mencari cintaNya dengan hal-hal yang membuatNya murka. Allah subhanallahu wa ta'ala berfirman: "AFAMAN ZUYYINA LAHU SUU`U 'MALIHI FA RA`AHU HASANA" (Maka apabila orang yang dijadikan (syaitan) menganggap baik pekerjaannya yang buruk lalu ia meyakini pekerjaan itu baik (sama dengan orang yang tidak ditipu syaitan)? -Qs. Al Fathir: 8-, hendaklah kamu berhenti dari hal-hal yang syubhat sehingga nampak bagi kamu kebenaran yang jelas disertai keterangan, karena orang yang mengintervensi perkara yang ia tidak tahu tanpa ilmu, ia berdosa, dan barangsiapa yang menyelidiki dengan niat ikhlash karena Allah, Allah subhanallahu wa ta'ala akan melihatnya. Hendaklah kamu berpegang teguh dengan Al Qur`an, jadikanlah ia imam dan ajaklah (manusia) untuk menjadikan Al Qur`an sebagai imam. Hendaknya kamu mencari jejak-jejak para pendahulu padanya. Seandainya para ahbar (pendeta yahudi) dan para rahib (pendeta Nashrani) tidak takut kehilangan martabat mereka dan kerusakan kedudukannya dengan menegakkan Al Kitab dan penjelasannya, niscaya mereka tidak akan menyelewengkan dan menyembunyikannya, akan tetapi mereka ketika menentang Al Kitab dengan perbuatan mereka, mereka berusaha mencari cara menipu kaumnya karena perbuatan yang mereka lakukan sendiri, karena mereka khawatir kedudukan mereka dirobohkan, dan manusia memperoleh kejelasan kerusakan mereka, lalu mereka selewengkan Al Kitab dengan tafsir menyeleweng, dan apa yang mereka tidak bisa selewengkan, mereka sembunyikan, lalu mereka diam terhadap perbuatan mereka sendiri karena dorongan untuk mempertahankan kedudukan mereka, dan diam terhadap apa yang diperbuat oleh kaumnya sambil berpura-pura. Sedang Allah subhanallahu wa ta'ala telah mengambil perjanjian dengan orang-orang yang di berikan Al Kitab agar mereka menjelaskannya kepada manusia dan tidak menyembunyikannya, akan tetapi mereka justru cenderung kepadanya dan mengajak manusia menganggap enteng masalah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Sunan Ad Darimi&lt;br /&gt;Kitab : Kitab Mukaddimah&lt;br /&gt;Bab : Surat Ubbad bin Ubbad Al-Khawwas Asy-Syami&lt;br /&gt;No. Hadist : 647&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3806071980915108003-2764000328250974073?l=irhamnirofiun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irhamnirofiun.blogspot.com/feeds/2764000328250974073/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irhamnirofiun.blogspot.com/2010/05/surat-ubbad-bin-ubbad-al-khawwas-asy.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3806071980915108003/posts/default/2764000328250974073'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3806071980915108003/posts/default/2764000328250974073'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irhamnirofiun.blogspot.com/2010/05/surat-ubbad-bin-ubbad-al-khawwas-asy.html' title='Surat Ubbad bin Ubbad Al-Khawwas Asy-Syami (Advised to Read)'/><author><name>..::Irhamni H. Rofi'un::..</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16848612931575216655</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3806071980915108003.post-1749743889597602949</id><published>2010-05-24T13:56:00.001+03:00</published><updated>2010-05-24T13:58:44.417+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kajian Islam'/><title type='text'>Haram Membunuh Orang Kafir dan Wajib Dibunuh Orang Islam, Bingung??</title><content type='html'>Hadits Pertama:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;حَدَّثَنَا قَيْسُ بْنُ حَفْصٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَاحِدِ حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ عَمْرٍو حَدَّثَنَا مُجَاهِدٌ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا&lt;br /&gt;عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ قَتَلَ مُعَاهَدًا لَمْ يَرِحْ رَائِحَةَ الْجَنَّةِ وَإِنَّ رِيحَهَا تُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ أَرْبَعِينَ عَامًا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah bercerita kepada kami Qais bin Hafsh telah bercerita kepada kami 'Abdul Wahid telah bercerita kepada kami Al Hasan bin 'Amru telah bercerita kepada kami Mujahid dari 'Abdullah bin 'Amru radliallahu 'anhu dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barang siapa yang membunuh mu'ahad (orang kafir yang terikat perjanjian) maka dia tidak akan mencium bau surga padahal sesungguhnya bau surga itu dapat dirasakan dari jarak empat puluh tahun perjalanan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Takhrij Hadits:&lt;br /&gt;Sumber : Shahih Bukhari&lt;br /&gt;Kitab : Jizyah&lt;br /&gt;Bab : Dosa orang yang membunuh kafir mu'ahad yang tidak berbuat kesalahan&lt;br /&gt;No. Hadist : 3166&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JALUR SANAD &lt;br /&gt;Abdullah bin 'Amru bin Al&lt;br /&gt;'Ash bin Wa'il&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mujahid bin Jabar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Hasan bin 'Amru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdul Wahid bin Ziyad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qais bin Hafsh bin Al&lt;br /&gt;Qa'qa'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biografi Perawi Hadits (Tarjamah ar-Rawi al-A`la):&lt;br /&gt;• Nama Lengkap : Qais bin Hafsh bin Al Qa'qa'&lt;br /&gt;• Kalangan : Tabi'ul Atba' kalangan tua&lt;br /&gt;• Kuniyah : Abu Muhammad&lt;br /&gt;• Negeri semasa hidup : Bashrah&lt;br /&gt;• Wafat : 227 H&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum Sanad:&lt;br /&gt;ULAMA  KOMENTAR&lt;br /&gt;Yahya bin Ma'in  Tsiqah&lt;br /&gt;Al 'Ajli  la ba`sa bih&lt;br /&gt;Abu Hatim  Syaikh&lt;br /&gt;Ad Daruquthni Tsiqah&lt;br /&gt;Ibnu Hibban  disebutkan dalam 'ats tsiqaat&lt;br /&gt;Ibnu Hajar al 'Asqalani Tsiqah lahu Afrad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits Kedua:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سِنَانٍ الْبَاهِلِيُّ حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ طَهْمَانَ عَنْ عَبْدِ الْعَزِيزِ بْنِ رُفَيْعٍ عَنْ عُبَيْدِ بْنِ عُمَيْرٍ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ&lt;br /&gt;قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَحِلُّ دَمُ امْرِئٍ مُسْلِمٍ يَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ إِلَّا بِإِحْدَى ثَلَاثٍ رَجُلٌ زَنَى بَعْدَ إِحْصَانٍ فَإِنَّهُ يُرْجَمُ وَرَجُلٌ خَرَجَ مُحَارِبًا لِلَّهِ وَرَسُولِهِ فَإِنَّهُ يُقْتَلُ أَوْ يُصْلَبُ أَوْ يُنْفَى مِنْ الْأَرْضِ أَوْ يَقْتُلُ نَفْسًا فَيُقْتَلُ بِهَا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Sinan Al bahili berkata, telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Thahman dari Abdul Aziz bin Rufai' dari Ubaid bin Umair dari 'Aisyah radliallahu 'anha ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak halal darah seorang muslim yang bersaksi bahwa tidak ada Ilah -yang berhak disembah- selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah kecuali dengan salah satu dari tiga sebab; orang yang berzina setelah menikah, maka ia harus dirajam; seorang laki-laki yang keluar untuk memerangi Allah dan Rasul-Nya, maka ia harus dibunuh, disalib atau dibuang dari negri terebut. Serta seseorang yang membunuh orang lain maka harus dihukum mati karena membunuh."&lt;br /&gt;Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Sinan Al bahili berkata, telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Thahman dari Abdul Aziz bin Rufai' dari Ubaid bin Umair dari 'Aisyah radliallahu 'anha ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak halal darah seorang muslim yang bersaksi bahwa tidak ada Ilah -yang berhak disembah- selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah kecuali dengan salah satu dari tiga sebab; orang yang berzina setelah menikah, maka ia harus dirajam; seorang laki-laki yang keluar untuk memerangi Allah dan Rasul-Nya, maka ia harus dibunuh, disalib atau dibuang dari negri terebut. Serta seseorang yang membunuh orang lain maka harus dihukum mati karena membunuh."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Takhrij Hadits: &lt;br /&gt;Sumber: Sunan Abu Daud&lt;br /&gt;Kitab: Hudud&lt;br /&gt;Bab: Hukum bagi orang yang murtad&lt;br /&gt;No. Hadits: 4353&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JALUR SANAD: &lt;br /&gt;Aisyah binti Abi Bakar&lt;br /&gt;Ash Shiddiq&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ubaid bin 'Umair bin&lt;br /&gt;Qatadah bin Sa'id&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdul 'Aziz bin Rufai'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibrahim bin Thahman bin&lt;br /&gt;Syu'bah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad bin Sinan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biografi Perawi Hadits (Tarjamah ar-Rawi al-A`la):&lt;br /&gt;• Nama Lengkap : Muhammad bin Sinan&lt;br /&gt;• Kalangan : Tabi'ul Atba' kalangan pertengahan&lt;br /&gt;• Kuniyah : Abu Bakar&lt;br /&gt;• Negeri semasa hidup : Bashrah&lt;br /&gt;• Wafat : 223 H&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum Sanad:&lt;br /&gt;ULAMA  KOMENTAR&lt;br /&gt;Yahya bin Ma'in  Tsiqah&lt;br /&gt;Abu Hatim  Shaduuq&lt;br /&gt;Ibnu Hibban  disebutkan dalam 'ats tsiqaat&lt;br /&gt;Ibnu Hajar al 'Asqalani tsiqah tsabat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Derajat Hadits ini: Shahih (Menurut Imam Nashiruddin Al-Albani) Kitab Sunan Abu Daud Hal.780&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَخْبَرَنَا الْعَبَّاسُ بْنُ مُحَمَّدٍ الدُّورِيُّ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو عَامِرٍ الْعَقَدِيُّ عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ طَهْمَانَ عَنْ عَبْدِ الْعَزِيزِ بْنِ رُفَيْعٍ عَنْ عُبَيْدِ بْنِ عُمَيْرٍ عَنْ عَائِشَةَ&lt;br /&gt;أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَحِلُّ دَمُ امْرِئٍ مُسْلِمٍ إِلَّا بِإِحْدَى ثَلَاثِ خِصَالٍ زَانٍ مُحْصَنٌ يُرْجَمُ أَوْ رَجُلٌ قَتَلَ رَجُلًا مُتَعَمِّدًا فَيُقْتَلُ أَوْ رَجُلٌ يَخْرُجُ مِنْ الْإِسْلَامِ يُحَارِبُ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ وَرَسُولَهُ فَيُقْتَلُ أَوْ يُصْلَبُ أَوْ يُنْفَى مِنْ الْأَرْضِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah mengabarkan kepada kami Al Abbas bin Muhammad Ad Duri, ia berkata; telah menceritakan kepada kami Abu 'Amir Al 'Aqadi dari Ibrahim bin Thahman dari Abdul Aziz bin Rafi' dari 'Ubaid bin 'Umair dari Aisyah bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak halal darah seorang muslim kecuali dengan salah satu dari tiga sifat, yaitu; pezina yang telah menikah, maka ia dirajam, atau seseorang yang membunuh orang lain dengan sengaja, maka ia dibunuh, atau seseorang yang keluar dari Islam, memerangi Allah 'azza wajalla dan RasulullahNya, maka ia dibunuh atau disalib atau disingkirkan dari negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Takhrij Hadits:&lt;br /&gt;Sumber : Sunan An-Nasa'i&lt;br /&gt;Kitab : Kesucian darah&lt;br /&gt;Bab : Penyaliban&lt;br /&gt;No. Hadist : 4048&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JALUR SANAD:&lt;br /&gt;Aisyah binti Abi Bakar&lt;br /&gt;Ash Shiddiq&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ubaid bin 'Umair bin&lt;br /&gt;Qatadah bin Sa'id&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdul 'Aziz bin Rufai'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibrahim bin Thahman bin&lt;br /&gt;Syu'bah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdul Malik bin 'Amru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abbas bin Muhammad bin&lt;br /&gt;Hatim bin Waqid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biografi Perawi Hadits (Tarjamah ar-Rawi al-A`la):&lt;br /&gt;• Nama Lengkap : Abbas bin Muhammad bin Hatim bin Waqid&lt;br /&gt;• Kalangan : Tabi'ul Atba' kalangan pertengahan&lt;br /&gt;• Kuniyah : Abu Al Fadlol&lt;br /&gt;• Negeri semasa hidup : Baghdad&lt;br /&gt;• Wafat : 271 H&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum Sanad:&lt;br /&gt;ULAMA  KOMENTAR&lt;br /&gt;Ibnu Abi Hatim Shaduuq&lt;br /&gt;Abu Hatim  Shaduuq&lt;br /&gt;An Nasa'i  Tsiqah&lt;br /&gt;Maslamah bin Qasim Tsiqah&lt;br /&gt;Ibnu Hibban  disebutkan dalam 'ats tsiqaat&lt;br /&gt;Ibnu Hajar al 'Asqalani tsiqoh hafidz&lt;br /&gt;Adz Dzahabi  tsiqoh hafidz&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Derajat Hadits ini: Shahih (Menurut Imam Nashiruddin Al-Albani) Kitab Sunan An-Nasa’i Hal.625.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3806071980915108003-1749743889597602949?l=irhamnirofiun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irhamnirofiun.blogspot.com/feeds/1749743889597602949/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irhamnirofiun.blogspot.com/2010/05/haram-membunuh-orang-kafir-dan-wajib.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3806071980915108003/posts/default/1749743889597602949'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3806071980915108003/posts/default/1749743889597602949'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irhamnirofiun.blogspot.com/2010/05/haram-membunuh-orang-kafir-dan-wajib.html' title='Haram Membunuh Orang Kafir dan Wajib Dibunuh Orang Islam, Bingung??'/><author><name>..::Irhamni H. Rofi'un::..</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16848612931575216655</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3806071980915108003.post-8557185972196835784</id><published>2010-05-09T23:46:00.004+03:00</published><updated>2010-05-10T00:12:19.900+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kajian Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Al-Azhar'/><title type='text'>بحث عن   سمسار بورصة الأوراق المالية   ومعاونيه في ضوء الفقه الإسلامي دراسة فقهية معاصرة</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_d4HaSQZfcpE/S-ch-bkOXOI/AAAAAAAAAGg/NrhrMSTBuio/s1600/55308_reaksi_seorang_pialang_saham_di_bursa_wall_street.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_d4HaSQZfcpE/S-ch-bkOXOI/AAAAAAAAAGg/NrhrMSTBuio/s320/55308_reaksi_seorang_pialang_saham_di_bursa_wall_street.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5469377628900056290" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       جامعة الأزهر&lt;br /&gt;   كلية الشريعة والقانون &lt;br /&gt;         بالدقهلية&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;بحث عن &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;سمسار بورصة الأوراق المالية &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ومعاونيه في ضوء الفقه الإسلامي&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;دراسة فقهية معاصرة&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إعـــــــداد :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ارحمني بن الحاج رافعون الإندونيسي&lt;br /&gt;رقم الجلوس : ١٠٦٧٦&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إشراف :&lt;br /&gt;د. محمد شكري الجميل العدوي&lt;br /&gt;أستاذ الفقه المقارن بالكلية&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;٢٠٠٩- ٢٠١٠ م&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;بسم الله الرحمن الرحيم&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الحمدُ لله رب العالمين وبه نستعين وعلى أمور الدنيا والدين والصلاة والسلام على أشرف الأنبياء والمرسلين وعلى آله وصحبه أجمعين أما بعد :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  فقد جاءت الشريعة الإسلامية لتحقيق مصالح العباد وهدايتهم إلى سبيل الرشاد ، ولهذا نظمت المعاملات المالية تنظيماً دقيقاً في أبواب الفقه الإسلامي ، وتضمنت هذه المعاملات العقود التي تنظم العلاقة بين الناس بصفة عامة ، وهي العقود المسماة التي أقرت الشريعة الإسلامية التعامل بها بين الناس ، إلاَّ أنَّ مصالح الناس اليومية متنامية ومتغيرة بحسب الزمان والمكان ، وعقد السمسرة من العقود غير المسماة التي لم تقرُّ لها الشريعة أحكاماً خاصةً بها تميزها عن غيرها من العقود.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اتسمت المعاملات المالية والاقتصادية بالعالمية فى ظل عصر العولمة والجات والنظام الاقتصادى العالمى الجديد ، وساعد على ذلك التقدم العظيم فى وسائل تقنية المعلومات وشبكات الاتصالات الإلكترونية العالمية ، وأصبح التعامل فى أسواق الأوراق المالية العالمية ممكناً من أى مكان.&lt;br /&gt;وتحتاج المؤسسات المالية الإسلامية وما فى حكمها إلى معرفة الضوابط الشرعية للتعامل مع السماسرة بصفة عامة فى أسواق الأوراق المالية المحلية وبصفة خاصة فى أسواق الأوراق المالية العالمية ، ومعرفة الجائز شرعاً والمنهى عنه شرعاً ، وكذلك معرفة الشروط الواجب توافرها فى هؤلاء السماسرة .&lt;br /&gt;ويختص الجزء الأخير من هذه الدراسة بتناول الضوابط الشرعية للتعامل مع السماسرة فى أسواق الأوراق المالية العالمية مع الإشارة إلى الشروط الواجب توافرها فيهم وذلك فى ضوء أحكام ومبادئ الشريعة الإسلامية والفتاوى الصادرة عن مجامع ومجالس الفقه الإسلامى .&lt;br /&gt;فأقدم بين حضراتكم هذا البحث إلى فضيلتكم مع رجائي التوجيهات والإرشادات لنفسي ولهذا البحث الوجيز فعسى الله أن يجعلنا من الذين يستمعون القول فيتبعون أحسنه.&lt;br /&gt;وأخيراً والله أرجوه أن يوفقني وإياكم لما يحبه ويرضاه وأن يجعل هذا العمل خالصا لوجهه الكريم إنه ولي المؤمنين.&lt;br /&gt;وآخر دعوانا عن الحمد لله رب العالمين.&lt;br /&gt;      تفهنا الأشراف ، ليلة الخميس ٢٧ أبريل ٢٠١٠&lt;br /&gt;        كتبه&lt;br /&gt;      ارحمني بن الحاج رافعون الإندونيسي &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;خطة الدراسة&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;هذا البحث الوجيز المتواضع يشتمل على مقدمة وأربعة مباحث والخاتمة على النحو التالى:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;المبحث الأول: بين يدي السمسرة والسمسار ومعاونيه&lt;br /&gt;وفيه مطلبان:&lt;br /&gt;المطلب الأول: مفهوم السمسرة والسمسار ومعاونيه في الفقه الإسلامي&lt;br /&gt;المطلب الثاني: أدلة مشروعية السمسرة والسمسار ومعاونيه&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;المبحث الثاني: طبيعة عقد السمسرة في سوق الأوراق المالية &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;المبحث الثالث: الشروط الواجب توافرها في السمسار في سوق الأوراق المالية&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;المبحث الرابع: الضوابط الشرعية العامة للتعامل مع السمسرة&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الخاتمة&lt;br /&gt;فأبدأ هذا البحث الوجيز المتواضع وأقول وبالله التوفيق والهداية ... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  المبحث الأول: بين يدي السمسرة والسمسار ومعاونيه&lt;br /&gt;o المطلب الأول: مفهوم السمسرة والسمسار ومعاونيه في الفقه الإسلامي&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; ♦ تعريف السمسرة وقد أفادَ بأنها في الأصل كلمة فارسية من حيث الأصل ، ومع ذلك فهي معربة وقد استعملها العرب في زمن الجاهلية ، ويُرادُ بها في اللغة : الوسيط بين البائع والمشتري لإمضاء البيع ، واستشهدَ بكلام الأعشى :&lt;br /&gt;   فأصبحتُ لا أستطيع الكلا           م سوى أن أراجع سمسارها&lt;br /&gt;وأما في الاصطلاح فلها تعريفات متقاربة ، وقد عرفها أرباب المذاهب الفقهية الأربعة ، وقد عرفها ابن تيمية بأنها: (التوسط بين المتعاقدين للتوفيق بينهما لإتمام العقد).  &lt;br /&gt;يُقصد بالسمسرة فى مجال المعاملات المالية : بأنها الوساطة بين البائع والمشترى ومن فى حكمهما فى تنفيذ عمليات البيع والشراء ونحو ذلك نظير أجر معلوم يتم التراضى عليه بين الأطراف ، وتعتبر السمسرة نوع ذو طبيعة خاصة من أنواع الوكالة طبقاً للأوامر الصادرة من الطرف المعطى لها.&lt;br /&gt; ♦ مفهوم السمسار:&lt;br /&gt;ويطلق على الشخص الذى يقوم بعمليات السمسرة اسم الوسيط أو الدلال بأنه يتوسط بين البائع والمشترى ، كما أنه أحياناً يقدم معلومات تدلهما على تحقيق رغباتهم .&lt;br /&gt;ويعتبر عمل السمسار من الأعمال المهنية والتى تتعلق بتقديم خدمات لمن يرغب من المتعاملين نظير أجر أو أتعاب يتم الاتفاق عليها فى إطار القوانين والأعراف ، يطلق عليها أتعاب السمسرة .&lt;br /&gt;ويختلف عمل السمسار عن الأجير وعن الشريك من الناحية الشرعية والقانونية والمهنية ، وليس هذا هو المجال لمناقشة ذلك تفصيلاً ويرجع فى ذلك إلى المراجع المتخصصة.  &lt;br /&gt;سمسار الأوراق المالية : هو شخص ذو مؤهلات ومواصفات معينة يتلقي أوامر العملاء بالبيع والشراء في الأوراق المالية ، ويقوم بتنفيذها نيابة عنهم وبمعاونة مساعديه مقابل سمسرة - عمولة – محددة باللائحة ، ويمارس مهنته منفردا أو كشريك متضامن في شركة سمسرة.  &lt;br /&gt;وقيل : هو شخص ذو دراسة وعلم وكفاءة في شؤون الأوراق المالية ، ويقوم بعقد عماليات بيع وشراء الأوراق المالية من خلال بورصة الأوراق المالية ، وفي المواعيد الرسمية المحددة لها لحساب العملاء مقابل عمولة محددة من كل من البائع والمشتري ، ويعتبر السمسار ضامنا لصحة كل عملية تم تنفيذها بيعا وشراءً.   &lt;br /&gt;♦ معاونو سمسار بورصة الأوراق المالية:&lt;br /&gt;يقوم سمسار الأوراق المالية في الأصل بعمله بنفسه ، ولكن ما أن يتسع نشاطه حتى يستشعر الحاجة في تنفيذ أعماله إلى أن يتخذ لنفسه أشخاصاً يعاونونه في تنفيذ أعماله ، ويكونون تابعين له ويعملون لحسابه وتحت مسؤوليته.  &lt;br /&gt;وعلى ذلك فمعاونو سمسار بورصة الأوراق المالية : هم أشخاص تابعون له يعاونوه في تنفيذ أعماله ويعملون لحسابه وتحت مسؤوليته. وهؤلاء المعاونين هم :&lt;br /&gt;1-  المندوب الرئيسي :&lt;br /&gt;وهو مستخدم يعمل بأجر من قبل السمسار ، ليعاونه في تنفيذ الأوامر داخل المقصورة ، ولا يجوز له العمل إلا باسم السمسار الذي يتبعه وتحت مسؤوليته ، ولا يجوز أن يكون طرفاً في العمليات التي يعقدها السمسار ، ولا أن يعمل لحساب الخاص.  &lt;br /&gt;2-  الوسيط :&lt;br /&gt;وهو أداة اتصل بين العميل والسمسار ، ويتلقي الأوامر من العميل ويبلغها للسمسار - شركة السمسرة – المقيد عنده ، مقابل عمولة لا تتجاوز نصف المحصل من عمولة العمليات المعقودة بواسطته ، وهو مسئول عن المليات التي يتوسط فيها. &lt;br /&gt;والوسطاء نوعان :&lt;br /&gt;الأول: وسطاء لهم حق التعاقد : وهؤلاء هم الذين يجوز لهم دخول المقصورة لتنفيذ الأوامر الموكلة إليهم باسم السمسار - شركة السمسرة – الذي يتبعونه ولحسابه وتحت مسئوليته.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الثاني: هم الوسطاء الذين ليس لهم حق التعاقد : وهولاء يظل عملهم خارج نطاق المقصورة ، لأنهم ليس لهم حق التعاقد. &lt;br /&gt;3-  صانع السوق :&lt;br /&gt;يمكن للوسيط أن يقوم بدور صانع السوق ، وذلك بقيامه ببيع وشراء الأوراق المالية بعد الترخيص من لجنة البورصة ، حيث يحق له أن يعمل لصالح عملائه أو لصالح نفسه.&lt;br /&gt;ولصانع السوق دور مهم في المحافظة على توازن السوق واستمراريته ، فهو مشتر عندما يكون السمسار مشترياً ، ويترتب على ذلك تدفق السيولة في السوق ، والمحافظة على توازن العرض والطلب.  &lt;br /&gt;4-  شركات المقاصة والتسوية :&lt;br /&gt;تقوم هذه الشركات بدور مكمل لعمل السمسار أو شركة السمسرة في إتمام صفقات التداول ، حيث تقوم بما يأتي :&lt;br /&gt;  استكمال العمليات التي قامت بها شركات السمسرة من استلام وتسليم الأوراق المالية.&lt;br /&gt;  تسوية المراكز المالية الناتجة عن عمليات التداول بين الأطراف المتعاملة والمقاصة بينها.&lt;br /&gt;   الحفظ المركزي ، حيث يودع العملاء الأوراق المالية عندها مقبل إيصالات ، وعند إتمام صفقة عليها ، تقوم الشركة بقيد ملكية الأوراق لحساب المشتري ، وخصمها من ملكية حساب البائع وهي ما زالت في الحفظ المركزي ، مثلما يحدث في البنوك من تسوية حساب عميل إلى حساب آخر.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5- المتعهدون بتغطية الإصدارات المالية :&lt;br /&gt;يمكن للوسيط بالإضافة لدوره كصانع السوق ، أن يمثل المتعهد لتغطية إصدار الأوراق المالية (يعني الإصدارات الجديدة للأوراق المالية) ، إذ يتعهد الوسيط أو من يقوم مقامه - مثل مؤسسة مالية ، أو بنك استثمار ، أو شركة استثمار – للجهة المصدرة بتسويق جميع إصدارتها مقابل عمولة معينة ، وفي هذه الحالة يتيعن عليه شراء ما يعجز عن تسويقه من هذه الإصدارات.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;o المطلب الثاني: أدلة مشروعية السمسرة والسمسار ومعاونيه&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;تعتبر مهنة السمسرة من احتياجات الناس فى كافة المعاملات ولا سيما المعاملات المالية والتجارية حيث يحتاج البائع إلى من يعاونه فى بيع سلعته ويحتاج المشترى إلى من يدله عن ما يحتاجه من سلع ، وتأسيساً على ذلك يعتبر عمل السمسار من موجبات التجارة ولا سيما العالمية ، وتدخل فى نطاق التعاون على قضاء الصالح .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; ولقد أجمع الفقهاء على مشروعية السمسرة وعمل السمسار واعتمدوا فى ذلك على مجموعة من الأدلة المستنبطة من مصادر الشريعة الإسلامية من أهمها ما يلى :( )&lt;br /&gt;♦ ـ الكتاب:&lt;br /&gt;يقول الله تبارك وتعالى :  ........ وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلا تَعَاوَنُوا عَلَى الْأِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ  [المائدة:2] ، ويعتبر عمل السمسار أحد صيغ التعاون فى تنفيذ عمليات البيع والشراء وما فى حكمهما فى إطار أحكام ومبادئ الشريعة الإسلامية .&lt;br /&gt;♦ ـ السنة النبوية:&lt;br /&gt;يقول الرسول صلى الله عليه وسلم : إن لله عباداً اختصهم لحوائج الناس يفزع الناس إليهم فى حوائجهم ، أولئك الآمنون من عذاب الله  [ رواه الطبرانى ] ، وتدخل مهنة السمسرة فى نطاق قضاء حوائج الناس لأنها مما يحتاجها البائع والمشترى فى تحقيق مقاصدهم ، ولقد أجاز رسول الله صلى الله عليه وسلم أعمال السماسرة فى الأسواق ، فقد روى قيس الجهنى أنه قال : خرج علينا رسول الله صلى الله عليه وسلم ونحن نتبايع بالسوق ، وكنا نُدعى بالسماسرة ، فقال : يا معشر التجار إن الشيطان والإثم يحضران البيع فشوبوا بيعكم بالصدقة  [رواه الترمذى وقال حديث حسن صحيح] ، ويُفهم من هذا الحديث أن الرسول صلى الله عليه وسلم لم ينكر عليهم السمسرة وأوجب عليهم الزكاة والصدقات لتطهير أموالهم من اللغو والحلف والكذب ونحو ذلك من الآثام .&lt;br /&gt;♦ ـ الإجماع:&lt;br /&gt;لم يرد عن الفقهاء ما يشير إلى عدم جواز مهنة السمسرة ، بل أجمعوا على جوازها ووضعوا لها الضوابط الشرعية على النحو الذى سوف يرد تفصيلاً فيما بعد ، فقد قال ابن سيرين وعطاء وإبراهيم والحسن فى أمر السمسار : لا بأس ، كما ورد عن ابن عباس رضى الله عنهما قوله عن السمسار : (( لا بأس بأن يقول بع هذا الثوب فما زاد على كذا وكذا فهو لك ))( ) ، وتعتبر أعمال السمسرة من الأعمال المباحة شرعاً وفقاً للقاعدة الشرعية : (( الأصل فى العقود الإباحة فلا يُحرم منها إلا ما حرمه الله ورسوله ، ولم يحرم الله عقداً فيه مصلحة للمسلمين بلا مفسدة )) ، وتأسيساً على ذلك أن أى عقد مستجد فى الحياة المعاصرة يكون مقبولا شرعاً إذا لم يتصادم مع دليل شرعى يشتمل على مفسدة راجحة ( ) .&lt;br /&gt;وخلاص القول فى مشروعية السمسرة : أنها من الأعمال المشروعة بأدلة من الكتاب والسُنة والإجماع ما دامت تلتزم بأحكام ومبادئ الشريعة الإسلامية .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  المبحث الثاني: طبيعة عقد السمسرة في سوق الأوراق المالية &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; يعتبر عقد السمسرة من العقود المشروعة يتعلق بالوساطة بين البائع والمشترى فى سوق الأوراق المالية فى تنفيذ عمليات بيع وشراء الأوراق المالية وغيرها فى ضوء الأوامر الواردة له من العملاء وطبقاً للقوانين والتعليمات المنظمة لذلك نظير عمولة (أجر أو أتعاب) يتم الاتفاق عليها .&lt;br /&gt;وتتمثل أركان هذا العقد فى الآتى :&lt;br /&gt; الإيجاب: الصادر من البائع الراغب فى البيع ، أو من المشترى الراغب فى الشراء.&lt;br /&gt; القبول: الصادر من السمسار الموافق على تنفيذ عمليات البيع أو الشراء وفق الأوامر الواردة له .&lt;br /&gt; موضوع العقد: الوساطة فى تنفيذ عمليات الشراء أو البيع.&lt;br /&gt; صيغة العقد: تنفيذ عملية كذا..... بشروط وضوابط كذا ..... نظير عمولة كذا ..... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; ويجب أن يشترط فى أركان هذا العقد الشروط العامة للعقود فى الفقه الإسلامى ، وليس هذا هو مناط الدراسة والبحث ، ولمزيد من التفصيل يمكن الرجوع إلى المراجع المذكورة فى الهامش ( ) .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  المبحث الثالث: الشروط الواجب توافرها في السمسار في سوق الأوراق   المالية&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; يشترط فيمن يقوم بأعمال السمسرة بصفة عامة وفى سوق الأوراق المالية بصفة خاصة مجموعة من الشروط (المعايير) والتى يمكن تبويبها فى مجموعتين رئيسيتين هما :&lt;br /&gt;  شروط تتعلق بالتكوين الشخصى للسمسار من حيث خلقه وسلوكياته (الأخلاق والسلوك).&lt;br /&gt;  شروط تتعلق بالجوانب الفنية من حيث المعارف والخبرة المهنية (الكفاءة الفنية).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; وسوف نتناول هذه الشروط بشىء من التفصيل مع التطبيق على سوق الأوراق المالية.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; أولاً القيم الأخلاقية والسلوكية للسمسار فى سوق الأوراق المالية: من أهمها ما يلى:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•  الصدق : يلتزم السمسار فى كل معاملاته بالصدق والباعث له على ذلك قيمة الإيمانية ، ودليل ذلك قول الله تبارك وتعالى : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ &lt;br /&gt;[التوبة:119] ، والدليل من السنة النبوية قول الرسول صلى الله عليه وسلم : التاجر الصدوق مع النبيين والصديقين والشهداء  [رواه الترمذى] ، ويقول صلى الله عليه وسلم : البيعان بالخيار حتى يتفرقا فان صدقا وبَيَّنا بورك لهما فى بيعهما ، وإن كتما وكذبا محقت بركة بيعهما  [البخارى ] .&lt;br /&gt; وتأسيساً على ذلك يجب على السمسار أن يكون صادقاً فى البيانات والمعلومات التى يقدمها لعملائه من البائعين والمشترين ، ويتجنب الكذب والغش والتدليس والكتمان وما فى حكم ذلك من الأمور التى حرمتها الشريعة الإسلامية.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• الأمانة : يلتزم السمسار بالأمانة فى المعاملة مع المتعاملين معه لأن هذا من موجبات التعاقد معه، ولقد أمر الله سبحانه وتعالى بالأمانة فقال :  إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَى أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعاً بَصِيراً  [النساء:58] كما أكد الرسول صلى الله عليه وسلم على ذلك فقال : أد الأمانة لمن ائتمنك ولا تخن من خانك  [رواه أحمد وأبو داود]&lt;br /&gt; وتأسيساً على ذلك يجب على السمسار أن يتحرى الأمانة فى كل معاملاته طبقاً للأوامر الواردة له ، كما يجب أن يكون أميناً فى المشورة والنصيحة التى يقدمها لعملائه عند طلبها فالمستشار مؤتمن ويتجنب الغش والتدليس والتزوير.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• الوفاء : يلتزم السمسار بالوفاء بالعقود والعهود ولا سيما بالأوامر الواردة له من العملاء ، حيث أن ذلك من موجبات الثقة فيه كوسيط ودلاَّل ، ولقد أمر الله سبحانه وتعالى بالوفاء فقال :  وَأَوْفُوا بِعَهْدِ اللَّهِ إِذَا عَاهَدْتُمْ وَلا تَنْقُضُوا الْأَيْمَانَ بَعْدَ تَوْكِيدِهَا وَقَدْ جَعَلْتُمُ اللَّهَ عَلَيْكُمْ كَفِيلاً إِنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ مَا تَفْعَلُونَ  [النحل:91] ، ويؤكد الرسول صلى الله عليه وسلم على قيمة الوفاء بالعهود فيقول : من كان بينه وبين قوم عهد فلا يحل عهدا ولا يشدنه حتى يمضى أمره أو ينبذ إليهم على سواء [رواه الترمذى وقال حديث حسن ] .&lt;br /&gt;وتأسيساً على ذلك يجب على السمسار أن يلتزم بوعوده وعهوده حتى يكون موضع ثقة من المتعاملين معه .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• النصيحة : يجب على السمسار أن يقدم النصيحة الصادقة والخالصة لعملائه وأن يكون لهم موجهاً ومرشداً إلى الأفضل والأحسن ، وأن لا يخشى إلا الله ، ويؤمن إيماناً راسخاً بأن الله هو الرزاق ذو القوة المتين ، ودليل خِصلة النصح من القرآن الكريم قول الله تبارك وتعالى :  إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ  [العصر:3] ، ويقول الرسول صلى الله عليه وسلم : الدين النصيحة ، قلنا لمن ؟ ، قال : لله ولكتابه ولرسوله ولأئمة المسلمين وعامتهم  [رواه مسلم] ، وتأسيساً على ذلك يجب أن يكون السمسار مقداماً فى تقديم النصائح والتوصيات والإرشادات لعملائه لما فيه مصلحة لهم وأن لا يكون غشاشاً أو مدلساً أو مزوراً وما فى حكم ذلك ، ويرى فقهاء المعاملات أن الدافع والباعث والحافز على التزام السمسار بهذه القيم الأخلاقية هو القيم الإيمانية ومنها الإخلاص فى العمل ابتغاء وجه الله سبحانه وتعالى بجانب الباعث المجتمعى والمهنى .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; ثانياً قيم الكفاءة المهنية : ومن أهمها ما يلى :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• أن يكون مؤهلا تأهيلاً علمياً مناسباً يمكنه من القيام بالمهام المكلف بها على الوجه اللازم ، وأن يكون على علم مستمر بالمستجدات فى مجال المعاملات فى أسواق الأوراق المالية .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• المعرفة التامة بالجوانب القانونية التى تحكم المعاملات فى سوق الأوراق المالية حتى يجنب عملائه مخاطر مخالفتها ، كما يجب أن يكون على علم تام بالجوانب الإجرائية اللازمة لتنفيذ الأوامر الواردة له من العملاء .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• أن يكون السمسار متقناً فى تنفيذ الأوامر الواردة له وفقاً للقوانين والأعراف والنظم واللوائح ، وله أن يستعين فى ذلك بالأساليب المعاصرة ، ولقد أوصى الرسول صلى الله عليه وسلم فقال : إن الله يحب إذا عَمِل أحدكم عملاً أن يتقنه  [رواه البيهقى] .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• أن يأخذ السمسار بمنهج المعاصرة فى كافة أعماله ومعاملاته ، فالحكمة ضالة المؤمن أينما وجدها فهو أحق الناس بها ، وأن يكون مقداماً ومبدعاً ، ومن أساليب المعاصرة الواجب عليه الأخذ بها :&lt;br /&gt; أساليب الحاسبات الإلكترونية المتقدمة وبرامجها المعاصرة .&lt;br /&gt; أساليب شبكات الاتصالات المتقدمة وبرامجها المعاصرة .&lt;br /&gt;نظم المعلومات المتكاملة العالمية الإلكترونية .&lt;br /&gt; بنوك البيانات الوافية العالمية الإلكترونية .&lt;br /&gt; نظم المواقع الإلكترونية المتخصصة .&lt;br /&gt;وهكذا ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• أن يستعين السمسار بفريق من الخبراء والمستشارين من التخصصات ذات العلاقة بمعاملاته والذين يقدمون له المعرفة والمشورة والرأى السديد مما يحتاجه ليقدمه لعملائه ، ومن بين هذه التخصصات : الاستثمار و الاقتصاد .&lt;br /&gt; المعاملات الشرعية .&lt;br /&gt; الجوانب القانونية .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• أن لا يمارس السمسار أى أفعال ضارة بالغير أو بالسوق وفقاً للقاعدة الشرعية المتواترة : ((لا ضرر ولا ضِرار ، والضرر يُزال )) كما يجب أن لا يقدم معلومات خاطئة ومضللة للعملاء ليتكسب من وراء ذلك بدون حق مشروع ، كما يجب ألا يساعد بعض العملاء على القيام بأعمال ضارة بالآخرين بهدف إخراجهم من السوق أو ما فى حكم ذلك .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• أن لا يمارس أى أعمال تتعارض مع المصالح المرسلة المشروعة الذى وضعها ولى الأمر (الجهات الحكومية المشرفة والمراقبة للأسواق ) لضبط وتنظيم التعامل فى الأسواق ما دام ذلك لا يتعارض مع أحكام ومبادئ الشريعة الإسلامية والأعراف السائدة .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; تعقيب :&lt;br /&gt; نخلص من الشروط السابقة الواجب توافرها فى السمسار فى أسواق الأوراق المالية أنها تدور حول محورين أساسيين هما : القيم الأخلاقية والسلوكية من ناحية والكفاءة الفنية والمهنية من ناحية أخرى وهذا يضمن أداء خدمات السمسرة بجودة وإتقان بما يحقق المقاصد المرجُوة التى وردت فى الأوامر الواردة من العملاء ، كما يحقق له الأجر الحلال الطيب المبارك .  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  المبحث الرابع: الضوابط الشرعية العامة للتعامل مع السمسرة&lt;br /&gt;يحكم التعامل مع السماسرة فى أسواق الأوراق المالية مجموعة من الضوابط الشرعية الكلية العامة والمستنبطة من مصادر الشريعة الإسلامية وتتسم هذه الضوابط بمجموعة من الخصائص المميزة لها مثل :الثبات والموضوعية والشمولية والتوازن والتحفيز والمعاصرة والقابلية للتطبيق فى كل زمان ومكان ، كما أن مبعث الالتزام بها بصفة عامة : القيم والمُثل والأخلاق والسلوكيات الحسنة وتحقيق المصالح والمنافع للناس وللمجتمع ، وهى تنطبق على كافة السماسرة المحليين والعالميين .  &lt;br /&gt;ومن أهم هذه الضوابط ما يلى :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• المشروعية فى الاستثمار والمعاملات :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; ويقصد بذلك أن يكون مجال معاملات السمسرة مشروعاً لا يتعارض مع نص صريح فى القرآن الكريم أو السنة النبوية الشريفة أو إجماع الفقهاء الثقات الصادرة عن مجامع الفقه ، كما يجب تجنب المعاملات التى تحرمها الشريعة الإسلامية والتى تتضمن الربا والغرر والتدليس والاحتكار والمقامرة (الميسر) والجهالة وكل ما يؤدى إلى أكل أموال الناس بالباطل.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; وتأسيساً على ذلك يجب أن يبين العميل للسمسار ذلك بوضوح حتى يقدم له البيانات والمعلومات عن طبيعة الشركات المصدرة للأوراق ليختار منها ما يدخل فى نطاق الحلال المشروع.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;• الطيبات فى الاستثمارات والمضاربات :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; ويقصد بذلك أن تتعلق معاملات السمسرة بالأوراق المالية لشركات تعمل فى مجال الطيبات ذات العلاقة بتحقيق مقاصد الشريعة الإسلامية ،وهى حفظ الدين والنفس والعقل والعِرض والمال ، وهذا الضابط ثابت فى كل الأديان السماوية ، ودليل ذلك قول الله تبارك وتعالى :  ........ وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَائِثَ وَيَضَعُ عَنْهُمْ إِصْرَهُمْ وَالْأَغْلالَ الَّتِي كَانَتْ عَلَيْهِمْ فَالَّذِينَ آمَنُوا بِهِ وَعَزَّرُوهُ وَنَصَرُوهُ وَاتَّبَعُوا النُّورَ الَّذِي أُنْزِلَ مَعَهُ أُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ  [لأعراف:157] ، ويقول الرسول صلى الله عليه وسلم : إن الله طيب لا يقبل إلا طيبا ، ولا تقبل صدقة من غلول  [رواه مسلم] .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وتأسيساً على ذلك يجب على السمسار أن يقدم بيانات ومعلومات لعملائه عن طبيعة أنشطة الشركات التى يتم التعامل فى أسهمها فى أسواق الوراق المالية حتى يوجههم إلى الحلال الطيب ، ولقد قامت بعض شركات الوساطة بذلك من خلال مساعدة الفقهاء وعلماء الاقتصاد الإسلامى.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• المحافظة على الأموال من الهلاك والضياع :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; من بين مقاصد الشريعة الإسلامية حفظ المال ، ولذلك يجب أن يتعاون السمسار مع عملائه فى التعامل فى أسواق الأوراق المالية فى اختيار الأوراق المالية وبالآليات التى تقلل المخاطر وتنمى العوائد ، فعلى سبيل المثال لا يجب الدخول فى معاملات ذات مخاطر عالية غير مجدية وتؤدى إلى هلاك المال ، كما يجب تجنب طرق التعامل ذات المخاطر العالية مثل الاختيارات والمستقبليات والمشتقات المالية والتى لم تجيزها الشريعة الإسلامية.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• تنمية المال فى إطار المشروعية والطيبات :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; يسعى المتعاملين فى سوق الوراق المالية إلى تنمية استثماراتهم وفقاً لشرع الله سبحانه وتعالى ، وذلك من خلال اختيار الأوراق المالية التى تنمو فى قيمتها وفى عوائدها فى إطار الحلال الطيب ، ولقد حث الإسلام على تنمية المال بصفة عامة وعدم اكتنازه ، فيقول الله تبارك وتعالى :  ........... وَالَّذِينَ يَكْنِزُونَ الذَّهَبَ وَالْفِضَّةَ وَلا يُنْفِقُونَهَا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَبَشِّرْهُمْ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ  [التوبة:34] ، ويحث الرسول على الاستثمار فيقول صلى الله عليه وسلم : استثمروا أموالكم حتى لا تأكلها الصدقة  [رواه الإمام أحمد] .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; وتأسيساً على ذلك يجب على السمسار أن يدل وينصح ويرشد عملائه إلى أنواع الاستثمارات التى تنمى أصل المال وعوائده بالحلال وفى إطار أحكام ومبادئ الشريعة الإسلامية.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• التوازن والتنوع لتقليل المخاطر وتنمية العوائد والأرباح :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; اتصالاً بالضابط السابق يجب على السمسار أن يرشد ويوجه عملائه إلى مجموعة من الأوراق المتنوعة فى إطار المشروعية والطيبات بما تقلل المخاطر إلى أدنى مستوى ممكن وتنمى العوائد إلى أقصى مستوى ممكن ، وتساهم خبرات السمسار وما لديه من معلومات أن يحقق ذلك لعملائه ، وله أن يستعين فى ذلك بأهل الخبرة والاختصاص.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• المعلومية والتدوين والتوثيق بين السمسار وعملائه لحفظ الحقوق :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; ويقصد بذلك أن كل من العميل والسمسار وغيرهم مقدار ما يقدمه من مال للاستثمار ومقدار ما يتحمله من مخاطر إذا حدثت ، وأن يكتب ذلك فى عقود موثقة ومكتوبة حتى لا يحدث جهالة وغرر ويؤدى ذلك إلى شك وريبة ونزاع بينهما ، ولقد تناول القرآن الكريم هذه المسألة فى آية التدوين فيقول الله تبارك وتعالى :  يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا تَدَايَنْتُمْ بِدَيْنٍ إِلَى أَجَلٍ مُسَمّىً فَاكْتُبُوهُ وَلْيَكْتُبْ بَيْنَكُمْ كَاتِبٌ بِالْعَدْلِ وَلا يَأْبَ كَاتِبٌ أَنْ يَكْتُبَ كَمَا عَلَّمَهُ اللَّهُ فَلْيَكْتُبْ وَلْيُمْلِلِ الَّذِي عَلَيْهِ الْحَقُّ وَلْيَتَّقِ اللَّهَ رَبَّهُ وَلا يَبْخَسْ مِنْهُ شَيْئاً فَإِنْ كَانَ الَّذِي عَلَيْهِ الْحَقُّ سَفِيهاً أَوْ ضَعِيفاً أَوْ لا يَسْتَطِيعُ أَنْ يُمِلَّ هُوَ فَلْيُمْلِلْ وَلِيُّهُ بِالْعَدْلِ وَاسْتَشْهِدُوا شَهِيدَيْنِ مِنْ رِجَالِكُمْ فَإِنْ لَمْ يَكُونَا رَجُلَيْنِ فَرَجُلٌ وَامْرَأَتَانِ مِمَّنْ تَرْضَوْنَ مِنَ الشُّهَدَاءِ أَنْ تَضِلَّ إِحْدَاهُمَا فَتُذَكِّرَ إِحْدَاهُمَا الْأُخْرَى وَلا يَأْبَ الشُّهَدَاءُ إِذَا مَا دُعُوا وَلا تَسْأَمُوا أَنْ تَكْتُبُوهُ صَغِيراً أَوْ كَبِيراً إِلَى أَجَلِهِ ذَلِكُمْ أَقْسَطُ عِنْدَ اللَّهِ وَأَقْوَمُ لِلشَّهَادَةِ وَأَدْنَى أَلَّا تَرْتَابُوا إِلَّا أَنْ تَكُونَ تِجَارَةً حَاضِرَةَ تُدِيرُونَهَا بَيْنَكُمْ فَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَلَّا تَكْتُبُوهَا وَأَشْهِدُوا إِذَا تَبَايَعْتُمْ وَلا يُضَارَّ كَاتِبٌ وَلا شَهِيدٌ وَإِنْ تَفْعَلُوا فَإِنَّهُ فُسُوقٌ بِكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَيُعَلِّمُكُمُ اللَّهُ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ  [البقرة:282].&lt;br /&gt; وتأسيساً على ذلك يجب أن تكون الأوامر الصادرة من المتعاملين مع السمسار مكتوبة وواضحة وشفافة ، كما يجب أن يكون عقد السمسرة بين العميل والسمسار مبيناً فيه كافة الشروط والاتفاقيات ولا سيما مقدار أجرة السمسرة.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; تعقيب :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; تتفاعل هذه الضوابط الشرعية مع بعضها البعض لتحقق للمتعاملين فى أسواق الأوراق المالية ولشركات الوساطة المالية والسماسرة مجموعة من المقاصد الهامة والمشروعة ومنها :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; التعامل وفقاً لأحكام ومبادئ الشريعة الإسلامية لتحقيق النمو والنماء.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; المحافظة على الأموال وتنميتها بالحق ومنعها من الاستثمار فى الحرام الخبيث.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; المحافظة على حقوق المتعاملين والسماسرة وفقاً للعقود والعهود.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; المحافظة على استقرار المعاملات فى الأسواق وتجنب الأزمات والتقلبات.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; حماية أسواق الأوراق المالية من الغش والغرر والجهالة والتدليس والإشاعات المغرضة وكافة صور أكل أموال الناس بالباطل.&lt;br /&gt;الــخـاتــــمة&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إن الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله صلى الله عليه وسلم وعلى آله وصحبه ومن اتبع هداه واقتفى أثره واسنن بسنته إلى يوم القيامة ، وبعد.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فإن هذا البحث الوجيز المتواضع لم يكن شاملاً كافياً حاوياً لكل مسائل موجودة في سمسار بورصة الأوراق المالية ومعاونيه وأن ثمة مسائل أخرى تحتاج إلى تفصيلها وتفريعها وتخريج أقوال الفقهاء فيها وإن شاء الله تعالى أن تدرسها سويا في أيام قادمة.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;وأما من خلال ما تقدم في هذا البحث الوجيز المتواضع يلاحظ أربعة أشياء ، من أهمها ما يلى :&lt;br /&gt;أولاً : تعتبر السمسرة من المهن الخدمية المشروعة بأدلة من الكتاب والسُنة والإجماع ، ولقد وضع الفقهاء من السلف والخلف لها الضوابط الشرعية لتحقيق مقاصدها المنشودة للمتعاملين فى الأسواق.&lt;br /&gt;ثانياً : يعتبر السمسار وسيطاً ومرشداً وموجهاً وناصحاً لمن يتعاملون معه وفق الأوامر التنفيذية الصادرة له فى عمليات البيع والشراء وما فى حكم ذلك مقابل أجر أو أتعاب معلومة ومحددة يتم الاتفاق عليها طبقاً للقوانين والأعراف السائدة فى الأسواق ولقد كَيَّف بعض الفقهاء التعاقد معه على أنه عقد وكالة بنظام خاص.&lt;br /&gt;ثالثاً : يشترط فى السمسار ومعاونيه بصفة عامة سواء كان محلياً أو عالمياً مجموعة من الشروط يمكن تبويبها فى مجموعتين رئيسيتين هما :&lt;br /&gt; شروط القيم والمثل والأخلاق والسلوكيات.&lt;br /&gt; شروط الكفاءة الفنية والمهنية.&lt;br /&gt;ويستنبط من هذه الشروط معايير جودة أداء خدمة السمسرة بصفة عامة ، والسمسرة فى أسواق الأوراق المالية المحلية والعالمية بصفة خاصة ، وهذا أمر ضرورى وحاجى فى ظل الأزمات المالية العالمية.&lt;br /&gt;رابعاً : يحكم التعامل مع السماسرة فى أسواق الأوراق المالية بصفة عامة مجموعة من الضوابط الشرعية الواجب مراعاتها فى الأوامر التنفيذية الصادرة لهم من العملاء ، من أهمها ما يلى :&lt;br /&gt;• ضابط مشروعية المعاملات والاستثمارات.&lt;br /&gt;• ضابط الطيبات فى الاستثمارات.&lt;br /&gt;• ضابط المحافظة على الأموال من الهلاك والضياع.&lt;br /&gt;• ضابط تنمية الاستثمارات وعوائدها.&lt;br /&gt;• ضابط تقليل المخاطر وتنمية العوائد.&lt;br /&gt;• ضابط المعلومية والتدوين والتوثيق لحفظ الحقوق.&lt;br /&gt;والحمد لله الذى بنعمته تتم الصالحات&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;قائمة المراجع المختارة&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  د. عادل عبد الفضيل عيد ـ (السمسرة في الفقه الإسلامي والتطبيقات المعصرة) ـ دار الفكر الجامعي ـ 2008م.&lt;br /&gt;  د. عطية فياض ـ (سوق الأوراق المالية فى ميزان الفقه الإسلامى) ـ دار النشر للجامعات ، القاهرة ، 1998م.&lt;br /&gt;  د. حسين حسين شحاتة ، د. عطية فياض ـ (الضوابط الشرعية للتعامل فى سوق الوراق المالية) ـ دار التوزيع والنشر الإسلامية ـ القاهرة ـ 2001م.&lt;br /&gt;  شعبان محمد إسلام البرواري ـ (بورصة الأوراق المالية من منظور إسلامي) ـ دارالفكرالمعاصرـ 2002م.&lt;br /&gt;  د.محمد شكري الجميل العدوي – (بورصة الأوراق المالية في ميزان الشريعة الإسلامية والقانون الوضعي) – مكتبة الكلية – 2009-2010م.&lt;br /&gt;  علاء الدين أحمد جبرـ (بورصة الأوراق المالية) ـ طبعة الهيئة المصرية العامة للكتاب ـ 2007م.&lt;br /&gt;  د. عبد الفضيل محمد أحمد – (بورصات الأوراق المالية) بحث منشور بمجلة البحوث القانونية والاقتصادية – كلية الحقوق , جامعة المنصورة, العدد الثالث, إبريل, 1988م.&lt;br /&gt;  د. محمد صبري هارون – (أحكام الأسواق المالية) – طبعة: دار النفائس للنشر والتوزيع- الأردن, الطبعة الأولى – 1999م&lt;br /&gt;  سيد سابق ، (فقه السنة) ، الجزء الثالث.&lt;br /&gt;  د. على أحمد الندوى ، (جمهرة القواعد الفقهية فى المعاملات المالية) ، الجزء الأول.&lt;br /&gt;  الشيخ على الخفيف ، (أحكام المعاملات الشرعية ) ، من مطبوعات بنك البركة الإسلامى ، البحرين.&lt;br /&gt;  د. عبد الحميد محمود البعلى ـ (ضوابط العقود) ـ مكتبة وهبة ـ القاهرة ـ الطبعة الأولى.&lt;br /&gt;  د. عبد الستار أبو غدة ـ (أوفوا بالعقود) ـ من مطبوعات دلة البركة ـ 1997م.&lt;br /&gt;  الشيخ حسن أيوب ـ (فقه المعاملات المالية فى الإسلام) ـ دار النشر والتوزيع الإسلامية ـ 1998م.&lt;br /&gt;          &lt;br /&gt;لك الحمد ولك الشكر كما ينبغي لجلال وجهك الكريم ولعظيم سلطانك&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3806071980915108003-8557185972196835784?l=irhamnirofiun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irhamnirofiun.blogspot.com/feeds/8557185972196835784/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irhamnirofiun.blogspot.com/2010/05/blog-post.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3806071980915108003/posts/default/8557185972196835784'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3806071980915108003/posts/default/8557185972196835784'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irhamnirofiun.blogspot.com/2010/05/blog-post.html' title='بحث عن   سمسار بورصة الأوراق المالية   ومعاونيه في ضوء الفقه الإسلامي دراسة فقهية معاصرة'/><author><name>..::Irhamni H. Rofi'un::..</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16848612931575216655</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_d4HaSQZfcpE/S-ch-bkOXOI/AAAAAAAAAGg/NrhrMSTBuio/s72-c/55308_reaksi_seorang_pialang_saham_di_bursa_wall_street.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3806071980915108003.post-4772305462929232618</id><published>2010-03-19T23:55:00.005+02:00</published><updated>2010-03-20T00:51:43.510+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Profil'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mesir'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Al-Azhar'/><title type='text'>Dr. Ahmad Thayyib: Syekh Al-Azhar Yang Baru</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_d4HaSQZfcpE/S6P3jLXdnnI/AAAAAAAAAGY/UGBmBFpLNcE/s1600-h/100319153433-34248-0.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_d4HaSQZfcpE/S6P3jLXdnnI/AAAAAAAAAGY/UGBmBFpLNcE/s320/100319153433-34248-0.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5450472157767114354" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dr. Ahmad Thayyib: Syekh Al-Azhar Yang Baru&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden Muhammad Husni Mubarak pada hari Jumat ini (19/03/10), mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 62 tahun 2010 tentang pengangkatan Dr. Ahmad Muhammad Ahmad Thayyib sebagai Syekh Al-Azhar yang baru.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Keputusan tersebut ditetapkan untuk mengangkat Dr. Ahmad Muhammad Ahmad Thayyib sebagai Syekh Al-Azhar, pengganti Syekh Muhammad Sayyid Thantawi, yang meninggal pekan lalu. Adapun Masa kepemimpinan sebagai Syekh Al-Azhar adalah seumur hidup.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ketika Syekh Thantawi meninggal, anggota kantornya, Ashraf Hassan, telah mengatakan bahwa Muhamad Washil, wakil Syekh Thantawi, diharapkan untuk sementara mengambil alih memimpin lembaga sampai Presiden Mesir menunjuk Syekh Al-Azhar yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak 1961, Imam Besar Al-Azhar telah ditentukan melalui dekrit presiden, hal tersebut membuka pos untuk kritik karena terlalu dekat dengan pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini terkait dengan Universitas Al-Azhar yang didirikan pada abad kesepuluh sebagai pusat yang paling penting untuk belajar Islam Sunni di dunia, yayasan tersebut mengeluarkan sejumlah fatwa untuk membimbing kaum Muslim.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sebelum pengangkatan resmi Syekh Al-Azhar yang baru diumumkan, beberapa sumber di Al-Azhar mengatakan kandidat yang paling terkemuka untuk menggantikan Syekh Thantawi di antaranya adalah Menteri Wakaf Mahmud Hamdi Zaqzuq, Dekan Universitas Al-Azhar Ahmad Thayyib, dan Mufti Negara Mesir Ali Jum’ah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu sumber berkata kepada Reuters bahwa Ali Jum’ah, telah memotong kunjungannya ke Jepang setelah mengetahui pemberitaan kematian Syekh Al-Azhar, tampaknya kurang mungkin atau mempunyai kesempatan yang sangat kecil karena ia memulai pendidikan Azhari setelah menerima gelar sarjana dari Fakultas Perdagangan Universitas Ain Syams di Kairo. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syekh Ali Jum’ah pun tidak menunggu untuk dapat diangkat sebagai Syekh Al-Azhar sebelum kembalinya Presiden Husni Mubarak ke Mesir dari Jerman, yang melewati masa pemulihan setelah pembedahan untuk menghilangkan striktur bilier. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Ali Jum’ah – orang yang pertama memberikan ucapan selamat kepada Syekh Al-Azhar yang baru – harapan beliau kepada Dr. Ahmad Thayyib adalah semoga Allah membantunya dalam tugas besar ini untuk melayani Islam dan kaum Muslim di mesir dan dunia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mufti juga memuji – melalui telegram yang dikirimnya untuk Syekh Al-Azhar yang baru- Dr. Ahmad Thayyib memiliki peran penting melalui pengetahuannya dan status relijius dan ilmiahnya, yang menekankan kerja sama penuh dari semua lembaga-lembaga keagamaan di Mesir untuk melayani Islam dan kaum Muslim.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sementara itu, Dr. Ahmad Thayyib ingin mengungkapkan apresiasinya yang mendalam terhadap kepercayaan besar yang diberikan kepadanya oleh Presiden Husni Mubarak dengan ditunjuknya sebagai Syekh Al-Azhar yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah dibayangi keadaan gembira seluruh Universitas Al-Azhar karena terpilihnya kepemimpinan Syekh Al-Azhar yang baru, meskipun hari ini adalah akhir pekan, tetapi kantor rektor universitas telah menerima ratusan panggilan untuk mengucapkan selamat kepada Dr. Ahmad Thayyib dengan posisinya yang baru. &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Biografi Singkat Dr. Ahmad Thayyib, Pendidikan dan Karirnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lahir pada tahun 1946, di desa El-Marashda, distrik Deshna, provinsi Qana, Mesir. Dari keluarga yang terhenti keturunannya dengan Imam Hasan bin Ali bin Abi Thalib. Ahmad Thayyib kecil bergabung dengan sekolah yang berafiliasi Al-Azhar pada usia 10 tahun, dengan rentang karir 40 tahun di lembaga pendidikan. Beliau menerima gelar License (Lc.) dari Universitas Al-Azhar pada fakultas Aqidah dan Filsafat Islam pada tahun 1969, dan diangkat menjadi dosen di Universitas, dan menerima gelar master pada tahun 1971, kemudian gelar Doktor (PhD) pada tahun 1977.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dr. Ahmad Thayyib adalah seorang profesor dalam aqidah Islam, lancar dalam berbahasa Prancis dan Inggris, mempunyai banyak kajian, penelitian dan karangan mengenai aqidah dan filsafat Islam, beliau menerjemahkan sejumlah referensi berbahasa Prancis ke bahasa Arab, dan bekerja sebagai dosen beberapa waktu di Prancis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah diberikan kekuasaan sebagai Dekan Fakultas Studi Islam dan Arab untuk putra di Qana, dan kemudian ditugaskan sebagai Dekan Fakultas Studi Islam untuk putra di Aswan, dan kemudian ditunjuk sebagai Dekan Fakultas Ushuluddin di Universitas Islam Internasional, Pakistan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dahulunya pernah memegang jabatan Mufti Negara Mesir hingga September 2003. Hingga akhirnya beliau diangkat sebagai Rektor Universitas Al-Azhar, beliau juga salah seorang anggota Akademi Riset Islam (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Islamic Research Academy&lt;/span&gt;) - dan akan memimpin Dewan tersebut setelah ditunjuk sebagai Syekh Al-Azhar yang baru ini -, dan anggota Dewan Tertinggi Tarekat Sufi dan sebagai Syekh Tarekat Ahmadiyah Klutip menggantikan ayahnya, pendiri tarekat klutip di Aswan, dan juga memimpin Komite Dialog Antar Agama di Al-Azhar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para Ulama di Al-Azhar mengatakan: Beliau adalah seorang yang mempunyai ilmu yang luas, beliau tidak akan masuk dalam perdebatan ke arah isu kontroversial, dan ketika menjadi mufti Negara Mesir beliau tidak merilis fatwa yang memicu kontroversi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Perbedaan di antara orang-orang, baik dalam keyakinan agama, pola fikir, bahasa atau emosi, adalah prinsip dasar Al-Quran. Allah menciptakan beragam suku bangsa," katanya sebelum menerima Uskup Agung Canterbury, Rowan Williams, dalam upaya untuk meningkatkan dialog antar-agama.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dr. Ahmad Thayyib juga dikenal karena sikap kerasnya terhadap kelompok Al-Ikhwanul Muslimun, organisasi yang paling terorganisir dari kelompok oposisi, yang tetap resmi dilarang walaupun tetap dapat dukungan dari sebagian rakyat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 2006, ia mengecam parade gaya militer oleh Persaudaraan mahasiswa di Universitas Al-Azhar di mana mereka memakai masker hitam "seperti Hamas, Hizbullah dan Pengawal Republik di Iran," katanya pada saat itu. Beberapa mahasiswa diskors dari universitas setelah parade dan puluhan lainnya ditangkap. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah Profil singkat Dr. Ahmad Thayyib Syekh Al-Azhar yang baru, semoga cita-cita para leluhur Al-Azhar yang moderat agar lembaga ini terus memberikan sumbangsih khazanah keilmuan Islam akan tercapai dan terus berlanjut melalui kepemimpinannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3806071980915108003-4772305462929232618?l=irhamnirofiun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irhamnirofiun.blogspot.com/feeds/4772305462929232618/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irhamnirofiun.blogspot.com/2010/03/dr-ahmad-thayyib-syekh-al-azhar-yang.html#comment-form' title='9 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3806071980915108003/posts/default/4772305462929232618'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3806071980915108003/posts/default/4772305462929232618'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irhamnirofiun.blogspot.com/2010/03/dr-ahmad-thayyib-syekh-al-azhar-yang.html' title='Dr. Ahmad Thayyib: Syekh Al-Azhar Yang Baru'/><author><name>..::Irhamni H. Rofi'un::..</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16848612931575216655</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_d4HaSQZfcpE/S6P3jLXdnnI/AAAAAAAAAGY/UGBmBFpLNcE/s72-c/100319153433-34248-0.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3806071980915108003.post-7347909394470256094</id><published>2010-03-10T22:23:00.007+02:00</published><updated>2010-03-11T11:13:15.699+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Profil'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mesir'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Al-Azhar'/><title type='text'>Wafatnya Seorang Ulama Yang Arif dan Bijaksana: Fadhilatul Imâmil Akbar Ad-Duktûr Muhammad Sayyid Thantawi Syaikhul Azhar Asy-Syarif</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_d4HaSQZfcpE/S5gA4Gqm74I/AAAAAAAAAGQ/NytnWyyTkhs/s1600-h/muhammad_sayyed_tantawi1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 234px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_d4HaSQZfcpE/S5gA4Gqm74I/AAAAAAAAAGQ/NytnWyyTkhs/s320/muhammad_sayyed_tantawi1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5447104713166614402" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Syekh Thantawi yang dijuluki Fadhilatul Imamil Akbar Syaikhul Azhar Asy-Syarif, meninggal Rabu pagi di Arab Saudi setelah mengalami serangan jantung yang akut, pada usia 81 tahun. &lt;br /&gt;Beliau telah menderita penyakit jantung, yang sudah terpasang penyangga di dalam jantungnya pada tahun 2006. Beliau juga menderita diabetes, dan kesehatannya mengalami krisis pada akhir 2008 setelah terluka dalam salah satu kakinya dengan infeksi berat pada saraf kaki, dan dirawat di rumah sakit selama 10 hari.&lt;br /&gt;Kunjungan Syekh Thantawi ke Kerajaan Saudi untuk menghadiri acara pemberian penghargaan Internasional Raja Faisal untuk  layanan Islam kepada para pemenang tahun ini. &lt;br /&gt;Wartawan BBC di Kairo memberitakan bahwa Syekh Thantawi menderita serangan jantung ketika sedang dalam perjalanan ke bandara untuk kembali ke Mesir. Dan dibawa ke rumah sakit terdekat di mana ia meninggal. &lt;br /&gt;Jasad Syekh Al-Azhar tersebut kemudian dipindahkan melalui pesawat pribadi ke Madinah untuk dimakamkan di pemakaman Baqi' Al-Gharqad (penj: terletak di sebelah tenggara Masjid Nabawi tempat di mana dimakamkan sebagian isteri nabi, putra-putri nabi, para sahabat dan tabi'in serta orang shaleh lainnya. Dan banyak hadits tentang keutamaan penghuni dan maqam baqi', antaranya: Dari Aisyah ketika Rasulullah berziarah ke maqam Baqi' beliau mengucapkan: Salam sejahtera bagi kalian di tempat pemakaman umat Islam. Telah datang kepada kalian perkara yang telah dijanjikan, pada hari esok kalian akan ditundakan. Dengan izin Allah kita bisa bertemu besok. Ya Allah ampunilah para penghuni pemakaman baqi' [Hadits Shahih Imam Muslim 974] dan masih banyak hadits yang lainnya berkenaan tentang maqam baqi'), pemerintah Saudi telah mengirimkan pesawat pribadi ke Kairo untuk membawa keluarganya untuk berpartisipasi dalam upacara pemakaman. &lt;br /&gt;Abdullah Al-Najjar, salah satu penasihat Syekh Thantawi pada waktu diwawancarai oleh televisi Nil Mesir, beliau mengatakan bahwa kematian Syekh Thantawi adalah secara tiba-tiba, saat itu kesehatan dan keadaan Syekh terlihat sangat baik selama kunjungannya di Arab Saudi. &lt;br /&gt;Menurut kantor berita reuters, mengutip perkataan Hasan Asyraf, salah seorang staf Syekh Thantawi mengatakan bahwa Syekh Washil Hasan yang selama ini menjadi wakil Syekh Al-Azhar secara otomatis langsung memegang kendali sementara dalam kewenangan urusan yayasan Al-Azhar. Akan tetapi beberapa petinggi di Al-Azhar memprediksikan jabatan Grand Syekh Al-Azhar yang baru akan diisi oleh Syekh Dr. Muhammad Ali Jum’ah yang saat ini menjabat sebagai Mufti Negara Mesir. Namun demikian yang berkuasa penuh dalam pengangkatan Syekh Al-Azhar yang baru akan ditunjuk langsung oleh Presiden Mesir Husni Mubarak.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Kisah perjalanan hidup Syekh Thantawi&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syekh Thantawi dilahirkan pada tanggal 28 Oktober 1928 di desa Salim Timur, distrik Tama, provinsi Suhaj, dan beliau belajar serta menghafal Al-Quran di kota Alexandria. &lt;br /&gt;Beliau menerima gelar doktor dalam ilmu hadits dan tafsir pada tahun 1966 dengan prediket Cumlaude, kemudian bekerja sebagai dosen di Fakultas Ushuluddin, dan kemudian ditugaskan untuk mengajar di Libya Arab Jamahiriya selama 4 tahun, kemudian bekerja sebagai dekan Sekolah Pascasarjana Universitas Islam di Madinah. &lt;br /&gt;Penunjukkan Dr. Muhammad Sayyid Thantawi sebagai Mufti Negara Mesir pada tanggal 28 Oktober 1986, dan menduduki posisi ini sampai beliau diangkat sebagai Syekh Universitas Al-Azhar pada tahun 1996. Menggantikan Syekh Jad al-Haq Ali Jad al-Haq. &lt;br /&gt;Syekh Tantawi adalah salah satu dari Ulama Al-Azhar yang paling mulia dan paling disiplin dalam ilmu, terutama dalam ilmu tafsir. &lt;br /&gt;Terlihat kepemimpinannya bagi Yayasan Al-Azhar yaitu sejumlah sikap yang memicu perdebatan yang luas di tengah-tengah masyarakat Mesir, dan pengaruh pendapatnya yang moderat terhadap kaum militan, seperti keputusan untuk melarang pemakaian niqab (baca: cadar) di suatu kelas pada akhir tahun lalu. &lt;br /&gt;Syekh Thantawi telah terkejut di tengah-tengah kunjungannya ke Ma’had Azhar di Nasr City, utara-timur Kairo dengan salah seorang siswi di kelas dua yang mengenakan niqab di dalam ruang kelas kemudian beliau memerintahkan siswi tersebut untuk melepaskannya. &lt;br /&gt;Dikutip oleh laporan media bahwa beliau mengatakan di depan para siswi bahwa "Niqab hanya sebuah adat dan tidak ada hubungannya dengan agama Islam, dari dekat atau jauh." &lt;br /&gt;Langkah ini dipandang sebagai sebuah bagian dari perjuangan menciptakan Islam moderat yang diperjuangkan oleh Negara, namun memicu amarah kalangan Islam radikal di Mesir.&lt;br /&gt;Namun demikian beliau adalah ulama yang sangat mementingkan kepentingan bersama di atas kepentingan kelompok atau pribadi, dan tidak asal mengeluarkan fatwa-fatwa melainkan karena tuntutan situasi dan kondisi yang penting serta masih banyak lagi keunggulan serta jasa beliau dalam memajukkan umat Islam di Mesir maupun di seluruh dunia. &lt;br /&gt;Kullu nafsin dzaiqatul maut ... Mudah-mudahan segala amal perbuatan beliau diterima di sisi Allah ‘azza wajalla, dan ditempatkan di Raudhah-Nya. Amin ya robbal ‘alamin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3806071980915108003-7347909394470256094?l=irhamnirofiun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irhamnirofiun.blogspot.com/feeds/7347909394470256094/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irhamnirofiun.blogspot.com/2010/03/wafatnya-seorang-ulama-yang-arif-dan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3806071980915108003/posts/default/7347909394470256094'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3806071980915108003/posts/default/7347909394470256094'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irhamnirofiun.blogspot.com/2010/03/wafatnya-seorang-ulama-yang-arif-dan.html' title='Wafatnya Seorang Ulama Yang Arif dan Bijaksana: Fadhilatul Imâmil Akbar Ad-Duktûr Muhammad Sayyid Thantawi Syaikhul Azhar Asy-Syarif'/><author><name>..::Irhamni H. Rofi'un::..</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16848612931575216655</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_d4HaSQZfcpE/S5gA4Gqm74I/AAAAAAAAAGQ/NytnWyyTkhs/s72-c/muhammad_sayyed_tantawi1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3806071980915108003.post-1689720200203801408</id><published>2010-02-26T18:17:00.002+02:00</published><updated>2010-02-26T18:27:26.104+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kajian Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mesir'/><title type='text'>Benarkah Shalahuddin Al-Ayyubi Pencetus Perayaan Maulid Nabi shalallahu’alaihi wa sallam?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_d4HaSQZfcpE/S4f2WsPt0NI/AAAAAAAAAGI/9wGFP5KpyXk/s1600-h/saladin6aa.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 196px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_d4HaSQZfcpE/S4f2WsPt0NI/AAAAAAAAAGI/9wGFP5KpyXk/s320/saladin6aa.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5442589544395165906" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Alkisah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sebuah kisah yang cukup masyhur tentang peristiwa pada saat menjelang Perang Salib. Ketika itu kekuatan kafir menyerang negeri Muslimin dengan segala kekuatan dan peralatan perangnya. Demi melihat kekuatan musuh tersebut, sang raja muslim waktu itu, Shalahuddin al-Ayyubi, ingin mengobarkan semangat jihad kaum muslimin. Maka beliau membuat peringatan Maulid Nabi. Dan itu adalah peringatan Maulid Nabi yang pertama kali di muka bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah cerita yang berkembang sehingga yang dikenal oleh kaum Muslimin bangsa ini, penggagas perayaan untuk memperingati kelahiran Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam ini adalah Imam Shalahuddin al-Ayyubi. Akan tetapi benarkah cerita ini? Kalau tidak, lalu siapa sebenarnya pencetus peringatan Malam Maulid Nabi? Dan bagaimana alur cerita sebenarnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedustaan Kisah Ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggapan bahwa Imam Shalahuddin al-Ayyubi adalah pencetus peringatan Malam Maulid Nabi adalah sebuah kedustaan yang sangat nyata. Tidak ada satu pun kitab sejarah terpercaya –yang secara gamblang dan rinci menceritakan kehidupan Imam Shalahuddin al-Ayyubi- menyebutkan bahwa beliaulah yang pertama kali memperingati Malam Maulid Nabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, para ulama ahli sejarah justru menyebutkan kebalikannya, bahwa yang pertama kali memperingati Malam Maulid Nabi adalah para raja dari Daulah Ubaidiyyah, sebuah Negara (yang menganut keyakinan) Bathiniyyah Qoromithoh meskipun mereka menamakan dirinya sebagai Daulah Fathimiyyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merekalah yang dikatakan oleh Imam al-Ghazali: “Mereka adalah sebuah kaum yang tampaknya sebagai orang Syiah Rafidhah padahal sebenarnya mereka adalah orang-orang kafir murni.” Hal ini dikatakan oleh al-Miqrizi dalam al-Khuthath: 1/280, al-Qalqasyandi dalam Shubhul A’sya: 3/398, as-Sandubi dalam Tarikh Ihtifal Bil Maulid hal.69, Muhammad Bukhait al-Muthi’I dalam Ahsanul Kalam hal.44, Ali Fikri dalam Muhadharat beliau hal.84, Ali Mahfizh dalam al ‘Ibda’ hal.126.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ahmad bin Ali al-Miqrizi berkata: “Para Khalifah Fathimiyyah mempunyai banyak perayaan setiap tahunnya. Yaitu perayaan tahun baru, perayaan hari Asyura, perayaan Maulid Nabi, Maulid Ali bin Abi Tholib, Maulid Hasan, Maulid Husein, maupun Maulid Fathimah az-Zahra, dan Maulid khalifah. (Juga ada) perayaan awal Rajab, awal Sya’ban, nisfhu Sya’ban, awal Ramadhan, pertengahan Ramadhan, dan penutup Ramadhan…” [al Mawa’izh:1/490]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ada yang masih mempertanyakan: Bukankah tidak hanya ulama yang menyebutkan bahwa yang pertama kali membuat acara peringatan Maulid Nabi ini adalah raja yang adil dan berilmu yaitu Raja Mudhaffar penguasa daerah Irbil?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami jawab: Ini adalah sebuah pendapat yang salah berdasarkan yang dinukil oleh para ulama tadi. Sisi kesalahan lainnya adalah bahwa Imam Abu Syamah dalam al-Ba’its ‘Ala Inkaril Bida’ wal Hawadits hal.130 menyebutkan bahwa Raja Mudhaffar melakukan itu karena mengikuti Umar bin Muhammad al-Mula, orang yang pertama kali melakukannya. Hal ini juga disebutkan oleh Sibt Ibnu Jauzi dalam Mir’atuz Zaman: 8/310. Umar al-Mula ini adalah salah seorang pembesar sufi, maka tidaklah mustahil kalau Syaikh Umar al-Mula ini mengambilnya dari orang-orang Ubaidiyyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun klaim bahwa Raja Mudhaffar sebagai raja yang adil, maka urusan ini kita serahkan kepada Allah akan kebenarannya. Namun, sebagian ahli sejarah yang se-zaman dengannya menyebutkan hal yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaqut al Hamawi dalam Mu’jamul Buldan 1/138 berkata: “Sifat Raja ini banyak kontradiktif, dia sering berbuat zalim, tidak memperhatikan rakyatnya, dan senang mengambil harta mereka dengan cara yang tidak benar.” [lihat al-Maurid Fi ‘Amanil Maulid kar. Al-Fakihani – tahqiq Syekh Ali- yang tercetak dalam Rasa’il Fi Hukmil Ihtifal Bi Maulid an Nabawi: 1/8].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhasil, pengingatan Maulid Nabi pertama kali dirayakan oleh para Raja Ubaidiyyah di Mesir. Dan mereka mulai menguasai Mesir pada tahun 362 H. Lalu yang pertama kali merayakannya di Irak adalah Umar Muhammad al-Mula oleh Raja Mudhaffar pada abad ketujuh dengan penuh kemewahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para sejarawan banyak menceritakan kejadian itu, diantaranya al-Hafizh Ibnu Katsir dalam al-Bidayah wan Nihayah: 13/137 saat menyebutkan biografi Raja Mudhaffar berkata: “Dia merayakan Maulid Nabi pada bulan Rabi’ul Awal dengan amat mewah. As-Sibt berkata: “Sebagian orang yang hadir di sana menceritakan bahwa dalam hidangan Raja Mudhaffar disiapkan lima ribu daging panggang, sepuluh ribu daging ayam, seratus ribu gelas susu, dan tiga puluh ribu piring makanan ringan …”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ibnu Katsir juga berkata: “Perayaan tersebut dihadiri oleh tokoh-tokoh agama dan para tokoh sufi. Sang Raja pun menjamu mereka, bahkan bagi orang sufi ada acara khusus, yaitu bernyanyi dimulai waktu dzuhur hingga fajar, dan raja pun ikut berjoget bersama mereka.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Khalikan dalam Wafayat A’yan 4/117-118 menceritakan: “Bila tiba awal bulan Shafar, mereka menghiasi kubah-kubah dengan aneka hiasan yang indah dan mewah. Pada setiap kubah ada sekumpulan penyanyi, ahli menunggang kuda, dan pelawak. Pada hari-hari itu manusia libur kerja karena ingin bersenang-senang di tempat tersebut bersama para penyanyi. Dan bila Maulid kurang dua hari, raja mengeluarkan unta, sapi, dan kambing yang tak terhitung jumlahnya, dengan diiringi suara terompet dan nyanyian sampai tiba di lapangan.” Dan pada malam Maulid, raja mengadakan nyanyian setelah shalat maghrib di benteng.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah penjelasan di atas, maka bagaimana dikatakan bahwa Imam Shalahuddin al-Ayyubi adalah penggagas Maulid Nabi, padahal fakta sejarah menyebutkan bahwa beliau adalah seorang raja yang berupaya menghancurkan Negara Ubaidiyyah. [1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapakah Gerangan Shalahuddin al-Ayyubi [2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau adalah Sultan Agung Shalahuddin Abul Muzhaffar Yusuf bin Amir Najmuddin Ayyub bin Syadzi bin Marwan bin Ya’qub ad-Duwini. Beliau lahir di Tikrit pada 532 H. karena saat itu bapak beliau, Najmuddin, sedang menjadi gubernur daerah Tikrit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau belajar kepada para ulama zamannya seperti Abu Thahir as-Silafi, al-Faqih Ali bin Binti Abu Sa’id, Abu Thahir bin Auf, dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nuruddin Zanki (raja pada saat itu) memerintah beliau untuk memimpin pasukan perang untuk masuk Mesir yang saat itu dikuasai oleh Daulah Ubaidiyyah sehingga beliau berhasil menghancurkan mereka dan menghapus Negara mereka dari Mesir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Raja Nuruddin Zanki wafat, beliau yang menggantikan kedudukannya. Sejak menjadi raja beliau tidak lagi suka dengan kelezatan dunia. Beliau adalah seorang yang punya semangat tinggi dalam jihad fi sabilillah, tidak pernah didengar ada orang yang semisal beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perang dahsyat yang sangat monumental dalam kehidupan Shalahuddin al-Ayyubi adalah Perang Salib melawan kekuatan kafir salibis. Beliau berhasil memporak-porandakan kekuatan mereka, terutama ketika perang di daerah Hithin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muwaffaq Abdul Lathif berkata: “Saya pernah datang kepada Shalahuddin saat beliau berada di Baitul Maqdis (Palestina, red), ternyata beliau adalah seorang yang sangat dikagumi oleh semua yang memandangnya, dicintai oleh siapapun baik orang dekat maupun jauh. Para panglima dan prajuritnya sangat berlomba-lomba dalam beramal kebaikan. Saat pertama kali aku hadir di majelisnya, ternyata majelis beliau penuh dengan para ulama, beliau banyak mendengarkan nasihat dari mereka.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adz-Dzahabi berkata: “Keutamaan Shalahuddin sangat banyak, khususnya dalam masalah jihad. Beliau pun seorang yang sangat dermawan dalam hal memberikan harta benda kepada para pasukan perangnya. Beliau mempunyai kecerdasan dan kecermatan dalam berfikir, serta tekad yang kuat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shalahuddin al-Ayyubi wafat di Damaskus setelah subuh pada hari Rabu 27 Shafar 589 H. Masa pemerintahan beliau adalah 20 tahun lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;________&lt;br /&gt;Footnote:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[1] Untuk lebih lengkapnya tentang sejarah peringatan maulid nabi dan hukum memperingatinya, silahkan dilihat risalah Akhuna al- Ustadz Abu Ubaidah “Polemik Perayaan Maulid Nabi”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[2] Disarikan dari Siyaru A’lam an-Nubala: 15/434 no.5301&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Diketik ulang dari Majalah Al-Furqan Edisi 09 Thn.XIII, Rabi’uts Tsani 1430/April 2009, Hal.57-58 [di salin dari: http://alqiyamah.wordpress.com/]&lt;br /&gt;Tulisan ini telah diedit gaya penulisannya oleh: Irhamni Rofiun.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3806071980915108003-1689720200203801408?l=irhamnirofiun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irhamnirofiun.blogspot.com/feeds/1689720200203801408/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irhamnirofiun.blogspot.com/2010/02/benarkah-shalahuddin-al-ayyubi-pencetus.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3806071980915108003/posts/default/1689720200203801408'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3806071980915108003/posts/default/1689720200203801408'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irhamnirofiun.blogspot.com/2010/02/benarkah-shalahuddin-al-ayyubi-pencetus.html' title='Benarkah Shalahuddin Al-Ayyubi Pencetus Perayaan Maulid Nabi shalallahu’alaihi wa sallam?'/><author><name>..::Irhamni H. Rofi'un::..</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16848612931575216655</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_d4HaSQZfcpE/S4f2WsPt0NI/AAAAAAAAAGI/9wGFP5KpyXk/s72-c/saladin6aa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3806071980915108003.post-4843005073098362291</id><published>2010-02-23T17:55:00.004+02:00</published><updated>2010-03-02T01:16:13.222+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='IKPMA'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Profil'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mesir'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kreasi'/><title type='text'>Biografi Singkat Syekh Muhammad Mutawalli Asy-Sya’rawi: Pemimpin Para Da'i</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_d4HaSQZfcpE/S4QBaTij3GI/AAAAAAAAAFw/STVOskszESo/s1600-h/sya%27rowi.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 311px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_d4HaSQZfcpE/S4QBaTij3GI/AAAAAAAAAFw/STVOskszESo/s320/sya%27rowi.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5441475801203858530" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_d4HaSQZfcpE/S4QBaNQOELI/AAAAAAAAAFo/FoT9aIGOKyY/s1600-h/DSCF3460.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_d4HaSQZfcpE/S4QBaNQOELI/AAAAAAAAAFo/FoT9aIGOKyY/s320/DSCF3460.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5441475799516319922" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_d4HaSQZfcpE/S4QBZmDwDGI/AAAAAAAAAFg/nxrsau323GU/s1600-h/DSCF3443.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_d4HaSQZfcpE/S4QBZmDwDGI/AAAAAAAAAFg/nxrsau323GU/s320/DSCF3443.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5441475788995038306" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Biografi &lt;br /&gt;Syekh Muhammad Mutawalli Asy-Sya’râwi (16 April 1911 M. – 17 Juni 1998 M.) merupakan salah satu ahli tafsir Alquran yang terkenal pada masa modern dan merupakan Imam pada masa kini, beliau memiliki kemampuan untuk menginterpretasikan masalah agama  dengan sangat mudah dan sederhana, beliau juga memiliki usaha yang luar biasa besar dan mulia dalam bidang dakwah Islam. Beliau dikenal dengan metodenya yang bagus dan mudah dalam menafsirkan Alquran, dan memfokuskannya atas titik-titik keimanan dalam menafsirkannya, hal tersebutlah yang menjadikannya dekat dengan hati manusia, terkhusus metodenya sangat sesuai bagi seluruh kalangan dan kebudayaan, sehingga beliau dianggap memiliki kepribadian muslim yang lebih mencintai dan menghormati Mesir dan dunia arab. Oleh karena itu beliau diberi gelar Imam Ad-Du'âti (baca: Pemimpin Para Da'i).&lt;br /&gt;Kelahiran dan Pendidikan&lt;br /&gt;Muhammad Mutawalli Asy-Sya’râwi dilahirkan pada tanggal 16 April tahun 1911 M. di desa Daqadus, distrik Mith Ghamr, provinsi Daqahlia, Republik Arab Mesir. Dalam usia 11 tahun beliau sudah hafal Alquran. Syekh Asy-Sya’râwi terdaftar di Madrasah Ibtidaiyah (baca: lembaga pendidikan dasar) al-Azhar, Zaqaziq pada tahun 1926 M. Sejak beliau kecil, sudah timbul kecerdasannya dalam menghafal sya'ir (baca: puisi) dan pepatah arab dari sebuah perkataan dan hikmah, kemudian mendapatkan ijazah Madrasah Ibtidaiyah al-Azhar pada tahun 1923 M. Dan memasuki Madrasah Tsanawiyah (baca: lembaga pendidikan menengah), bertambahlah minatnya dalam syair dan sastra, dan beliau telah mendapatkan tempat khusus di antara rekan-rekannya, serta terpilih sebagai ketua persatuan mahasiswa dan menjadi ketua perkumpulan sastrawan di Zaqaziq. Dan bersamanya pada waktu itu Dr. Muhammad Abdul Mun’im Khafaji, penyair Thahir Abu Fasya, Prof. Khalid Muhammad Khalid, Dr. Ahmad Haikal dan Dr. Hassan Gad. Mereka memperlihatkan kepadanya apa yang mereka tulis.  Hal itulah yang menjadi titik perubahan kehidupan Syekh Asy-Sya’râwi, ketika orang tuanya ingin mendaftarkan dirinya di al-Azhar, Kairo. Syekh Asy-Sya’râwi ingin tinggal dengan saudara-saudaranya untuk bertani, namun orang tuanya mendesaknya untuk menemaninya ke Kairo, dan membayar segala keperluan serta mempersiapkan tempat untuk tempat tinggalnya. Syekh Asy-Sya’râwi memberikan syarat kepada orang tuanya agar membelikan sejumlah buku-buku induk dalam literatur klasik, bahasa, sains Alquran, tafsir, hadits, sebagai jenis dari melemahkannya sampai orang tuanya merestuinya dengan sekembalinya ke desa asal. Tetapi ayahnya cerdas pada trik tersebut, dan membeli apa yang diminta kepadanya, sambil mengatakan: “Aku tahu anakku bahwa semua buku-buku tersebut tidak diwajibkan untuk kamu, tapi aku memilih untuk membelinya dalam rangka memberikan ilmu pengetahuan yang menarik agar kamu haus dengan ilmu”. Tidak ada di hadapan Syekh, kecuali untuk patuh kepada ayahnya, dan menjadi sebuah tantangan keinginan untuk kembali ke desa dengan cara mengeruk ilmu sebanyak-banyaknya serta menelan sekaligus semua yang terjadi padanya dari ilmu-ilmu di depan matanya. Asy-Sya’râwi terdaftar di Fakultas Bahasa Arab tahun 1937 M., dan beliau sibuk dengan gerakan nasional dan gerakan al-Azhar. Pada tahun 1919 M. revolusi pecah di al-Azhar, kemudian al-Azhar mengeluarkan pengumuman yang mencerminkan kejengkelan orang Mesir melawan penjajah Inggris. Institut Zaqaziq tidak jauh dari benteng al-Azhar yang luhur di Kairo, Syekh Asy-Sya’râwi bersama rekan-rekannya berjalan menuju halaman al-Azhar dan sekitarnya, dan menyampaikan orasi dari sesuatu yang mendemonstrasikannya pada penahanan yang lebih dari sekali, dan pada saat itu beliau sebagai Ketua Persatuan Mahasiswa pada tahun 1934 M.&lt;br /&gt;Fase Karir&lt;br /&gt;Syekh Asy-Sya’râwi tamat pada tahun 1940 M. Dan meraih gelar strata satunya serta diizinkan mengajar pada tahun 1943 M. Setelah tamat Syekh Asy-Sya’râwi ditugaskan ke pesantren agama di Thanta. Setelah itu beliau dipindahkan ke pesantren agama di Zaqaziq, kemudian pesantren agama di Iskandaria. Setelah masa pengalaman yang panjang, Syekh Asy-Sya’râwi pindah untuk bekerja di Saudi Arabia pada tahun 1950 M. sebagai dosen syari'ah di Universitas Ummu al-Qurro. Dan Syekh Asy-Sya’râwi terpaksa mengajar materi aqidah meskipun spesialisasinya dalam bidang bahasa, dan pada dasarnya ini menimbulkan kesulitan yang besar, akan tetapi Syekh Asy-Sya’râwi bisa mengatasinya dengan keunggulan yang ada pada dirinya dengan prestasi yang tinggi, dan karena pengaruh itu Presiden Jamal Abdul Naser melarang Syekh Asy-Sya’râwi untuk kembali ke Saudi Arabia. Dan pada tahun 1963 M. terjadi perselisihan antara Presiden Jamal Abdul Naser dan Raja Saudi. Setelah itu Syekh Asy-Sya’râwi mendapatkan penghargaan dan ditugaskan di Kairo sebagai Direktur di kantor Syekh al-Azhar Syekh Husein Ma'mun. Kemudian Syekh Asy-Sya’râwi pergi ke Algeria sebagai ketua duta al-Azhar di sana dan menetap selama tujuh tahun, dan kembali lagi ke Kairo untuk ditugaskan sebagai Kepala Departemen Agama provinsi Gharbiyah, kemudian beliau menjadi Wakil Dakwah dan Pemikiran, serta menjadi utusan al-Azhar untuk kedua kalinya ke Kerajaan Saudi Arabia, mengajar di Universitas King Abdul Aziz. Pada bulan November 1976 M. Perdana Menteri Sayyid Mamduh Salim memilih anggota kementeriannya, Syekh Asy-Sya’râwi ditugaskan untuk Departemen (urusan) Wakaf dan Urusan al-Azhar (baca: setingkat Menteri Agama di Indonesia) sampai bulan Oktober 1978 M. Setelah meninggalkan pengaruh yang bagus bagi kehidupan ekonomi di Mesir,  beliaulah yang pertama kali mengeluarkan keputusan menteri tentang pembuatan bank Islam pertama di Mesir yaitu Bank Faisal, dan ini merupakan wewenang Menteri Ekonomi dan Keuangan Dr. Hamid Sayih pada masa ini yang diserahkan kepadanya dan disetujui oleh anggota parlemen Mesir.&lt;br /&gt;Keluarga Syekh Asy-Sya’râwi&lt;br /&gt;Beliau telah menikah tatkala sekolah dasar karena kemauan orang tuanya yang telah memilih pasangan untuknya, dan Syekh Asy-Sya’râwi setuju atas pilihan orang tuanya tersebut, dan itu pilihan yang bagus yang tidak mengecewakan kehidupannya. Kemudian beliau dikaruniai tiga orang putra dan dua orang putri. Anak laki-lakinya: Sami, Abdul Rahim dan Ahmad. Dan anak perempuannya: Fathimah dan Sholihah. Syekh Asy-Sya’râwi berpendapat bahwa sesungguhnya faktor utama keberhasilan pernikahan adalah ikhtiar dan kerelaan kedua belah pihak. Mengenai pendidikan anaknya dia berkata: Yang terpenting dalam mendidik anak adalah suri tauladan, seandainya didapatkan suri tauladan yang baik maka seorang anak akan menjadikannya sebagai contoh, kemudian tindakan apapun terhadap tingkah laku yang jelek memungkinkan akan menghancurkannya. Maka seorang anak harus dicermatinya dengan baik, dan di sana terdapat perbedaan antara mengajari anak dan mendidiknya sebagai barometer kehidupan. Seorang anak jika tidak bergerak kemampuannya dan bersiap untuk menerima dan menampung sesuatu yang disekitarnya, artinya apabila tidak siap telinganya untuk mendengar, dan kedua matanya untuk melihat, dan hidungnya untuk mencium, dan ujung-ujung jarinya untuk menyentuh, maka kita wajib menjaga seluruh kemampuannya dengan tingkah laku kita yang mendidik bersamanya dan di depannya. Oleh karena itu, kita harus menjaga telinganya dari setiap perkataan yang jelek, dan menjaga matanya dari setiap pemandangan yang merusak. Dan apabila kita ingin mendidik anak-anak kita dengan pendidikan islami, caranya dengan menerapkan ajaran Islam dalam menunaikan setiap kewajiban, terampil dalam bekerja, menunaikan salat pada waktunya, dan ketika kita memulai makan maka kita memulainya dengan menyebutkan Bismillah, dan ketika kita selesai makan maka kita mengucapkan Alhamdulillah. Apabila anak melihat kita dan kita mengerjakan yang demikian itu maka dia akan mengikutinya juga yang lainnya. Tapi jika anak itu tidak mengambil pelajaran dalam hal ini, maka tindakan lebih penting daripada omongan belaka.&lt;br /&gt;Penghargaan yang pernah diraihnya&lt;br /&gt;Imam Asy-Sya’râwi diberikan tanda penghargaan pertama pada usia pensiunnya pada tanggal 15 Maret 1976 M. sebelum ditugaskan menjadi Menteri Wakaf dan Urusan al-Azhar. Mendapatkan penghargaan nasional tingkat pertama pada tahun 1983 M. dan tahun 1988 M., dan pada hari Da'i Nasional beliau mendapatkan gelar Doktor Honoris Causa pada bidang sastra dari Universitas Manshurah dan Universitas al-Azhar Daqahlia. Organisasi Konferensi Islam di Makkah al-Mukarramah memilihnya sebagai anggota komite tetap untuk konferensi keajaiban ilmu dalam Alquran dan Sunnah Nabawi, yang disusun oleh Organisasi Konferensi Islam, dan beliau ditugaskan untuk memilih juri-juri pada bidang agama dan keilmuan yang berbeda-beda, untuk menilai makalah-makalah yang masuk dalam konferensi. Sejumlah karya-karya universitas menulis tentang dirinya di antaranya tesis magister mengenainya di Universitas Minya, Fakultas Pendidikan, Jurusan Dasar-dasar Pendidikan, dan tesis tersebut mencakup informasi dari pendapat-pendapat pendidikan pada Syekh Asy-Sya’râwi dalam faktor perkembangan pendidikan modern di Mesir. Provinsi Daqahlia menjadikannya sebagai tokoh pameran kebudayaan pada tahun 1989 M. dan yang diselenggarakan setiap tahun untuk memberikan penghargaan putra-putri Daqahlia. Provinsi Daqahlia mempublikasikan suatu perlombaan untuk meraih penghargaan penghormatan dan motifasi tentang kehidupannya, pekerjaannya dan tingkatannya dalam dakwah Islam pada lingkup Nasional dan Internasional, dan diberikan uang yang berlimpah bagi yang mengikuti perlombaan tersebut.&lt;br /&gt;Hasil Karya Syekh Asy-Sya’râwi&lt;br /&gt;Syekh Asy-Sya’râwi mempunyai sejumlah karangan-karangan, beberapa orang yang mencintainya mengumpulkan dan menyusunnya untuk disebarluaskan, sedangkan hasil karya yang paling populer dan yang paling fenomenal adalah Tafsir Asy-Sya’râwi terhadap Alquran yang Mulia. Dan di antara sebagian hasil karyanya adalah:&lt;br /&gt;1. Al-Isrâu wa al- Mi'râju (Isra dan Mi'raj), 2. Asrâru Bismillâhirrahmânirrahîmi (Rahasia dibalik kalimat Bismillahirrahmanirrahim), 3. Al-Islâmu wa al-Fikru al-Mu'ashiri (Islam dan Pemikiran Modern), 4. Al-Islâmu wa al-Mar'átu, 'Aqîdatun wa Manĥajun (Islam dan Perempuan, Akidah dan Metode), 5. Asy- Syûrâ wa at-Tasyrî'u fî al-Islâmi (Musyawarah dan Pensyariatan dalam Islam), 6. Ash-Shalâtu wa Arkânu al-Islâmi (Shalat dan Rukun-rukun Islam), 7. Ath-Tharîqu ila Allâh (Jalan Menuju Allah), 8. Al-Fatâwâ (Fatwa-fatwa), 9. Labbayka Allâhumma Labbayka (Ya Allah Kami Memenuhi Panggilan-Mu), 10. Suâlu wa Jawâbu fî al-Fiqhi al-Islâmî 100 (100 Soal Jawab Fiqih Islam), 11. Al-Mar'átu Kamâ Arâdahâ Allâhu (Perempuan Sebagaimana Yang Diinginkan Allah), 12. Mu'jizatu al-Qurâni (Kemukjizatan Alquran), 13. Min Faydhi al-Qurâni (Diantara Limpahan Hikmah Alquran), 14. Nazharâtu al-Qurâni (Pandangan-pandangan Alquran), 15. 'Ala Mâídati al-Fikri al-Islâmî (Di atas Hidangan Pemikiran Islam), 16. Al-Qadhâu wa al-Qadaru (Qadha dan Qadar), 17. Ĥâdzâ Ĥuwa al-Islâmu (Inilah Islam), 18. Al-Muntakhabu fi Tafsîri al-Qurâni al-Karîmi (Pilihan dari Tafsir Alquran Alkarim).&lt;br /&gt;Referensi: Muntadayâtu Syabâbi Mishra – Al-Muntadayâtu al-Islâmiyyatu – Fî Rihâbi al-Islâmi – Muntadâ Qashashu al-Anbiyâi wa al-Mursalîna – Al-Imamu Muhammad Mutawallî Asy-Sya'râwî: Musyâhadatu an-Nuskhati Kamilatan. http://www.egyguys.com/.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ar-Rajulu La Yansâ At-Târikhi&lt;br /&gt;Irhamni Rofi'un.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3806071980915108003-4843005073098362291?l=irhamnirofiun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irhamnirofiun.blogspot.com/feeds/4843005073098362291/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irhamnirofiun.blogspot.com/2010/02/biografi-singkat-syekh-muhammad.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3806071980915108003/posts/default/4843005073098362291'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3806071980915108003/posts/default/4843005073098362291'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irhamnirofiun.blogspot.com/2010/02/biografi-singkat-syekh-muhammad.html' title='Biografi Singkat Syekh Muhammad Mutawalli Asy-Sya’rawi: Pemimpin Para Da&apos;i'/><author><name>..::Irhamni H. Rofi'un::..</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16848612931575216655</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_d4HaSQZfcpE/S4QBaTij3GI/AAAAAAAAAFw/STVOskszESo/s72-c/sya%27rowi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3806071980915108003.post-2485293029875993922</id><published>2010-02-22T12:45:00.004+02:00</published><updated>2010-02-22T14:06:42.420+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='IKPMA'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wawancara Eksklusif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mesir'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Al-Azhar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kreasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Attaqwa.'/><title type='text'>Wawancara Eksklusif Ustzh. Hj. Siti Roudhoh Hasbiallah, Lc. - Mesir</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_d4HaSQZfcpE/S4JxRlGztbI/AAAAAAAAAEo/aBgLqJVGC8s/s1600-h/IMG_0963.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_d4HaSQZfcpE/S4JxRlGztbI/AAAAAAAAAEo/aBgLqJVGC8s/s320/IMG_0963.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5441035846649361842" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kenapa Mesir yang menjadi tempat pilihan Ustadzah dalam menuntut ilmu?&lt;br /&gt;Alhamdulillah saya haturkan kepada Allah Swt. karena saya dapat menginjakkan kaki di bumi kinanah ini. Kita sebagai duta-duta bangsa tentunya harus tahu kenapa mesti mesir yang jadi pilihan kita. Saya pribadi dahulu setelah tamat di Pondok Pesantren Attaqwa Putri sekitar tahun 1996, dihadapkan dua pilihan yaitu Mesir dan Pakistan. Lalu kenapa saya memilih Mesir? Karena di Mesir kita akan mempunyai banyak pilihan, artinya tinggal kita yang mau memilihnya mau jadi apa di mesir; salafi, sufi, sekuler, moderat, nabi musa bahkan fir'aun pun juga bisa. Kemudian yang menjadi daya tarik karena Mesir banyak disinggahi para pengembara ilmu. Hal itu karena Mesir mempunyai segudang stock para Ulama yang tak diragukan lagi wawasan keilmuanya, dan juga banyak dari para Anbiya yang diturunkan di Mesir serta banyak juga kisah-kisah mengenai Mesir yang diceritakan di dalam  Al-Qur’an. Namun tentunya kita tetap harus waspada dengan Mesir dengan segala ahwalnya, karena tergadang kita akan mudah terbawa arus keadaan dan akhirnya terlena serta melupakan niat awal kenapa kita berada di negeri seribu menara ini. Jadi, waspadalah dengan mesir, karena jika kita tidak dapat menundukannya maka dialah yang akan membinasakan kita.&lt;br /&gt;Adakah kendala-kendala dalam akademis yang pernah dilalui?&lt;br /&gt;Bicara tentang kendala-kendala ketika belajar di Mesir, dulu ketika awal saya tiba di Mesir tidak ada semacam Fushul Taqwiyah seperti sekarang ini, cuma sekedar bimbingan belajar yang disediakan oleh almamater dan itu cukup berpengaruh pada proses belajar, terlebih bagi kita yang merasa IQnya standar jika dibandingkan dengan teman-teman yang lain. Maka, berangkat dari situlah saya bertekad akan bersungguh-sungguh dalam belajar, wal hasil alhamdulillah saya bisa menemempuh S1 walaupun dalam kurun waktu yang agak lama. Namun, terkadang saya menilai bukanlah titel yang menentukan kadar keilmuan seseorang, melainkan sejauh mana ilmunya itu diamalkan serta bermanfaat bagi orang lain, maka mudah-mudahan  keberkahan ilmulah yang menjadi tolak ukur kita. Khairunnâs 'Anfauhum Linnâs.&lt;br /&gt;Apa saja aktifitas yang dijalani sekarang?&lt;br /&gt;Kesibukan saya di Mesir setelah selesai S1, selain mengamalkan ilmu yang telah didapat, saja juga ibu dari dua orang anak, kemudian  saya juga sering menyibukkan diri dengan kegiatan-kegitan, diantaranya: Sebagai Penasehat Forum Silaturahmi Umahât (Fosma) H-10 dan sekitarnya yang mengkaji berbagai permaslahan seperti Fiqih Kontemporer, kesehatan reproduksi serta membahas bagaimana kiat-kiat sukses studi dan sekses berkeluarga. Kemudian saya juga aktif di Keluarga Mahasiswa Jambi (KMJ) sebagi simpatisan sekaligus anggota Istimewa serta aktif sebagai Penasehat Devisi Kewanitaan Ruhama juga aktif di berbagai kajian-kajian, seminar-seminar dan juga talkshow kewanitaan dengan akhwat-akhwat serta ibu-ibu  yang ada di mesir. &lt;br /&gt;Bagaimana cara Ustadzah mengatur waktu antara studi dan tugas rumah tangga?&lt;br /&gt;Yang pertama, kita harus memahami keadaan orang yang kita sayangi, artinya kita harus tafahum, kemudian nanti akan timbul tasamuh. Kalau sudah tasamuh kita akan tahu sejauh mana tingkat keikhlasan kita. Maka berangkat dari situlah semuanya akan berjalan dengan baik. Kemudian kita juga harus bisa membagi waktu untuk belajar dan untuk tugas keluarga dengan memperhatikan kondisi keluarga atau pertumbuhan anak-anak, misalnya ketika suami kita sedang belajar, berarti kita yang mengurus anak-anak, begitu juga sebaliknya. Intinya, semuanya harus kita kasih ruang untuk bergerak agar bisa berksinambungan yang pada akhirnya akan datang kesuksesan yang kita harapkan, karena semuanya bisa dilihat dari sini kalau kita bisa sukses dalam mengatur waktu untuk belajar dan tugas kelurga insya Allah kita akan suskses juga dalam mengatur hal yang lainnya. Yang terakhir, jangan lupa untuk memberikan dukungan kepada suami kita dalam menjalani semuanya, karena dukungan kita sebagai pasanganya sangat mempengaruhi proses kesuksesannya di dalam mearih cita-cita dan azam. &lt;br /&gt;Apa saja persiapan bagi teman-teman ingin studi di Mesir?&lt;br /&gt;Persiapan yang perlu diperhatikan bagi teman-teman yang ingin melanjutkan studinya di mesir, paling tidak harus mengusai bahasa arab dan nahwu sharaf atau ilmu alat, karena itu merupakan modal dasar untuk proses dalam memahami pelajaran-pelajaran di kuliah. Kemudian juga kita harus memperdalam pengalaman-pengalaman yang ada, misalnya menanyakan kepada senior-senior yang sudah kembali ke tanah air perihal seputar keadaan Mesir. Semua itu untuk menjadikan barometer kita disini, apakah kita bersungguh-sungguh atau berleha-leha. Dan juga yang paling terpenting adalah azam serta cita-cita kita untuk belajar disini haruslah benar-benar kita tanamkan. Bismillah.. Faidzâ ‘azamta Fa Tawakkal ‘alallah. Maka insya Allah semua cita-cita yang kita dambakan bisa diraih.&lt;br /&gt;Adakah pesan dan kesan  untuk Attaqwa tercinta?&lt;br /&gt;Pesan untuk teman-teman Attaqwa yang ada di Mesir, pertama kita harus kenali dan  pelajari diri kita dulu, siapa diri kita dan untuk apa kita berada di Mesir, lalu kita harus memanaje dengan baik segala sesuatu yang harus kita kerjakan selama proses belajar karena sudah tentu yang kita inginkan adalah benar-benar kesuksesan bukan kegagalan. Dan kesuksesan itu diraih bukan hanya dengan berpangku tangan saja melainkan dengan kejuhudan dalam belajar. Pernah ada sebuah guyonan dari salah seorang senior IKPMA, “Belajar di Mesir itu kepala jadi kaki, kaki jadi kepala.” Artinya, kesuksesan benar-benar tidak bisa dijual, harus dengan Juhud dan Tadhiyyah. Maka dari itu, untuk teman-teman  IKPMA mari kita semangat, kita buka lembaran baru setelah tahu sejauh mana kadar kemampuan kita. Intinya, bagaimana kita berusaha untuk bisa sampai kepada tujuan yang sesuai dengan janji kita kepada orang-orang yang kita sayangi, orang tua, keluarga, guru-guru, pondok, masyarakat serta nusa dan bangsa. Wallahu a’lam bishshawâb.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3806071980915108003-2485293029875993922?l=irhamnirofiun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irhamnirofiun.blogspot.com/feeds/2485293029875993922/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irhamnirofiun.blogspot.com/2010/02/wawancara-eksklusif-ustzh-hj-siti.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3806071980915108003/posts/default/2485293029875993922'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3806071980915108003/posts/default/2485293029875993922'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irhamnirofiun.blogspot.com/2010/02/wawancara-eksklusif-ustzh-hj-siti.html' title='Wawancara Eksklusif Ustzh. Hj. Siti Roudhoh Hasbiallah, Lc. - Mesir'/><author><name>..::Irhamni H. Rofi'un::..</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16848612931575216655</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_d4HaSQZfcpE/S4JxRlGztbI/AAAAAAAAAEo/aBgLqJVGC8s/s72-c/IMG_0963.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3806071980915108003.post-8458296804300700115</id><published>2010-02-21T15:28:00.003+02:00</published><updated>2010-02-21T15:32:18.678+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wawancara Eksklusif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kreasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Attaqwa.'/><title type='text'>Wawancara Eksklusif Sidratul Muntaha - Malaysia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_d4HaSQZfcpE/S4E1pThHlUI/AAAAAAAAAEg/ZzXnZGjiiLM/s1600-h/otun.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_d4HaSQZfcpE/S4E1pThHlUI/AAAAAAAAAEg/ZzXnZGjiiLM/s320/otun.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5440688808570361154" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Berikut wawancara dengan Sidrotul Muntaha, salah satu Mahasiswa Master Psikologi Pendidikan di International Islamic University, Malaysia. Alumni attaqwa  putera tahun 2000 ini sempat mengambikan dirinya pada tahun 2000-2001.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kira-kira, berapa jumlah alumnus attaqwa yang sekarang belajar di Malaysia?&lt;br /&gt;Jumlah alumnus attaqwa yang sedang menempuh pendidikan di Malaysia sebanyak 5 orang dan tersebar di dua Universitas. 4 orang di IIUM -tempat saya sekarang ini- yang terdiri dari: 1 orang kuliah Doktoral, 1 orang Master dan 2 orang studi S1. Sedangkan 1 orang lagi kuliah Master di University of Malaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang menjadi landasan anda yang lebih memilih melanjutkan studi di Malaysia dari pada negara lain? Dan apa keistimewaannya serta hambatan studi disana?&lt;br /&gt;Secara umum saya memilih kuliah di Malaysia dan lebih tepatnya di IIUM adalah: Pertama, fasilitas kampus yang sangat modern dan memanjakan semua mahasiswanya mulai dari gedung perkuliahan, asrama, library yang jumlah bukunya sangat banyak dan up to date, internet gratis di setiap sudut kampus, hingga sarana ekstra-kurikuler yang semuanya tersedia lengkap, mulai dari stadium untuk sepakbola sampai dengan kolam renang. Kedua, IIUM untuk program Master bidang pendidikan menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar. Ketiga, dosen yang mengajar merupakan alumni universitas-universitas ternama di luar negeri. Keempat, biaya kuliah Master di Malaysia lebih murah dibandingkan beberapa kampus negeri di Indonesia, meskipun jika dilihat secara keseluruhannya (biaya hidup), lumayan memberatkan. Apalagi nilai mata uang rupiah yang tidak stabil terhadap dollar Amerika yang otomatis berdampak langsung pada mata uang rupiah itu sendiri.&lt;br /&gt;Mengenai hambatan, mendekati tahun ke-3 saya menempuh studi di Malaysia, alhamdulillah saya belum pernah menemui hambatan yang signifikan yang sekiranya bisa mengganggu kuliah saya di IIUM. Namun ada beberapa hal yang sempat membuat saya merasa tidak nyaman, diantaranya: Pertama, lemahnya penguasaan bahasa Inggris. Ini bisa dikatakan kendala terbesar saya selama kulia di IIUM. Karena mulai dari Madrasah Ibtidaiyah-Aliyah hingga menempuh pendidikan s1, saya jalani dengan menggunakan bahasa Indonesia. Kedua, masalah logistik. Secara geografis dan kultur, Malaysia memang dekat dengan Indonesia, bahkan banyak penduduk Indonesia yang berprofesi sebagai Koki disini. Namun, saya tetap merasakan perbedaan citarasa masakan yang sempat membuat saya tidak nyaman pada awalnya, seperti agak sulit menemukan masakan melayu yang bercita rasa pedas layaknya di Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ada yang ingin melanjutkan studi di Malaysia, apa persyaratan yang harus dipersiapkan?&lt;br /&gt;Hal terpenting yang harus dipersiapkan oleh pelajar yang ingin melanjutkan studi di Malaysia adalah penguasaan bahasa Arab dan Inggris. Walaupun di IIUM menyediakan kelas bahasa sebagai syarat untuk bisa mengikuti perkuliahan, namun haruslah sudah punya basic bahasa yang lumayan (Arab dan Inggris). Hal itu akan mempermudah dan mempercepat kita dalam menempuh pendidikan di Malaysia yang menjadikan dua bahasa tersebut sebagai bahasa pengantar di kelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belakangan ini terjadi beberapa persoalan yang sangat sensitif antara Indonesia dan Malaysia, apakah hal tersebut mempengaruhi proses studi para pelajar dan mahasiswa Indonesia di sana?&lt;br /&gt;Sejauh yang saya rasakan dan saya dengar dari teman-teman, belum ada dampak besar dari sengketa antara Indoesia dan Malaysia akhir-akhir ini. Walaupun ada beberapa pelajar dan dosen Malaysia yang bertanya tentang hal tersebut, namun sejauh ini saya rasa mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di Malaysia tidak mengalami gangguan apapun sebagai dampak dari kasus tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah pesan dan kesan yang ingin disampaikan untuk Attaqwa tercinta?&lt;br /&gt;Saya mengenal dan belajar huruf serta angka-angka pertama kali dari Attaqwa. So, Attaqwa sudah menjadi salah satu bagian terpenting dari jejak langkah hidup saya hingga sekarang ini.&lt;br /&gt;Untuk pesan, kepada adik-adik kelas saya di Attaqwa. Jangan pernah takut mempunyai impian, karena manusia tidak pernah membayar untuk sebuah kata mimpi. Namun begitu banyak orang sukses karena berani bermimpi dan rela berjuang untuk mewujudkannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3806071980915108003-8458296804300700115?l=irhamnirofiun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irhamnirofiun.blogspot.com/feeds/8458296804300700115/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irhamnirofiun.blogspot.com/2010/02/wawancara-eksklusif-sidratul-muntaha.html#comment-form' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3806071980915108003/posts/default/8458296804300700115'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3806071980915108003/posts/default/8458296804300700115'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irhamnirofiun.blogspot.com/2010/02/wawancara-eksklusif-sidratul-muntaha.html' title='Wawancara Eksklusif Sidratul Muntaha - Malaysia'/><author><name>..::Irhamni H. Rofi'un::..</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16848612931575216655</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_d4HaSQZfcpE/S4E1pThHlUI/AAAAAAAAAEg/ZzXnZGjiiLM/s72-c/otun.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3806071980915108003.post-762447046738758617</id><published>2010-02-19T19:02:00.008+02:00</published><updated>2010-07-01T22:17:19.787+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='IKPMA'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wawancara Eksklusif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mesir'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Al-Azhar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Attaqwa.'/><title type='text'>Wawancara Eksklusif Bang Abdul Hayyi Alkattani, MA. - Mesir</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_d4HaSQZfcpE/S4EVCrKr4rI/AAAAAAAAACw/pV2ToJqO204/s1600-h/bng+hayyi.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 274px; height: 277px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_d4HaSQZfcpE/S4EVCrKr4rI/AAAAAAAAACw/pV2ToJqO204/s320/bng+hayyi.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5440652960531735218" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;T: Bagaimana perjalanan abang bisa sampai ke Mesir hingga hampir menyelesaikan program dukturah dan kenapa memilih Mesir sebagai tujuan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;J: Saya itu selesai di Attaqwa tahun 1991. Pada zaman saya orang yang lulus dari Attaqwa lulusan aliyah tidak bisa langsung ikut ujian negeri, tapi satu tahun kemudian baru bisa ikut ujian persamaan, tidak seperti sekarang. Jadi tahun 1992 saya baru bisa ikut ujian tahun itu. Ketika itu pula saya diinformasikan ada kesempatan untuk sekolah ke Mesir jadi semenjak itu saya ke Mesir. Kenapa saya pilih Mesir? Waktu itu saya ada pilihan:  imma ke Malaysia atau imma ke Saudi atau ke Pakistan atau Mesir. Jadi dari sekian pilihan-pilihan itu saya lihat ternyata Mesir yang paling menjanjikan. Dalam artian di Mesir itu kita bisa menguasai bahasa Arab secara langsung tapi juga kita mempunyai kesempatan untuk mempelajari hal-hal lain, hal-hal yang bersifat organisasi dan ilmu-ilmu yang lebih luas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;T: Masalah S3 program dukturah, kapan rencana abang menyelesaikan disertasi dan apa saja yang abang sudah persiapkan dalam hal tersebut?. Kalau boleh tahu apa yang akan abang bahas dalam disertasi tersebut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;J: Ketika tahun 1991 selesai aliyah, saya berkesempatan selama sepuluh bulan menemani pak kyai pada hari-hari terakhir dari beliau sakit sampai beliau meninggal. Dari situ saya melihat bahwa betapa ulama itu sangat penting. Ketika beliau sakit kita kehilangan, dari situlah dan selama itu pula saya disamping menemani ternyata saya belajar informal. Ya saya cukup belajar di samping kasur, sambil menemani pak kyiai saya membaca. Kadang-kadang ketika melihat teman-teman PPA-Wati yang sedang berjalan ke sekolahnya, saya sedih juga ingin seperti anak-anak sekolah lagi. Jadi ada dua hal yang yang mendorong saya untuk sampai S3. Pertama, pentingnya ulama; yang kedua, pentingnya belajar. Ketika itu saya berfikir dan bertekad jika ada kesempatan saya akan pergunakan dengan sebaik-baiknya untuk belajar. Karena saya merasakan saat itu jadi betapa pentingnya ilmu. Kita merasa kehilangan ketika almarhum meninggal. Di samping itu juga saya merasa betapa kosongnya saat itu karena tidak belajar. Jadi dua hal itu yang mendorong saya untuk bertekad: pokoknya di Mesir saya harus selesai pada puncaknya, bagaimana pun caranya. Dari situ saya belajar rajin. Maka ketika S1 alhamdulillah saya jayyid empat tahun selesai. S2 saya ke Al Azhar, tapi ternyata di Azhar itu saya tidak muqayyad juga setelah setahun mendaftar. Saya lulus tes tapi muqayyad nya ngga turun-turun. Jadi karena dorongan untuk belajar maka saya melompat ke Darul Ulum, walaupun bayar. Kemudian saya pindah kesana. Ternyata krisis ekonomi datang. Jadi dari situ saya mau S2 cepat, tapi malah jadi molor. Karena apa? Karena saya masuk Darul Ulum harus bayar, tapi uangnya tidak ada. Ya kemana lagi selain harus kerja. Kerjanya apa? Ya banyakin terjemah? Ini jadi sebab kenapa terjemah saya banyak. Ya karena buat bayar kuliah dan buat hidup. Jadi bukan saja terjemah itu saya hobi, tapi juga karena kebutuhan.  Karena memang jalannya seperti itu, ya kita jalanin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi cukup lama juga disini.  Saya intinya kerja juga kan. Di situlah kenapa akhirnya saya banyak punya buku yang diterbitkan. Jadi ada hikmahnya. Satu segi saya lambat tapi satu segi saya banyak punya buku. Tapi seharusnya dua tahun malah molor 5-6 tahun. Syukur alhamdulillah 2004 selesai. Dan setelah itu saya masih belum puas karena cita-cita yang paling akhir itu belum dapat, yaitu S3 di Mesir. Maka saya pun mengusahakan tahun 2005 saya daftar judul, alhamdulillah diterima. Pas itu saya pulang ke indonesia libur tiga bulan. Ketika balik ke Mesir, saya dapati ternyata judul saya ada yang sama dengan judul orang lain. Maka saya akhirnya harus  dari awal mencari judul cari lagi. Tahun 2006 saya masih cari judul. Akhir 2006 atau 2007 baru mendapatkan judul lain. Dua tahun hilang.  Maka kita di situ diuji kesabarannya. Di mesir ini, jika kita ada kesulitan kemudian kita hadapi dengan sabar dan tidak lari, insya Allah bisa menemukan jalan keluarnya. Ada kesulitan ada kemudahan. Jadi inna ma’al ‘usri yusra itu benar adanya. Insya Allah dikasih jalan keluar. Ketika itu semenjak tahun 2007 saya mulai baca kumpulin bahan jadi 2008 itu saya baru mulai menulis dan diusahakan hingga akhir tahun ini selesai. Jadi cukup lama perjalanannya dari tahun 1992 sampai 2009. Memang ilmu itu sangat penting dari dulu pun ulama belajar sampai meninggal. Nabi Musa ditanya oleh Allah siapakah orang yang paling cerdas dan pintar dimuka bumi ini? Nabi musa bilang, "saya". Ternyata jawaban itu ditolak oleh Allah swt. Maka kaget kan nabi musa. Padahal Nabi Musa kan seorang nabi, tapi masih ada yang lebih pinter darinya. Maka nabi musa diperintahkan untuk belajar ke Nabi Khidir. Intinya, di atas yang lebih pintar ada lagi yang lebih pinter lagi. jadi ga boleh berhenti belajar.  Ilmu itu tidak ada batasnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke risalah saya, yang saya tulis saat ini tentang “Khuludun nas bayna asshufiyah walfalasifah islamiyyin” yaitu tentang konsep kekekalan jiwa antara kalangan tasawuf dan kalangan filosof Islam. Jadi menyangkut bagaimana memahami jiwa itu apa terus bagaimana setelah meninggal.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;T: Pembicaraan yang paling anyar untuk saat ini dikalangan masisir kurang lebih ada tiga, pertama permasalahan seputar Maba. Kedua, seputar partai politik atau pemilu. Yang ketiga, permasalahan nasib Palestina. Untuk ketiga permasalahan ini kami dari redaksi Kreasi ingin mengetahui pandangan abang tentang hal tersebut.&lt;br /&gt; Pertama seputar Maba: Melihat kondisi sekarang sepertinya sulit sekali untuk melanjutkan studi ke timur tengah khususnya mesir, dampak dari kondisi tersebut adalah nasib para maba khususnya maba attaqwa yang berjumlah 17 orang yang sampai saat ini tak kunjung datang yang sudah pasti meninggalkan mata kuliah pada termin satu. Bagaimana pandangan abang mengenai hal ini dan solusi bagi mereka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;J: menurut saya kita dalam masalah ini dari segi fakta disini kita menyalahkan lembaga resmi pemerintah Indonesia dalam hal ini Depag dan orang-orang yang bertanggung jawab disana. Ini setelah saya pelajari adalah murni kesalahan mereka jadi permainan zaman dulu, sistem zaman dulu itu masih dipakai. Ini tidak bisa dipergunakan untuk pergaulan internasional. Ini adalah tamparan bagi Indonesia. Bagi kita apabila terjun di Depag maka harus melakukan perubahan. Salah kalau gaya lama diterapkan untuk menangani milik orang luar . Azhar itu kan memberikan kesempatan kepada kita.  Itu sebenarnya sama saja kita diberikan beasiswa. Walaupun yang tidak dapat beasiswa secara langsung pun tetap secara hakikatnya mendapatkan beasiswa dari Al Azhar. Karena kita bayar cuma sedikit. Jadi fasilitas itu sama saja beasiswa. Secara tidak langsung semua orang yang belajar di Azhar itu menikmati wakaf orang mesir. Kekayaan wakaf orang mesir ini yang sedang kita nikmati di Mesir berupa fasilitas belajar apalagi yang dapat beasiswa kan seperti di bu'uuts dan kuliah itu semua wakaf kekayaan orang Mesir. Disini kita menyayangkan Depag tidak profesional sebetulnya ini merupakan suatu tamparan yang memalukan. Sebagai lembaga agama banyak orang yang pintar dan katanya agamawan, ternyata seperti itu. Jadi kalau kita dulu bisa bersembunyi sekarang orang luar melihat dan membuka masalah ini jadi betul-betul terlihat. Bagi kita sebagai rakyat biasa dan bukan pejabat yang berwenang,  melihat mahasiswa baru itu tidak bisa mempunyai tawaran apa-apa untuk mengubah itu semua, karena memang permainannya itu tingkat lembaga Negara. Jadi melihat kondisi sekarang kita harus ambil hikmahnya. Selama kosong itu manfaatkan apa saja ilmu yang bisa dipelajari. Apakah bahasa Arab atau bahasa Inggrisnya. Apakah dia memperdalam dan menyiapkan hafalan al Qur`annya dan sebagainya. Memang betul para MABA itu berada dalam penyesalan, menyalahkan atau pusing-pusing malu sama tetangga karena katanya mau berangkat tapi belum juga. Maka menurut saya, saat menunggu itu seharusnya dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Supaya nanti ketika datang waktunya berangkat ke Kairo, dia sudah siap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;T: Selanjutnya bila mereka sudah sampai di Mesir, apa yang seharusnya mereka lakukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;J: Jadi menurut saya mahasiswa baru itu sebaiknya tingkat satu dan tingkat dua malah memfokuskan dirinya pada pelajaran. Dia harus menguasai pelajaran dan merasakan lulus,  minimal di tingkat satu. Jadi ketika lulus, dia tahu bagaimana cara ber ta’amul, cara menghadapi Azhar itu bagaimana supaya bisa lulus. Apalagi jika nilainya bagus, tentu akan sangat baik. Jadi kalau sudah ketahuan carannya maka bisa mengatur waktu untuk hal-hal yang lain. Misalnya organisasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi organisasi itu tidak kemana-mana, sehingga tidak perlu dikejar-kejar. Kita tinggal dan tidak ikut organisasi itu juga tidak kenapa-napa. Tapi kalau pelajaran, ya kalau kita tidak pelajari maka kita nya kemana-mana, tapi belajarnya kemana tau. Jadi untuk saat ini, yang terpenting adalah pelajaran, terutama al Qur`an dan bahasa Arabnya baik fushah maupun 'amiyah, serta pengungkapannya. Jadi kalau itu sudah kuat, untuk kedepannya enak. Usahakan kenal langsung sama orang Mesir, gaul, jadi bahasa nya itu bukan bahasa Indonesia tapi Arab Mesir. Jangan kita sampai di sini kumpul sama orang satu kampung, sama saja preman ciplak pindah markas ke Kairo; orangnya dia-dia juga. Kalau dulu nongkrongnya di warteg Ciplak, kalau sekarang adanya di Kairo Hayyul Asyir. Orangnya dia-dia juga dan yang dibicarakan itu-itu juga, ya sama saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;T: Mengenai Pemilu Raya tahap pertama yang akan dilaksanakan pada tanggal 9 April 2009, bagaimana persepsi abang tentang kegiatan partai politik di kalangan masisir dan tentang Golput?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;J: Menurut saya, ini adalah momen untuk kita menentukan sedikit berperan dalam masalah Negara. Jadi kesempatan untuk turut menentukan dengan cara memilih orang yang baik. Ketika –misalnya- kita golput, ya tidak ada yang rugi. Yang rugi kita saja. Karena seharusnya kita berperan, jadi ngga. Malahan yang untung non-muslim seperti kalau tidak salah di Kalimantan Tengah. Orangnya mayoritas muslim tapi banyak yang golput atau yang Islam itu pendidikannya kurang dan tidak suka bergerak di bidang politik dan pemerintahan. Jadinya anggota DPRD serta bupati dan gubernurnya kebanyakan non-muslim. Sekarang baru mereka menyadari dan merasakan kena batunya. Atau tidak enaknya memilih golput. Karena ternyata pejabat-pejabat itu menggalakan pendirian gereja di sana, padahal di daerah muslim. Para penduduk menentang tidak bisa, karena dikuasai oleh non-muslim. Jadi selama kita mampu menggunakan kesempatan untuk menentukan pilihan yang terbaik, lakukanlah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;T: Seputar nasib Palestina: Jika Palestina berjihad dengan perang, tentunya kita selaku sesama muslim tidak bisa begitu saja membiarkan saudara kita susah. Lantas, menurut Bang Hayyi jihad seperti apa yang bisa kita lakukan agar kita tidak termasuk golongan yang dikatakan “tertawa di atas penderitaan saudaranya (Muslim Palestina, Red)”?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;J: Jadi sebenarnya kasus Palestina-Israel itu kasus yang kompleks. Sebetulnya ini sudah masuk kategori kasus internasional. Saya lihat, hingga negara Arab pun ketika terjun itu kemungkinan mereka malah rugi. Jadi kenapa negara Arab malah buat perjanjian damai? Karena  seandainya Yordania, Saudi, Mesir itu berperang melawan Israel, kemungkinan malah Mesir nya yang ke ambil bukan Israelnya yang diambil. Karena apa?Karena Israel itu pada hakikatnya Amerika. Kita perhatikan kekuatan tahun 1948 terus tahun 1967, serta  sebelumnya perang ‘Udwan Tsulatsi; Ketika tahun 1948 di Mesir ini dan negara-negara Arab dalam jajahan. Kekuatan dan pusatnya Islam itu ada di Turki. Tidak ada kekuatan bersenjata secara riil dan massif di Timur Tengah, saat itu. Yang ada suku-suku kecil. Jadi memang, tidak dapat berbuat banyak. Sementara Israel itu kepanjangan tangan dari Inggris dan Prancis. Karenanya, Negara-negara Arab pada 1948 itu kalah. Karena memang tidak ada pemerintahan yang efektif. Tentara yang ada di Timur Tengah itu tentara Inggris. Walaupun di Mesir ada Ikhwannya, tapi sedikit yang pegang senjata dan kurang massif dan kurang efektif. Tahun 1967 juga sama. Israel nyerang duluan dengan senjata yang mutakhir. Arab baru mengumpulkan senjata sudah diserang. Sementara tahun 1973, Amerika gentian menyokong Israel. Jadi semuanya memang baik Inggris maupun Perancis menggunakan Israel sebagai agennya di Timur Tengah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara saat ini, seandainya Mesir berperang melawan Israel, maka Mesir akan dikucilkan dan kemungkinan kehilangan sebagian negaranya serta rakyatnya mati.  Negaranya berkurang dan masyarakatnya jatuh miskin karena habis buat beli senjata. Jadi kadang kita fahami juga kenapa Mesir  dan Yordan akan menjadi lebih parah lagi seandainya dia perang. Karena memang kondisinya belum memungkinkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka bagi kita pelajar di Mesir ini, kita perang melawan kebodohan. Jadi ketika kita misalnya benci dan marah terhadap Israel maka kemarahannya itu seharusnya ditujukan kepada kebodohan kita. Kalau misalkan selama ini nilainya pas-pasan, maka perangnya berarti harus jayyid  demi palestina misalnya. Jadi bukan sambil nangis meratapi Palestina, tapi tetap tidak belajar. Melihat orang dibunuh  marah, dsb. Israel malah senang kalau kita marah dan stress. Kita marah tidak ada pengaruhnya buat dia. Kita ada pengaruhnya kalau kita jadi pintar, bisa menguasai, dan bisa diplomasi. Jadi kalau kita bisa berkomunikasi menggalang masa, itu yang ditakutkan sama dia. Kita bisa menggalang financial untuk gerakan umat islam itu yang ditakutkan sama dia. Kalau bom-boman malah dia senang sambil mengatakan: ternyata Islam itu teroris, tuh lihat buktinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang kita senang berjuang jangka pendek, padahal  yang paling susah itu berjuang jangka panjang. Yaitu dengan  membangun pendidikan, mendidik masyarakat dsb. Itu perjuangan. Jadi perang itu ada selesainya, kalau bangun masyarakat itu tidak ada selesainya. Perang ada selesainya, sedangkan  belajar tidak ada selesainya. Karena ilmu tidak ada habisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;T: Kalimat penutup dan pesan untuk kawan-kawan IKPMA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;J: Menurut saya, sampainya kita di Mesir itu amanah. Karena ada ribuan orang bahkan jutaan orang ingin ke Mesir. Ada orang yang susah lulus tes. Ada yang sudah lulus tapi tidak dapat visa. Ada yang punya kemampuan tapi tidak ada uang. Maka suatu kesalahan bila kita sudah sampai disini apalagi bisa lulus ternyata kita tidak pergunakan itu untuk mempercepat atau memperdalam ilmu. Jadi kalau ada yang terburu-buru ingin berbakti ke Indonesia, ingin ngajar, sebelum menempuh pendidikan secara total di Mesir hingga jenjang yang tertinggi, itu menurut saya godaan. Zaman dulu itu kyiai-kyiai kalau sebelum dipanggil orang tuanya belum pulang. Jadi kalau orangtua nya sudah tua, sudah saatnya regenerasi, baru pulang. Tentunya sampai selesai jenjang yang tinggi. Tapi kalau orangtua masih muda, sehat, baru empat tahun sudah pulang, itu namanya manja. Sementara kalau dia di Mesir ini ada pengurusan beasiswa dan macam-macam, sehingga terbuka kesempatan untuk terus lanjut. Jadi amanah di Mesir itu tidak semua orang dapat meraihnya. Banyak yang ngiler. Paling yang kita harus bayar itu waktu; yaitu lamanya waktu belajar dimesir. Seperti saya alami sendiri. Kemudian kedua, kesabaran. Karena sering ktia menghadapi musykilah ini musykilah itu. Jadi di Mesir itu harus pintar mengolah kesabaran. Ada musykilah visalah, ada musykilah temanlah, ada musykilah pembiayaanlah. Jadi semuanya itu warna-warni kehidupan. Jadi kalau baru S1 pulang ya susah. Ngapain di sana? Biasa saja, belum ada atsarnya. Minimal S2 atau S3. Apalagi ternyata dari segi kemampuan, anak-anak kita itu hanya kalah dengan MANPK Koto Baru Padang. Berarti mengalahkan Ciamis, Darunnajah, Gontor dll. Dulu kan  kita kagum sama Gontor, tapi ternyata secara akademis yang kelihatannya kita tidak bisa apa-apa, disini kita bisa punya kemampuan mengungguli mereka. Tapi kenapa justru lulusan Gontor itu banyak tampil di tanah air, tampil kayak di sini? Nah itu yang harus kita pelajari. Kekurangan kita itu apa dalam segi akademis? Saya yakin kita cukup bagus dalam hal akademis itu. Nah kekurangannya itu harus dilihat dan dipelajari kemudian diberikan solusinya. Jadi jangan berpuas diri dengan capaian yang ada. Karena jika tidak, maka ketika pulang jadinya begitu-begitu saja, di kampung lagi, jadi ustadz kampong. Padahal lulusan Kairo itu seharusnya garapannya imma nasional, atau malah internasional. Atau kalau ngga nasional, minimal provinsi dah. Bagaimana caranya? Lihat orang-orang yang sudah sukses di nasional, seperti pak Quraisy Shihab. Kalau internasionalnya seperti Said Agil Mahdali yang bukunya diterbitkan di Mesir, atau Darul Hadits. Dari pilihan-pilihan itulah yang nantinya menentukan bakat kita. Jadi kita harus sungguh-sungguh berusaha baru tercapai cita-cita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Curriculum Vitae&lt;br /&gt;H. Abdul Hayyie al Kattani,MA.TTL:Bekasi, 26 Juli 1972.Menikah, Nur Inayah Dimyathi (Isteri)dikaruniai dua orang putra Syadi Abdul Hayyi dan Muhammad Abdul Hayyi.Pekerjaan: Mahasiswa Program Dukturoh Universitas Darul Ulum, Mesir.Email: alkattani1@gmail.com.Kekeluargaan :KPJ (Keluarga Pelajar Jakarta)Almamater: IKPMA (Ikatan Keluarga Pelajar dan Mahasiswa Attaqwa)Aktifitas : Wakil ketua redaksi bulletin Fajar 1995-1996, anggota dewan redaksi Jurnal Oase 1996-1998, ketua kelompok studi Mizan Study Club 1998-1999, pengurus ICMI Orsat-Cairo 1997-1999, Peneliti di ISSR (Islamic Studies and Social Research) Cairo 1998-2000, Director on Board Cimas (Centre for Information, Middle East and Africa Studies) Cairo, Dewan Konsultatif     PPMI (Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia) Mesir 1999-2000, Penasehat Pengurus Wilayah PII Mesir (1999-sekarang), anggota dewan redaksi bulletin Kreasi - Cairo, 1994-1995, dan peneliti di FOSHAM (Forum Studi Hak Asasi Manusia) Mesir. Buku-bukunya (terjemahan) yang telah dan akan terbit adalah:Islam dan Pluralitas, Dr. Muhammad Imarah, GIP, Jakarta, 1999. Trend Islam 2000, Dr. Murad Wilfred Hoffman, GIP, Jakarta, 1997. Fiqh Responsibilitas, Dr. Ali Abdul Halim Mahmud, GIP, Jakarta, 1998.Berita Kemenangan Islam, Dr. Yusuf al Qardhawie, GIP, Jakarta, 1997. Sunnah Rasul Sumber Ilmu Pengetahuan dan Peradaban, Dr. Yusuf al-Qardhawie, GIP, Jakarta, 1998. Hidangan Islami, Syekh Fauzi Muhammad Abu Zaid, GIP, Jakarta, 1997. Bepergian (Rihlah) secara Islam, Dr. Abdul Hakam Ash Sha'idi, GIP, Jakarta, 1998. Hukum Murtad, Dr. Yusuf Al Qardhawie, GIP, Jakarta, 1997. Al Quran Berbicara tentang Akal dan Ilmu Pengetahuan, Dr. Yusuf al Qardwahie, GIP, Jakarta, 1998. Fundamentalisme dalam Perspektif Pemikiran Barat dan Islam, Dr.Muhammad Imarah, GIP, Jakarta, 1999. Islam dan Keamanan Sosial, Dr. Muhammad Imarah, GIP, Jakarta, 1999. Pergolakan Pemikiran, Dr. Murad Wilfred Hoffman, GIP, Jakarta, 1998. Miskin dan Kaya dalam Pandangan Al Quran, Muhammad Bahauddin Al Qubbani, GIP, Jakarta, 1999. Hukum Tata Negara, Al Mawardie, GIP, Jakarta, 2000 Dosa-dosa Besar, Syekh Mutawalli Sya'rawi, GIP, Jakarta, Khutbah-Khutbah Imam Ali KW, karya Imam Muhammad Abduh, GIP, Jakarta, Tuntunan dalam Khitbah (Bertunangan), karya Muhammad Ali Quthb, GIP, Jakarta, Petunjuk Jalan, karya Sayyid Quthb, GIP, Jakarta. Sekarang sedang menggarap terjemah kitab Al-fiqhu al-Islam wa Adillatuhu karya Wahbah Zuhaili bersama tim terjemahnya. Dan Masih banyak lagi buku-buku terjemahannya yang lain.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3806071980915108003-762447046738758617?l=irhamnirofiun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irhamnirofiun.blogspot.com/feeds/762447046738758617/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irhamnirofiun.blogspot.com/2010/02/wawancara-eksklusif-bang-abdul-hayyi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3806071980915108003/posts/default/762447046738758617'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3806071980915108003/posts/default/762447046738758617'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irhamnirofiun.blogspot.com/2010/02/wawancara-eksklusif-bang-abdul-hayyi.html' title='Wawancara Eksklusif Bang Abdul Hayyi Alkattani, MA. - Mesir'/><author><name>..::Irhamni H. Rofi'un::..</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16848612931575216655</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_d4HaSQZfcpE/S4EVCrKr4rI/AAAAAAAAACw/pV2ToJqO204/s72-c/bng+hayyi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3806071980915108003.post-7478935371864328585</id><published>2010-02-19T17:07:00.003+02:00</published><updated>2010-02-21T13:16:15.758+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='IKPMA'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kreasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Attaqwa.'/><title type='text'>Wawancara Eksklusif Nada Rahma - Pakistan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_d4HaSQZfcpE/S4EV9OXBWyI/AAAAAAAAAC4/_EyEq-YvjPg/s1600-h/n751988194_1338054_8718.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 231px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_d4HaSQZfcpE/S4EV9OXBWyI/AAAAAAAAAC4/_EyEq-YvjPg/s320/n751988194_1338054_8718.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5440653966411127586" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Inilah wawancara Kreasi dengan Nada Rahmah, alumni tahun 2006 yang menjadi Mahasiswi di International Islamic University Islamabad, Pakistan, jurusan BA (bachelor honours) Faculty English language, Literature and Humanity.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berapa jumlah alumni Attaqwa yang sedang belajar di Pakistan?&lt;br /&gt;Jumlah alumni Attaqwa di Pakistan ada 2 orang, saya dan Mutiara Subhiyah (alumni tahun 2008).&lt;br /&gt;Faktor apa yang mendorong anda untuk meneruskan studi di Pakistan?&lt;br /&gt;Banyak hal yang menggerakkan hati saya untuk menuntut ilmu di Pakistan serta keunikan dan kendala belajar di sini, diantaranya:&lt;br /&gt;Sebenarnya saat itu tidak terbersit di fikiran sama sekali untuk belajar di negeri Ali Jinnah ini, tetapi saat itu orang tua yang tidak mampu membujuk saya lagi untuk melanjutkan studi di Mesir, dikarenakan kemampuan saya yang sangat lemah dalam bahasa arab. Hal inilah yang memberikan pilihan saya untuk melanjutkan studi di Pakistan. Saat itu saya meminta untuk melanjutkan di Australia atau di United &lt;br /&gt;Kingdom karena saya ingin mengambil jurusan Sastra Inggris.&lt;br /&gt;Namun lagi-lagi orang tua kurang setuju, dikarenakan saya anak perempuan 'semata wayang' dan belum pernah merasakan bagaimana hidup di negeri orang. Maka mereka akhirnya memberikan solusi untuk meneruskan studi di negara muslim mayoritas yang menggunakan bahasa Inggris sebagai salah satu official language mereka selain bahasa aslinya yaitu urdu.&lt;br /&gt;Keunikan yang membuat saya tertarik belajar di sini, karena bahasa Inggris dan bahasa arab adalah bahasa yang tidak asing bagi warga lokalnya, di samping itu, saya bisa belajar bahasa mereka yaitu bahasa urdu. Dan standar nilai mereka pun disetarakan dengan bahasa Inggris oxford, semua buku adalah rekomendasi oxford.&lt;br /&gt;Namun kendala yang dihadapi adalah situasi, akhir-akhir ini situasi di Pakistan semakin memanas, seringkali bom terjadi dimana-mana, bahkan sekarang pun sudah masuk daerah kapital Islamabad yang sebelumnya adalah daerah yang paling aman di Pakistan.&lt;br /&gt;Serta kendala-kendala lain yang menggangu aktifitas belajar, namun secara keseluruhan, kondisi untuk belajar masih sangat memungkinkan bila kita menyampingkan masalah politik yang akhir-akhir ini acap kali terjadi di Pakistan. Asrama dan lingkungan kampus yang sejuk dan luas memungkinkan pelajar leluasa untuk mempersiapkan ujian ataupun hanya untuk sekedar belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa langkah yang harus ditempuh jika ingin melanjutkan studi ke Pakistan?&lt;br /&gt;Banyak persyaratan yang harus dipersiapkan untuk melanjutkan studi di Pakistan, diantaranya:&lt;br /&gt;1. Menyerahkan Ijazah lengkap dari SD-Pendidikan terakhir, legalisir yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris.&lt;br /&gt;2. Memberikan foto copy legalisir ijazah ke universitas, lengkap dengan foto 2x3, 3x4 dan foto copy paspor.&lt;br /&gt;3. Mengisi formulir addmission akan di kirim ke universitas atau bisa meminta bantuan mahasiswa yang sudah berada di Pakistan untuk membelikan formulir dan mengisinya. Serta mengajukan laporan ke embassy Indonesia yang berada di Mesir (kok di Mesir? Bukannya Pakistan?). (Ini dengan bantuan mahasiswa).&lt;br /&gt;4. Setelah formulir serta dokumen-dokumen telah terkirim, kita akan menunggu keluarnya addmission letter dari universitas dan dari Higher Education Comission (HEC), sebagai tanda bahwa kita telah diakui dan diizinkan melanjutkan studi di universitas yang dituju.&lt;br /&gt;5. Seluruh foto copy dokumen, ijazah, foto, paspor, legalisir dan surat admission dari universitas dan HEC di kirimkan ke embassy Pakistan yang berada di Indonesia.&lt;br /&gt;Mereka akan mengirimkan seluruh dokumen ke Ministry Of Interrior.&lt;br /&gt;6. Tinggal menunggu surat keputusan dari Ministry of Interrior (di sini di uji kesabaran juga karena memakan waktu yang sangat lama).&lt;br /&gt;7. Setelah surat keputusan keluar. Lalu di fax dan di serahkan ke embassy Pakistan yang berada di Jakarta untuk pembuatan izin visa studi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa saja peran Anda sebagai Mahasiswa Indonesia di Pakistan?&lt;br /&gt;Karena di sini kita adalah minoritas dan hanya saya dan sepupu saya yang merupakan alumni Attaqwa, maka kita tidak mempunyai komunitas sendiri. Namun untuk aktif di berbagai organisasi di Pakistan, alhamdulillah saya sendiri pernah aktif di PPMI Pakistan selama 2 tahun menjabat sebagai sekretaris keputrian, aktif di FLP forum lingkar pena cabang Pakistan sampai sekarang dan aktif di organisasi seperti NU-Nahdhotul Ulama menjabat sebagai kepala perkembangan perekonomian organisasi, serta di kampus saya tergabung dengan komunitas sastra ELS (English Literature Society),  sedangkan sepupu saya Mutiara Subhiyah baru bergabung dengan FLP cabang Pakistan, dikarenakan dia baru tiba di Pakistan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah pesan dan kesan untuk Attaqwa tercinta?&lt;br /&gt;Tetaplah menjadi wadah pendidikan yang mengembangkan muridnya tidak hanya di bidang agama, namun juga di bidang umum. Dan tetaplah meneladani Almarhum Guru Besar untuk menjadi pelajar yang berbakat dalam seni, shaleh dalam agama, dan cerdas.&lt;br /&gt;Adapun kesan saya selama di Attaqwa, di sana saya belajar bagaimana rasanya bertanggung jawab, entah itu dalam organisasi, belajar, ataupun kepada diri sendiri. Di sana saya juga belajar dalam melihat bahwa semua orang adalah sama, meskipun mereka adalah guru, adik kelas, kakak kelas, yang membedakan mereka adalah cara mereka menghadapi masalah bijak atau tidaknya, tergantung dari kepribadian masing-masing. Apakah mereka bisa bijak sesuai dengan pangkat atau panggilan yang mereka miliki , atau mereka bertindak sama seperti halnya orang lain kebanyakan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3806071980915108003-7478935371864328585?l=irhamnirofiun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irhamnirofiun.blogspot.com/feeds/7478935371864328585/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irhamnirofiun.blogspot.com/2010/02/wawancara-eksklusif-nada-rahma-pakistan.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3806071980915108003/posts/default/7478935371864328585'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3806071980915108003/posts/default/7478935371864328585'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irhamnirofiun.blogspot.com/2010/02/wawancara-eksklusif-nada-rahma-pakistan.html' title='Wawancara Eksklusif Nada Rahma - Pakistan'/><author><name>..::Irhamni H. Rofi'un::..</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16848612931575216655</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_d4HaSQZfcpE/S4EV9OXBWyI/AAAAAAAAAC4/_EyEq-YvjPg/s72-c/n751988194_1338054_8718.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3806071980915108003.post-2838316548883576568</id><published>2010-02-17T12:45:00.004+02:00</published><updated>2010-02-21T13:21:00.659+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='IKPMA'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wawancara Eksklusif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kreasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Attaqwa.'/><title type='text'>Wawancara Eksklusif Izuddin Hasan, Yaman</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_d4HaSQZfcpE/S4EXArYRAbI/AAAAAAAAADA/NxGPGUIpFaU/s1600-h/15834_1119228910417_1517852379_30299819_1921716_n.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_d4HaSQZfcpE/S4EXArYRAbI/AAAAAAAAADA/NxGPGUIpFaU/s320/15834_1119228910417_1517852379_30299819_1921716_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5440655125252211122" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini cuplikan wawancara bersama Izzuddin Hasan Marzuqi, alumni Attaqwa tahun 2007 yang sedang menempuh studi di Yaman.&lt;br /&gt;Berapa jumlah alumni Attaqwa yang sedang belajar di Yaman?&lt;br /&gt;Semuanya berjumlah 3 orang: Izzuddin Hasan Marzuqi (2007), Ahmad Dhiaul Haq Nasroli (2008) dan Saifullah Affandi (2008).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana kondisi Yaman? Adakah kelebihan dan kekurangan sarana dan prasarana disana?&lt;br /&gt;Tentang Tareem Hadhramaut Yaman. Nama kota Tareem diambil dari nama seorang penguasa yang membangun kota tersebut, yaitu Tarim bin Hadhramaut. Menurut sumber lain dikatakan bahwa yang membangun kota Tarim adalah Sa'ad al-Kamil. Adapun sebutan lain dari kota Tarim adalah Al-Ghanna, yang artinya suatu tempat yang sangat subur. Disebut demikian karena di kota Tarim banyak terdapat tempat-tempat rimbun, banyak pohon-pohon besar yang tumbuh dan banyak pula sumber-sumber airnya. &lt;br /&gt;Kota Tarim juga disebut Madinah ash-Shiddiq. Hal ini disebabkan pada saat khalifah Abu Bakar ash-Shiddiq meminta sumpah setia penguasa kota Tarim pada saat itu yang bernama Ziyad bin Lubaid al-Anshary, maka penguasa kota tersebut memberikan sumpah setianya dan kemudian diikuti oleh semua penduduk kota Tarim tanpa ada yang tertinggal.&lt;br /&gt;Ketika berita ini disampaikan kepada Khalifah Abu Bakar ash- Shiddiq lewat surat, maka beliau berdoa untuk penduduk kota Tarim dengan 3 permohonan: &lt;br /&gt;1. Semoga kota Tarim diberi kemakmuran, &lt;br /&gt;2. Semoga kota Tarim diberikan berkah sumber airnya, &lt;br /&gt;3. Semoga kota Tarim dipenuhi oleh orang-orang sholeh sampai hari kiamat.&lt;br /&gt;As-Syeikh Muhammad bin Abu Bakar Ba'ibad berkata, "Sesungguhnya Abu Bakar ash- Shiddiq Ra. pernah memberi doa secara khusus bagi penduduk Tarim".&lt;br /&gt;Salah satu keistimewaan kota Tarim adalah kota ini selalu dikunjungi orang dengan maksud yang amat penting, misalnya untuk mengambil barakah, menuntut ilmu, berziarah kepada wali-wali Allah dan bukan seperti kota-kota lain yang dikunjungi orang untuk mencari keuntungan yang bersifat duniawi.&lt;br /&gt;Keistimewaan kota Tarim yang lain adalah banyak tersebarnya anak cucu Ahlul Bait Rasullullah Saw. Mereka tumbuh pesat di tanah yang penuh dengan kebaikan, mulia perilaku dan darah keturunan penduduknya.&lt;br /&gt;Walaupun Hadhramaut dalam segi sarana dan prasarana sangat tertinggal jauh dari negara-negara arab berkembang lainnya, tetapi tidak menyurutkan semangat para pelajar Indonesia dan pelajar dari berbagai negara lain yang menuntut ilmu di negri Saba ini. Dan kukurangan ini dijadikan sebagai bahan pelatihan diri untuk lebih tawadhu' dan zuhud dalam hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kira-kira, apa saja yang harus dipersiapkan untuk belajar di Yaman?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persiapan untuk melanjutkan studi di Yaman berbeda-beda menurut masing-masing instansi pendidikan disini seperti: Rubath Tareem, Darul Musthafa, Kuliah Syariah dan Hukum Al-Ahqaf dan lainnya. Tetapi, secara garis besar yang mesti dipersiapkan adalah bahasa arab, hapal juz 30, menguasai kitab hadits Arba'in, 'aqidatul awam, safinatunnajah, matan al-jurrumiyah. Dan syarat ini bisa saja bertambah menurut instansi pendidikan masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa saja sistem yang diterapkan di tempat anda menggali ilmu pengetahuan sekarang dan bagaimana cara anda menyesuaikan diri dengan sistem tersebut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lembaga pendidikan di Yaman ada yang menggunakan sistem kuliah seperti Jami'ah Al-Ahqaf dan lain-lain. Sementara Rubath Tareem dan Darul Musthafa merupakan suatu ma'had yang menerapkan sistem belajar 'halaqah'. Pelajar di setiap halaqahnya berjumlah kurang lebih 15 orang dipimpin oleh satu syaikh. Para pelajar menyesuaikan sistem belajar dengan cara mengatur waktu, agar dapat membagi waktu mereka untuk muraja'ah, muthala'ah pelajaran, dars, istirahat dan ibadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah pesan dan kesan untuk Attaqwa tercinta?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak kesan yang terekam dalam memori kenangan, mulai dari kenangan manis, asem, asin, pahit. Pokoknya subhanallah banget dah.. ^_^&lt;br /&gt;Adapun pesan saya, hal yang mesti dijaga oleh penuntut ilmu adalah adab, ilmu, dan amal.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3806071980915108003-2838316548883576568?l=irhamnirofiun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irhamnirofiun.blogspot.com/feeds/2838316548883576568/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irhamnirofiun.blogspot.com/2010/02/wawancara-eksklusif-izuddin-hasan-yaman.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3806071980915108003/posts/default/2838316548883576568'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3806071980915108003/posts/default/2838316548883576568'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irhamnirofiun.blogspot.com/2010/02/wawancara-eksklusif-izuddin-hasan-yaman.html' title='Wawancara Eksklusif Izuddin Hasan, Yaman'/><author><name>..::Irhamni H. Rofi'un::..</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16848612931575216655</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_d4HaSQZfcpE/S4EXArYRAbI/AAAAAAAAADA/NxGPGUIpFaU/s72-c/15834_1119228910417_1517852379_30299819_1921716_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3806071980915108003.post-1217334250408317947</id><published>2010-02-15T15:01:00.006+02:00</published><updated>2010-02-21T13:27:21.416+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='IKPMA'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wawancara Eksklusif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mesir'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Al-Azhar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kreasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Attaqwa.'/><title type='text'>Wawancara Eksklusif Bapak H. Nasruddin Lathief, MA - Libya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_d4HaSQZfcpE/S4EYQdkj5iI/AAAAAAAAADI/IPSZkURd07M/s1600-h/peninggalan+romawi+di+Subrata,+Libya.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 213px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_d4HaSQZfcpE/S4EYQdkj5iI/AAAAAAAAADI/IPSZkURd07M/s320/peninggalan+romawi+di+Subrata,+Libya.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5440656495935219234" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kapan Bapak lulus dari Attaqwa, serta bagaimana perjalanan studi Bapak?&lt;br /&gt;Kalau ditanya lulus, sebenarnya saya tidak lulus. Yang tepat adalah lolos. Karena saya tidak tamat sampai kelas 6. Saya hanya menyelesaikan kelas 3 MTs saja. Jadi saya lolos Mts tahun 1976. Ceritanya begini, pada tahun tersebut saya termasuk siswa bersama H. Maturidi Muhiddin, yang mengikuti ujian negeri. Dari siswa kelas 3 MTs hanya saya berdua saja. Sedangkan yang lain semuanya dari abituren atau santri yang telah lulus dan mengabdi di pondok. Saya mendengar kabar bahwa siapa saja yang mengikuti ujian negeri, akan dikeluarkan dari pondok. Saya merasa termasuk dari mereka itu. Namun, saya masih mengikuti ujian akhir kelas 3 MTs, walau hanya mengerjakan soal sebentar dan keluar. Sehingga sempat ditanyakan oleh alm. Guru Tadjuddin Marzuki, “Kemana Nasruddin? Tidak ikut ujian?” Kawan-kawan menjawab bahwa saya sudah keluar. Kendati demikian, kalau tidak salah saya masih menduduki rangking ke-2 dalam kenaikan kelas ujian tersebut.&lt;br /&gt;Akhirnya saya mendaftar ke SPIAIN (Sekolah Persiapan IAIN)-setingkat Aliyah-, Ciputat. Sekarang sudah berganti menjadi MAN 3. Ketika mendaftar, saya ditanya mau ikut tes kelas berapa? Saya jawab. “Kelas 2”. Ternyata saya lulus. Sehingga saya tidak merasakan duduk di kelas 1. Mungkin bisa saya katakan bahwa kurikulum pondok Attaqwa saat itu cukup bagus sehingga santrinya bisa lulus walau bukan pada mustawanya. Dalam fikiran saya, andaikan saya ikut tes kelas 3, saya yakin akan lulus.&lt;br /&gt;Setelah lulus, saya melanjutkan ke IAIN. Ada beberapa Fakultas yang saya geluti, karena saya dari SPIAIN bisa mendaftar di beberapa Fakultas sebelum menentukan pilihan yang tepat. Tapi saya juga mengikuti tes negeri (saat itu namanya SKALU). Saya pilih jurusan Sastra Arab UI. Saya lulus juga, dan akhirnya saya pilih Sastra Arab UI di Rawamangun. Di Jurusan tersebut saya juga menempati ranking tertinggi dalam pengumpulan SKS, sehingga saya diberikan beasiswa dari Pemda DKI yang saat itu dipimpin oleh Gubernur Pak Tjokropranolo.&lt;br /&gt;Setelah satu tahun setengah menjalani kuliah, saya mulai gelisah karena untuk menjadi sarjana, menurut saya mudah. Tapi belum tentu berilmu dan berkualitas. Saat itulah saya berkata kepada orang tua bahwa saya ingin melanjutkan kuliah ke Mesir. Permintaan itu didukung oleh orang tua, maka pada bulan januari 1982 saya tiba di Kairo dan mengambil cuti di UI. Tapi saya baru masuk kuliah pada bulan September 1982. Saya masih ingat pengumuman di Universitas Al-Azhar bahwa hasil pengumuman bahwa saya diterima kuliah tertulis dengan tulisan tangan, sedangkan di sebelah atasnya tertulis dengan mesin ketik. Wallahu A’lam apakah karena saya alumni lama (tahun 1979) atau ada pertimbangan hal yang lain. Tapi saya kira di samping itu, yang menjadi pertimbangan barangkali nilai ijazah Aliyah saya cukup tinggi. Kalau tidak begitu, bisa saja saya tidak diterima. Tapi teka-teki tersebut sampai sekarang tidak terjawab. Saya hanya bersyukur saja pada Allah bahwa cita-cita untuk kuliah di Al-Azhar tercapai.&lt;br /&gt;Pada tahun 1982, untuk pertama kalinya saya melaksanakan haji dan bekerja kepada Syaikh di Makkah mengurus jamaah haji. Setelah lulus di Mesir saya melanjutkan ke Islamabad, Pakistan. Disana saya banyak bertemu dengan para alumni Attaqwa yang melanjutkan studinya di IIUI. Dan pertemuan tersebut berlanjut di milis attaqwa-bekasi@yahoogroups.com hingga sekarang. Cuma sangan disayangkan, para ‘pejabat resmi’ saya lihat belum ada yang ada yang jadi member dengan milis yang banyak berbicara untuk kemajuan Attaqwa tersebut.&lt;br /&gt;Saat ini, apa kesibukan Bapak?&lt;br /&gt;Di KBRI Tripoli saya bertugas sebagai staff Politik. Sebelumnya saya pernah bertugas sebagai staf Bidang Urusan Haji (BUH), Konsulat Jederal RI di Jeddah, dan juga pernah bertugas sebagai APRO (Asst. Public Relation Officer) di Konsulat Agung Negara Brunei Darussalam juga di Jeddah. Kemudian saya kembali ke Jakarta dan mengabdi sebagai tenaga pengajar di Universitas Paramadina, Jakarta. Bahkan saya pernah menjabat sebagai Ketua Jurusan Falsafah dan Agama di Universitas tersebut sebelum akhirnya saya berangkat ke Tripoli. Keberangkatan ke Tripoli ini didahului dengan mengikuti tes di Deplu Jakarta untuk Lokal Staf. Karena faktor usia, saya yang tidak lagi pantas untuk penerimaan diplomat. Tapi saya bersyukur karena mantan santri Attaqwa bisa demikian. Sedikit info, ada pengakuan dari pimpinan bahwa kalau kemampuan sama dengan diplomat, cuma nasib saja barangkali yang berbeda….haaa..haaa. (Pujian itu bukan kepada saya, tapi kepada Attaqwa yang telah melahirkan alumni yang berkemampuan bagus).&lt;br /&gt;Bisa sedikit digambarkan bagaimana tentang kondisi Libya?&lt;br /&gt;Libya, lengkapnya cukup panjang, yaitu Great Socialist People’s Libyan Arab Jamahiriya (GSPLAJ). Bahasa Arabnya, Al-Jamahiriyah al-Arabiyah al-Libiyah al-Sya’biyah al-Isytirakiyah al-Udzma, biasa disingkat dengan al-Jamahiriyah al-Udzma atau al-Jamahiriyah saja. Sistem demokrasinya adalah demokrasi langsung dan kekuasaan rakyat dengan motto, ‘Parlemen yang memutuskan dan Kabinet yang melaksanakan, berdasarkan gagasan pemikiran yang diformulasikan oleh Kol. Muammar Gaddafi, Pemimpin Libya. Kol. Gaddafi tidak menduduki jabatan resmi dalam pemerintahan. Dia hanya the leader (Pemimpin Libya), atau lebih tepatnya the leader of Al-Fateh Revolution. Kekusaan tertinggi ada di tangan rakyat melalui Parlemen yaitu, General People’s Congress (GPC). Keanggotaan parlemen ini dimulai dari Basic General People’s Congress. Semua keputusan penting harus melalui parlemen, sedangkan Kabinet (General Peole’s Cabinet) melaksanakan apa yang telah diputuskan oleh parlemen. Ketua Kabinet atau Perdana Menteri sekarang adalah Dr. Al-Baghdadi Ali Al-Mahmudi, sedangkan ketua parlemennya adalah Embarek Ammar Al-Samekh. Parlemen menjadi kekuasaan tertinggi sebagai representatif rakyat. Karena itu, kresidensial para duta besar asing disampaikan kepada ketua parlemen, bukan kepada PM atau kepada Kol. Gaddafi. Itu sedikit gambaran ringkas mengenai sistem pemerintahan Libya.&lt;br /&gt;Sedangkan mengenai pembangunan Libya, sebagaimana kita ketahui bahwa Libya baru saja mendapat pencabutan sanksi PBB yang dikenal dengan embargo pada tahun 2003. Libya saat ini sedang giat-giatnya membangun fasilitas infrastruktur di dalam negeri. Dari sisi ekonomi, Libya mempunyai cadangan devisa sangat kuat, bahkan termasuk negara yang tidak terkena imbas krisis ekonomi dunia akhir-akhir ini -dimana negara kaya banyak yang terkena termasuk Uni Emirat Arab, Dubai, dsb-. Libya yang perharinya menghasilkan 1,7 juta barel minyak, rencananya akan ditingkatkan menjadi 3 juta barel perhari pada tahun 2013. Kekayaan alam yang lain adalah gas dan tenaga surya juga angin. Karena itu, banyak perusahaan asing EP (Eksplorasi dan Produksi) yang bergerak di bidang perminyakan, termasuk Pertamina dan PT. Medco Energy dari Indonesia bekerja sama dengan Libya. Sedangkan di bidang infrastruktur, banyak perusahaan asing yang bergerak membangun pembangunan yang digalakkan oleh pemerintah Libya tersebut. Perusahaan Indonesia juga ada yang mendapat proyek pembangunan infrastruktur, yaitu PT. Citramegah Karya Gemilang (CKG) yang bekerjasama dengan PT. Inti Karya Persada Teknik (IKPT). Di samping itu, ada juga beberapa perusahaan Indonesia yang mendapat kontrak pembangunan infrastruktur yang lain.&lt;br /&gt;Bagaimana gambaran pendidikan tinggi Islam di Libya?&lt;br /&gt;Di Tripoli terdapat sebuah lembaga Pendidikan Islam yang dikelola oleh World Islamic Call Society (WICS) atau Jam’iyyah al-Dakwah al-Islamiyah al-'Alamiyah. Sekjennya bernama Dr. Mohamed Ahmed Sherif. (WICS ini yang membangun Gaddafi Islamic Center di Sentul dan rencananya akan membuka cabang Kulliyah al-Dakwah al-Islamiyah (KDI) disitu). Lembaga ini seperti Al-Azhar di Mesir yang mengelola Universitas Al-Azhar. Lembaga pendidikan yang dikelola oleh WICS bernama KDI. Mahasiswa Indonesia yang belajar di lembaga tersebut saat ini berjumlah ±130 orang. KDI hanya menerima 1000 mahasiswa dari seluruh dunia, dan semuanya diberikan beasiswa (saya lebih menekankan uang zakat, karena lebih greget). Untuk mendaftar ke KDI, pihak WICS mempercayakan kepada perwakilannya di Indonesia yang juga merupakan alumni KDI. Namanya K.H. Muhyiddin Junaidi (biasa disapa dengan Pak Jun). Beliau juga sebagai pengurus MUI Pusat, Ketua Bidang Kerjasama Hubungan Luar Negeri MUI saat ini. Setiap tahun, mahasiswa yang ingin belajar di KDI mengikuti seleksi yang diselenggarakan di Jakarta, tempatnya di kantor PP Muhammadiyah Menteng. Bagian yang bertugas di bidang pengiriman mahasiswa LN adalah Ust. Zainal Abidin, sahabat saya alumni Universitas Zaituniyah, Tunisia. Bagi santri Attaqwa yang berminat bisa mengikuti tes tersebut di tempat yang saya sebutkan di atas dan bisa minta informasi dari Ust. Zainal Abidin di PP Muhammadiyah. Setiap tahun, Indonesia mendapat quota belasan mahasiswa untuk belajar di KDI.&lt;br /&gt;Adakah pesan dan Kesan untuk Attaqwa tercinta?&lt;br /&gt;Pesan saya, pertama untuk para sesepuh perguruan putra dan putri agar bergabung dengan milis grup Attaqwa-Bekasi, karena milis tersebut berbicara tentang kepedulian mengenai perguruan Attaqwa, terutama kepala Perguruan dan Kepala Sekolah seperti Guru Nurul Anwar, Guru Masilla, dsb. Kedua, pesan saya kepada para santriwan/wati agar memanfaatkan sebanyak mungkin media untuk melihat dunia. Kalau pada zaman saya di pesantren semua masih serba mustahil, sekarang tidak lagi. Semua informasi mengalir dengan deras, ‘ragma anfih’, kata orang Arab.&lt;br /&gt;Kesan saya, pertama kepada para ‘sesepuh pengelola’ Attaqwa masih mengidap penyakit post power syndrome. Saya masih mendengar ada kecurigaan, misalnya, milis itu sebagai tempat orang-orang yang mengkritik Attaqwa, yang sebenarnya seharusnya malah berterima kasih bahwa para alumni sangat perduli pada perguruan. Seharusnya berfikir positif saja, bahwa semua kritikan tersebut merupakan penilaian yang sangat netral yang bisa dijadikan barometer pengelolaan perguruan selama ini. Kesan kepada santriwan/wati saya tidak ada karena sudah kelamaan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3806071980915108003-1217334250408317947?l=irhamnirofiun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irhamnirofiun.blogspot.com/feeds/1217334250408317947/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irhamnirofiun.blogspot.com/2010/02/wawancara-eksklusif-bapak-h-nasruddin.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3806071980915108003/posts/default/1217334250408317947'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3806071980915108003/posts/default/1217334250408317947'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irhamnirofiun.blogspot.com/2010/02/wawancara-eksklusif-bapak-h-nasruddin.html' title='Wawancara Eksklusif Bapak H. Nasruddin Lathief, MA - Libya'/><author><name>..::Irhamni H. Rofi'un::..</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16848612931575216655</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_d4HaSQZfcpE/S4EYQdkj5iI/AAAAAAAAADI/IPSZkURd07M/s72-c/peninggalan+romawi+di+Subrata,+Libya.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3806071980915108003.post-1064672824793663526</id><published>2010-02-15T14:54:00.004+02:00</published><updated>2010-03-04T16:05:40.764+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='IKPMA'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wawancara Eksklusif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mesir'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kreasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Attaqwa.'/><title type='text'>Wawancara Eksklusif H. Husnul Amal, MA. - Maroko.</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_d4HaSQZfcpE/S4EZ5zUyK4I/AAAAAAAAADQ/syoQ50TgmHs/s1600-h/2799_1079372017037_1008363793_30182335_3627689_n.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_d4HaSQZfcpE/S4EZ5zUyK4I/AAAAAAAAADQ/syoQ50TgmHs/s320/2799_1079372017037_1008363793_30182335_3627689_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5440658305660889986" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini cuplikan wawancara dari H. Husnul Amal, MA, alumni Attaqwa putra tahun 1998.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana perjalanan studi anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya alumni Ponpes Attaqwa Tahun 1998. Namun, saya baru kuliah melanjutkan S1 tahun 1999 di al-Azhar Kairo. Karena pada  tahun 1998 saat saya lulus, Indonesia masih dalam masa resesi ekonomi yang membuat perekenomian dan nilai mata uang kita anjlok. Sehingga dalam keadaan yang tidak pasti -di dalam negeri- menyulitkan saya untuk memutuskan apakah melanjutkan studi di luar negeri (Mesir) atau tidak. Akhirnya saya putuskan untukmenunggu. Sembari wait and see, saya mengabdi beberapa bulan di almamater dan kemudian masuk ke UIN Jakarta (saat itu masih IAIN) selama satu tahun. Setelah menempuh program S1 di Meisr, saya melanjutkan studi di Maroko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa status profesi di Maroko?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini saya sedang menjalani Program Doktoral di Universitas Sultan Moulay Slimane yang  berlokasi di salah satu wilayah Maroko yaitu Kota Beni Mellal. Di  universitas ini, hanya terdapat 2 orang mahasiswa Indonesia, saya dan 1 lagi teman saya yang sedang menempuh program S2. Sebelumnya saat S2, saya menyelesaikannya di kota Rabat pada Institut Dar al- Hadits al-Hassaniyah li al-Dirasat al-Islamiyah al-'Ulya. Jadi saat ini saya beada di kota baru, universitas baru dan tentunya dengan suasana dan tantangan yang baru dari kondisi sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa anda memilih Maroko sebagai tempat menuntut ilmu? Kira-kira apa kelebihan dan  kekurangannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa hal yang membuat saya memilih Maroko sebagai tempat melanjutkan studi, diantaranya: &lt;br /&gt;Pertama, khazanah keilmuan Islamnya yang kaya dan tidak kalah dengan negara arab/timur tengah lainnya. Bagi sebagian masyarakat kita, mendengar nama Maroko memang masih terasa asing dan belum menjadi negara tujuan studi. Saya pikir, ini disebabkan karena minimnya informasi yang sampai kepada kita dan alumninya, Dari Indonesia pun memang belum banyak alumni dan tidak terlalu dikenal. Namun, sejatinya Maroko memiliki andil yang tidak bisa dilepaskan dari sejarah panjang keilmuan Islam, terutama ulama-ulama yang berasal atau pernah singgah/menetap di wilayah Maghrib al-'Araby yang termasuk kawasan Maroko, hingga Andalusia di Spanyol pada masa kejayaan Islam yang ada di wilayah baratnya. Misalnya, dalam bidang kajian hadits yang saya ikuti, tercatat nama Al-Qadhi 'Iyyadh, pengarang kitab "Masyariq al-Anwar", "Ikmal al-Mu'lim" yang merupakan salah satu syarah kitab Shahih Muslim dan kitab "al-Syifa", sebuah kitab sirah nabawiyah. Beliau wafat dan dimakamkan di Marakech, salah satu kota di Maroko. Di bidang fiqih kita mengenal nama Ibnu al-'Arabi al-Ma'afiry penulis kitab "Ahkam al-Qur'an". Di bidang lainnya, kita kenal nama-nama seperti Ibnu Batutah seorang pengembara muslim, berasal dan wafat di kota Tanger/Tanjah, Maroko yang telah menulis perjalanannya keliling dunia dalam bukunya yang masyhur bernama "Rihlah Ibnu Batutah". Kita kenal juga Ibnu al-Jurrumi al-Shonhaji pengarang kitab nahwu "al-Jurrumiyah", ulama asal kota Fez/Fas, Maroko juga Syaikh al-Jazuli yang dimakamkan di Marakech. Juga pengarang kitab "Dalail al-Khairat" yang tidak asing lagi bagi kalangan pesantren di Indonesia. Sementara ulama-ulama kontemporer dalam bidang hadits kita sebut saja keluarga Al-Ghimari seperti al-Syaikh Abdullah bin al-Shiddiq Al-Ghimari asal kota Tanger/Tanjah, Maroko. Juga keluarga al-Kattani seperti al-Syeikh Abdul Hayyi al-Kattani pengarang kitab "Fihris al-Faharis" dan al-Syeikh Yusuf al-Kattani yang sangat konsen dengan kajian Shahih al-Bukhari. Beliau merupakan ketua Jam'iyyah al-Imam al-Bukhari di Maroko. Sementara untuk universitas, di Maroko terdapat universitas al-Qarawiyyin di kota Fez/Fas yang menurut catatan sejarah telah ada sebelum berdirinya al-Azhar di Mesir dan juga merupakan salah satu pusat studi Islam pada masanya yang telah melahirkan banyak ulama.&lt;br /&gt;Kedua, target dan sistem studi yang terukur dan efisien hingga memungkinkan bisa lebih cepat  selesai. Setelah saya selesai S1 dari Fak. Ushuluddin al-Azhar Kairo tahun 2003, saya melanjutkan S2 yang harus berada di tempat yang kondusif dan dapat memacu saya agar lebih cepat selesai. jika memungkinkan masih harus di negara arab, tentunya selain Mesir. Maka saya memilih Maroko karena masa tempuh studi S2 hanya 2 tahun. Pada saat mulai memasuki masa tamhidy (red: masa belajar-mengajar) pada  tahun kedua, sudah bisa mengajukan judul dan mengerjakan risalah yang diharapkan dapat diselesaikan bersamaan dengan selesainya tamhidy kedua ini. Namun, jika belum selesai dapat diperpanjang (tamdid) hanya 1 tahun dan dianggap DO (mafshul) bila tidak selesai juga setelah masa perpanjangan ini. Jadi kita akan merasa tertantang dengan kesempatan, target yang diberikan, dan berpacu dengan waktu untuk segera selesai studi. Tahun  ini (2009) memang telah ada perubahan kebijakan-kebijakan pendidikan oleh pemerintah yang harus diadaptasi kembali bagi mahasiswa yang belajar di Maroko pada semua tingkatan universitas. Namun perubahan itu tentunya bertujuan baik untuk menciptakan iklim belajar-mengajar yang lebih kondusif. Yang saya ketahui, studi S2 dalam kebijakan barunya saat ini  hanya 2 tahun; 3 semester (1,5 tahun) dipadatkan untuk masa tamhidy. Sisa 1 semester (1/2 tahun) khusus untuk menyelesaikan risalah dengan bimbingan intensif dari Musyrif (red: Pembimbing).&lt;br /&gt;Ketiga, pertimbangan saya yang tidak kalah penting memilih Maroko, yaitu saya ingin mencari kesempatan melanjutkan studi dengan biaya minimalis, bahkan kalau bisa yang gratis seperti di al-Azhar. Selain itu, juga bisa mendapat kesempatan untuk memperoleh minhah. Nah, di Maroko tingkat pendidikan baik di sekolah ataupun universitas milik pemerintah semuanya gratis, baik untuk pribumi ataupun orang asing. Jika kita mendaftar melalui prosedur resmi yang sudah disepakati oleh pemerintah Indonesia dan Maroko, begitu kita diterima di salah satu lembaga pendidikan resmi milik pemerintah Maroko maka dengan otomatis kita mendapatkan hak minhah. Dengan minhah ini, diharapkan dapat meringankan biaya kehidupan sehari-hari yang harus ditanggung sendiri selama masa studi nantinya.&lt;br /&gt;Keempat, adanya faktor taufiq dari Allah Swt.  atau jika boleh saya sebut faktor "keberuntungan". Dan saya sangat bersyukur pada Allah Swt. untuk hal yang satu ini. Karena yang saya ingat, ada beberapa teman seangkatan yang lulus S1 al-Azhar tahun 2003 mencoba ikut mendaftar melalui murasalah ke Maroko, tapi mereka tidak kunjung mendapat panggilan hingga akhirnya mereka tidak sabar dan pulang ke tanah air. &lt;br /&gt;Kelima, untuk membuka dunia baru bagi hidup saya dan juga bagi alumni Attaqwa di masa yang akan datang, agar tercipta jaringan baru dan lebih luas. Selama ini, tradisi alumni kita setelah lulus nyantri untuk melanjutkan studi, sering ikut-ikutan atau takut-takutan. Meski saya tidak bermaksud menafikan pertimbangan atau tidak menghormati pilihan masing-masing pribadi. Kita seringkali mengikuti kemana arah angin berhembus. Biasanya kalau ke luar negeri lebih sering anginnya ke Mesir, Malaysia atau Pakistan. Atau barangkali juga  kita memang seringkali takut-takutan untuk mencoba sesuatu yang baru dan tinggal di tempat yang asing bagi kita. Saya menjadi orang Ujungmalang atau Bekasi pertama yang "nyaba" negeri  Maroko sebagai mahasiswa. Semoga saja bukan menjadi yang terakhir. Namun saya berharap akan muncul generasi Attaqwa kemudian yang mau dan mampu mengambil juga hikmah dan mutiara ilmu di Maroko ini.&lt;br /&gt;Dari penjabaran di atas, tentunya itu bisa dinilai sebagai hal positif mengapa saya memilih Maroko. Sedangkan untuk hal yang negatif, saya tidak ingin menilai hal-hal yang tersebut merupakan sisi negatife belajar di Maroko, namun itu semua merupakan tantangan yang harus ditempuh dengan sungguh-sungguh.&lt;br /&gt;Pertama, mengenai jumlah mahasiswa yang minim dan posisi mereka yang tersebar di berbagai  kota di Maroko, baik yang berjauhan ataupun yang berdekatan. Belum lagi segala hal yang berbau keindonesiaan -seperti makanan, rumah makan atau kegiatan-kegiatan mahasiswa Indonesia-  hal-hal ini menjadi sesuatu yang mahal dan istimewa bagi mahasiswa Indonesia di Maroko.&lt;br /&gt;Kedua, soal biaya hidup yang bagi saya yang telah berbekal pengalaman membandingkan dengan kehidupan di Mesir, ternyata biaya di Maroko lebih mahal. Menurut pengalaman dan  perhitungan saya, untuk dapat hidup "cukup pas" di Maroko butuh $150-$200/bulan. Semua itu untuk  memenuhi kebutuhan pokok seperti sewa rumah, bayar air dan listrik, biaya makan dan belanja,  transportasi, membeli buku wajib/muqarrar serta membeli buku-buku tambahan. Sementara di Mesir, kita bisa hidup hanya dengan biaya $50-$100. Itupun sudah bisa mencukupi kebutuhan hidup kita sebagai mahasiswa saat itu. Namun, beban biaya hidup di maroko ini alhamdulillah bisa sedikit terkurangi dengan adanya minhah bagi mahasiswa sebesar $80/bulan. Atas dasar pertimbangan poin inilah, sebagai informasi, seringkali kami menghimbau kepada rekan-rekan yang akan mendaftar di Maroko agar tidak terjun bebas, tidak datang sebelum mendapat panggilan dan agar mendaftar pada prosedur dan jalur yang sudah ditentukan aturannya, agar tidak menjadi beban hidup kita di Maroko nantinya terlebih lagi bagi orang tua.&lt;br /&gt;  Ketiga, berbeda dengan al-Azhar yang menganut sistem perkuliahan tidak ketat absensi kehadirannya, tidak ada  muqarrar khusus pada tiap maddah (terkadang ada juga dosen yang  memberikan/menulis buku untuk muqarrar), tidak terdapat sistem muraqabah mustamirrah (ujian-ujian tambahan sebelum ujian tiap semester, khusus untuk S1), dan tidak adanya kewajiban membuat makalah. Kuliah di Maroko, kita harus rajin kuliah, berusaha mencari sendiri sumber-sumber materi dalam satu maddah dengan pedoman syllabus mata kuliah, membuat makalah untuk  tiap maddah serta mempresentasikannya, dan tidak cukup menjawab ujian dengan jawaban yang sesuai dengan soal yang ditanyakan.Tetapi, kita diharuskan menjawab soal dengan komprehensif dan dengan metode menjawab yang berbeda dengan al-Azhar. Metode menjawab soal ujian di Maroko seperti metode pembuatan makalah, ada muqadimah, sub-sub bahasan dari soal yg  ditanyakan, inti dari jawaban soal, hingga kepada kesimpulan dan penutup yang semuanya harus tesusun rapih. Karena itu, biasanya soal ujian di Maroko lebih sedikit, hanya 1 atau 2 soal.  Semua pertanyaannya berbentuk essai dan harus sesuai dengan metode jawaban yang berlaku. Alhamdulillah, semua ujian akhirnya dapat saya lalui dengan lancar.&lt;br /&gt;Keempat, terkait dengan maddah kuliah. Mata kuliah bahasa asing yang diwajibkan adalah  bahasa Perancis. Di Maroko ini pengaruh Perancis sebagai bekas penjajahnya sangatlah kuat. Bahasa Perancis adalah bahasa resmi komunikasi pemerintahan dengan masyarakat Maroko (selain bahasa arab).  Hal ini terkadang juga dapat menjadi kendala tersendiri bagi  penduduk Indonesia yang lebih familiar dengan bahasa Inggris. Untungnya bagi saya, di tempat  saya kuliah saat S2, bahasa asing selain arab yang wajib dipelajari ada 2, satu bahasa pilihan utama yang nantinya akan masuk materi ujian, satu lagi adalah bahasa tambahan untuk dipelajari saja dan tidak diujikan. Pilihannya adalah antara bahasa Inggris dan bahasa Perancis. Saya tentu saja mengambil jurusan dan pilihan yang aman untuk kelancaran studi. Maka saya pilih bahasa Inggris sebagai bahasa utama dan bahasa Perancis sebagai bahasa tambahan dalam materi kuliah selama S2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa saja yang harus dipersiapkan untuk melanjutkan studi di Maroko?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persiapan yang utama, tentunya niat yang ikhlas dan kuat untuk belajar.dengan gambaran  tantangan yangtelah diceritakan sebelumnya, meski bukan untuk menakut-nakuti teman-teman yang akan melanjutkan studi di Maroko. Tentu kita dapat mengambil pelajaran bahwa belajar di Maroko bukanlah menjadi suatu hal yang mudah. Namun, belum tentu juga menjadi sulit, karena lingkungannya, baik para dosen dan teman-teman di kampus mereka sangat baik dan terbuka untuk memberikan bantuan kepada kita. Karena itu, yang paling utama diperlukan adalah niat ikhlas dan keinginan kuat untuk belajar. Persiapan yang tidak kalah pentingnya juga adalah mental dan kesiapan untuk berada jauh dari komunitas penduduk Indonesia saat hidup di Maroko, serta mental untuk mau dan siap mempelajari hal-hal baru serta siap mengalahkan segala tantangan kondisi yang akan dijalani. Karena realitanya, untuk bisa terdaftar kuliah di Maroko agak sulit ketika hendak menentukan kampus serta jurusan yang diinginkan. Jadi, diharapkan jika ingin ke Maroko, haruslah siap mental dengan jurusan apapun yang dicapai  nantinya (kecuali S1, biasanya sesuai dengan jurusan Dirasat Islamiyah untuk studi ilmu keislamanseperti apa yang diharapkan), dan kita juga harus siap ditempatkan di universitas manapun milik pemerintah Maroko dan di kota mana pun lokasinya. Meski pada prinsipnya kita bisa mengajukan permohonan berada di kampus yang kita inginkan saat mengirim berkas pendaftaran. Namun keputusan tetap pada pihak Maroko dan institusi Maroko yang memfasilitasi pendaftaran kita. Hal ini lebih dikenal dengan sebutan AMCI.&lt;br /&gt;Quota  pelajar serta beasiswa untuk Indonesia yang diberikan oleh pemerintah Maroko pun hanyalah sebanyak 15 orang pertahun untuk semua tingkatan studi. Jadi, sangat disayangkan jika quota ini dengan sengaja dimain-mainkan dan disia-siakan.&lt;br /&gt;Bagi rekan yang ingin mengambil jurusan umum, disini pun bisa memanfaatkan jatah 15 kursi beasiswa tersebut, karena memang  pemerintah Maroko tidak mengkhususkan beasiswa itu untuk para mahasiswa pelajar ilmu-ilmu agama saja. Namun, jika mengambil kuliah jurusan umum, syaratnya harus mempunyai latar belakang dan siap dengan kemampuan bahasa Perancisnya. Karena untuk kuliah semacam ilmu hukum, ekonomi-bisnis dan sebagainya, biasanya lebih banyak menggunakan bahasa Perancis dalam proses belajar-mengajar.&lt;br /&gt;Adapun persiapan procedural seperti biasanya adalah: &lt;br /&gt;a. Fotokopi ijazah terakhir dan transkrip nilai yang telah dilegalisasi (minimal 2 lembar).     Ijazah dan transkrip nilai yang tidak berbahasa arab harus diterjemahkan secara resmi,&lt;br /&gt;b. Fotokopi paspor (minimal 2 lembar),&lt;br /&gt;c. Pas foto berwarna (10-15 lembar),&lt;br /&gt;d. Biodata  atau curriculum vitae,&lt;br /&gt;e. Surat permohonan pendaftaran,&lt;br /&gt;f. Mengisi formulir serta form pilihan jurusan yang diinginkan (biasanya disediakan oleh Depag)&lt;br /&gt;g. Lulus tes di Depag. Khusus untuk poin ini, berlaku sejak 3 tahun lalu, disebabkan pendaftaran yang kurang terkoordinasi antara Depag, kedutaan Maroko di Jakarta, KBRI di  Maroko dan AMCI. Karena itu, diputuskanlah kebijakan pendaftaran hanya 1 jalur, yaitu  wajib melalui tes Depag bagi mahasiswa yang akan melanjutkan studi ke Maroko. Padahal pada masa sebelumnya, dibenarkan proses terjun langsung yang difasilitasi KBRI Maroko untuk pendaftarannya. Namun untuk saat ini, jika tidak melewati pintu tes Depag, maka pendaftarannya tidak dapat diurus, sebagaimana kebijakan ini diberlakukan dan telah dilaksanakan untuk para calon mahasiswa yang akan ke Mesir dan beberapa Negara timur tengah lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berapa banyak prosentasi pelajar dan mahasiswa Indonesia di Maroko dan apa saja kegiatannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini jumlah mahasiswa dan pelajar Indonesia di Maroko kurang lebih ada sekitar 40  orang (jumlah pastinya ana tidak hapal) yang tersebar di berbagai kota di Maroko seperti yang sudah ana jelaskan, baik mereka yang S1, S2 ataupun S3. Adapun kegiatan mahasiswa pada  umumnya sama dengan rekan mahasiswa di Mesir atau negara lain. Dengan jumlah yang sedikit,  kami semua terhimpun dan beraktifitas hanya dalam 1 wadah pelajar/mahasiswa, yaitu PPI Maroko (Persatuan Pelajar Indonesia Maroko). Tidak ada organisasi  mahasiswa lain selain PPI. Kami berdiskusi, menyelenggarakan seminar/lokakarya/bedah buku/workshop/penerbitan buku atau sejenisnya, mengadakan event olahraga baik untuk komunitas intern atau  pun dengan extern dalam hal ini adalah pelajar se-Asia tenggara bersama dengan mahasiswa  Thailand dan Malaysia, baik dalam skala kecil atau pun besar. Kami mempunyai event olahraga dwi tahunan bernama "Seas Games", dan secara bergantian dengan mahasiswa Thailand dan Malaysia menjadi tuan rumah penyelenggaraannya. Mengadakan event kekeluargaan dalam peringatan hari- hari besar Islam, atau pun ikut berpartisipasi menghadiri acara dan event nasional kenegaraan atau yang bersifat insidentil yang seringkali diadakan oleh KBRI Maroko dan masyarakat Indonesia di sini. Alhamdulillah  kerjasama dan keakraban PPI, KBRI dan masyarakat Indonesia di Maroko dapat di nilai sangat  baik hingga saat ini. Untuk dapat menjalankan dan mengisi kegiatan-kegiatan tersebut tentunya  kami menyiasatinya dengan segala tantangan keterbatasan yang kami hadapi, baik dari sisi  jumlah mahasiswa yang cukup sedikit atau pun lokasi kami tinggal yang terpisah berjauhan antar kota serta dana yang diperlukan. Karenanya, untuk agenda dan event besar biasanya dilaksanakan pada saat hampir semua mahasiswa kumpul di kota Rabat di mana terdapat  sekretariat PPI dan lokasinya tidak berapa jauh dengan KBRI. Kami memanfaatkan waktu-waktu seperti pada masa libur panjang musim panas, pada saat kawan-kawan berkumpul untuk dan sepulang dari  haji/temus, dan saat libur hari raya idul fitri atau idul adha, di mana pada kesempatan-kesempatan ini  kami maksimalkan waktu penggunaannya agar kawan-kawan PPI semua dapat mengikuti agenda dan  kegiatan yang telah dicanangkan oleh PPI. Adapun waktu-waktu selain itu, maka biasanya diisi  dengan menyiasati pelaksanaan dalam skup lokal masing-masing kota tempat kami tinggal dan dalam skala yang lebih kecil tentunya, terutama di kota yg terdapat lebih dari 3 orang  mahasiswa Indonesia yang menetap di situ. Selebihnya, maka kami menyibukkan diri dengan  kegiatan perkuliahan dan kampus masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah pesan dan kesan untuk Attaqwa tercinta?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teruntuk almamater Attaqwa tercinta, tentunya selalu kita harapkan Attaqwa dapat semakin maju. Karena zaman juga sudah semakin maju yang menuntut kita untuk  berakselerasi lebih cepat, lebih terukur dengan standar-standar yang berlaku pada masa sekarang serta dengan profesionalisme yang dapat dipertanggungjawabkan. Sejatinya Attaqwa tidak akan pernah kekurangan potensi untuk untuk lebih mengembangkan diri dan lebih memajukan Attaqwa jauh ke depan. Namun, tugas dalam mewujudkan harapan ini tentunya tidak hanya menjadi tanggung jawab para penerus yang secara formal mengurus kelanjutan Attaqwa, tapi juga  menjadi tanggung jawab kita sebagai alumni, juga masyarakat Attaqwa dan sekitarnya. Kita  tidak lagi berada pada zaman dimana kita bisa mengandalkan sebuah kharisma dan kerja  individual untuk mencapai tujuan. Tapi saat ini, kita harus mampu bekerja secara komunal dan  profesional untuk mencapai kemajuan. Semoga saja kita menjadi alumni yang selalu siap untuk memberikan kontribusi kepada Attaqwa kapanpun dan dimanapun berada. Saat ini, bagi kita yang belum mendapat kesempatan berkontribusi secara langsung, jangan lupa untuk selalu  mendoakan Attaqwa. Ibarat jika kita cinta pada nabi Muhammad saw. cinta itu tidak akan pernah terbukti jika hanya bershalawat, itupun hal yang malas kita lakukan, bahkan tidak pernah. Maka demikian juga jika kita mengaku mencintai Attaqwa, maka sisipkanlah selalu doa untuknya di setiap shalat kita. Selain doa, pesan untuk diri saya pribadi dan juga untuk para alumni Attaqwa lainnya, agar senantiasa menjaga nama baik almamater dimanapun berada. Karena hal itu merupakan salah satu bukti cinta kita pada Attaqwa. Untuk adik-adik yang akan melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi, khususnya buat adik-adik yang akan lulus di Attaqwa atau pun rekan KREASI dan IKPMA Mesir, jangan pernah takut untuk belajar di tempat baru, negara baru yang lebih jauh. Karena saya yakin, sebagaimana dalam sebuah riwayat hadits Rasulullah Saw. mengungkapkan bahwa Allah Swt. akan memudahkan jalan menuju surga bagi setiap penuntut ilmu. Maka insya Allah jalan kita di dunia ini dalam menuntut ilmu pun akan senantiasa diberi jaminan kemudahan oleh Allah Swt. Amiin.&lt;br /&gt;sebagai penutup, saya mohon didoakan agar dapat selalu menuntut ilmu dengan ikhlas dan istiqamah serta dapat menyelesaikan studi yang sedang saya jalani sekarang ini dengan baik serta mendapat ilmu yang bermanfaat. Begitu juga untuk para dewan guru yang telah ikhlas memberikan ilmunya di Attaqwa, untuk kakak, sahabat, adik, para alumni Attaqwa semua, agar kita dapat saling mendoakan untuk kebaikan kita semua di dunia dan akhirat. Salam Attaqwa!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3806071980915108003-1064672824793663526?l=irhamnirofiun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irhamnirofiun.blogspot.com/feeds/1064672824793663526/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irhamnirofiun.blogspot.com/2010/02/wawancara-eksklusif-h-husnul-amal-ma.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3806071980915108003/posts/default/1064672824793663526'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3806071980915108003/posts/default/1064672824793663526'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irhamnirofiun.blogspot.com/2010/02/wawancara-eksklusif-h-husnul-amal-ma.html' title='Wawancara Eksklusif H. Husnul Amal, MA. - Maroko.'/><author><name>..::Irhamni H. Rofi'un::..</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16848612931575216655</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_d4HaSQZfcpE/S4EZ5zUyK4I/AAAAAAAAADQ/syoQ50TgmHs/s72-c/2799_1079372017037_1008363793_30182335_3627689_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3806071980915108003.post-8044124524383017712</id><published>2010-02-15T14:51:00.002+02:00</published><updated>2010-02-21T13:50:26.349+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kajian Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kreasi'/><title type='text'>Vaksin Meningitis; Antara Halal dan Haram</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_d4HaSQZfcpE/S4Ed9_BxOOI/AAAAAAAAADg/MSVz0Rblc6c/s1600-h/20091006_073602_calon2.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 252px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_d4HaSQZfcpE/S4Ed9_BxOOI/AAAAAAAAADg/MSVz0Rblc6c/s320/20091006_073602_calon2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5440662775568349410" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Vaksin Meningitis; Antara Halal dan Haram&lt;br /&gt;Ibadah haji merupakan rukun Islam yang kelima dan sangat krusial bagi kaum muslimin tentunya bagi yang sudah masuk dalam kategori istitho'ah. Namun, pada beberapa tahun ini semenjak pihak Arab Saudi sebagai khadimul haramain menetapkan bahwa bagi seluruh calon jama'ah haji diwajibkan vaksin meningitis atau dalam istilah arabnya iltihab as-sahaya (radang otak), banyak jama'ah calon haji yang merasa resah karena tersebar kabar bahwa vaksin tersebut mengandung enzim babi (porcine). &lt;br /&gt;Dalam hal ini penulis mencoba untuk mengidentifikasi dan memberikan sedikit pengenalan tentang Vaksin Meningitis sampai tinjauan hukum Islam dalam menangani masalah tersebut. &lt;br /&gt;Apakah Vaksin Meningitis itu? &lt;br /&gt;Vaksin (dari kata vaccinia, penyebab infeksi cacar sapi yang ketika diberikan kepada manusia, akan menimbulkan pengaruh kekebalan terhadap cacar), adalah bahan antigenik yang digunakan untuk menghasilkan kekebalan aktif terhadap suatu penyakit sehingga dapat mencegah atau mengurangi pengaruh infeksi oleh organisme alami atau "liar".&lt;br /&gt;Meningitis adalah radang membran pelindung sistem syaraf pusat. Penyakit ini dapat disebabkan oleh mikroorganisme, luka fisik, kanker, atau obat-obatan tertentu. Meningitis adalah penyakit serius karena letaknya dekat otak dan tulang belakang, sehingga dapat menyebabkan kerusakan kendali gerak, pikiran, bahkan kematian.&lt;br /&gt;Kebanyakan kasus meningitis disebabkan oleh mikroorganisme, seperti virus, bakteri, jamur, atau parasit yang menyebar dalam darah ke cairan otak. Daerah "sabuk meningitis" di Afrika terbentang dari Senegal di barat ke Ethiopia di timur. Daerah ini ditinggali kurang lebih 300 juta manusia. Pada 1996 terjadi wabah meningitis di mana 250.000 orang menderita penyakit ini dengan 25.000 korban jiwa.&lt;br /&gt;Bakteri ini ditularkan dari orang ke orang melalui tetesan sekresi pernafasan atau tenggorokan. Tutup dan lama kontak (misalnya berciuman, bersin dan batuk pada seseorang, yang tinggal di dekat tempat tinggal atau asrama (militer yang direkrut, mahasiswa), berbagi alat makan atau minum, dll) memfasilitasi penyebaran penyakit. Inkubasi rata-rata adalah 4 hari, berkisar antara 2 dan 10 hari. &lt;br /&gt;Gejala yang paling umum adalah leher kaku, demam tinggi, kepekaan terhadap cahaya, kebingungan, sakit kepala dan muntah-muntah. Bahkan ketika penyakit ini didiagnosis dini dan terapi yang memadai dilembagakan, 5% sampai 10% dari pasien mati, biasanya dalam waktu 24-48 jam setelah timbulnya gejala. Bakteri meningitis dapat menyebabkan kerusakan otak, gangguan pendengaran, atau ketidakmampuan belajar pada 10 sampai 20% dari korban. Yang kurang umum tapi lebih parah (sering fatal) bentuk penyakit meningokokus adalah septikemia meningokokus yang ditandai oleh ruam berdarah dan cepat peredaran darah.&lt;br /&gt;Benarkah vaksin meningitis mengandung enzim babi (porcine)?&lt;br /&gt;Berita bahwa vaksin meningitis dicurigai mengandung enzim babi bermula dari sebuah laporan penelitian yang dikeluarkan oleh Lembaga Pengkajian dan Pengawasan Obat dan Makanan Majelis Ulama Indonesia (LP POM MUI) Sumatera Selatan bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya. Hasil temuan tersebut kemudian diumumkan kepada publik pada 24 April 2009 oleh Ketua MUI Sumsel KH Sodikun.&lt;br /&gt;Glaxo Smith kline (GSK) sebagai produsen vaksin meningitis yang digunakan oleh Departemen Kesehatan RI, membantah bahwa produknya mengandung unsur babi. GSK menerangkan, bahwa memang pada awalnya mereka menggunakan enzim babi sebagai katalisator dalam proses pembuatan vaksin meningitis (”Old” Mencevax TM ACW 135 Y). Namun hal ini tidak dilakukan lagi pada proses pembuatan vaksin meningitis yang baru (NEW” Mencevax TM ACW 135 Y) yang digunakan sejak akhir tahun 2008.&lt;br /&gt;Klaim GSK ini ternyata hanya isapan jempol belaka. Dalam presentasi GSK di hadapan sejumlah lembaga terkait, terungkap bahwa pembuatan vaksin meningitis ternyata masih menggunakan enzim babi.&lt;br /&gt;“Meski pada hasil akhirnya vaksin meningits itu tak lagi mengandung enzim babi, namun dalam prosesnya masih menggunakan enzim babi,” ungkap Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Umar Shihab, kepada Republika , Jumat (22/5). Menurut Kiai Umar, kepastian penggunaan enzim babi itu terungkap saat perusahaan GSK, mempresentasikan proses pembuatan produknya di Gedung Depkes pada Rabu (20/5).&lt;br /&gt;KH. Ma`ruf Amin yang juga Ketua MUI memberikan pernyataan senada, beliau mengatakan: “Walaupun dalam rapat tersebut perusahaan pembuat vaksin telah membantah produknya mengandung unsur babi, tetapi dalam proses pembuatannya mulai dari bahan baku hingga menjadi vaksin ternyata bersentuhan dengan porcine sebanyak tiga kali”. &lt;br /&gt;Kemungkinan Pembuatan Vaksin Bebas Porcine&lt;br /&gt;Adalah Abdulah Mu’nim dan Herman Suryadi, keduanya adalah ahli farmasi dari Univesitas Indonesia (UI), yang melontarkan kemungkinan vaksin meningitis bisa menggunakan enzim yang halal, misalnya dari hewan yang halal atau dari mikroba sendiri.&lt;br /&gt;Sementara di Malaysia, pemerintah negeri itu menjamin penuh vaksin meningitis yang disuntikkan untuk calon jamaah umrah dan haji tak mengandung babi dan tak berkaitan dengan babi. Jaminan itu dikemukakan Wakil Menteri Kesehatan Malaysia, Datuk Rosnah Abdul Rashid Shirlin yang dikutip harian Utusan Malaysia edisi Rabu, (10/6). Menurut Rosnah, vaksin yang dihebohkan di Indonesia tidak terjadi di Malaysia. Vaksin meningitis yang diberikan kepada jamaah haji dan umrah yang dilakukan di Malaysia, katanya, telah diuji dan melalui proses penelitian lebih dulu dan ternyata tidak menimbulkan masalah hingga kini.&lt;br /&gt;Kantor Berita Malaysia, Bernama, edisi Selasa (5/5) lalu memberitakan bahwa Negeri jiran itu telah berhasil membuat vaksin meningitis halal dari enzim sapi. Proses penyembelihan sapi sebagai bahan vaksin juga dilakukan dengan islami.Vaksin baru tersebut akan selalu dan mengharuskan mengikuti prosedur, antara lain, penelitian dan percobaan. Vaksin tersebut baru bisa dipasarkan setelah melewati berbagai prosedur, seperti prosedur jaminan keamanan vaksin, sertifikasi vaksin, registrasi, dan persyaratan umum lainnya. Vaksin tersebut merupakan hasil kerja sama antara Universiti Sains Malaysia (USM) dan Institut Finlay dari Kuba, untuk mengembangkan vaksin meningitis halal, yang telah dimulai sejak dua tahun lalu. Vaksin tersebut memiliki potensi besar untuk menjadi andalan produksi bioteknologi kedua negara. &lt;br /&gt;Vaksin Meningitis dalam tinjauan hukum Islam&lt;br /&gt;Majelis Ulama Indonesia (MUI) berkesimpulan bahwa vaksin meningitis produksi Belgia yang digunakan jamaah Indonesia dan puluhan negara lainnya adalah haram.&lt;br /&gt;Berikut ini adalah kutipan pernyataan KH. Ma`ruf Amin, Ketua MUI, pada wartawan Republika usai rapat MUI yang membahas vaksin di Kantor MUI, Jakarta, Kamis (16/7).&lt;br /&gt;“Keputusannya, bahwa vaksin Meningitis produksi Belgia itu yang digunakan oleh Depkes untuk jamaah haji kita, adalah haram karena mengandung enzim babi… Namun, karena untuk calon jamaah haji intinya wajib harus divaksin karena ketentuan dari pemerintah Arab saudi, maka kita perbolehkan dengan hukum darurat bagi yang berhaji wajib atau pertamakali haji… Namun hukum darurat ini tidak berlaku bagi yang berhaji yang kedua dan seterusnya,”.&lt;br /&gt;Dikatakan KH. Ma’ruf bahwa Fatwa MUI ini sifatnya sementara sampai ditemukan vaksin yang halal. “Atau sampai kebijakan pemerintah Arab saudi yang mengharuskan vaksin meningitis ini dicabut,” tutur Kiai Ma’ruf. “Kami juga merekomendasikan paling lambat tahun 2010, pemerintah sudah harus memperoleh vaksin yang halal atau memproduksi sendiri vaksin yang halal,” tegas Kiai Ma’ruf. &lt;br /&gt;A.B. Tamam Elvasrowany (Koordinator Dept. Pendidikan &amp; Dakwah DPW. PPI Hadhramout) mengutarakan pernyataan diatas dengan jawaban sebagai berikut: Pada dasarnya saya setuju dengan keputusan MUI tersebut, hanya saja saya kurang sependapat dengan KH. Ma`ruf Amin yang memperbolehkan vaksinasi bagi yang berhaji wajib atau pertamakali haji dengan alasan dhorurot. Menurut hemat saya, dalam masalah ini sama sekali tidak ada dhorurot sehingga dapat diberlakukan kaidah fiqh “Al-Dhorurot Tubih al-Mahdzurot” (keadaan darurat dapat memperkenankan sesuatu yang dilarang). Karena –sebagaimana sudah maklum- ibadah haji adalah ibadah yang bersifat wajib `ala tarokhy, artinya boleh ditunda pelaksanaannya walaupun bagi orang yang sudah mampu.&lt;br /&gt;Dan seandainyapun yang dimaksud dengan dhorurot disini adalah pengertian yang lumrah kita baca di kitab-kitab fiqh, yaitu ancaman gangguan kesehatan yang dapat membahayakan keselamatan jiwa atau lainnya sehingga dapat memperbolehkan bertayammum (mubih al-tayammum). Keputusan hukum di atas tetaplah tidak akan berubah dengan dua alasan:&lt;br /&gt;Pertama : sebagaimana dijelaskan sebelumnya, vaksinasi dimaksudkan sebagai tindakan prefentif agar jamaah haji terhindar dari kemungkinan tertular dan menularkan meningitis terhadap orang lain ketika berada di Arab Saudi. Sementara untuk kondisi Indonesia, kemungkinan ini hampir tidak ada. Ini berarti hukum dhorurot tidak berlaku bagi para jamaah yang masih berada di Indonesia, walaupun dia tergolong calon jamaah haji wajib. Karena –sebagaimana dipaparkan sebelumnya- kewajiban haji bersifat `ala tarokhy.&lt;br /&gt;Kedua : vaksinasi meningitis dapat dilakukan dengan menggunakan cara-cara yang halal. Misalnya dengan menggunakan vaksin bebas porcine sebagaimana yang –katanya- digunakan di Malaysia, atau dengan cara-cara alami sbb:&lt;br /&gt;Laksanakan hijamah/bekam 1bulan 1 x (3 bulan berturut-turut sebelum naik haji)&lt;br /&gt;Sangat perlu makan yang segar-segar&lt;br /&gt;Pagi : Wortel 1 gelas, bayam ½ gelas&lt;br /&gt;Siang : Wortel 1 gelas, bit 1/3 gelas, Timun 1/3 gelas&lt;br /&gt;Sore : Wortel 1 gelas, seledri ½ gelas, Bayam 1/3 gelas&lt;br /&gt;Malam : Wortel 1 gelas&lt;br /&gt;Tambahan : Habatusauda, madu, sari kurma&lt;br /&gt;Makanan minuman: Back to nature, tidak msg, vetsin, instan.&lt;br /&gt;Alasan kedua ini semakin melemahkan argumen MUI. Karena diantara syarat diperbolehkannya menggunakan benda najis atau haram sebagai obat adalah apabila pengguanaan benda tersebut merupakan alternatif terakhir.&lt;br /&gt;Adapun apabila cara-cara halal ini tidak mendapatkan pengakuan dari Depkes RI. Maka ini adalah masalah lain yang tidak dapat merubah keadaan normal menjadi darurat atau yang haram menjadi halal.&lt;br /&gt;Walhasil, hukum vaksinasi meningitis menggunakan Mencevax TM ACW 135 Y buatan GSK Belgia adalah haram. Tidak ada alasan mendasar untuk memperbolehkannya dengan alasan darurat, karena memang kriteria darurat belum terpenuhi. &lt;br /&gt;Kriteria darurat sebagaimana yang disampaikan oleh KH. Ma`ruf Amin mungkin dapat berlaku bagi orang yang berkewajiban menunaikan ibadah haji sesegera mungkin (man wajaba `alaihi al-hajj fauron), disebabkan oleh nadzar atau yang lain. Namun demikian, ini masih memerlukan kajian lebih mendalam apakah memang benar dia itu sudah dianggap dalam keadaan darurat (mudhthor) atau justeru ibadah haji menjadi tidak wajib baginya karena dianggap belum mampu (istitho`ah).&lt;br /&gt;Mencoba untuk menjawab pernyataan diatas, penulis menjelaskan kembali dengan kaidah الضرورات تبيح المحظورات بشرط عدم نقصانها عنها keadaan darurat membolehkan hal-hal yang dilarang dengan syarat hal-hal yang dilarang tadi tidak kurang dari keadaan darurat. Maksudnya adanya keadaan darurat membolehkan melakukan hal-hal yang dilarang atau diharamkan dengan syarat keadaan melakukan perbuatan yang dilarang lebih ringan dari adanya keadaan darurat. Maka boleh. Sebagaimana firman Allah dalam surat Al-An'am ayat 119 وقد فصّل لكم ما حرّم عليكم إلاّ ما اضطررتم إليه (Allah telah menjelaskan kepadamu apa yang diharamkan-Nya kepadamu, kecuali jika kamu dalam keadaan terpaksa). Ayat tersebut memberikan pengertian bahwa kita dilarang untuk memakan makanan atau sesuatu yang diharamkan yang telah jelas Allah haramkan kepada kita pada selain keadaan darurat, tapi menjadi halal apabila dalam keadaan darurat sampai hilang ke daruratannya. &lt;br /&gt;Mengingat sudah datangnya musim haji 1430 H. dan sampai sekarang belum ada kabar Depkes RI telah mendapatkan vaksin meningitis halal. Pemerintah Arab Saudi juga belum mencabut peraturannya mengenai vaksinasi. Maka perlu dikaji secara mendalam kemungkinan vaksin tersebut dapat dihukumi suci dan halal dengan berbagai pendekatan fiqh. Selain pendekatan darurat tentunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Referensi:&lt;br /&gt;Irsyâdul Hâir fî al-Asybâh wa an-Nazhâir (Dr. Ahmad Muhammad Ahmad abu Thoha)                                                                                                                      WHO Media Centre                                                                                                   http://id.wikipedia.org                                                                                                http://jurnalhaji.com                             http://forsansalaf.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3806071980915108003-8044124524383017712?l=irhamnirofiun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irhamnirofiun.blogspot.com/feeds/8044124524383017712/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irhamnirofiun.blogspot.com/2010/02/vaksin-meningitis-antara-halal-dan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3806071980915108003/posts/default/8044124524383017712'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3806071980915108003/posts/default/8044124524383017712'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irhamnirofiun.blogspot.com/2010/02/vaksin-meningitis-antara-halal-dan.html' title='Vaksin Meningitis; Antara Halal dan Haram'/><author><name>..::Irhamni H. Rofi'un::..</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16848612931575216655</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_d4HaSQZfcpE/S4Ed9_BxOOI/AAAAAAAAADg/MSVz0Rblc6c/s72-c/20091006_073602_calon2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3806071980915108003.post-4410490857640933638</id><published>2010-02-15T14:37:00.004+02:00</published><updated>2010-02-21T14:19:25.835+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='IKPMA'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wawancara Eksklusif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mesir'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kreasi'/><title type='text'>Ketua PPLN Cairo Bapak Muhammad Abdullah, MA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_d4HaSQZfcpE/S4Ekvy-eXII/AAAAAAAAADw/XZQkwG43n8k/s1600-h/Pak+Abdullah.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 194px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_d4HaSQZfcpE/S4Ekvy-eXII/AAAAAAAAADw/XZQkwG43n8k/s320/Pak+Abdullah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5440670228396530818" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;“...Satu suara bisa menentukan nasib bangsa Indonesia lima tahun kedepan.”&lt;br /&gt;Pemilu presiden dan wakil presiden yang beberapa hari lagi akan kita laksanakan adalah merupakan agenda negara yang harus diikuti oleh masyarakat Indonesia baik yang didalam negri maupun diluar negri.  ‘’... Sejatinya Mahasiswa juga harus tau sejak dini tentang keadaan politik yang berkembang karena itu termasuk hak-hak politik kita sebagai warga negara. Satu suara bisa menentukan nasib bangsa indonesia lima tahun kedepan...’’ Tutur ketua PPLN Bapak Muhammad Abdullah, MA. Ketika diwawancarai oleh tim redaksi KREASI di ruangan kerjanya. Berikut petikan wawancaranya :&lt;br /&gt;Apa pandangan Bapak tentang Politik yang berkembang di Masisir?&lt;br /&gt;Ada dua kubu di kalangan masisir,yang pertama  berpendapat bahwa mahasiswa itu hanya menyibukan dirinya pada kegiatan kampus  dan tawakuf dengan dunia politik. Sedangkan pendapat yang kedua mengatakan bahwa sejatinya mahasiswa juga harus tau sejak dini tentang keadaan politik yang berkembang karena itu termasuk hak-hak politik kita sebagai warga negara. Saya pribadi cenderung kepada pendapat yang kedua, jadi jangan sampai mahasiswa itu tidak memahami sama sekali tentang masalah-masalah politik yang berkembang baik didalam negri maupun internasional dan hak-hak politiknya, karena jika kita melihat kepada perintis-perintis kemerdekaan bangsa kita mereka sejak usia muda sudah mulai berpolitik. &lt;br /&gt;Saya kira di Masisir ini cukup dinamis dan bisa menjadi contoh jika dibandingkan dengan kondisi didalam atau di luar negri lainnya, karena saya melihat masyarakat kita disini juga penuh warna dari sekian banyak mahasiswa bagaikan pelangi, meskipun mereka sama-sama muslim  tapi apliatif politiknya bisa berbeda-beda dan yang sangat menggembirakan bahwa mereka bisa mentolelir perbedaan-perbeadaan tersebut, itu sangat penting saya kira untuk dicontoh karena tidak bisa orang itu disamakan, karna pada dasarnya ciri merdeka adalah adanya perbedaan-perbedaan namun, perbedaan-perbedaan itu tidak harus menimbulkan benturan dan disini saya melihat ada kedewasaan diantara mereka, mereka bisa saling mengahargai satu sama lain.&lt;br /&gt;Sebelumnya, dari beberapa kawan di PPLN ini ketika pemilu legislatif kemarin mengkhawatirkan akan meningkat bahkan akan terjadi benturan fisik. Saya bilang jangan samakan keadaan disini dengan didalam negeri dah bahkan alhamdulillah didalam negeripun tidak terjadi apalagi disini karena disini mahasiswa semua artinya bisa diajak dialog, nah dengan intelektualitas mereka yang tinggi lalu kenapa harus ada benturan fisik ketika ada perbedaan pendapat. Walhasil ternyata dugaan saya benar semua berjalan baik-baik saja.&lt;br /&gt;Ada Tidak, Dampak Positif Pemilu Bagi Masisir?&lt;br /&gt;Saya yakin besar dampak positifnya bagi Masisir dari pemilu ini. Jadi kita harus yakin dengan apa yang kita pilih nanti, misalnya yang berkaitan dengan pemilihan anggota legislatif kita juga harus tahu siapa yang harus kita pilih yang amanah dan Islami contohnya, nah dengan begitu saya yakin di DPR nanti dia akan bisa berbuat sesuatu yang bisa melindungi kepentingan kita sebaagai orang muslim insya Allah akan terwakili. Begitu juga dengan pemilu presiden nanti, jika kita salah pilih umpamanya itu akan menentukan keadaan nasib bangsa kita untuk lima tahun mendatang.&lt;br /&gt;Jadi saya yakin Masisir bisa memberikan konstribusi yang sangat berarti meskipun hanya 5000 suara, jika dibandingkan dengan jumlah total daftar pemilih tetap secara nasional 5000 itu tidak banyak tapi kita bisa menyikapi bahwa satu suara bisa merubah dan menentukan bangsa Indonesia lima tahun kedepan. Jadi anjuran saya terutama dalam  kaitannya 8 juli mendatang dari tiga capres dan cawapres pilihlah dengan keyakinan kita dan tentukan dengan teliti insya Allah tidak salah pilih.&lt;br /&gt;Dibandingkan Pemilu Legislatif Sebelumnya, Apa Kendala Yang Dikhawatirkan PPLN Pada Pemilu Presiden Ini?&lt;br /&gt;Kendalanya mungkin cuma pada jumlah pemilih tetap yang berbeda dengan pemilu legislatif kemarin karna setelah kita cermati telah terjadi penurunan dari yang sebelumnya berjumlah 5084 menjadi  4958, tapi insya Allah kendala ini bisa diatasi, karna penyebab berkurangnya jumlah pemilih dikarnakan banyak mahasiswa yang pulang ke tanah air dan menurut laporan sampai saat ini sudah ada 300 lebih mahasiswa yang pulang itu berarti ten-offnya menurun dari 60 persen, mungkin besok akan menurun dibawah itu, tapi ada penjelasannya bahwa mereka tidak menggunakan hak pilihnya karena pindah ke Indonesia sambil berlibur.&lt;br /&gt;Kemudian yang patut disyukuri bahwa Alhamdulillah pada pemilu legislatif kemaren tingkat partisipasi pemilih yang dalam hal ini kebanyakan para mahasiswa cukup tinggi bahkan tertinggi di luar negri. ya, dari 100 lebih PPLN, Kairo termasuk yang tertinggi dan itu berkat partisipasi seluruh masyarakat Indonesia di Mesir khususnya Mahasiswa. &lt;br /&gt;Mengenai Golput, Apa Komentar Bapak ? &lt;br /&gt;Golput itu ada yang karna alasan yang cukup  mendasar tapi ada juga yang karna mereka tidak tahu serta karna halangan yang lainnya, seperti halnya para TKW kita mereka golput alias tidak menggunakan hak pilihnya karna waktu pemilihan berbarengan dengan waktu kerja mereka dan akhirnya mereka tidak diizinkan oleh majikannya untuk menggunakan hak pilihnya. Kemudian jika ada yang golput karna alasan idiologis saya kira itu tidak begitu banyak, disamping memang kita tidak bisa memaksakan mereka karna golput itukan juga hak mereka asal tidak mempengaruhi serta mengajak yang lainnya untuk golput juga.&lt;br /&gt;Untuk menangani permasalahan golput kita akan mengadakan sosialisasi tentang pentingnya pemilu, dan salah satu caranya adalah seperti yang dilakukan pada tanggal 4 juli di Solah kamil yang sebelumnya kita telah punya wacana untuk mendatangkan tim susksesnya para Capres dan Cawapres namun karna mahasiswa libur sampai dengan tanggal 21 sedangkan saya bersandar bahwa yang menggerakan acara tersebut yaitu para mahasiswa jadi waktunya sangat singkat. Sebenarnya, dari mereka sendiri sangat merespon baik wacana PPLN ini artinya mereka siap mendatangkan tim sukses para Capres dan Cawapres dengan pertimbangan bahwa acara itu sangat baik dan bisa dijadikan pendidikan politik bagi Masisir. Namun karna terbentur waktu dan pertimbangan yang lainnya akhirnya mau tidak mau wacana baik tersebut tidak bisa terlaksana.&lt;br /&gt;Namun setidaknya wacana tersebut masih bisa terlaksana jikalau nanti akan terjadi putaran kedua. Dan saya kira acara itu sangat menarik karna mahasiswa  nanti bisa bertanya secara langsung dan saya kira pertanyaan mahasiswa itu berbobot dan tidak mungkin mengeluarkan pertanyaan yang tidak penting dan bisa membuat panas. Mahasiswa bisa bertanya tentang visi dan misinya bukan bertanya tentang hal-hal kecil yang dipermasahkan. Ala kuli hal saya kira ini semua bisa menjadi bagian dari politik yang   baik.&lt;br /&gt;Apa Prediksi Bapak Tentang Pemilu Presiden Yang Akan Datang ?&lt;br /&gt;Kalau pemilu legislatif kemarin sebagaimana yang kita ketahui bahwa PKS menduduki urutan pertama kemudian disusul dengan PKNU dan beberapa partai lainnya. Namun sepertinya sekarang itu berbeda artinya jika sebelumnya si pemilih memilih partai tertentu belum tentu sekarang dia memilih capres dan cawapres yang didukung oleh partai itu secara institutional jadi bisa kemungkinan berbeda. Namun  intinya untuk memprediksikan hal ini cukup sulit melihat kondisi di Kairo, dan memang tidak pada  tempatnya bagi PPLN untuk komentar tentang ini karna kita harus netral dan berpijak pada semuanya.&lt;br /&gt;Himbawan Bapak Serta Kalimat Penutup Yang Ingin Bapak Utarakan ?&lt;br /&gt;Ya, sebagai ketua PPLN saya menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat Indonesia yang berada di Mesir supaya tahu bagaimana cara menggunakan hak pilihnya serta tahu kapan waktu pelaksanaanya supaya tidak ada suara yang tidak syah. &lt;br /&gt;Kemudian sebagaimana yang kita ketahui pula bahwa kita disini punya Waslu, kemudian Parpol beserta tim susksesnya dan juga PPLN tentunya, dan masing-masing punya tugas sendiri-sendiri jadi tidak perlu diartikan harus bertentangan karena jelas kita punya tugas masing-masing namun tujun kita semuanya sama yaitu memajukan kehidupan demokrasi Indonesia.  Jadi kita semuanya bersinergi, maka berangkat dari situ pula kita mengadakan pertemuan yang artinya ini menunjukan bahwa kita disini tidak ada benturan tapi kita saling mengingatkan satu sama lain agar semuanya berjalan sesuai dengan aturan dan tugasnya masing-masing. Wallahu A’lam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3806071980915108003-4410490857640933638?l=irhamnirofiun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irhamnirofiun.blogspot.com/feeds/4410490857640933638/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irhamnirofiun.blogspot.com/2010/02/ketua-ppln-bapak-muhammad-abdullah-ma.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3806071980915108003/posts/default/4410490857640933638'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3806071980915108003/posts/default/4410490857640933638'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irhamnirofiun.blogspot.com/2010/02/ketua-ppln-bapak-muhammad-abdullah-ma.html' title='Ketua PPLN Cairo Bapak Muhammad Abdullah, MA'/><author><name>..::Irhamni H. Rofi'un::..</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16848612931575216655</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_d4HaSQZfcpE/S4Ekvy-eXII/AAAAAAAAADw/XZQkwG43n8k/s72-c/Pak+Abdullah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3806071980915108003.post-4937949383604796379</id><published>2010-02-15T13:47:00.004+02:00</published><updated>2010-02-21T14:26:12.940+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='IKPMA'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wawancara Eksklusif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mesir'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Al-Azhar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kreasi'/><title type='text'>Masisir Of The Year PPMI Award Untuk Putri Dhorifah Niswah elFida</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_d4HaSQZfcpE/S4EmT35zA2I/AAAAAAAAAD4/oGdllq_dzKY/s1600-h/Dharifah.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 238px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_d4HaSQZfcpE/S4EmT35zA2I/AAAAAAAAAD4/oGdllq_dzKY/s320/Dharifah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5440671947706008418" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Wawancara  Masisir Of The Year PPMI Award Untuk Putri&lt;br /&gt;Dhorifah Niswah elFida&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Bagaimana perasaan kakak ketika mengetahui bahwasanya nama kakak masuk sebagai nominasi Masisir of the year serta bagaimana komentar kakak tentang adanya penghargaan kepada Masisir of the year itu sendiri? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillâh ini merupakan amanah pada saya. saya mengucapkan terima kasih pada amanah ini. penghargaan tentang adanya penghargaan masisir of the year itu sendiri adalah gagasan mulia PPMI -menurut saya- karena dengan adanya penghargaan seperti ini kita sebagai mahasiswa Indonesia di Mesir akan termotivasi untuk selalu berkarya dan berbuat yang terbaik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Lantas, setelah  mendapatkan penghargaan itu, apa yg bisa kakak ambil, ada tidak keinginan  untuk meraihnya kembali di tahun mendatang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Menurut saya penghargaan ini adalah amanat. Jadi, setiap orang dipercaya untuk meraih penghargaan ini sebagai sebuah amanat dan siapapun berhak meraih amanat ini, hanya ukurannya diserahkan saja kepada yang bertanggungjawab. &lt;br /&gt;Kemudian untuk tahun mendatang, saya percayakan amanat ini  pada yang lain saja karena saya mempercayai penghargaan ini adalah sebuah amanah serta saya ingin kawan--kawan lebih berkarya karena banyak di antara kawan-kawan yang mempunyai potensi untuh meraih penghargaan itu. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Jikalau ini sebuah amanah, apa yang akan kakak  lakukan untuk sebuah amanat ini??&lt;br /&gt;Yang akan saya lakukan untuk amanat ini, saya akan menjadi diri saya yang terbaik untuk konkretnya, saya belum menentukan tetapi setelah mendapat amanah ini, saya ingin mewujudkan diri saya menjadi diri saya yang terbaik.&lt;br /&gt;'' i'll be my best, i will be my best’’  begitu mungkin bahasa singkatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Bagaimana perjalanan akademis kakak selama ini??&lt;br /&gt;Perjalanan akademis saya?? gimana ya?&lt;br /&gt;Saya hanya belajar semampu saya walau di tengah-tengah kesibukan dan berbagai benturan kehidupan yang tak henti. Yang penting tak lupa akan tanggungjawab sebagai mahasiswi.  Bagaimanapun keadaan saya, tanggung jawab pertama di Mesir sebagai seorang mahasiswi tak akan saya lupakan, saya usahakan untuk tak melalaikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Kemudian, selama ini kakak terkenal sebagai seorang aktifis di berbagai organisasi, lantas bagaimana cara mengaturnya jikalau ada kegiatan pada waktu yang sama serta mana yg di prioritaskan???&lt;br /&gt; Berusaha konsisten pada jadwal harian, ketika belajar ya belajar walau terkadang saya juga bad mood yang penting sesibuk apapun, berusaha untuk tak melupakan belajar. Dan yang perlu diingat bahwasanya antara akademis dengan organisasi keduanya sama penting dan keduanya saling mendukung. Sebenarnya pada tahun ini organisasi kita sudah memfokuskan perhatiannya pada peningkatan akademis yaitu dengan adanya peraturan bahwa acara-acara dan kumpul-kumpul organisasi harus  dilaksanakan pada sore hari dan bukan pagi hari seperti dulu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian akademis itu kalau di mesir -katanya- identik dengan perkuliahan, organisasi identik dengan peningkatan diri, sebenarnya kita perlu menambah lagi yaitu peningkatan intelektualitas kita seperti kajian atau talaqqi, dan itu juga sangat mendukung akademis kita dan memilih jadwal talaqqi yang tak bersinggungan dengan jadwal kuliah sebenarnya juga bisa menjadi salah satu solusi tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Ada tidak pengaruh lingkungan dengan kondisi belajar, jikalu ada bagaimana cara menghadapinya?&lt;br /&gt;Pengaruh lingkungan sudah pasti ada dan cara menghadapinya ya dengan mengkondisikan diri dan tidak menyesuaikan diri, contohnya antara kehidupan asrama dan luar asrama sebenarnya sama tergantung orangnya tapi, fakta riil lebih cenderung sepakat bahwa asrama memang lebih dapat memfokuskan belajar hanya saja ketika kita tinggal di luar asrama kita harus lebih hati-hati untuk mengkondisikan diri. Di asrama pun begitu hanya memang kalau di asrama tak sesulit kehidupan di luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Terakhir, Ada tidak tips2 yang selama ini kakak jalani demi suksesnya akademis dan organisasi sehingga banyak karya-karya yang dihasilkan???&lt;br /&gt;Saya dalam menjalani hidup kerap diingatkan orangtua untuk melaksanakan 3K dalam melaksanakan berbagai macam hal “ Kemauan, Kerja Keras dan Kualitas “&lt;br /&gt;Berawal dari kemauan, kemudian kita akan berusaha untuk bekerja keras mencapai apa yang kita mau dan kemudian pula kita akan meraih kualitas diri kita sebagai perwujudan dari kemauan dan kerja keras kita, nah di kerja keras saya memiliki dua usaha yaitu usaha dan doa biasanya usaha saya 30 % dan doa saya 70%. Ini adalah nasehat teman saya kata kawan saya 30 % usaha 70 % doa, akhirnya saya maksimalkan keduanya. Soal usaha, apa pun usaha akan saya coba membaca muqorror, meringkasnya, dan yang terakhir membaca berulang2 atau menghafal baru kemudian ujian.&lt;br /&gt;Kalau di organisasi tidak banyak triknya yang jelas usaha saja seoptimal mungkin dengan kemampuan yang kita miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dhoriefah Niswah El-Fidaa’&lt;br /&gt;Tingkat 4 fakultas Dirasat Islamiah wal ‘Arabiah, jurusan Syariah Islamiah 2008-2009&lt;br /&gt;Kekeluargaan : Gamajatim&lt;br /&gt;Almamater : IKPM Gontor&lt;br /&gt;TTL : Ponorogo, 21 Oktober 1985&lt;br /&gt;Prestasi : &lt;br /&gt;- Juara I lomba menulis Essai IKPM Cup&lt;br /&gt;- Juara 2 Lomba menulis kolom fatayat&lt;br /&gt;- Mahasiswi berprestasi tingkat I tahun 2005-2006&lt;br /&gt;- Mahasiswi Berprestasi tingkat II tahun 2006-2007&lt;br /&gt;- Mahasiswi Teladan (Masisir of The Year) 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aktifitas : &lt;br /&gt;-     Ketua DPA Wihdah&lt;br /&gt;- Reporter Arus Kampus&lt;br /&gt;- Anggota Salsabila Study Club&lt;br /&gt;- Anggota kajian Cimas ICMI ORSAT Kairo&lt;br /&gt;- Staf Redaksi Latansa 2006-2007&lt;br /&gt;- Redaktur Ahli Latansa 2007-2008&lt;br /&gt;- Bagian keilmuan Wihdah PPMI 2006-2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3806071980915108003-4937949383604796379?l=irhamnirofiun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irhamnirofiun.blogspot.com/feeds/4937949383604796379/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irhamnirofiun.blogspot.com/2010/02/wawancara-masisir-of-year-ppmi-award.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3806071980915108003/posts/default/4937949383604796379'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3806071980915108003/posts/default/4937949383604796379'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irhamnirofiun.blogspot.com/2010/02/wawancara-masisir-of-year-ppmi-award.html' title='Masisir Of The Year PPMI Award Untuk Putri Dhorifah Niswah elFida'/><author><name>..::Irhamni H. Rofi'un::..</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16848612931575216655</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_d4HaSQZfcpE/S4EmT35zA2I/AAAAAAAAAD4/oGdllq_dzKY/s72-c/Dharifah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3806071980915108003.post-4911300520318666511</id><published>2010-02-15T13:34:00.007+02:00</published><updated>2010-02-21T14:53:03.066+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wawancara Eksklusif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mesir'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Al-Azhar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kreasi'/><title type='text'>Masisir Of The Year Putra  PPMI Awards, Nurman Bin Abdul Bakri, Lc.</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_d4HaSQZfcpE/S4EsHVRzshI/AAAAAAAAAEY/9-Y3CDAOaR4/s1600-h/nurman+masisir+of+the+year%2708.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_d4HaSQZfcpE/S4EsHVRzshI/AAAAAAAAAEY/9-Y3CDAOaR4/s320/nurman+masisir+of+the+year%2708.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5440678329322811922" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masisir Of The Year Putra&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nurman Bin Abdul Bakri, Lc.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa pendapat Kakak, tentang diadakannya acara Masisir of the year?&lt;br /&gt;Bismillah… menurut saya, acara semacam itu bagus dan bisa dijadikan sebagai motivator untuk meningkatkan prestasi dan nilai akademis bagi Masisir, baik prestasi di bangku kuliah maupun prestasi dalam berorganisasi dan bersosialisasi. Tetapi saya sangat menyayangkan, seharusnya ada semacam stimulan bagi masisir of the year tersebut, sehingga nantinya semakin menambah semangat masisir dalam meraih gelar tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana Perasaan Kakak ketika mendapatkan gelar tersebut? Serta apa hikmah di balik itu semua?&lt;br /&gt;Alhamdulillah, Saya sangat gembira, karena Allah SWT. Kita tahu segala sesuatu itu sudah ada yang mengatur. Jadi, segala yang kita peroleh tersebut merupakan pertolongan dari Allah, tanpa taufiq dari Allah tidak akan bisa. Kemudian juga do’a dari orang tua dan teman-teman sangat berperan di dalam mendukung perjuangan  kita. Adapun hikmah yang dapat saya ambil adalah setinggi-tingginya apapun keberhasilan itu tidak akan lengkap tanpa kita hiasi dengan rasa syukur dan ketaqwaan serta memperbanyak ibadah kepada Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah peluang bagi anggota IKPMA untuk bisa meraih predikat seperti Kakak?&lt;br /&gt;Oh…ada, sangat ada. Saya melihat tiga tahun belakangan ini IKPMA tampak sangat eksis dan mampu bersaing dalam bidang akademis. Hanya tinggal melangkah sedikit lagi. Mungkin dari personilnya barangkali yang harus lebih mengencangkan ikat pinggang di dalam menggali prestasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa Motivasi terbesar Kakak di dalam belajar? &lt;br /&gt;Ingin sekali membahagiakan orang tua. Caranya, ya dengan kita berhasil di kuliah. Kemudian saya juga ingin memperlihatkan kepada ummat bahwa ummat Islam itulah yang paling tinggi di dunia maupun di akhirat. Tersebut dalam al-Qur’an ‘’Walâ tahinû walâ tahzanû…………. ‘’ dan ‘’ Walladzîna ittaqau fauqahum yaum al-qiyamah’’. Jadi, orang yang berilmu, beriman dan beramal shaleh itu mempunyai kedudukan yang tinggi di dunia maupun di akhirat. Artinya, ummat Islam harus bergerak. ya, kalau tidak bergerak tidak akan bisa kita tinggi. Tetapi ingat! semua ini bukan untuk kesombongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solusi apa yang Kakak gunakan ketika menghadapi rintangan di dalam belajar?&lt;br /&gt;“Menghargai diri” sebelum orang lain menghargai kita, bukan “memanjakan diri”. Misalnya, ketika sehabis belajar silahkan buat segelas susu hangat untuk menghargai diri yang nantinya bisa mengatasi rasa bosan dan psikologi kita akan kembali semangat. Karena nafsu yang berada di dalam hati kita pada dasarnya manja, maka kita harus bisa mengendalikannya dengan cerdik. Kita latih dengan beribadah dan kegiatan. Kemudian jika dia perlu makanan harus dipenuhi. Begitu halnya dengan hati, ia juga perlu istirahat. Misalnya, jangan terlalu fokus sehabis baca muqarrar sambil istirahat, bisa kita isi pula dengan berdzikir agar lebih menguatkan hati  ‘’Alâ bi dzikrillâhi tathma’innu al-qulûb”. Kemudian juga cara menghadapi hambatan di dalam belajar ya…dengan berdo’a tentunya “Allâhumma innî A’ûdzubika min al-Jubni wa al-kasal”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa Pendapat Kakak tentang keterkaitan antara akademis dan organisasi?&lt;br /&gt;Organisasi adalah wujud aplikasi dari akdemis yang sedang kita lalui. Tatkala kita belajar dan  mendapatkan ilmu, maka ilmu itu tidak akan berguna kecuali jika kita pandai memenej, mempengaruhi serta berbicara. Kepandaian-kepandaian ini tidak akan bisa kita dapatkan di bangku kuliah dan hanya ada di dalam berorganisasi. Organisasi itu kan, pengaturan kepemimpinan dan retorika. Tetapi yang perlu diingat, jangan terlalu berlebihan, jangan melupakan  ilmu yang ada dan jangan sampai sukses organisasi, akdemisnya ditinggalkan. kalau bisa, harus sinkron. Karena untuk mengaplikasikan ilmu di masyarakat nanti, kita harus punya skill, dan skill tersebut bisa kita dapatkan di dalam berorganisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa Tips &amp; trik Kakak di dalam belajar serta ketika mengahadapi imtihan?&lt;br /&gt;Di dalam belajar harus kita tanamkan betul-betul niat ikhlas bahwa semua yang kita lakukan ini adalah ibadah. Kemudian di dalam menghadapi ujian, ada beberapa poin yang bisa kita terapkan:&lt;br /&gt;- Harus mulai sejak awal, jangan hanya ketika mendekati ujian saja. Karena khawatir hasilnya kurang efisien.&lt;br /&gt;- Menghadiri muhadharah untuk mengetahui poin-poin yang penting. &lt;br /&gt;- Membuat ringkasan dan yang paling terpenting muqarrar harus dibaca. &lt;br /&gt;- Membuat poin-poin inti dalam satu kertas tergantung bagaimana kreasi masing-masing.&lt;br /&gt;- Terakhir berdo’a, tahajjud dan dhuha. Minta yang terbaik dari-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa rencana Kakak Setelah lulus S1?&lt;br /&gt;Ingin sekali lulus s2 dan s3 di Negeri Seribu Menara ini. Walaupun banyak yang bilang, “jangan kuliah di al-Azhar, karena sulit sekali”. Tetapi, saya akan coba sekuat tenaga. Setelah semuanya selesai saya akan mengamalkan ilmu yang saya dapat untuk bangsa dan tanah air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harapan bagi anggota IKPMA dan Masisir pada umumnya?&lt;br /&gt;Untuk IKPMA: IKPMA sudah baik, karena sudah bisa eksis dan bersaing dengan yang lain. Untuk ikhwah dan akhwat IKPMA, teruslah berjuang dan jadilah sebagaimana kita dulu di Pon-Pes Attaqwa, janganlah dirubah. Serta pertahankan identitas kita. Istiqamah lah di manapun kita berada. Karena sesungguhnya semua itu sudah cukup menjadi identitas. Jadilah yang terbaik untuk diri sendiri, keluarga, masyarakat, ma’had serta nusa dan bangsa.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Untuk Masisir: Jangan lupa, sesungguhya yang kuliah dan ujian itu bukanlah kita. Tetapi orang tua dan negara. Karena tatkala kita berhasil maka orang tua kita gembira dan negara kita menjadi tinggi. Jadi, bukan hanya kita. Maka bersungguh-sungguhlah! Sesungguhnya Allah SWT. senantiasa bersama kita semua. Wallâhu A’lam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Curriculum Vitae&lt;br /&gt;Nama    : Nurman Abdulbakri, Lc.&lt;br /&gt;Tempat/ Tanggal Lahir : Bogor/ 9 November 1985&lt;br /&gt;Pekerjaan   : Mahasiswa pasca sarjana Al-Azhar Mesir&lt;br /&gt;      Fiqh Muqoron Tamhidi 1&lt;br /&gt;Email    : Nurman9@yahoo.com&lt;br /&gt;Kekeluargaan  : KMM (Kesepakatan Mahasiswa Minang)&lt;br /&gt;Almamater   : Almakki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan&lt;br /&gt; 1.   TK   : TK. Nurul Hidayah Jakarta  Tahun : 1996 &lt;br /&gt;2. SD   : SDN.Sarua Tiga Ciputat   Tahun : 1997&lt;br /&gt;3. SLTP  : MTsN Lubuk Buaya   Tahun : 2000 &lt;br /&gt;4. SLTA  : MAKN Koto Baru Padang Panjang Tahun : 2003&lt;br /&gt;5. Diploma  : ADAS Medan   Tahun : 2004&lt;br /&gt;6. S1.   : Universitas Al Azhar Mesir  Tahun : 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prestasi yang diraih   :&lt;br /&gt;1. Juara II MTQ cabang 10 juz tahun 2002&lt;br /&gt;2. Juara II MTQ cabang 30 juz tahun 2003&lt;br /&gt;3. Juara II MTQ cabang tafsir bahasa arab 2003&lt;br /&gt;4. Meraih Cumlaude di ADAS Medan 2004&lt;br /&gt;5. Meraih Cumlaude di Universitas Al-Azhar&lt;br /&gt;6. Juara I Musabaqah Hadits Mesir 2006 &lt;br /&gt;7. Mahasiswa Terbaik Academic Award PPMI Mesir 2006&lt;br /&gt;8. Wisudawan Terbaik Universitas Al-Azhar Mesir 2008&lt;br /&gt;9. Utusan Mahasiswa Indonesia Konferensi Internasional Kuwait 2008&lt;br /&gt;10. Masisir of The Year 2008 &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Aktifitas :&lt;br /&gt;1. Pendiri REGENIUS Mesir 2004&lt;br /&gt;2. Ketua REGENIUS Mesir 2008&lt;br /&gt;3. Pengisi Tarqiyah Lughoh PEMRAM-Malaysia&lt;br /&gt;4. Muqoyyad di Dar Ahl al-Hadits Mith Ghamr&lt;br /&gt;5. Pembibel Muqoror Tingkat 1,2,3,4&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3806071980915108003-4911300520318666511?l=irhamnirofiun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irhamnirofiun.blogspot.com/feeds/4911300520318666511/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irhamnirofiun.blogspot.com/2010/02/masisir-of-year-putra-nurman-abd-bakri.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3806071980915108003/posts/default/4911300520318666511'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3806071980915108003/posts/default/4911300520318666511'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irhamnirofiun.blogspot.com/2010/02/masisir-of-year-putra-nurman-abd-bakri.html' title='Masisir Of The Year Putra  PPMI Awards, Nurman Bin Abdul Bakri, Lc.'/><author><name>..::Irhamni H. Rofi'un::..</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16848612931575216655</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_d4HaSQZfcpE/S4EsHVRzshI/AAAAAAAAAEY/9-Y3CDAOaR4/s72-c/nurman+masisir+of+the+year%2708.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3806071980915108003.post-7994216281874273246</id><published>2010-02-15T13:19:00.007+02:00</published><updated>2010-02-21T16:46:39.677+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Profil'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kreasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Attaqwa.'/><title type='text'>KH. A. Tajuddin Marzuki Tokoh Ulama Oejoeng Malang sekaligus  Representatif Generasi Kedua Attaqwa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_d4HaSQZfcpE/S4Erpyu3o7I/AAAAAAAAAEQ/F8qjHzgTnjw/s1600-h/Guru+Tajudin+(edited).jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 236px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_d4HaSQZfcpE/S4Erpyu3o7I/AAAAAAAAAEQ/F8qjHzgTnjw/s320/Guru+Tajudin+(edited).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5440677821833257906" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;KH. A. Tajuddin Marzuki&lt;br /&gt;Tokoh Ulama Oejoeng Malang sekaligus &lt;br /&gt;Representatif Generasi Kedua Attaqwa&lt;br /&gt;Tanda-tanda dicabutnya ilmu oleh Allah SWT adalah perginya para ulama. Sudah banyak ulama yang telah pergi meninggalkan kita untuk selama-lamanya. Salah satunya adalah seorang tokoh masyarakat Oejoeng Malang (sekarang menjadi Ujungharapan) yang disegani sekaligus representatif generasi kedua Attaqwa. Beliau adalah KH. A. Tajuddin Marzuki seorang sosok suami dari  Hj. Maqbulah H. Mahmud dan seorang  panutan dari ke tujuh anaknya (H. Syamsul Falah, M.Sc, Hj. Ainurrahmah, Hj. Nur Hazimah, S.Ag, Muhammad 'Atiq, Hj.'Athiyah, Muhammad Nabil, Muyassaroh dan Arini Dini). Banyak sekali kenangan penulis dari KH. A. Tajuddin Marzuki bukan karena beliau adalah baba gede atau paman penulis tapi memang beliau pantas disebut sebagai ulama yang handal, diantaranya adalah ketika penulis dilahirkan beliau adalah yang memberikan sebuah nama yang berbentuk doa, Irhamni. Diceritakan pada waktu penulis dilahirkan kakek dari bapak penulis tidak hadir pada momen yang berbahagia itu. Begitulah sebagian dari cerita unik dan berkesan dari beliau mudah-mudahan penulis bisa meneruskan estafet perjuangannya dengan mengingat kembali tujuan niat belajar ke Mesir. &lt;br /&gt;Penulis terus mencari data dan meneliti biografi serta profil singkat beliau dari seorang anak perempuannya Hj. Athiyah Tajuddin dan dari catatan otobiografi singkat KH. A. Tajuddin Marzuki yang ditulis oleh H. A. Zubair Murikh yang juga telah wafat, kemudian penulis langsung merangkum dan menulis ulang serta sedikit merubah catatan mereka tanpa maksud dan tujuan tertentu. Berikut ini biografi singkat KH. A. Tajuddin Marzuki dari lahir sampai menghadap Allah untuk selama-lamanya.&lt;br /&gt;Masa Kanak-Kanak&lt;br /&gt;KH. A. Tajuddin Marzuki lahir 59 tahun yang lalu,tepatnya 1941, di Kampung Lor, sebuah dusun yang terletak di belahan utara Desa Bahagia Kecamatan Babelan Kabupaten Bekasi. Ayahnya bernama H. Marzuki Anwar yang memiliki garis keturunan ulama meskipun orang lebih mengenalnya sebagai lurah Ojoeng malang yang semasa hidupnya sangat perduli dengan keadaan masyarakat desa yang dipimpinnya.Ibunya bernama HJ. Siti Maryamah, seorang perempuan desa yang dalam banyak hal selalu sederhana tetapi memiliki kharisma kuat baik di mata anak-anaknya maupun di mata orang lain. Seandainya kemudian KH. A. Tajuddin Marzuki menjadi pribadi yang dihormati dan disegani di masyarakat, hal ini menunjukkan bahwa pengaruh kedua orang tua yang melahirkannya itu sangat membekas. Dari ayahnya yang masih saudara sekandung dengan KH. Noer Alie,  KH. A. Tajuddin Marzuki mewarisi jiwa kepemimpinan dan pendidik. Sedangkan dari ibunya yang berasal dari Pondok Soga, sebuah kampung di pesisir pantai utara laut Jawa, KH. A. Tajuddin Marzuki mewarisi keteguhan dan ketegasan sikap. Pribadi-pribadi inilah yang menghantarkannya ke Pondok Pesantren Attaqwa di mana dalam usia yang masih sangat muda, KH. A. Tajuddin Marzuki sudah dipercayakan oleh KH. Noer Alie (KH. Noer Alie telah resmi menjadi Pahlawan Nasional Indonesia) memimpin lembaga pendidikan putri Al-Baqiyatus Sholihat yang sekarang berganti nama Ponpes Attaqwa Putri. Umumnya anak-anak desa, dunia tempat KH. A. Tajuddin Marzuki menghabiskan masa kecilnya tidak jauh dari lingkungan keluarga. Pagi mengaji kepada guru-guru terdekat, siang membantu orang tua di sawah sambil menggembala kerbau, dan malam harinya mengaji lagi di rumah. Kadang-kadang, beliau juga disuruh menumbuk padi di lumbung – suatu pekerjaan yang biasa dilakukan anak perempuan. Maklum, beliau anak pertama, dan seperti diakuinya, anak pertama adalah contoh sekaligus tumbal dalam keluarga.&lt;br /&gt;Meskipun demikian KH. A. Tajuddin Marzuki tidak kehilangan masa kecilnya yang paling indah. Hidup dalam keluarga yang mempunyai aturan ketat tidak membuatnya tersisih dari pergaulan. Diwaktu-waktu tertentu beliau sempatkan diri bermain ‘benteng’ dengan anak laki-laki dan anak perempuan tetangga, atau mandi di sungai bersama teman-teman sebaya sampai menjelang petang. Resiko kalau ketahuan memang bisa diobong di kandang kerbau hingga seluruh badan bau asap. Tetapi beliau tidak pernah mengeluhkan hukuman yang pernah diterimanya. Malah dari kekerasan hidup yang dialaminya beliau bisa belajar bagaimana berkelakar. Selama ini, selain dikenal sebagai orang serius, beliau juga dikenal sebagai humoris sejati. Kemampuannya berkelakar hampir mendekati budayawan Mahbub Djunaidi atau Jaya Suprana.&lt;br /&gt;Pendidikan&lt;br /&gt;Terusirnya penjajah Belanda dari bumi Pertiwi pada tahun 1949 memberi kesempatan bagi bangsa Indonesia untuk membangun dirinya sendiri. Pendidikan yang sebelumnya menjadi monopoli anak-anak pejabat pemerintahan Hindia Belanda kemudian diambil alih pengelolaannya oleh kalangan pribumi, sehingga bangsa Indonesia yang sangat terbelakang berkesempatan membangun diri melalui pendidikan.&lt;br /&gt;Upaya membangun diri melalui pendidikan juga tampak semarak di kampung Oejoeng Malang. KH. Noer Alie yang baru saja kembali dari medan pertempuran merasa perlu mengajak tokoh-tokoh masyarakat untuk melanjutkan kembali kegiatan-kegiatan pendidikan yang pernah dirintis sebelumnya. Ditengah-tengah kesibukannya pula sebagai Ketua Dewan Pemerintahan Kabupaten Bekasi dan sebagai anggota konstituante KH. Noer Ali dan kawan-kawan telah berhasil membangun enam buah Madrasah Ibtidaiyah (Sekolah Rakyat Islam, SRI) dan sebuah masjid berdaya tampung 2500 orang jamaah. Hingga tahun 1956 telah banyak putra-putra Oejoeng Malang yang memenuhi panggilan belajar. Sebagian ada yang bersekolah di SRI Oejoeng Malang, dan sebagian lagi bersekolah di Pesantren Bahagia Bekasi.&lt;br /&gt;Pada waktu itu agak sulit mencari putra-putra terbaik Oejoeng Malang yang bisa dikader. Mereka yang dulunya pernah mengenyam pendidikan formal jarang yang mau melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi karena faktor-faktor finansial atau sudah keburu menikah. Pilihan sudah pasti jatuh kepada mereka yang masih punya kemauan untuk belajar dan dukungan finansial. Kebetulan pada waktu itu banyak para pelajar Oejoeng Malang yang mondok di Pesantren Bahagia Bekasi pulang kampung karena sekolahnya bubar. Di antara mereka ada H. Ma’aly Syamsuddin, KH. A. Tajuddin Marzuki, dan beberapa yang lainnya. Setelah mengadakan musyawarah KH. Noer Alie dan kawan-kawannya akhirnya memutuskan untuk mengirim H. Ma’aly Syamsuddin dan KH. A. Tajuddin Marzuki ke Pondok Modern Gontor Ponorogo. Tugas kedua orang ini, selain menuntut ilmu, juga mencari pengalaman pendidikan di Gontor. KH. Noer Alie mencita-citakan tamatan Attaqwa nantinya tidak hanya mampu mengajar, akan tetapi juga mampu menyelenggarakan pendidikan dan membangun masyarakat.&lt;br /&gt;Dari kronologis di atas dapat diketahui bahwa jenjang pendidikan formal yang pernah ditempuh oleh KH. A. Tajuddin Marzuki hanya SRI (4 tahun) dan Kuliyatul Mu’alimin (6 tahun). Tak ada catatan lagi kalau kemudian beliau pernah meneruskan studi di perguruan tinggu atau yang lainnya, dan ini dibuktikan dengan namanya yang polos tanpa titel akademis.&lt;br /&gt;Pengabdian di Dunia Pendidikan     &lt;br /&gt;Sepulang dari menuntut ilmu di Pondok Modern gontor KH. A. Tajuddin Marzuki langsung diserahi mengurus lembaga pendidikan Al-Baqiyatus Sholihat. Sedangkan rekan seperjalanannya H. Ma’aly Syamsuddin diserahi mengurus Madrasah Menengah Attaqwa (MMA). Baik Al-Baqiyatus Sholihat maupun MMA merupakan terapan pengalaman yang diperolehnya dari Pondok Modern Gontor. Lama pendidikan di kedua lembaga ini 6 tahun, sama seperti yang diterapkan di Gontor.&lt;br /&gt;Beberapa tahun berselang terjadi pergantian pimpinan secara mendadak di Al-Baqiyatus Sholihat. HJ. Sholihah Noer, putri kedua KH. Noer Alie, diamanatkan untuk meneruskan pengembangan lembaga ini (saat ini Pimpinan Ponpes Attaqwa Puteri dipegang oleh puteri ketiga KH. Noer Ali, Hj. Atiqoh Noer, MA). Sedangkan KH. A. Tajuddin Marzuki ditarik menjadi Kepala Sekolah MMA (sekarang MMA diubah menjadi Madrasah Aliyah dengan Pimpinan Ponpes Attaqwa Putra, KH. Nurul Anwar, Lc. Dan Kepala Sekolah Madrasah Aliyah Ust. H. Ahmad Masilla Iskan, Lc.)untuk mengisi kekosongan pimpinan karena H. Ma’aly Syamsuddin resmi terpilih menjadi Kepala Desa Bahagia.&lt;br /&gt;Sebagai pendidik sejati tidak ada yang bisa dilakukan KH. A. Tajuddin Marzuki kecuali menerima tugas itu sebagai amanah yang lebih besar dari yang pernah dijalankannya. Dan ternyata di MMA inilah KH. A. Tajuddin Marzuki menemukan peran yang sebenarnya sebagai tenaga pendidik. Mengajar, baginya, tidak semata-mata berdiri di muka kelas sambil menerangkan pelajaran. Pada waktu-waktu tertentu mengajar juga harus dibarengi dengan pemantauan kegiatan para santri dalam memahami dan menerapkan pelajaran yang diterimanya. Sebab, pada prinsipnya, tujuan dasar pendidikan adalah terbentuknya kepribadian anak didik di atas pilar-pilar kebenaran. Anak didik harus dibiasakan menerima kebenaran walaupun pahit.&lt;br /&gt;Pada kenyataannya memang alumni Attaqwa yang sekarang sudah jadi ‘orang’ adalah mereka yang dahulunya ‘kenyang’ dihukum KH. A. Tajuddin Marzuki. Tidak kurang dari H. Asmawi yang buka kartu. Dulu sewaktu masih mondok di Attaqwa dia adalah langganan hukuman KH. A. Tajuddin Marzuki. Sekarang dia sudah menjadi pengusaha dan tokoh yang disegani. Demikian pula mereka yang sekarang telah menjadi ulama, cendikiawan, pejabat pemerintah, kepala sekolah dan lain sebagainya, blak-blakan mengakui tanpa ketegasan yang diperlihatkan oleh KH. A. Tajuddin Marzuki mereka belum tentu jadi orang.&lt;br /&gt;Terlepas dari kisah suka dan duka alumni Attaqwa, yang jelas KH. A. Tajuddin Marzuki adalah seorang pendidik sejati yang berhasil melahirkan kader-kader yang ulet dalam memperjuangkan kemajuan umat. Beliau tetap istiqomah dengan tugas-tugas kependidikannya hingga akhir hayatnya. Jabatan terakhir yang dipegangnya di Yayasan Attaqwa adalah Wakil Ketua Yayasan Attaqwa, Wakil Ketua I Dewan Masjid Attaqwa, dan Ketua Pembangunan Yayasan Attaqwa.&lt;br /&gt;Pengabdian di Dunia Politik&lt;br /&gt;Sebagai manusia biasa yang dibesarkan oleh lingkungan keluarga pejuang KH. A. Tajuddin Marzuki punya bakat-bakat politik. Setidaknya, kalau para orang tua terdahulu berpolitik dengan mengangkat senjata melawan penjajah Belanda, maka KH. A. Tajuddin Marzuki berpolitik melalui kalam dan kata-kata.&lt;br /&gt;Kiprahnya di panggung politik dimulai pada tahun 1965 ketika Jakarta dilanda gelombang demonstrasi menuntut pembubaran Partai Komunis Indonesia (PKI). Bersama beberapa temannnya beliau ambil bagian dalam demonstrasi itu, dan merupakan salah seorang saksi mata ketika pahlawan Ampera Ichwan Ridwan Rais tertembak di bagian dadanya.&lt;br /&gt;Pada waktu PKI dan ormas-ormasnya dibubarkan KH. A. Tajuddin dan kawan-kawan yang tergabung dalam Pelajar Islam indonesia (PII) Cabang Oejoeng Malang mendapat tugas untuk melakukan pengganyangan sisa-sisa PKI di kecamatan Babelan. Dalam kegiatan pengganyangan itu KH. A. Tajuddin Marzuki sempat terlibat kontak fisik dengan orang-orang PKI di kampung Tambun dan Buni Bakti. Ikut dalam tugas tersebut diantaranya H. Abdullah santri senior Attaqwa asal karang Tengah dan Alm. H. A. Rofi’ie AR adik kelasnya sewaktu di Gontor.&lt;br /&gt;Buah jatuh tidak akan jauh dari pohonnya, mungkin istilah inilah yang mengilhami anak beliau H. Syamsul Falah, Msc. Sebagai Ketua DPRD Kab. Bekasi Untuk mengikuti jejak beliau berkarir di bidang politik. &lt;br /&gt;Pengabdian di Masyarakat&lt;br /&gt; Masyarakat, bagi guru-guru senior Attaqwa, adalah tempat pengembangan ilmu sekaligus medan da’wah yang tidak boleh ditinggalkan. Ini sesuai dengan himmah dan harapan KH. Noer Alie yang menghendaki kader-kader Attaqwa lebih mengutamakan urusan masyarakat ketimbang urusan benda mati. Oleh karena itu, hampir di setiap dada kader Attaqwa tertanam semangat pengabdian kepada masyarakat.&lt;br /&gt;Bagi penerus seperti KH. A. Tajuddin Marzuki, pengabdian kepada masyarakat adalah panggilan suci di samping mendidik santri-santri Attaqwa. Beliau tidak ingin namanya hanya tercantum sebagai Wakil Ketua I Dewan Masjid Attaqwa, beliau tidak mau di usia lanjutnya hanya berpangku tangan. Dalam setiap perayaan hari besar Islam, besar maupun kecil, dekat maupun jauh beliau menyempatkan diri untuk hadir.&lt;br /&gt;Para pengurus Yayasan Attaqwa Cabang juga sering berkonsultasi dengan beliau bila berurusan dengan masyarakat. Reputasinya dalam mengurus masalah Yayasan Attaqwa Cabang memang patut diacungkan jempol. Banyak Yayasan Attaqwa Cabang yang semula ingin melepaskan diri dari Pusat mengurungkan niatnya karena keder berhadapan dengan KH. A. Tajuddin Marzuki.&lt;br /&gt;Di Pusat sendiri beliau adalah konsultan khusus KH. Moh. Amin Noer, Lc. Ketua Yayasan Attaqwa Pusat ini selalu berkonsultasi dengan beliau hampir di semua urusan, mulai dari urusan Yayasan hingga urusan pribadi. Tepat benar kedudukan beliau sebagai Wakil Ketua di Yayasan Attaqwa Pusat. Alm. KH. Noer Alie rupanya ingin memberi peran khusus yang nilai pahala dan kemuliannya sama dengan sang ketua. Perannya bukan saja sebagai kedua anak yang dulunya hidup bertetangga, tetapi ketika dewasa dan tua mereka juga harus bahu membahu melanjutkan misi perjuangan Yayasan Attaqwa.&lt;br /&gt;Selamat Jalan Guru&lt;br /&gt; Jum’at, 9 juni 2000, pukul 08.45, di Ruang Mawar Rumah Sakit Mekarsari. Ditemani oleh istri tercintanya Hj. Maqbulah H. Mahmud, beberapa orang anaknya, dan H. Jayadi murid sekaligus teman dekatnya, KH. A. Tajuddin Marzuki menghembuskan napas terakhir dengan tenang dalam usia 59 tahun. Lewat komunikasi berantai berita duka cita pun dikirim ke seluruh pelosok Bekasi, Jakarta, Bogor, Karawang, Subang, Tangerang, hingga ke Kuala Lumpur dan Cairo. Seiring dengan itu, ditempat kelahirannya dan di majlis-majlis ta’lim yang dipimpinnya berita duka cita disebarluaskan lewat pengeras suara. Radio Attaqwa yang pada saat yang sama sedang cuti mingguan juga turut menyebarluaskan berita dengan menyajikan acara khusus pembacaan Surah Yasin selama 12 jam.&lt;br /&gt; Hanya dalam satu jam berita yang dikirim telah rata menyebar. Dari pelayat yang datang ke rumah duka di Jl. KH. Noer Alie No. 7 Ujungharapan, tampak para alim ulama dari berbagai daerah,cendikiawan, pejabat pemerintah sipil maupun militer, anggota DPRD Bekasi, tokoh-tokoh masyarakat , pegawai sipil, pengurus partai, alumni Attaqwa dari semua angkatan, guru-guru Attaqwa, santri putra dan putri Attaqwa, dan masyarakat umum. Mereka semua merasa kehilangan – kehilangan seorang figur yang telah sekian lama mengabdi di dunia pendidikan dan kemasyarakatan, kehilangan seorang tokoh yang istiqomah dalam setiap langkahnya.&lt;br /&gt; Demikianlah biografi singkat KH. A. Tajuddin Marzuki sebagai figur keluarga dan masyarakat Oejoeng Malang, mudah-mudahan kita semua yang telah membaca tulisan ini bisa mengambil sebuah pengalaman yang suci dari beliau. Sekian..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3806071980915108003-7994216281874273246?l=irhamnirofiun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irhamnirofiun.blogspot.com/feeds/7994216281874273246/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irhamnirofiun.blogspot.com/2010/02/kh-tajuddin-marzuki-tokoh-ulama-oejoeng.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3806071980915108003/posts/default/7994216281874273246'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3806071980915108003/posts/default/7994216281874273246'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irhamnirofiun.blogspot.com/2010/02/kh-tajuddin-marzuki-tokoh-ulama-oejoeng.html' title='KH. A. Tajuddin Marzuki Tokoh Ulama Oejoeng Malang sekaligus  Representatif Generasi Kedua Attaqwa'/><author><name>..::Irhamni H. Rofi'un::..</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16848612931575216655</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_d4HaSQZfcpE/S4Erpyu3o7I/AAAAAAAAAEQ/F8qjHzgTnjw/s72-c/Guru+Tajudin+(edited).jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3806071980915108003.post-7497630624123042632</id><published>2010-02-14T23:21:00.004+02:00</published><updated>2010-02-23T18:29:15.995+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Profil'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mesir'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Al-Azhar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kreasi'/><title type='text'>Sekilas Profil Universitas al-Azhar Tafahna al-Asyraf</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_d4HaSQZfcpE/S4QCT6NiiwI/AAAAAAAAAF4/Oa0uiIQKJZk/s1600-h/DSCF3427.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_d4HaSQZfcpE/S4QCT6NiiwI/AAAAAAAAAF4/Oa0uiIQKJZk/s320/DSCF3427.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5441476790837218050" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sekilas Profil Universitas al-Azhar Tafahna al-Asyraf&lt;br /&gt;Oleh: Irhamni Rofiun*&lt;br /&gt;Letak Geografis &lt;br /&gt;Tafahna al-Asyraf adalah sebuah desa agraris yang terletak pada jalur lalu lintas agrikultural yang cepat antara kota Mith Ghamr dan kota Zaqaziq serta berada di bawah pengawasan distrik Mith Ghamr provinsi Daqahliyah, salah satu provinsi dari 27 provinsi di Mesir.&lt;br /&gt;Sebelah timur, Tafahna al-Asyraf berbatasan dengan desa Qurasyi. Dari arah barat berbatasan dengan desa Kafr al-Wazir. Dari arah selatan berbatasan dengan jalur lalu lintas cepat Mith Ghamr-Zaqaziq, jalur kereta api dan dari arah utara berbatasan dengan desa Mith Abu Khalid.&lt;br /&gt;Desa ini memiliki luas sekitar 750 hektar dengan jumlah penduduknya yang mencapai sekitar ±6000 orang yang mayoritas dari mereka bekerja sebagai petani.&lt;br /&gt;Pendirian Universitas al-Azhar serta Sarana Penunjang Lainnya.&lt;br /&gt;Desa idaman ini termasuk dari desa yang paling besar kontribusinya di dunia Islam, karena di dalamnya telah didirikan menara perguruan tinggi yaitu cabang Universitas al-Azhar melalui kerja yang sungguh-sungguh dari beberapa warga Tafahna al-Asyraf yang jujur dan dermawan -yang diketuai oleh Insinyur Shalah Musthafa 'Athiyah dan Insinyur Shalah 'Abduh Khadr-  melewati langkah yang penuh semangat dan keringat serta kesungguhan yang disyukuri dari Tuhan semesta alam.&lt;br /&gt;Proyek ini dimulai sekitar tahun 1982 M dan senantiasa berkembang pada semua sisi kehidupan dan akan selalu berlanjut dengan izin Allah ta'ala.&lt;br /&gt;Bangunan gedung Universitas al-Azhar Tafahna al-Asyraf berdiri pada area lingkungan yang mengembangkan wawasan ilmiyah, rinciannya sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Fakultas Hukum dan Perundang-undangan untuk banîn&lt;br /&gt;Fakultas ini dianggap memiliki peran yang paling besar bagi seluruh fakultas di cabang Tafahna al-Asyraf. Luas areanya sekitar ±8000 m². Sedangkan area yang dipakai untuk gedung fakultas sekitar ±2250 m² dan sisa area yang kosong untuk penunjang kuliah. Biaya pembangunannya mencampai sekitar ± 6 juta pound Mesir pada tahun 1992 M. Gedung tersebut disahkan melalui surat ketetapan kepala majelis pemerintahan no. 1832 pada hari rabu, 10 jumadilula 1413 H/4 november 1992 M.&lt;br /&gt;Awal mula kegiatan belajar mengajar jurusan Hukum Islam dilakukan pada tahun ajaran 1992-1993 dengan jumlah mahasiswa yang ada pada jurusan ini sekitar 136 mahasiswa. Alumni yang pertama kali tamat pada tahun ajaran 1996 M berjumlah 86 wisudawan.&lt;br /&gt;Adapun jurusan Perundang-undangan, proses kegiatan belajar mengajar dimulai pada tahun ajaran 1993-1994 M dengan jumlah mahasiswanya sekitar 114 mahasiswa. Alumni yang pertama kali tamat pada jurusan ini pada tahun ajaran 1998 berjumlah 53 wisudawan.&lt;br /&gt;Adapun sekarang jumlah mahasiswa pada jurusan Hukum Islam dengan masa studi empat tahun sekitar ±1844 mahasiswa. Sedangkan pada jurusan Perundang-undangan dengan masa studi lima tahun ada sekitar ±1990 mahasiswa. Jadi jumlah alumni yang tamat pada fakultas ini sampai sekarang dengan dua jurusan terdapat 14 angkatan yang berjumlah sekitar ±2946 alumni. Mereka semua tersebar pada setiap yayasan dan lembaga pemerintahan, pengadilan, hukum perundang-undangan, pengajaran dll. &lt;br /&gt;2. Fakultas Perdagangan untuk banât&lt;br /&gt;luas areanya sekitar ±2250 m² dengan biaya pembangunan mencampai sekitar ±6 juta pound Mesir. Proses kegiatan belajar mengajar dimulai pada tanggal 29 januari 1994 M.&lt;br /&gt;3. Fakultas Pendidikan untuk banîn&lt;br /&gt; luas areanya sekitar ±5600 m² dengan biaya pembangunan sekitar ±12 juta pound Mesir. Proses kegiatan belajar mengajar dimulai pada tahun ajaran 1996 M.&lt;br /&gt;4. Fakultas Studi Humaniora untuk banât&lt;br /&gt; luas areanya sekitar ±2250 m² dengan biaya pembangunan sekitar ±7 juta pound Mesir. Proses kegiatan belajar mengajar dimulai pada tahun ajaran 2000-2001 M.&lt;br /&gt;5. Asrama Universitas untuk banât&lt;br /&gt;Gedung ini didirikan pada tahun 1994 M dengan luas area sekitar ±6670 m². Di dalamnya terdapat 300 buah tempat tidur dengan biaya pembangunan sekitar ±2 juta pound Mesir.&lt;br /&gt;6. Asrama Universitas untuk banîn&lt;br /&gt;Gadung ini dibangun pada tahun 1999 M dengan luas area sekitar ±1400 m². Di dalamnya disediakan 450 tempat tidur  dan menghabiskan biaya sekitar ±3 juta pound Mesir.&lt;br /&gt;Ini semua keterangan akademik yang bagus dan di sekitar gedung-gedung tersebut terdapat himpunan dari lembaga pendidikan al-Azhar, dimulai dari Ma'had al-Mutafawwiqin (baca: pesantren unggulan) yang diperuntukkan bagi para siswa dari tingkat menengah pertama dan menengah atas dengan standar nilai yang tinggi. Ma’had ini baru dibangun pada tahun 2007. Juga terdapat Sekolah Khusus menghafal Al-Quran, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas untuk banîn dan banât. Sungguh benarlah kiranya sebuah ungkapan penduduk Tafahna yang mengatakan, "Di Tafahna al-Asyraf itu, dari taman kanak-kanak sampai Universitas ada semuanya."&lt;br /&gt;Kesungguhan yang dikorbankan ini tidak terbatas pada segi akademik saja melainkan berlanjut pada segi kemasyarakatan, kesehatan dan pemberantasan kemiskinan dan buta huruf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari segi kemasyarakatan&lt;br /&gt;Di Desa Tafahna al-Asyraf dibentuk panitia pertama untuk menyelesaikan perselisihan diantara penduduk desa, sebagaimana pembentukan panitia zakat dalam menangani penyaluran harta kepada orang yang tidak mampu dan orang yang berhak menerima zakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari segi kesehatan&lt;br /&gt;Pembangunan rumah sakit serbaguna dan rumah sakit jaminan kesehatan untuk pengobatan penduduk dan mahasiswa di Tafahna al-Asyraf juga sangat menunjang kebutuhan kesehatan bagi desa tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari segi kemiskinan dan buta huruf&lt;br /&gt;Dalam rangka memberantas kemiskinan dan buta huruf, didirikan sebuah pabrik pakan ternak untuk menyibukkan penduduk Tafahna yang pengangguran, sebagaimana dibangun juga sebuah pabrik pembuatan baju untuk melatih para penduduk dalam mengentaskan pengangguran, lebih dari itu mengajarkan membaca dan menulis kepada mereka yang buta huruf.&lt;br /&gt;Di Tafahna al-Asyraf juga terdapat masjid besar, perpustakaan, gedung pelayanan, sentral telepon, kantor pos dan stasiun kereta api. Dari kereta api tersebut dapat mengantarkan penumpang ketempat yang dituju dari desa idaman ini menuju kesebuah distrik dari distrik-distrik provinsi Daqahliyah dan mampu mengantarkan ke kota dan provinsi yang ada di Mesir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahasiswa Asing&lt;br /&gt;Mahasiswa asing yang melakukan studi di Universitas al-Azhar Tafahna al-Asyraf kebanyakan berasal dari Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Juzur Qamar. Sikap penduduk Tafahna al-Asyraf terhadap mahasiswa asing sangatlah santun. Banyak kemudahan yang diperoleh mahasiswa asing yang belajar di desa tersebut, diantaranya: Kemudahan dalam mengurus administrasi kuliah, pemberian sembako bulanan, bantuan dana 50 pound perbulah dari Jam'iyah Syar'iyah cabang Tafahna al-Asyraf, harga sewa flat yang cukup murah dengan satu kamar yang dihuni oleh satu orang dan masih banyak lagi yang lainnya. Jalinan silaturrahmi para mahasiswa asing pun dengan masyarakat sekitar begitu erat, dilihat dari pergaulan sehari-hari dengan menggunakan bahasa arab 'amiyah (baca: tidak resmi) yang merupakan salah satu nilai plus tinggal di desa tersebut. Karena memang rasa persaudaraan dan kekeluargaan begitu terasa dibandingkan penduduk Mesir yang berada di perkotaan yang kebanyakan sibuk dengan kepentingannya sendiri. Tafahna al-Asyraf juga merupakan tempat menuntut ilmu yang sangat kondusif bagi para pelajar dan mahasiswa disamping banyak tempat talaqqi (baca: belajar ilmu agama secara tatap muka dengan ulama yang mahir dibidang ilmu tertentu), banyak ulama terkenal yang berada di daerah ini seperti Syaikh Mutawalli Asy-Sya'rowi rahimahullah, pengarang kitab Tafsir Asy-Sya'rowi, Syaikh Muhammad Hassan seorang ulama yang dijuluki dai sejuta ummatnya Mesir, Syaikh Majdi 'Arafat seorang muhaddits (baca: ahli hadits) yang sanadnya sampai kepada Rasulullah. Buku karangan haditsnya yang terkenal adalah Syifâu al-'iî Tahqîq wa Takhrîj Musnad Imam Syafi'î. Dengan semua keistimewaan sarana dan prasarana yang dimiliki oleh Tafahna al-Asyraf semoga dapat mengingatkan kembali tugas menuntut ilmu sebagaimana yang dicanangkan ketika awal mula tiba di negeri para nabi ini. &lt;br /&gt;Hanya inilah penjelasan singkat tentang profil Tafahna al-Asyraf. Semoga Allah memberikan petunjuk kepada semua penduduk Mesir dan semua Negara kaum muslimin di berbagai belahan penjuru dunia untuk menuju Tafahna al-Asyraf. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengabulkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini bersumber dari : Perpustakaan Fakultas Syari'ah wal-Qanun Tafahna al-Asyraf, Keterangan dari penduduk asli Tafahna al-Asyraf dan berbagai sumber lain yang menunjang.&lt;br /&gt;*Penulis adalah Mahasiswa Al-Azhar Mesir Fakultas Syari'ah wal-Qanun Tingkat 4 Tahun Ajaran 2009/2010 M.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3806071980915108003-7497630624123042632?l=irhamnirofiun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irhamnirofiun.blogspot.com/feeds/7497630624123042632/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irhamnirofiun.blogspot.com/2010/02/sekilas-profil-universitas-al-azhar.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3806071980915108003/posts/default/7497630624123042632'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3806071980915108003/posts/default/7497630624123042632'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irhamnirofiun.blogspot.com/2010/02/sekilas-profil-universitas-al-azhar.html' title='Sekilas Profil Universitas al-Azhar Tafahna al-Asyraf'/><author><name>..::Irhamni H. Rofi'un::..</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16848612931575216655</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_d4HaSQZfcpE/S4QCT6NiiwI/AAAAAAAAAF4/Oa0uiIQKJZk/s72-c/DSCF3427.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3806071980915108003.post-8226955873234767182</id><published>2007-09-14T06:56:00.000+02:00</published><updated>2007-09-14T06:59:52.204+02:00</updated><title type='text'>Berbuka</title><content type='html'>Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilaaly&lt;br /&gt;Syaikh Ali Hasan Ali Abdul Hamid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut salinan dari Kitab Sifat Shaum Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam Fii Ramadhan, edisi Indonesia Sipat Puasa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam oleh Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly, Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid, terbitan Pustaka Al-Haura, penerjemah Abdurrahman Mubarak Ata. Yang berkaitan dengan BERBUKA, berikut selengkapnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kapan Orang Yang Puasa Berbuka ?&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.&lt;br /&gt;“Artinya : Kemudian sempurnakanlah puasa hingga malam” [Al-Baqarah : 187]&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menafsirkan dengan datangnya malam dan perginya siang serta sembunyinya bundaran matahari. Kami telah membawakan (penjelasan ini pada pembasahan yang telah lalu,-ed) agar menjadi tenang hati seorang muslim yang mengikuti sunnatul huda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai hamba Allah, inilah perkataan-perkataan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ada di hadapanmu dapatlah engkau membacanya, dan keadaannya yang sudah jelas dan telah engkau ketahui, serta perbuatan para sahabatnya, Radhiyallahu ‘anhum telah kau lihat, mereka telah mengikuti apa yang dibawa oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Abdur Razaq telah meriwayatkan dalam Mushannaf 7591 dengan sanad yang dishahihkan oleh Al-Hafidz dalam Fathul Bari 4/199 dan al-Haitsami dalam Majma’ Zawaid 3/154 dari Amr bin Maimun Al Audi.&lt;br /&gt;“Para sahabat Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang-orang yang paling bersegera dalam berbuka dan paling akhir dalam sahur”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Menyegerakan Berbuka&lt;br /&gt;Wahai saudaraku seiman, wajib atasmu berbuka ketika matahari telah terbenam, janganlah dihiraukan oleh rona merah yang masih terlihat di ufuk, dengan ini berarti engkau telah mengikuti sunnah Rasuullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan menyelisihi Yahudi dan Nasrani, karena mereka mengakhirkan berbuka. Pengakhiran mereka itu sampai pada waktu tertentu yakni hingga terbitnya bintang. Maka dengan mengikuti jalan dan manhaj Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berarti engkau menampakkan syiar-syiar agama, memperkokoh petunjuk yang kita jalani, yang kita harapkan jin dan manusia berkumpul diatasnya. Hal-hal tersebut dijelaskan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pada paragraf-paragraf yang akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[a]. Menyegerakan Buka Berarti Menghasilkan Kebaikan.&lt;br /&gt;Dari Sahl bin Sa’ad Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.&lt;br /&gt;“Artinya : Senantiasa manusia di dalam kebaikan selama menyegerakan bebuka” [Hadits Riwayat Bukhari 4/173 dan Muslim 1093]&lt;br /&gt;[b]. Menyegerakan Berbuka Adalah Sunnah Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;br /&gt;Jika umat Islamiyah menyegerakan berbuka berarti mereka tetap di atas sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan manhaj Salafus Shalih, dengan izin Allah mereka tidak akan tersesat selama “berpegang dengan Rasul mereka (dan) menolak semua yang merubah sunnah”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Sahl bin Sa’ad Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.&lt;br /&gt;“Artinya : Umatku akan senantiasa dalam sunnahku selama mereka tidak menunggu bintang ketika berbuka (puasa)” [1],&lt;br /&gt;[c]. Menyegerakan Buka Berarti Menyelisihi Yahudi dan Nashrani&lt;br /&gt;Tatkala manusia senantiasa berada di atas kebaikan dikarenakan mengikuti manhaj Rasul mereka, memelihara sunnahnya, karena sesungguhnya Islam (senantiasa) tetap tampak dan menang, tidak akan memudharatkan orang yang menyelisihinya, ketika itu umat Islam akan menjadi singa pemberani di lautan kegelapan, tauladan yang baik untuk diikuti, karena mereka tidak menjadi pengekor orang Timur dan Barat, (yaitu) pengikut semua yang berteriak, dan condong bersama angin kemana saja angin beriup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.&lt;br /&gt;“Artinya : Agama ini akan senantiasa menang selama manusia menyegerakan berbuka [2], karena orang-orang Yahudi dan Nasrani mengakhirkannya” [Hadits Riwayat Abu Dawud 2/305, Ibnu Hibban 223, sanadnya Hasan]&lt;br /&gt;Kami katakan :&lt;br /&gt;Hadits-hadits di atas mempunyai banyak faedah dan catatan-catatan penting, sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kemenangan agama ini dan berkibarnya bendera akan tercapai dengan syarat menyelisihi orang-orang sebelum kita dari kalangan Ahlul Kitab, ini sebagai penjelasan bagi umat Islam, bahwa mereka akan mendapatkan kebaikan yang banyak, jika membedakan diri dan tidak condong ke Barat ataupun ke Timur, menolak untuk mengekor Kremlin atau mencari makan di Gedung Putih -mudah-mudahan Allah merobohkannya-, jika umat ini berbuat demikian mereka akan menjadi perhiasan diantara umat manusia, jadi pusat perhatian, disenangi oleh semua hati. Hal ini tidak akan terwujud, kecuali dengan kembali kepada Islam, berpegang dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah dalam masalah Aqidah dan Manhaj.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Berpegang dengan Islam baik secara global maupun rinci, berdasarkan firman Allah : “Artinya : Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu dalam Islam secara kaffah” [Al-Baqarah : 208] Atas dasar inilah, maka ada yang membagi Islam menjadi inti dan kulit, (ini adalah pembagian) bid’ah jahiliyah modern yang bertujuan mengotori fikrah kaum muslimin dan memasukkan mereka ke dalam lingkaran kekhawatiran. (Hal ini) tidak ada asalnya dalam agama Allah, bahkan akhirnya akan merembet kepada perbuatan orang-orang yang dimurkai Allah, (yaitu) mereka yang mengimani sebagian kitab dan mendustakan sebagian yang lainnya ; kita diperintah untuk menyelisihi mereka secara global maupun terperinci, dan sungguh ! kita mengetahui buah dari menyelisihi Yahudi dan Nasrani adalah tetap (tegak)nya agama lahir dan batin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Dakwah ke jalan Allah dan memberi peringatan kepada mukminin tidak akan terputus, perkara-perkara baru yang menimpa umat Islam tidak menyebabkan kita memilah syiar-syiar Allah, jangan sampai kita mengatakan seperti perkataan kebanyak mereka : “Ini perkara-perkara kecil, furu’. khilafiyah dan hawasyiyah, kita wajib meninggalkannya, kita pusatkan kesungguhan kita untuk perkara besar yang memecah belah shaf kita dan mencerai beraikan barisan kita.&lt;br /&gt;Perhatikan wahai kaum muslimin, da’i ke jalan Allah di atas basyirah, engkau telah tahu dari hadits-hadits yang mulia bahwa jayanya agama ini bergantung pada disegerakannya berbuka puasa yang dilakukan tatkala lingkaran matahari telah terbenam, Maka bertaqwalah kepada Allah (wahai) setiap orang yang menyangka berbuka ketika terbenamnya matahari adalah fitnah, dan seruan untuk menghidupkan sunnah ini adalah dakwah yang sesat dan bodoh, menjauhkan umat Islam dari agamanya atau menyangka (hal tersebut) sebagai dakwah yang tidak ada nilainya, (yang) tidak mungkin seluruh muslimin berdiri di atasnya, karena hal itu adalah perkara furu’, khilafiyah atau masalah kulit!! Walaa haula walaa quwwata illa billah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[d] Berbuka Sebelum Shalat Maghrib&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berbuka sebelum shalat Maghrib [3] karena menyegerakan berbuka termasuk akhlaknya para nabi. Dari Abu Darda’ Radhiyallahu ‘anhu.&lt;br /&gt;“Tiga perkara yang merupakan akhlak para nabi : menyegerakan berbuka, mengakhirkan sahur dan meletakkan tangan di atas tangan kiri dalam shalat” [4]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Berbuka Dengan Apa ?&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berbuka dengan korma, kalau tidak ada korma dengan air, ini termasuk kesempurnaan kasih sayang dan semangatnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam (untuk kebaikan) umatnya dan dalam menasehati mereka. Allah berfirman.&lt;br /&gt;“Artinya : Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaan olehmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin” [At-Taubah : 128]&lt;br /&gt;Karena memberikan ke tubuh yang kosong sesuatu yang manis, lebih membangkitkan selera dan bermanfaat bagi badan, terutama badan yang sehat, dia akan menjadi kuat dengannya (korma). Adapun air, karena badan ketika dibawa puasa menjadi kering, jika didinginkan dengan air akan sempurna manfaatnya dengan makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah wahai hamba yang taat, sesungguhnya korma mengandung berkah dan kekhususan -demikian pula air- dalam pengaruhnya terhadap hati dan mensucikannya, tidak ada yang mengetahuinya kecuali orang yang berittiba’. Dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu (ia berkata) :&lt;br /&gt;“Artinya : Adalah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berbuka dengan korma basah (ruthab), jika tidak ada ruthab maka berbuka dengan korma kering (tamr), jika tidak ada tamr maka minum dengan satu tegukan air” [5]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Yang Diucapkan Ketika Berbuka&lt;br /&gt;Ketahuilah wahai saudaraku yang berpuasa - mudah-mudahan Allah memberi taufiq kepada kita untuk mengikuti sunnah Nabi-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam- sesungguhnya engkau punya do’a yang dikabulkan, maka manfaatkanlah, berdo’alah kepada Allah dalam keadaan engkau yakin akan dikabulkan, -ketahuilah sesungguhnya Allah tidak mengabulkan do’a dari hati yang lalai-. Berdo’alah kepada-Nya dengan apa yang kamu mau dari berbagai macam do’a yang baik, mudah-mudahan engkau bisa mengambil kebaikan di dunia dan akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.&lt;br /&gt;“Artinya : Tiga do’a yang dikabulkan : do’anya orang yang berpuasa, do’anya orang yang terdhalimi dan do’anya musafir” [6]&lt;br /&gt;Do’a yang tidak tertolak ini adalah ketika waktu engkau berbuka berdasarkan hadits dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.&lt;br /&gt;“Artinya : Tiga orang yang tidak akan ditolak do’anya : orang yang puasa ketika berbuka, Imam yang adil dan do’anya orang yang didhalimi” [7]&lt;br /&gt;Dari Abdullah bin Amr bin Al ‘Ash, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.&lt;br /&gt;“Artinya : Sesungguhnya orang yang puasa ketika berbuka memeliki doa yang tidak akan ditolak” [8]&lt;br /&gt;Do’a yang paling afdhal adalah do’a ma’tsur dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa beliau jika berbuka mengucapkan.&lt;br /&gt;Dzahabad-dhoma’u wabtalil ‘uruuqu watsabbatil ajru insya Allah&lt;br /&gt;“Artinya : Telah hilang dahaga dan telah basah uart-urat, dan telah ditetapkan pahala Insya Allah” [9]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Memberi Makan Orang Yang Puasa&lt;br /&gt;Bersemangatlan wahai saudaraku -mudah-mudahan Allah memberkatimu dan memberi taufik kepadamu untuk mengamalkan kebajikan dan taqwa- untuk memberi makan orang yang puasa karena pahalanya besar dan kebaikannya banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.&lt;br /&gt;“Artinya : Barangsiapa yang memberi buka orang yang puasa akan mendapatkan pahala seperti pahalanya orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahalanya sedikitpun” [10]&lt;br /&gt;Orang yang puasa harus memenuhi undangan (makan) saudaranya, karena barangsiapa yang tidak menghadiri undangan berarti telah durhaka kepada Abul Qasim Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dia harus berkeyakinan bahwa Allah tidak akan menyia-nyiakan sedikitpun amal kebaikannya, tidak akan dikurangi pahalanya sedikitpun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang diundang disunnahkan mendo’akan pengundangnya setelah selesai makan dengan do’a-do’a dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;“Artinya : Telah makan makanan kalian orang-orang bajik, dan para malaikat bershalawat (mendo’akan kebaikan) atas kalian, orang-orang yang berpuasa telah berbuka di sisi kalian” [11]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Ya Allah, berilah makan orang yang memberiku makanm berilah minum orang yang memberiku minum” [Hadits Riwayat Muslim 2055 dari Miqdad]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Ya Allah, ampunilah mereka dan rahmatilah, berilah barakah pada seluruh rizki yang Engkau berikan” [Hadits Riwayat Muslim 2042 dari Abdullah bin Busrin]&lt;br /&gt;________________________________________&lt;br /&gt;Bersambung Insya Allah dengan bab yang lainnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Foote Note.&lt;br /&gt;[1]. Hadits Riwayat Ibnu Hibban (891) dengan sanad Shahih, asalnya -telah lewat dalam shahihain- Kami katakan : Syia’h Rafidhoh telah mencocoki Yahudi dan Nasrani dalam mengakhirkan buka hingga terbitnya bintang. Mudah-mudahan Allah melindungi kita semua dari kesesatan.&lt;br /&gt;[2]. Hal ini bukan berarti, jika manusia telah terlena dengan dunianya hingga mereka mengakhirkan bbukan mengikuti Yahudi dan Nasrani, kemudian agama ini menjadi kalah, tidak demikian keadaannya, Islam senantiasa akan menang kapanpun juga, dan dimanapun tempatnya. Wallahu a’lam, -ed&lt;br /&gt;[3]. Hadits Riwayat Ahmad (3/164), Abu Dawud (2356) dari Anas dengan sanad Hasan.&lt;br /&gt;[4]. Hadits Riwayat Thabrani dalam Al-Kabir sebagaimana dalam Al-Majma (2/105) dia berkata : “….. marfu’ dan mauquf shahih adapaun yang marfu’ ada perawi yang tidak aku ketahui biografinya”. Aku katakan Mauquf -sebagaimana telah jelas- mempunyai hukum marfu’&lt;br /&gt;[5]. Hadits Riwayat Ahmad (3/163), Abu Dawud (2/306), Ibnu Khuzaimah (3/277,278), Tirmidzi 93/70) dengan dua jalan dari Anas, sanadnya shahih&lt;br /&gt;[6]. Hadits Riwayat Uqaili dalam Ad-Dhu’afa’ (1/72), Abu Muslim Al-Kajji dalam Juz-nya, dan dari jalan Ibnu Masi dalam Juzul Anshari { } sanadnya hasan kalau tidak ada ‘an-’annah Yahya bin Abi Katsir, hadits ini punya syahid yaitu hadits selanjutnya.&lt;br /&gt;[7]. Hadits Riwayat Tirmidzi (2528), Ibnu Majah (1752), Ibnu Hibban (2407) ada jahalah Abu Mudillah.&lt;br /&gt;[8]. Hadits Riwayat Ibnu Majah (1/557), Hakim (1/422), Ibnu Sunni (128), Thayalisi (299) dari dua jalan Al-Bushiri berkata : (2/81) ini sanad yang shahih, perawi-perawinya tsiqat.&lt;br /&gt;[9]. Hadits Riwayat Abu Dawud 92/306), Baihaqi (4/239), Al-Hakim (1/422) Ibnu Sunni (128), Nasaai dalam ‘Amalul Yaum (296), Daruquthni (2/185) dia berkata : “sanadnya hasan”. Aku katakan : memang seperti ucapannya.&lt;br /&gt;[10]. Hadits Riwayat Ahmad (4/144,115,116,5/192) Tirmidzi (804), ibnu Majah (1746), Ibnu Hibban (895), dishahihkan oleh Tirmidzi.&lt;br /&gt;[11]. Hadits Riwayat Abi Syaibah (3/100), Ahmad (3/118), Nasa’i dalam ‘Amalul Yaum” (268), Ibnu Sunni (129), Abdur Razak (4/311) dari berbagai jalan darinya, sandnya shahih&lt;br /&gt;Peringatan.&lt;br /&gt;Apa yang ditambahkan oleh sebagian orang tentang hadits ini : “Allah menyebutkan di majlis-Nya” adalah tidak ada asalanya. Perhatikan !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://almalanji.wordpress.com"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;from this blog&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3806071980915108003-8226955873234767182?l=irhamnirofiun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irhamnirofiun.blogspot.com/feeds/8226955873234767182/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irhamnirofiun.blogspot.com/2007/09/berbuka.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3806071980915108003/posts/default/8226955873234767182'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3806071980915108003/posts/default/8226955873234767182'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irhamnirofiun.blogspot.com/2007/09/berbuka.html' title='Berbuka'/><author><name>..::Irhamni H. Rofi'un::..</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16848612931575216655</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3806071980915108003.post-5552165662184609094</id><published>2007-09-09T00:33:00.001+02:00</published><updated>2007-09-09T00:56:17.990+02:00</updated><title type='text'>Puisi Islami</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_d4HaSQZfcpE/RuMl--D-G4I/AAAAAAAAAAw/k9zfyAYKsPc/s1600-h/Allah+9.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_d4HaSQZfcpE/RuMl--D-G4I/AAAAAAAAAAw/k9zfyAYKsPc/s200/Allah+9.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5107968166110043010" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:14;"  lang="IN" &gt;Bila Al Qur'an Bisa Bicara&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:8;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Waktu engkau masih kanak-kanak, kau laksana kawan sejatiku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Dengan wudu' aku kau sentuh dalam keadaan suci&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Aku kau pegang, kau junjung dan kau pelajari&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Aku engkau baca dengan suara lirih ataupun keras setiap hari&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Setelah usai engkaupun selalu menciumku mesra&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:8;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Sekarang engkau telah dewasa...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Nampaknya kau sudah tak berminat lagi padaku...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Apakah aku bacaan usang yang tinggal sejarah...?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Menurutmu barangkali aku bacaan yang tidak menambah pengetahuanmu ?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Atau menurutmu aku hanya untuk anak kecil yang belajar mengaji saja ?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:8;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Sekarang aku engkau simpan rapi sekali &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;hingga kadang engkau lupa dimana menyimpannya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Aku sudah engkau anggap hanya sebagai perhiasan rumahmu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Kadang kala aku dijadikan mas kawin agar engkau dianggap bertaqwa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Atau aku kau buat penangkal untuk menakuti hantu dan syetan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Kini aku lebih banyak tersingkir, dibiarkan dalam kesendirian &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;dalam kesepian di atas lemari, di dalam laci, aku engkau pendamkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:8;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Dulu...pagi-pagi...surah2 yang ada padaku engkau baca beberapa halaman&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Sore harinya aku kau baca tadarusan bersama teman-temanmu di surau.....&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Sekarang... pagi-pagi sambil minum kopi...engkau baca Koran atau nonton TV&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Waktu senggang..engkau sempatkan membaca buku karangan manusia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Sedangkan aku engkau campakkan, engkau abaikan dan engkau lupakan...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:8;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Saat berangkatpun sering kau lupa baca Basmalah pembuka surah2ku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Diperjalanan engkau lebih asyik menikmati musik duniawi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Tidak ada kaset yang berisi ayat-ayatku laci mobilmu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Sepanjang perjalanan radiomu selalu tertuju ke stasiun radio favoritmu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Aku tahu itu bukan Stasiun Radio yang senantiasa melantunkan ayatku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:8;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Di meja kerjamu tidak ada aku untuk kau baca sebelum kau mulai kerja&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Di Komputermu pun kau putar musik favoritmu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Jarang sekali engkau putar ayat-ayatku melantun&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;E-mail temanmu yang ada ayat-ayatkupun kadang kau abaikan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Engkau terlalu sibuk dengan urusan duniamu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Benarlah dugaanku bahwa engkau kini sudah benar-benar melupakanku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Bila malam tiba engkau tahan nongkrong berjam-jam di depan TV&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Menonton pertandingan Liga Italia, musik atau Film dan Sinetron laga&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Di depan komputermu berjam-jam engkau betah duduk main games&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Atau hanya sekedar membaca berita murahan dan gambar sampah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:8;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Waktupun cepat berlalu...aku menjadi semakin kusam dalam lemari&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Mengumpul debu, menumpuk abu dan mungkin dimakan kutu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Seingatku hanya awal Ramadhan engkau membacaku kembali&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Itupun hanya beberapa lembar dariku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Dengan suara dan lafadz yang tidak semerdu dulu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Engkaupun kini terbata-bata dan kurang lancar lagi setiap membacaku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:8;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Apakah Koran, TV, radio , komputer, dapat memberimu pertolongan?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Bila engkau di kubur sendirian menunggu sampai kiamat tiba&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Engkau akan diperiksa oleh para malaikat suruhanNya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Hanya dengan ayat-ayat-Nya yang ada padaku &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;engkau dapat selamat melaluinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:8;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Sekarang engkau begitu enteng membuang waktumu...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Setiap saat berlalu... kuranglah jatah umurmu...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Dan akhirnya kubur senantiasa menunggu kedatanganmu..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Engkau bisa kembali kepada Tuhanmu sewaktu-waktu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Apabila malaikat maut mengetuk pintu rumahmu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:8;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Bila aku engkau baca selalu dan engkau hayati...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Di kuburmu nanti....&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Aku akan datang sebagai pemuda gagah nan tampan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Yang akan membantu engkau membela diri&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Bukan koran yang engkau baca yang akan membantumu &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Dari perjalanan di alam akhirat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Tapi Akulah "Qur'an" kitab sucimu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Yang senantiasa setia menemani dan melindungimu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:8;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Peganglah aku lagi . .. bacalah kembali aku setiap hari&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Karena ayat-ayat yang ada padaku adalah ayat suci&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Yang berasal dari Allah, Tuhan Yang Maha Mengetahui&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Yang disampaikan oleh Jibril kepada Muhammad Rasulullah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:8;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Keluarkanlah segera aku dari lemari atau lacimu...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Jangan lupa bawa kaset yang ada ayatku dalam laci mobilmu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Letakkan aku selalu di depan meja kerjamu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Agar engkau senantiasa mengingat Tuhanmu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:8;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Sentuhilah aku kembali...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Baca dan pelajari lagi aku....&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Setiap datangnya pagi dan sore hari&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Seperti dulu....dulu sekali...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Waktu engkau masih kecil , lugu dan polos...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Di surau kecil kampungmu yang damai&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:8;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Kini,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Izinkan aku kembali jadi sahabat setiamu...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Jangan biarkan aku sendiri....&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Dalam bisu dan sepi....&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:rect id="_x0000_s1026" style="'position:absolute;"&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;span style="position: absolute; z-index: -1; margin-left: -1px; margin-top: 6px; width: 674px; height: 76px;"&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/IRHAMNI/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/04/clip_image001.gif" shapes="_x0000_s1026" height="76" width="674" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:11;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:11;"  lang="IN" &gt;"Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, mereka itu penghuni-penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:10;"  lang="IN" &gt;(QS Al A'raaf [7] : 36).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3806071980915108003-5552165662184609094?l=irhamnirofiun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irhamnirofiun.blogspot.com/feeds/5552165662184609094/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irhamnirofiun.blogspot.com/2007/09/puisi-islami.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3806071980915108003/posts/default/5552165662184609094'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3806071980915108003/posts/default/5552165662184609094'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irhamnirofiun.blogspot.com/2007/09/puisi-islami.html' title='Puisi Islami'/><author><name>..::Irhamni H. Rofi'un::..</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16848612931575216655</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_d4HaSQZfcpE/RuMl--D-G4I/AAAAAAAAAAw/k9zfyAYKsPc/s72-c/Allah+9.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3806071980915108003.post-8875331421313429457</id><published>2007-09-09T00:33:00.000+02:00</published><updated>2007-09-09T00:46:59.112+02:00</updated><title type='text'>Bila Al Qur'an Bisa Bicara</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_d4HaSQZfcpE/RuMl--D-G4I/AAAAAAAAAAw/k9zfyAYKsPc/s1600-h/Allah+9.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_d4HaSQZfcpE/RuMl--D-G4I/AAAAAAAAAAw/k9zfyAYKsPc/s200/Allah+9.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5107968166110043010" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:14;"  lang="IN" &gt;Bila Al Qur'an Bisa Bicara&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:8;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Waktu engkau masih kanak-kanak, kau laksana kawan sejatiku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Dengan wudu' aku kau sentuh dalam keadaan suci&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Aku kau pegang, kau junjung dan kau pelajari&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Aku engkau baca dengan suara lirih ataupun keras setiap hari&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Setelah usai engkaupun selalu menciumku mesra&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:8;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Sekarang engkau telah dewasa...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Nampaknya kau sudah tak berminat lagi padaku...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Apakah aku bacaan usang yang tinggal sejarah...?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Menurutmu barangkali aku bacaan yang tidak menambah pengetahuanmu ?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Atau menurutmu aku hanya untuk anak kecil yang belajar mengaji saja ?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:8;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Sekarang aku engkau simpan rapi sekali &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;hingga kadang engkau lupa dimana menyimpannya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Aku sudah engkau anggap hanya sebagai perhiasan rumahmu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Kadang kala aku dijadikan mas kawin agar engkau dianggap bertaqwa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Atau aku kau buat penangkal untuk menakuti hantu dan syetan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Kini aku lebih banyak tersingkir, dibiarkan dalam kesendirian &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;dalam kesepian di atas lemari, di dalam laci, aku engkau pendamkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:8;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Dulu...pagi-pagi...surah2 yang ada padaku engkau baca beberapa halaman&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Sore harinya aku kau baca tadarusan bersama teman-temanmu di surau.....&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Sekarang... pagi-pagi sambil minum kopi...engkau baca Koran atau nonton TV&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Waktu senggang..engkau sempatkan membaca buku karangan manusia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Sedangkan aku engkau campakkan, engkau abaikan dan engkau lupakan...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:8;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Saat berangkatpun sering kau lupa baca Basmalah pembuka surah2ku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Diperjalanan engkau lebih asyik menikmati musik duniawi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Tidak ada kaset yang berisi ayat-ayatku laci mobilmu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Sepanjang perjalanan radiomu selalu tertuju ke stasiun radio favoritmu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Aku tahu itu bukan Stasiun Radio yang senantiasa melantunkan ayatku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:8;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Di meja kerjamu tidak ada aku untuk kau baca sebelum kau mulai kerja&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Di Komputermu pun kau putar musik favoritmu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Jarang sekali engkau putar ayat-ayatku melantun&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;E-mail temanmu yang ada ayat-ayatkupun kadang kau abaikan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Engkau terlalu sibuk dengan urusan duniamu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Benarlah dugaanku bahwa engkau kini sudah benar-benar melupakanku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Bila malam tiba engkau tahan nongkrong berjam-jam di depan TV&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Menonton pertandingan Liga Italia, musik atau Film dan Sinetron laga&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Di depan komputermu berjam-jam engkau betah duduk main games&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Atau hanya sekedar membaca berita murahan dan gambar sampah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:8;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Waktupun cepat berlalu...aku menjadi semakin kusam dalam lemari&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Mengumpul debu, menumpuk abu dan mungkin dimakan kutu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Seingatku hanya awal Ramadhan engkau membacaku kembali&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Itupun hanya beberapa lembar dariku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Dengan suara dan lafadz yang tidak semerdu dulu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Engkaupun kini terbata-bata dan kurang lancar lagi setiap membacaku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:8;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Apakah Koran, TV, radio , komputer, dapat memberimu pertolongan?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Bila engkau di kubur sendirian menunggu sampai kiamat tiba&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Engkau akan diperiksa oleh para malaikat suruhanNya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Hanya dengan ayat-ayat-Nya yang ada padaku &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;engkau dapat selamat melaluinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:8;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Sekarang engkau begitu enteng membuang waktumu...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Setiap saat berlalu... kuranglah jatah umurmu...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Dan akhirnya kubur senantiasa menunggu kedatanganmu..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Engkau bisa kembali kepada Tuhanmu sewaktu-waktu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Apabila malaikat maut mengetuk pintu rumahmu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:8;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Bila aku engkau baca selalu dan engkau hayati...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Di kuburmu nanti....&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Aku akan datang sebagai pemuda gagah nan tampan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Yang akan membantu engkau membela diri&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Bukan koran yang engkau baca yang akan membantumu &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Dari perjalanan di alam akhirat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Tapi Akulah "Qur'an" kitab sucimu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Yang senantiasa setia menemani dan melindungimu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:8;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Peganglah aku lagi . .. bacalah kembali aku setiap hari&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Karena ayat-ayat yang ada padaku adalah ayat suci&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Yang berasal dari Allah, Tuhan Yang Maha Mengetahui&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Yang disampaikan oleh Jibril kepada Muhammad Rasulullah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:8;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Keluarkanlah segera aku dari lemari atau lacimu...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Jangan lupa bawa kaset yang ada ayatku dalam laci mobilmu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Letakkan aku selalu di depan meja kerjamu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Agar engkau senantiasa mengingat Tuhanmu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:8;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Sentuhilah aku kembali...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Baca dan pelajari lagi aku....&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Setiap datangnya pagi dan sore hari&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Seperti dulu....dulu sekali...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Waktu engkau masih kecil , lugu dan polos...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Di surau kecil kampungmu yang damai&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:8;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Kini,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Izinkan aku kembali jadi sahabat setiamu...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Jangan biarkan aku sendiri....&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt;Dalam bisu dan sepi....&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:rect id="_x0000_s1026" style="'position:absolute;"&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;span style="position: absolute; z-index: -1; margin-left: -1px; margin-top: 6px; width: 674px; height: 76px;"&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/IRHAMNI/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/04/clip_image001.gif" shapes="_x0000_s1026" height="76" width="674" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:11;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:11;"  lang="IN" &gt;"Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, mereka itu penghuni-penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:10;"  lang="IN" &gt;(QS Al A'raaf [7] : 36).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3806071980915108003-8875331421313429457?l=irhamnirofiun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irhamnirofiun.blogspot.com/feeds/8875331421313429457/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irhamnirofiun.blogspot.com/2007/09/bila-al-quran-bisa-bicara.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3806071980915108003/posts/default/8875331421313429457'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3806071980915108003/posts/default/8875331421313429457'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irhamnirofiun.blogspot.com/2007/09/bila-al-quran-bisa-bicara.html' title='Bila Al Qur&apos;an Bisa Bicara'/><author><name>..::Irhamni H. Rofi'un::..</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16848612931575216655</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_d4HaSQZfcpE/RuMl--D-G4I/AAAAAAAAAAw/k9zfyAYKsPc/s72-c/Allah+9.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3806071980915108003.post-6168373198637851176</id><published>2007-09-05T13:27:00.000+03:00</published><updated>2007-09-05T13:34:08.050+03:00</updated><title type='text'>Riwayat Hidup Imam Syafi’i</title><content type='html'>PENGENALAN&lt;br /&gt;Nama dan Keturunan Imam Al-Shafi’i&lt;br /&gt;Nama beliau ialah Muhammad bin Idris bin Al-‘Abbas bin ‘Uthman bin Shafi’ bin Al-Saib bin ‘Ubaid bin Yazid bin Hashim bin ‘Abd al-Muttalib bin ’Abd Manaf bin Ma’n bin Kilab bin Murrah bin Lu’i bin Ghalib bin Fahr bin Malik bin Al-Nadr bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrakah bin Ilias bin Al-Nadr bin Nizar bin Ma’d bin ‘Adnan bin Ud bin Udad.&lt;br /&gt;Keturunan beliau bertemu dengan titisan keturunan Rasulullah s.a.w pada ‘Abd Manaf. Ibunya berasal dari Kabilah Al-Azd, satu kabilah Yaman yang masyhur.&lt;br /&gt;Penghijrahan ke Palestine&lt;br /&gt;Sebelum beliau dilahirkan, keluarganya telah berpindah ke Palestine kerana beberapa keperluan dan bapanya terlibat di dalam angkatan tentera yang ditugaskan untuk mengawal perbatasan Islam di sana. &lt;p&gt;Kelahiran dan Kehidupannya&lt;br /&gt;Menurut pendapat yang masyhur, beliau dilahirkan di Ghazzah – Palestine pada tahun 150 Hijrah. Tidak lama sesudah beliau dilahirkan bapanya meninggal dunia. Tinggallah beliau bersama-sama ibunya sebagai seorang anak yatim. Kehidupan masa kecilnya dilalui dengan serba kekurangan dan kesulitan.&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;&lt;span class="caps"&gt;PENGEMBARAAN IMAM AL&lt;/span&gt;-SHAFI’I&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Hidup Imam As-Shafi’i (150H – 204H ) merupakan satu siri pengembaraan yang tersusun di dalam bentuk yang sungguh menarik dan amat berkesan terhadap pembentukan kriteria ilmiah dan popularitinya.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Al-Shafi’i di Makkah ( 152H – 164H )&lt;br /&gt;Pengembaraan beliau bermula sejak beliau berumur dua tahun lagi (152H), ketika itu beliau dibawa oleh ibunya berpindah dari tempat kelahirannya iaitu dari Ghazzah, Palestine ke Kota Makkah untuk hidup bersama kaum keluarganya di sana.&lt;br /&gt;Di kota Makkah kehidupan beliau tidak tetap kerana beliau dihantar ke perkampungan Bani Huzail, menurut tradisi bangsa Arab ketika itu bahawa penghantaran anak-anak muda mereka ke perkampungan tersebut dapat mewarisi kemahiran bahasa ibunda mereka dari sumber asalnya yang belum lagi terpengaruh dengan integrasi bahasa-bahasa asing seperti bahasa Parsi dan sebagainya. Satu perkara lagi adalah supaya pemuda mereka dapat dibekalkan dengan Al-Furusiyyah (Latihan Perang Berkuda). Kehidupan beliau di peringkat ini mengambil masa dua belas tahun ( 152 – 164H ).&lt;br /&gt;Sebagai hasil dari usahanya, beliau telah mahir dalam ilmu bahasa dan sejarah di samping ilmu-ilmu yang berhubung dengan Al-Quran dan Al-Hadith. Selepas pulang dari perkampungan itu beliau meneruskan usaha pembelajarannya dengan beberapa mahaguru di Kota Makkah sehingga beliau menjadi terkenal. Dengan kecerdikan dan kemampuan ilmiahnya beliau telah dapat menarik perhatian seorang mahagurunya iaitu Muslim bin Khalid Al-Zinji yang mengizinkannya untuk berfatwa sedangkan umur beliau masih lagi di peringkat remaja iaitu lima belas tahun.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Al-Shafi’i di Madinah ( 164H – 179H )&lt;br /&gt;Sesudah itu beliau berpindah ke Madinah dan menemui Imam Malik. Beliau berdamping dengan Imam Malik di samping mempelajari ilmunya sehinggalah Imam Malik wafat pada tahun 179H, iaitu selama lima belas tahun.&lt;br /&gt;Semasa beliau bersama Imam Malik hubungan beliau dengan ulama-ulama lain yang menetap di kota itu dan juga yang datang dari luar berjalan dengan baik dan berfaedah. Dari sini dapatlah difahami bahawa beliau semasa di Madinah telah dapat mewarisi ilmu bukan saja dari Imam Malik tetapi juga dari ulama-ulama lain yang terkenal di kota itu.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Al-Shafi’i di Yaman ( 179H – 184H )&lt;br /&gt;Apabila Imam Malik wafat pada tahun 179H, kota Madinah diziarahi oleh Gabenor Yaman. Beliau telah dicadangkan oleh sebahagian orang-orang Qurasyh Al-Madinah supaya mencari pekerjaan bagi Al-Shafi’i. Lalu beliau melantiknya menjalankan satu pekerjaan di wilayah Najran.&lt;br /&gt;Sejak itu Al-Shafi’i terus menetap di Yaman sehingga berlaku pertukaran Gabenor wilayah itu pada tahun 184H. Pada tahun itu satu fitnah ditimbulkan terhadap diri Al-Shafi’i sehingga beliau dihadapkan ke hadapan Harun Al-Rashid di Baghdad atas tuduhan Gabenor baru itu yang sering menerima kecaman Al-Shafi’i kerana kekejaman dan kezalimannya. Tetapi ternyata bahawa beliau tidak bersalah dan kemudiannya beliau dibebaskan.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Al-Shafi’i di Baghdad ( 184H – 186H )&lt;br /&gt;Peristiwa itu walaupun secara kebetulan, tetapi membawa erti yang amat besar kepada Al-Shafi’i kerana pertamanya, ia berpeluang menziarahi kota Baghdad yang terkenal sebagai pusat ilmu pengetahuan dan para ilmuan pada ketika itu. Keduanya, ia berpeluang bertemu dengan Muhammad bin Al-Hassan Al-Shaibani, seorang tokoh Mazhab Hanafi dan sahabat karib Imam Abu Hanifah dan lain-lain tokoh di dalam Mazhab Ahl al-Ra’y.&lt;br /&gt;Dengan peristiwa itu terbukalah satu era baru dalam siri pengembaraan Al-Imam ke kota Baghdad yang dikatakan berlaku sebanyak tiga kali sebelum beliau berpindah ke Mesir.&lt;br /&gt;Dalam pengembaraan pertama ini Al-Shafi’i tinggal di kota Baghdad sehingga tahun 186H. Selama masa ini (184 – 186H) beliau sempat membaca kitab-kitab Mazhab Ahl al-Ra’y dan mempelajarinya, terutamanya hasil tulisan Muhammad bin Al-Hassan Al-Shaibani, di samping membincanginya di dalam beberapa perdebatan ilmiah di hadapan Harun Al-Rashid sendiri.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Al-Shafi’i di Makkah ( 186H – 195H )&lt;br /&gt;Pada tahun 186H, Al-Shafi’i pulang ke Makkah membawa bersamanya hasil usahanya di Yaman dan Iraq dan beliau terus melibatkan dirinya di bidang pengajaran. Dari sini muncullah satu bintang baru yang berkerdipan di ruang langit Makkah membawa satu nafas baru di bidang fiqah, satu nafas yang bukan Hijazi, dan bukan pula Iraqi dan Yamani, tetapi ia adalah gabungan dari ke semua aliran itu. Sejak itu menurut pendapat setengah ulama, lahirlah satu Mazhab Fiqhi yang baru yang kemudiannya dikenali dengan Mazhab Al-Shafi’i.&lt;br /&gt;Selama sembilan tahun (186 – 195H) Al-Shafi’i menghabiskan masanya di kota suci Makkah bersama-sama para ilmuan lainnya, membahas, mengajar, mengkaji di samping berusaha untuk melahirkan satu intisari dari beberapa aliran dan juga persoalan yang sering bertentangan yang beliau temui selama masa itu.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Al-Shafi’i di Baghdad ( 195H – 197H )&lt;br /&gt;Dalam tahun 195H, untuk kali keduanya Al-Shafi’i berangkat ke kota Baghdad. Keberangkatannya kali ini tidak lagi sebagai seorang yang tertuduh, tetapi sebagai seorang alim Makkah yang sudah mempunyai personaliti dan aliran fiqah yang tersendiri. Catatan perpindahan kali ini menunjukkan bahawa beliau telah menetap di negara itu selama dua tahun (195 – 197H).&lt;br /&gt;Di dalam masa yang singkat ini beliau berjaya menyebarkan “Method Usuli” yang berbeza dari apa yang dikenali pada ketika itu. Penyebaran ini sudah tentu menimbulkan satu respon dan reaksi yang luarbiasa di kalangan para ilmuan yang kebanyakannya adalah terpengaruh dengan method Mazhab Hanafi yang disebarkan oleh tokoh utama Mazhab itu, iaitu Muhammad bin Al-Hasan Al-Shaibani.&lt;br /&gt;Kata Al-Karabisi : “Kami sebelum ini tidak kenal apakah (istilah) Al-Kitab, Al- Sunnah dan Al-Ijma’, sehinggalah datangnya Al-Shafi’i, beliaulah yang menerangkan maksud Al-Kitab, Al-Sunnah dan Al-Ijma’”.&lt;br /&gt;Kata Abu Thaur : “Kata Al-Shafi’i : Sesungguhnya Allah Ta’ala telah menyebut (di dalam kitab-Nya) mengenai sesuatu maksud yang umum tetapi Ia menghendaki maksudnya yang khas, dan Ia juga telah menyebut sesuatu maksud yang khas tetapi Ia menghendaki maksudnya yang umum, dan kami (pada ketika itu) belum lagi mengetahui perkara-perkara itu, lalu kami tanyakan beliau …”&lt;br /&gt;Pada masa itu juga dikatakan beliau telah menulis kitab usulnya yang pertama atas permintaan ‘Abdul Rahman bin Mahdi, dan juga beberapa penulisan lain dalam bidang fiqah dan lain-lain.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Al-Shafi’i di Makkah dan Mesir ( 197H – 204H )&lt;br /&gt;Sesudah dua tahun berada di Baghdad (197H) beliau kembali ke Makkah. Pada tahun 198H, beliau keluar semula ke Baghdad dan tinggal di sana hanya beberapa bulan sahaja. Pada awal tahun 199H, beliau berangkat ke Mesir dan sampai ke negara itu dalam tahun itu juga. Di negara baru ini beliau menetap sehingga ke akhir hayatnya pada tahun 204H.&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;&lt;span class="caps"&gt;FATWA&lt;/span&gt;-FATWA &lt;span class="caps"&gt;IMAM AL&lt;/span&gt;-SHAFI’I&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Perpindahan beliau ke Mesir mengakibatkan satu perubahan besar dalam Mazhabnya. Kesan perubahan ini melibatkan banyak fatwanya semasa beliau di Baghdad turut sama berubah. Banyak kandungan kitab-kitab fiqahnya yang beliau hasilkan di Baghdad disemak semula dan diubah. Dengan ini terdapat dua fatwa bagi As-Shafi’i, fatwa lama dan fatwa barunya. Fatwa lamanya ialah segala fatwa yang diucapkan atau ditulisnya semasa beliau berada di Iraq, fatwa barunya ialah fatwa yang diucapkan atau ditulisnya semasa beliau berada di Mesir. Kadang-kadang dipanggil fatwa lamanya dengan Mazhabnya yang lama atau Qaul Qadim dan fatwa barunya dinamakan dengan Mazhab barunya atau Qaul Jadid.&lt;br /&gt;Di sini harus kita fahami bahawa tidak kesemua fatwa barunya menyalahi fatwa lamanya dan tidak pula kesemua fatwa lamanya dibatalkannya, malahan ada di antara fatwa barunya yang menyalahi fatwa lamanya dan ada juga yang bersamaan dengan yang lama. Kata Imam Al-Nawawi : “Sebenarnya sebab dikatakan kesemua fatwa lamanya itu ditarik kembali dan tidak diamalkannya hanyalah berdasarkan kepada ghalibnya sahaja”.&lt;br /&gt;Imam As-Shafi’i pulang ke pangkuan Ilahi pada tahun 204H, tetapi kepulangannya itu tidaklah mengakibatkan sebarang penjejasan terhadap perkembangan aliran Fiqhi dan Usuli yang diasaskannya. Malahan asas itu disebar dan diusaha-kembangkan oleh para sahabatnya yang berada di Al-Hijaz, Iraq dan Mesir.&lt;/p&gt;     &lt;p&gt;&lt;span class="caps"&gt;PARA SAHABAT IMAM AL&lt;/span&gt;-SHAFI’I&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Di antara para sahabat Imam Al-Shafi’i yang terkenal di Al-Hijaz (Makkah dan Al-Madinah) ialah :-&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;1. Abu Bakar Al-Hamidi, ‘Abdullah bun Al-Zubair Al-Makki yang wafat pada tahun 219H.&lt;br /&gt;2. Abu Wahid Musa bin ‘Ali Al-Jarud Al-Makki yang banyak menyalin kitab-kitab Al-Shafi’i. Tidak diketahui tarikh wafatnya.&lt;br /&gt;3. Abu Ishak Ibrahim bin Muhammad bin Al-‘Abbasi bin ‘Uthman bin Shafi ‘Al-Muttalibi yang wafat pada tahun 237H.&lt;br /&gt;4. Abu Bakar Muhammad bin Idris yang tidak diketahui tarikh wafatnya.&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;Sementara di Iraq pula kita menemui ramai para sahabat Imam Al-Shafi’i yang terkenal, di antara mereka ialah :-&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;1. Abu ‘Abdullah Ahmad bin Hanbal, Imam Mazhab yang keempat. Beliau wafat pada tahun 241H.&lt;br /&gt;2. Abu ‘Ali Al-Hasan bin Muhammad Al-Za’farani yang wafat pada tahun 249H.&lt;br /&gt;3. Abu Thaur Ibrahim bin Khalid Al-Kalbi yang wafat pada tahun 240H.&lt;br /&gt;4. Al-Harith bin Suraij Al-Naqqal, Abu ‘Umar. Beliau wafat pada tahun 236H.&lt;br /&gt;5. Abu ‘Ali Al-Husain bin ‘Ali Al-Karabisi yang wafat pada tahun 245H.&lt;br /&gt;6. Abu ‘Abdul RahmanAhmad bin Yahya Al-Mutakallim. Tidak diketahui tarikh wafatnya.&lt;br /&gt;7. Abu Zaid ‘Abdul Hamid bin Al-Walid Al-Misri yang wafat pada tahun 211H.&lt;br /&gt;8. Al-Husain Al-Qallas. Tidak diketahui tarikh wafatnya.&lt;br /&gt;9. ‘Abdul ‘Aziz bin Yahya Al-Kannani yang wafat pada tahun 240H.&lt;br /&gt;10. ‘Ali bin ‘Abdullah Al-Mudaiyini.&lt;/p&gt;     &lt;p&gt;Di Mesir pula terdapat sebilangan tokoh ulama yang kesemua mereka adalah sahabat Imam Al-Shafi’i, seperti :-&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;1. Abu Ibrahim Isma’il bin Yahya bin ‘Amru bin Ishak Al-Mudhani yang wafat pada tahun 264H.&lt;br /&gt;2. Abu Muhammad Al-Rabi’ bin Sulaiman Al-Muradi yang wafat pada tahun 270H.&lt;br /&gt;3. Abu Ya’kub Yusuf bin Yahya Al-Misri Al-Buwaiti yang wafat pada tahun 232H.&lt;br /&gt;4. Abu Najib Harmalah bin Yahya Al-Tajibi yang wafat pada tahun 243H.&lt;br /&gt;5. Abu Musa Yunus bin ‘Abdul A’la Al-Sadaghi yang wafat pada tahun 264H.&lt;br /&gt;6. Abu ‘Abdullah Muhammad bin ‘Abdullah bin ‘Abdul Hakam Al-Misri yang wafat pada tahun 268H.&lt;br /&gt;7. Al-Rabi’ bin Sulaiman Al-Jizi yang wafat pada tahun 256H.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Dari usaha gigih mereka, Mazhab Al-Shafi’i tersebar dan berkembang luas di seluruh rantau Islam di zaman-zaman berikutnya.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;span class="caps"&gt;PERKEMBANGAN MAZHAB IMAM AL&lt;/span&gt;-SHAFI’I&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Menurut Ibn Al-Subki bahawa Mazhab Al-Shafi’I telah berkembang dan menjalar pengaruhnya di merata-rata tempat, di kota dan di desa, di seluruh rantau negara Islam. Pengikut-pengikutnya terdapat di Iraq dan kawasan-kawasan sekitarnya, di Naisabur, Khurasan, Muru, Syria, Mesir, Yaman, Hijaz, Iran dan di negara-negara timur lainnya hingga ke India dan sempadan negara China. Penyebaran yang sebegini meluas setidak-tidaknya membayangkan kepada kita sejauh mana kewibawaan peribadi Imam Al-Shafi’i sebagai seorang tokoh ulama dan keunggulan Mazhabnya sebagai satu-satunya aliran fiqah yang mencabar aliran zamannya. &lt;span class="caps"&gt;IMAM AL&lt;/span&gt;-SHAFI’I &lt;span class="caps"&gt;DAN PENULISANNYA&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p&gt;Permulaan Mazhabnya&lt;br /&gt;Sebenarnya penulisan Imam Al-Shafi’i secara umumnya mempunyai pertalian yang rapat dengan pembentukan Mazhabnya. Menurut Muhammad Abu Zahrah bahawa pwmbentukan Mazhabnya hanya bermula sejak sekembalinya dari kunjungan ke Baghdad pada tahun 186H. Sebelum itu Al-Shafi’i adalah salah seorang pengikut Imam Malik yang sering mempertahankan pendapatnya dan juga pendapat fuqaha’ Al-Madinah lainnya dari kecaman dan kritikan fuqaha’ Ahl Al-Ra’y. Sikapnya yang sebegini meyebabkan beliau terkenal dengan panggilan “Nasir Al-Hadith”.&lt;br /&gt;Detik terawal Mazhabnya bermula apabila beliau membuka tempat pengajarannya (halqah) di Masjid Al-Haram. Usaha beliau dalam memperkembangkan Mazhabnya itu bolehlah dibahagikan kepada tiga peringkat :-&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;1. Peringkat Makkah (186 – 195H)&lt;br /&gt;2. Peringkat Baghdad (195 – 197H)&lt;br /&gt;3. Peringkat Mesir (199 – 204H)&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Dalam setiap peringkat diatas beliau mempunyai ramai murid dan para pengikut yang telah menerima dan menyebar segala pendapat ijtihad dan juga hasil kajiannya.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Penulisan Pertamanya&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Memang agak sulit untuk menentukan apakah kitab pertama yang dihasilkan oleh Al-Shafi’i dan di mana dan selanjutnya apakah kitab pertama yang dihasilkannya dalam Ilmu Fiqah dan di mana? Kesulitan ini adalah berpunca dari tidak adanya keterangan yang jelas mengenai kedua-dua perkara tersebut. Pengembaraannya dari satu tempat ke satu tempat yang lain dan pulangnya semula ke tempat awalnya tambah menyulitkan lagi untuk kita menentukan di tempat mana beliau mulakan usaha penulisannya.&lt;br /&gt;Apa yang kita temui – sesudah kita menyemak beberapa buah kitab lama dan baru yang menyentuh sejarah hidupnya, hanya beberapa tanda yang menunjukkan bahawa kitabnya “Al-Risalah” adalah ditulis atas permintaan ‘Abdul Rahman bin Mahdi, iaitu sebuah kitab di dalam Ilmu Usul, pun keterangan ini tidak juga menyebut apakah kitab ini merupakan hasil penulisannya yang pertama atau sebelumnya sudah ada kitab lain yang dihasilkannya. Di samping adanya pertelingkahan pendapat di kalangan ‘ulama berhubung dengan tempat di mana beliau menghasilkan penulisan kitabnya itu. Ada pendapat yang mengatakan bahawa beliau menulisnya sewaktu beliau berada di Makkah dan ada juga pendapat yang mengatakan bahawa beliau menulisnya ketika berada di Iraq.&lt;br /&gt;Kata Ahmad Muhammad Shakir : “Al-Shafi’I telah mengarang beberapa buah kitab yang jumlahnya agak besar, sebahagiannya beliau sendiri yang menulisnya, lalu dibacakannya kepada orang ramai. Sebahagiannya pula beliau merencanakannya sahaja kepada para sahabatnya. Untuk mengira bilangan kitab-kitabnya itu memanglah sukar kerana sebahagian besarnya telahpun hilang. Kitab-kitab itu telah dihasilkan penulisannya ketika beliau berada di Makkah, di Baghdad dan di Mesir”.&lt;br /&gt;Kalaulah keterangan di atas boleh dipertanggungjawabkan maka dapatlah kita membuat satu kesimpulan bahawa Al-Shafi’i telah memulakan siri penulisannya sewaktu beliau di Makkah lagi, dan kemungkinan kitabnya yang pertama yang dihasilkannya ialah kitab “Al-Risalah”.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Al-Hujjah Dan Kitab-kitab Mazhab Qadim&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Di samping “Al-Risalah” terdapat sebuah kitab lagi yang sering disebut-sebut oleh para ulama sebagai sebuah kitab yang mengandungi fatwa Mazhab Qadimnya iaitu “Al-Hujjah”. Pun keterangan mengenai kitab ini tidak menunjukkan bahawa ia adalah kitab pertama yang di tulis di dala bidang Ilmu Fiqah semasa beliau berada di Iraq, dan masa penulisannya pun tidak begitu jelas. Menurut beberapa keterangan, beliau menghasilkannya sewaktu beliau berpindah ke negara itu pada kali keduanya, iaitu di antara tahun-tahun 195 – 197H.&lt;br /&gt;Bersama-sama “Al-Hujjah” itu terdapat beberapa buah kitab lain di dalam Ilmu Fiqah yang beliau hasilkan sendiri penulisannya atau beliau merencanakannya kepada para sahabatnya di Iraq, antaranya seperti kitab-kitab berikut :-&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;1. Al-Amali&lt;br /&gt;2. Majma’ al-Kafi&lt;br /&gt;3. ‘Uyun al-Masa’il&lt;br /&gt;4. Al-Bahr al-Muhit&lt;br /&gt;5. Kitab al-Sunan&lt;br /&gt;6. Kitab al-Taharah&lt;br /&gt;7. Kitab al-Solah&lt;br /&gt;8. Kitab al-Zakah&lt;br /&gt;9. Kitab al-Siam&lt;br /&gt;10. Kitab al-Haj&lt;br /&gt;11. Bitab al-I’tikaf&lt;br /&gt;12. Kitab al-Buyu’&lt;br /&gt;13. Kitab al-Rahn&lt;br /&gt;14. Kitab al-Ijarah&lt;br /&gt;15. Kitab al-Nikah&lt;br /&gt;16. Kitab al-Talaq&lt;br /&gt;17. Kitab al-Sadaq&lt;br /&gt;18. Kitab al-Zihar&lt;br /&gt;19. Kitab al-Ila’&lt;br /&gt;20. Kitab al-Li’an&lt;br /&gt;21. Kitab al-Jirahat&lt;br /&gt;22. Kitab al-Hudud&lt;br /&gt;23. Kitab al-Siyar&lt;br /&gt;24. Kitab al-Qadaya&lt;br /&gt;25. Kitab Qital ahl al-Baghyi&lt;br /&gt;26. Kitab al-‘Itq dan lain-lain&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Setengah perawi pula telah menyebut bahawa kitab pertama yang dihasilkan oleh Al-Shafi’i adalah di dalam bentuk jawapan dan perdebatan, iaitu satu penulisan yang dituju khas kepada fuqaha’ ahl al-Ra’y sebagai menjawab kecaman-kecaman mereka terhadap Malik dan fuqaha’ Al-Madinah. Kenyataan mereka ini berdasarkan kepada riwayat Al-Buwaiti : “Kata Al-Shafi’i : Ashab Al-Hadith (pengikut Imam Malik) telah berhimpun bersama-sama saya. Mereka telah meminta saya menulis satu jawapan terhadap kitab Abu Hanifah. Saya menjawab bahawa saya belum lagi mengetahui pendapat mereka, berilah peluang supaya dapat saya melihat kitab-kitab mereka. Lantas saya meminta supaya disalinkan kitab-kitab itu.Lalu disalin kitab-kitab Muhammad bin Al-Hasan untuk (bacaan) saya. Saya membacanya selama setahun sehingga saya dapat menghafazkan kesemuanya. Kemudian barulah saya menulis kitab saya di Baghdad.&lt;br /&gt;Kalaulah berdasarkan kepada keterangan di atas, maka kita pertama yang dihasilkan oleh Al-Shafi’i semasa beliau di Iraq ialah sebuah kitab dalam bentuk jawapan dan perdebatan, dan cara penulisannya adalah sama dengan cara penulisan ahl al-Ra’y. Ini juga menunjukkan bahawa masa penulisannya itu lebih awal dari masa penulisan kitab “Al-Risalah”, iaitu di antara tahun-tahun 184 – 186H.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Method Penulisan Kitab-Kitab Qadim&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Berhubung dengan method penulisan kitab “Al-Hujjah” dan lain-lain belum dapat kita pastikan dengan yakin kerana sikap asalnya tida kita temui, kemungkinan masih lagi ada naskah asalnya dan kemungkinan juga ianya sudah hilang atau rosak dimakan zaman. Walaubagaimanapun ia tidak terkeluar – ini hanya satu kemungkinan sahaja – dari method penulisan zamannya yang dipengaruhi dengan aliran pertentangan mazhab-mazhab fuqaha’ di dalam beberapa masalah, umpamanya pertentangan yang berlaku di antara mazhab beliau dengan Mazhab Hanafi da juga Mazhab Maliki. Keadaan ini dapat kita lihat dalam penulisan kitab “Al-Um” yang pada asalnya adalah kumpulan dari beberapa buah kitab Mazhab Qadimnya. Setiap kitab itu masing-masing membawa tajuknya yang tersendiri, kemudian kita itu pula dipecahkan kepada bab-bab kecil yang juga mempunyai tajuk-tajuk yang tersendiri. Di dalam setiap bab ini dimuatkan dengan segala macam masalah fiqah yang tunduk kepada tajuk besar iaitu tajuk bagi sesuatu kitab, umpamanya kitab “Al-Taharah”, ia mengandungi tiga puluh tujuh tajuk bab kecil, kesemua kandungan bab-bab itu ada kaitannya dengan Kitab “Al-Taharah”.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Perawi Mazhab Qadim&lt;br /&gt;Ramai di antara para sahabatnya di Iraq yang meriwayat fatwa qadimnya, di antara mereka yang termasyhur hanya empat orang sahaja :&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;1. Abu Thaur, Ibrahim bin Khalid yang wafat pada tahun 240H.&lt;br /&gt;2. Al-Za’farani, Al-Hasan bin Muhammad bin Sabah yang wafat pada tahun 260H.&lt;br /&gt;3. Al-Karabisi, Al-Husain bin ‘Ali bin Yazid, Abu ‘Ali yang wafat pada tahun 245H.&lt;br /&gt;4. Ahmad bin Hanbal yang wafat pada tahun 241H.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Menurut Al-Asnawi, Al-Shafi’i adalah ‘ulama’ pertama yang hasil penulisannya meliputi banyak bab di dalam Ilmu Fiqah.&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;Perombakan Semula Kitab-kitab Qadim&lt;br /&gt;Perpindahan beliau ke Mesir pada tahun 199H menyebabkan berlakunya satu rombakan besar terhadap fatwa lamanya. Perombakan ini adalah berpunca dari penemuan beliau dengan dalil-dalil baru yang belum ditemuinya selama ini, atau kerana beliau mendapati hadis-hadis yang sahih yang tidak sampai ke pengetahuannya ketika beliau menulis kitab-kitab qadimnya, atau kerana hadis-hadis itu terbukti sahihnya sewaktu beliau berada di Mesir sesudah kesahihannya selama ini tidak beliau ketahui. Lalu dengan kerana itu beliau telah menolak sebahagian besar fatwa lamanya dengan berdasarkan kepada prinsipnya : “Apabila ditemui sesebuah hadis yang sahih maka itulah Mazhab saya”.&lt;br /&gt;Di dalam kitab “Manaqib Al-Shafi’i”, Al-Baihaqi telah menyentuh nama beberapa buah kitab lama (Mazhab Qadim) yang disemak semula oleh Al-Shafi’i dan diubah sebahagian fatwanya, di antara kitab-kitab itu ialah :-&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;1. Al-Risalah&lt;br /&gt;2. Kitab al-Siyam&lt;br /&gt;3. Kitab al-Sadaq&lt;br /&gt;4. Kitab al-Hudud&lt;br /&gt;5. Kitab al-Rahn al-Saghir&lt;br /&gt;6. Kitab al-Ijarah&lt;br /&gt;7. Kitab al-Jana’iz&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Menurut Al-Baihaqi lagi Al-shafi’i telah menyuruh supaya dibakar kitab-kitab lamanya yang mana fatwa ijtihadnya telah diubah.&lt;br /&gt;Catatan Al-Baihaqi itu menunjukkan bahawa Al-Shafi’i melarang para sahabatnya meriwayat pendapat-pendapat lamanya yang ditolak kepada orang ramai. Walaupun begitu kita masih menemui pendapat-pendapat itu berkecamuk di sana-sini di dalam kitab-kitab fuqaha’ mazhabnya samada kitab-kitab yang ditulis fuqaha’ yang terdahulu atau pun fuqaha’ yang terkemudian. Kemungkinan hal ini berlaku dengan kerana kitab-kitab lamanya yang diriwayatkan oleh Al-Za’farani, Al-Karabisi dan lain-lain sudah tersebar dengan luasnya di Iraq dan diketahui umum, terutamanya di kalangan ulama dan mereka yang menerima pendapat-pendapatnya itu tidak mengetahui larangan beliau itu.&lt;br /&gt;Para fuqaha’ itu bukan sahaja mencatat pendapat-pendapat lamanya di dalam penulisan mereka, malah menurut Al-Nawawi ada di antara mereka yang berani mentarjihkan pendapat-pendapat itu apabila mereka mendapatinya disokong oleh hadis-hadis yang sahih.&lt;br /&gt;Pentarjihan mereka ini tidak pula dianggap menentangi kehendak Al-Shafi’i, malahan itulah pendapat mazhabnya yang berdasarkan kepada prinsipnya : “Apabila ditemui sesebuah hadis yang sahih maka itulah mazhab saya”.&lt;br /&gt;Tetapi apabila sesuatu pendapat lamanya itu tidak disokong oleh hadis yang sahih kita akan menemui dua sikap di kalangan fuqaha’ Mazhab Al-Shafi’i :-&lt;br /&gt;Pertamanya : Pendapat itu harus dipilih dan digunakan oleh seseorang mujtahid Mazhab Al-Shafi’i atas dasar ia adalah pendapat Al-Shafi’i yang tidak dimansuhkan olehnya, kerana seseorang mujtahid (seperti Al-Shafi’i) apabila ia mengeluarkan pendapat barumya yang bercanggah dengan pendapat lamanya tidaklah bererti bahawa ia telah menarik pendapat pertamanya, bahkan di dalam masalah itu dianggap mempunyai dua pendapatnya.&lt;br /&gt;Keduanya : Tidak harus ia memilih pendapat lama itu. Inilah pendapat jumhur fuqaha’ Mazhab Al-Shafi’i kerana pendapat lama dan baru adalah dua pendapatnya yang bertentangan yang mustahil dapat diselaraskan kedua-duanya.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Kitab-kitab Mazhab Jadid&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Di antara kitab-kitab yang beliau hasilkan penulisannya di Mesir atau beliau merencanakannya kepada para sahabatnya di sana ialah :-&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;i. Al-Risalah. Kitab ini telah ditulis buat pertama kalinya sebelum beliau berpeindah ke Mesir.&lt;br /&gt;ii. Beberapa buah kitab di dalam hukum-hukum furu’ yang terkandung di dalam kitab “Al-Um”, seperti :-&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;a) Di dalam bab Taharah :&lt;br /&gt;1. Kitab al-Wudu’&lt;br /&gt;2. Kitab al-Tayammum&lt;br /&gt;3. Kitab al-Taharah&lt;br /&gt;4. Kitab Masalah al-Mani&lt;br /&gt;5. Kitab al-Haid&lt;br /&gt;B) Di dalam bab Solah :&lt;br /&gt;6. Kitab Istiqbal al-Qiblah&lt;br /&gt;7. Kitab al-Imamah&lt;br /&gt;8. Kitab al-Jum’ah&lt;br /&gt;9. Kitab Solat al-Khauf&lt;br /&gt;10. Kitab Solat al-‘Aidain&lt;br /&gt;11. Kitab al-Khusuf&lt;br /&gt;12. Kitab al-Istisqa’&lt;br /&gt;13. Kitab Solat al-Tatawu’&lt;br /&gt;14. Al-Hukm fi Tarik al-Solah&lt;br /&gt;15. Kitab al-Jana’iz&lt;br /&gt;16. Kitab Ghasl al-Mayyit&lt;br /&gt;c) Di dalam bab Zakat :&lt;br /&gt;17. Kitab al-Zakah&lt;br /&gt;18. Kitab Zakat Mal al-Yatim&lt;br /&gt;19. Kitab Zakat al-Fitr&lt;br /&gt;20. Kitab Fard al-Zakah&lt;br /&gt;21. Kitab Qasm al-Sadaqat&lt;br /&gt;d) Di dalam bab Siyam (Puasa) :&lt;br /&gt;22. Kitab al-Siyam al-Kabir&lt;br /&gt;23. Kitab Saum al-Tatawu’&lt;br /&gt;24. Kitab al-I’tikaf&lt;br /&gt;e) Di dalam bab Haji :&lt;br /&gt;25. Kitab al-Manasik al-Kabir&lt;br /&gt;26. Mukhtasar al-Haj al-Kabir&lt;br /&gt;27. Mukhtasar al-Haj al-Saghir&lt;br /&gt;f) Di dalam bab Mu’amalat :&lt;br /&gt;28. Kitab al-Buyu’&lt;br /&gt;29. Kitab al-Sarf&lt;br /&gt;30. Kitab al-Salam&lt;br /&gt;31. Kitab al-Rahn al-Kabir&lt;br /&gt;32. Kitab al-Rahn al-Saghir&lt;br /&gt;33. Kitab al-Taflis&lt;br /&gt;34. Kitab al-Hajr wa Bulugh al-Saghir&lt;br /&gt;35. Kitab al-Sulh&lt;br /&gt;36. Kitab al-Istihqaq&lt;br /&gt;37. Kitab al-Himalah wa al-Kafalah&lt;br /&gt;38. Kitab al-Himalah wa al-Wakalah wa al-Sharikah&lt;br /&gt;39. Kitab al-Iqrar wa al-Mawahib&lt;br /&gt;40. Kitab al-Iqrar bi al-Hukm al-Zahir&lt;br /&gt;41. Kitab al-Iqrar al-Akh bi Akhihi&lt;br /&gt;42. Kitab al-‘Ariah&lt;br /&gt;43. Kitab al-Ghasb&lt;br /&gt;44. Kitab al-Shaf’ah&lt;br /&gt;g) Di dalam bab Ijarat (Sewa-menyewa) :&lt;br /&gt;45. Kitab al-Ijarah&lt;br /&gt;46. Kitab al-Ausat fi al-Ijarah&lt;br /&gt;47. Kitab al-Kara’ wa al-Ijarat&lt;br /&gt;48. Ikhtilaf al-Ajir wa al-Musta’jir&lt;br /&gt;49. Kitab Kara’ al-Ard&lt;br /&gt;50. Kara’ al-Dawab&lt;br /&gt;51. Kitab al-Muzara’ah&lt;br /&gt;52. Kitab al-Musaqah&lt;br /&gt;53. Kitab al-Qirad&lt;br /&gt;54. Kitab ‘Imarat al-Aradin wa Ihya’ al-Mawat&lt;br /&gt;h) Di dalam bab ‘Ataya (Hadiah-menghadiah) :&lt;br /&gt;55. Kitab al-Mawahib&lt;br /&gt;56. Kitab al-Ahbas&lt;br /&gt;57. Kitab al-‘Umra wa al-Ruqba&lt;br /&gt;i) Di dalam bab Wasaya (Wasiat) :&lt;br /&gt;58. Kitab al-Wasiat li al-Warith&lt;br /&gt;59. Kitab al-Wasaya fi al-‘Itq&lt;br /&gt;60. Kitab Taghyir al-Wasiah&lt;br /&gt;61. Kitab Sadaqat al-Hay’an al-Mayyit&lt;br /&gt;62. Kitab Wasiyat al-Hamil&lt;br /&gt;j) Di dalam bab Faraid dan lain-lain :&lt;br /&gt;63. Kitab al-Mawarith&lt;br /&gt;64. Kitab al-Wadi’ah&lt;br /&gt;65. Kitab al-Luqatah&lt;br /&gt;66. Kitab al-Laqit&lt;br /&gt;k) Di dalam bab Nikah :&lt;br /&gt;67. Kitab al-Ta’rid bi al-Khitbah&lt;br /&gt;68. Kitab Tahrim al-Jam’i&lt;br /&gt;69. Kitab al-Shighar&lt;br /&gt;70. Kitab al-Sadaq&lt;br /&gt;71. Kitab al-Walimah&lt;br /&gt;72. Kitab al-Qism&lt;br /&gt;73. Kitab Ibahat al-Talaq&lt;br /&gt;74. Kitab al-Raj’ah&lt;br /&gt;75. Kitab al-Khulu’ wa al-Nushuz&lt;br /&gt;76. Kitab al-Ila’&lt;br /&gt;77. Kitab al-Zihar&lt;br /&gt;78. Kitab al-Li’an&lt;br /&gt;79. Kitab al-‘Adad&lt;br /&gt;80. Kitab al-Istibra’&lt;br /&gt;81. Kitab al-Rada’&lt;br /&gt;82. Kitab al-Nafaqat&lt;br /&gt;l) Di dalam bab Jirah (Jenayah) :&lt;br /&gt;83. Kitab Jirah al-‘Amd&lt;br /&gt;84. Kitab Jirah al-Khata’ wa al-Diyat&lt;br /&gt;85. Kitab Istidam al-Safinatain&lt;br /&gt;86. Al-Jinayat ‘ala al-Janin&lt;br /&gt;87. Al-Jinayat ‘ala al-Walad&lt;br /&gt;88. Khata’ al-Tabib&lt;br /&gt;89. Jinayat al-Mu’allim&lt;br /&gt;90. Jinayat al-Baitar wa al-Hujjam&lt;br /&gt;91. Kitab al-Qasamah&lt;br /&gt;92. Saul al-Fuhl&lt;br /&gt;m) Di dalam bab Hudud :&lt;br /&gt;93. Kitab al-Hudud&lt;br /&gt;94. Kitab al-Qat’u fi al-Sariqah&lt;br /&gt;95. Qutta’ al-Tariq&lt;br /&gt;96. Sifat al-Nafy&lt;br /&gt;97. Kitab al-Murtad al-Kabir&lt;br /&gt;98. Kitab al-Murtad al-Saghir&lt;br /&gt;99. Al-Hukm fi al-Sahir&lt;br /&gt;100. Kitab Qital ahl al-Baghy&lt;br /&gt;n) Di dalam bab Siar dan Jihad :&lt;br /&gt;101. Kitab al-Jizyah&lt;br /&gt;102. Kitab al-Rad ‘ala Siyar al-Auza’i&lt;br /&gt;103. Kitab al-Rad ‘ala Siyar al-Waqidi&lt;br /&gt;104. Kitab Qital al-Mushrikin&lt;br /&gt;105. Kitab al-Asara wa al-Ghulul&lt;br /&gt;106. Kitab al-Sabq wa al-Ramy&lt;br /&gt;107. Kitab Qasm al-Fai’ wa al-Ghanimah&lt;br /&gt;o) Di dalam bab At’imah (Makan-makanan) :&lt;br /&gt;108. Kitab al-Ta’am wa al-Sharab&lt;br /&gt;109. Kitab al-Dahaya al-Kabir&lt;br /&gt;110. Kitab al-Dahaya al-Saghir&lt;br /&gt;111. Kitab al-Said wa al-Dhabaih&lt;br /&gt;112. Kitab Dhabaih Bani Israil&lt;br /&gt;113. Kitab al-Ashribah&lt;br /&gt;p) Di dalam bab Qadaya (Kehakiman) :&lt;br /&gt;114. Kitab Adab al-Qadi&lt;br /&gt;115. Kitab al-Shahadat&lt;br /&gt;116. Kitab al-Qada’ bi al-Yamin ma’a al-Shahid&lt;br /&gt;117. Kitab al-Da’wa wa al-Bayyinat&lt;br /&gt;118. Kitab al-Aqdiah&lt;br /&gt;119. Kitab al-Aiman wa al-Nudhur&lt;br /&gt;q) Di dalam bab ‘Itq (Pembebasan) dan lain-lain :&lt;br /&gt;120. Kitab al-‘Itq&lt;br /&gt;121. Kitab al-Qur’ah&lt;br /&gt;122. Kitab al-Bahirah wa al-Sa’ibah&lt;br /&gt;123. Kitab al-Wala’ wa al-Half&lt;br /&gt;124. Kitab al-Wala’ al-Saghir&lt;br /&gt;125. Kitab al-Mudabbir&lt;br /&gt;126. Kitab al-Mukatab&lt;br /&gt;127. Kitab ‘Itq Ummahat al-Aulad&lt;br /&gt;128. Kitab al-Shurut&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Di samping kitab-kitab di atas ada lagi kitab-kitab lain yang disenaraikan oleh al-Baihaqi sebagai kitab-kitab usul, tetapi ia juga mengandungi hukum-hukum furu’, seperti :-&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;1. Kitab Ikhtilaf al-Ahadith&lt;br /&gt;2. Kitab Jima’ al-Ilm&lt;br /&gt;3. Kitab Ibtal al-Istihsan&lt;br /&gt;4. Kitan Ahkam al-Qur’an&lt;br /&gt;5. Kitab Bayan Fard al-Lah, ‘Azza wa Jalla&lt;br /&gt;6. Kitab Sifat al-Amr wa al-Nahy&lt;br /&gt;7. Kitab Ikhtilaf Malik wa al-Shafi’i&lt;br /&gt;8. Kitab Ikhtilaf al-‘Iraqiyin&lt;br /&gt;9. Kitab al-Rad ‘ala Muhammad bin al-Hasan&lt;br /&gt;10. Kitab ‘Ali wa ‘Abdullah&lt;br /&gt;11. Kitab Fada’il Quraysh&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Ada sebuah lagi kitab al-Shafi’i yang dihasilkannya dalam Ilmu Fiqah iaitu “al-Mabsut”. Kitab ini diperkenalkan oleh al-Baihaqi dan beliau menamakannya dengan “al-Mukhtasar al-Kabir wa al-Manthurat”, tetapi pada pendapat setengah ulama kemungkinan ia adalah kitab “al-Um”.&lt;/p&gt;&lt;a href="http://islam.blogsome.com/2006/01/26/riwayat-hidup-imam-syafii/trackback/"&gt;&lt;em&gt;from: Koleksi Kisah-kisah Islami&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3806071980915108003-6168373198637851176?l=irhamnirofiun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irhamnirofiun.blogspot.com/feeds/6168373198637851176/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irhamnirofiun.blogspot.com/2007/09/riwayat-hidup-imam-syafii.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3806071980915108003/posts/default/6168373198637851176'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3806071980915108003/posts/default/6168373198637851176'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irhamnirofiun.blogspot.com/2007/09/riwayat-hidup-imam-syafii.html' title='Riwayat Hidup Imam Syafi’i'/><author><name>..::Irhamni H. Rofi'un::..</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16848612931575216655</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3806071980915108003.post-4085928372826771104</id><published>2007-09-04T11:12:00.000+03:00</published><updated>2007-09-04T11:38:34.182+03:00</updated><title type='text'>Buku Islami</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_d4HaSQZfcpE/Rt0T_-D-G3I/AAAAAAAAAAo/xRyweQtKqbs/s1600-h/gambar.php.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_d4HaSQZfcpE/Rt0T_-D-G3I/AAAAAAAAAAo/xRyweQtKqbs/s200/gambar.php.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5106259542220348274" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;table border="0" width="100%"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td align="left"&gt;&lt;p style="margin: 5px 5px 0px 0px;" align="left"&gt;    &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Kode REP04&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;    &lt;span style=";font-size:85%;color:red;"  &gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;(New book)&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;    &lt;/p&gt;    &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td align="left"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;color:black;"  &gt;&lt;b&gt;Ketika Cinta Bertasbih&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td align="left"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;color:blue;"  &gt;Oleh &lt;a href="http://www.habiburrahman%20el%20shirazy.com/"&gt;    &lt;span style="color:blue;"&gt;&lt;u&gt;Habiburrahman El Shirazy&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Harga Rp 52.500&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td align="left" width="100%"&gt; &lt;p style="margin: 5px 5px 0px 0px;" align="justify"&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);font-size:85%;" &gt;HABIBURRAHMAN EL SHIRAZY adalah sarjana Al Azhar University Cairo. Founder&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 5px 5px 0px 0px;" align="justify"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);font-size:85%;" &gt;dan Pengasuh Utama Pesantren Karya dan Wirausaha BASMALA INDONESIA,&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 5px 5px 0px 0px;" align="justify"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);font-size:85%;" &gt;yang berkedudukan di Semarang, Jawa tengah. la dikenal secara nasional sebagai dai,&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 5px 5px 0px 0px;" align="justify"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);font-size:85%;" &gt;novelis, dan penyair. Beberapa penghargaan bergengsi berhasil diraihnya, antara lain. Pena Award 2005. The Most Favorite Book and Writer 2005, dan IBF Award 2006. Tak jarang ia diundang untuk berbicara di forum-forum nasional maupun internasional, baik dalam kapasitasnya sebagai dai, novelis, maupun penyair. Seperti di Cairo, Kuala Lumpur, Hongkong, dan lain-lain. Karya-karyanya selalu dinanti khalayak karena dinilai membangun jiwa dan menumbuhkan semangat berprestasi. Di antara karya-karyanya yang telah beredar di pasar adalah Ayat Ayat Cinta (novel fenomena yang akan dilayarlebarkan, 2004). Pudarnya Pesona Cleopatra (novelet, 2004), Di Atas Sajadah Cinta (kumpulan kisah teladan yang telah disenetronkan di Trans TV, 2004) Ketika Cinta Berbuah Surga (kumpulan kisah teladan, 2005), Dalam Mihrab Cinta (novelet, 2007). Karyanya yang siap dirampungkan: Langit Makkah Berwarna Merah, Bidadari Bermata Bening dan Bulan madu di Yerusalem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Selain mengajak untuk menyucikan jiwa, dwilogi Ketika Cinta Bertasbih ini menyadarkan apa makna prestasi yang sesungguhnya. Novel yang dahsyat dan benar-benar berbeda!"&lt;br /&gt;ISHAK IBRAHIM HASAN, M.A., Sastrawan danAnggota DPRD kaltim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Inilah novel motivasi yang mencerahkan. luar biasa! Isinya saya rasakan begitu kuat memotivasi pembacanya untuk berani hidup mandiri, untuk tidak mudah menyerah, untuk terus maju meraih anugerah Allah."&lt;br /&gt;SARWEDI HASIBUAN, Mahasiswa Program Pascasarjana University of Malaya, Kuala Lumpur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dwilogi Ketika Cinta Bertasbih ini tidak sekadar novel romantis, ini juga novel fikih yang ditulis dalam alur cerita yang tak mudah ditebak. Kang Abik melakukan terobosan baru menjelaskan kaidah-kaidah fikih melalui novel. Salut!"&lt;br /&gt;K.H. MIFDHAL MUTHAHHAR, Lc. Ketua IKADI dan Pengasuh Pesantren terpaduAl Hikmah, Boyolali.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin: 5px 5px 0px 0px;" align="justify"&gt;from: &lt;a href="http://www.rumahbukuislam.com/"&gt;rumahbukuislam&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3806071980915108003-4085928372826771104?l=irhamnirofiun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irhamnirofiun.blogspot.com/feeds/4085928372826771104/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irhamnirofiun.blogspot.com/2007/09/kode-rep04-new-book-ketika-cinta.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3806071980915108003/posts/default/4085928372826771104'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3806071980915108003/posts/default/4085928372826771104'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irhamnirofiun.blogspot.com/2007/09/kode-rep04-new-book-ketika-cinta.html' title='Buku Islami'/><author><name>..::Irhamni H. Rofi'un::..</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16848612931575216655</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_d4HaSQZfcpE/Rt0T_-D-G3I/AAAAAAAAAAo/xRyweQtKqbs/s72-c/gambar.php.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3806071980915108003.post-7695695529574721725</id><published>2007-09-03T18:54:00.000+03:00</published><updated>2007-09-03T18:56:16.616+03:00</updated><title type='text'>AJARAN RASUL BARU MERESAHKAN YOGYA (Revisi)</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;AJARAN RASUL BARU MERESAHKAN YOGYA (Revisi)&lt;br /&gt;Jumat, 20 Juli 2007 - 05:00 PM, Penulis: Al Ustadz Ayip Syafruddin Lc.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: right; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="right"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;“Aku Al-Masih Al-Maw’ud menjadi syahid Allah bagi kalian, orang-orang yang mengimaniku, dan aku telah menjelaskan kepada kalian tentang sunnah-Nya dan rencana-rencana-Nya di dalam hidup dan kehidupan ini sehingga dengan memahami sunnah dan rencana-rencana-Nya itu kalian dapat berjalan dengan pasti di bawah bimbingan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya bagi kaum mukmin yang mengimaniku agar menjadi syahid tentang kerasulanku kepada seluruh umat manusia di bumi Allah ini, seperti hal-halnya murid-murid Yesus, tatkala Yesus berbicara kepada murid-muridnya maka murid-muridnya itu segera melaksanakan perintah-perintahnya.” (hal 178)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan aku juga memerintahkan kepada katib agar mempersiapkan sebuah acara di Ummul Qura’ bagi para sahabat untuk menjadi syahid bagi kerasulan Al-Masih Al-Maw’ud, tetapi katib mengusulkan agar acaranya diadakan di Gunung Bunder saja, akupun menyetujuinya, di malam yang ketigapuluh tiga, tiga hari menjelang empat puluh hari aku bertahannuts, kembali aku bermimpi, di dalam mimpi itu aku sedang dilantik atau diangkat menjadi rasul Allah disaksikan para sahabat.” (hal 182)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah di atas dikutip dari buku “Ruhul Qudus yang Turun Kepada Al-Masih Al-Maw’ud” edisi pertama Februari 2007, diberi kata pengantar tertanggal Gunung Bunder, 10 Februari 2007 oleh Michael Muhdats.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku tersebut merupakan firman Allah atau ruhul qudus yang diturunkan kepada rasul-Nya. Sebagaimana dinyatakan dalam kata pengantarnya, “Buku yang ada di hadapan saudara ini merupakan firman Allah atau ruhul qudus yang diturunkan kepada rasul-Nya, sehingga isinya tidak perlu kami komentari lagi, agar kesuciannya tidak tercampur atau terpengaruh oleh pendapat kami pribadi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku tersebut beredar secara khusus di kalangan pengikut Al-Qiyadah Al-Islamiyyah. Sebuah kelompok yang memiliki pemahaman bahwa telah ada seorang rasul yang diutus Allah ke muka bumi pada saat sekarang ini. Pelantikan rasul ini terjadi pada tanggal 23 Juli 2006 di Gunung Bunder (Bogor-Jawa Barat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak dari kalangan kaum muslimin yang termakan gerakan kelompok ini. Di Yogyakarta, gerakan kelompok ini mulai merambah kalangan kampus dan meresahkan masyarakat. Model gerakannya senyap, tersembunyi, dan berkembang melalui rekrutmen dengan menggunakan pola sistem sel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain meyakini adanya rasul Allah pada masa sekarang ini, yang mereka sebut Al-Masih Al-Maw’ud, mereka pun berkeyakinan bahwa shalat (dikerjakan) hanya pada waktu malam saja. Tidak ada shalat &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;lima&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; waktu sebagaimana kewajiban yang ditunaikan kaum muslimin umumnya. Mereka pun menganggap musyrik orang yang tidak sepaham dengan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lafazh syhadatain mereka berbeda dengan yang diucapkan dan diyakini kaum msulimin. Seperti termuat dalam buku di atas, lafazh syahadatain kelompok Al-Qiyadah Al-Islamiyyah ini berbunyi, “Aku bersaksi bahwa tiada yang hak untuk diibadahi kecuali Allah dan aku bersaksi bahwa anda Al-Masih Al-Maw’ud adalah utusan Allah”. (hal 191)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila seseorang melakukan ibadah tanpa mengikuti rasul setelah Muhammad, yaitu Al-Masih Al-Maw’ud, maka tidak akan diterima ibadahnya. (hal 175)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keyakinan mereka, bahwa Islam sekarang sudah tidak sempurna lagi. Menurut mereka, Islam yang sempurna adalah Islam yang sudah menzhahirkan dirinya dalam tiga syarat, yaitu hukumnya sudah lengkap, struktur kekuasaan ummatnya sudah ada, serta daar atau negerinya jatuh ke tangan ummat. (hal 166)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itulah, pada tahap pertama programnya adalah pembinaan iman atau aqidah yang fokusnya memberikan peringatan kepada manusia tentang kebangkitan kembali Islam, dan memberi hiburan bagi orang-orang yang mau bertaubat dan menerima kehadirannya, bahwa mereka akan diampuni…” (hal 174)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Masih Al-Maw’ud menyatakan bahwa dirinya banyak menerima wahyu dari Allah saat bertahannuts di Gunung Bunder. Dan kepada para pengikutnya ditekankan agar bersaksi bahwa semua itu adalah kebenaran yang datang dari Allah melaui rasul-Nya. (hal 184)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, apa yang diajarkan oleh kelompok Al-Qiyadah Al-Islamiyyah ini, ternyata tidak semata mengutip ayat-ayat Al-Quran saja. Mereka juga mengajarkan juga paham-paham Kristen, bahkan banyak mengutip dan mendasarkan ajarannya pada Al-Kitab (Injil). Mereka berpemahaman bahwa ajaran yang dibawa Moses, Yesus, dan Ahmad (Nabi Muhammad-penulis) adalah sama karena memiliki sumber ajaran yang sama pula (dari Allah), bahkan kata mereka, di dalam Islam ada konsep trinitas sebagaimana dalam ajaran Kristen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah, mereka mencampuradukkan ajaran. Banyak lagi ajaran-ajaran yang mereka tanamkan kepada para pengikutnya dengan memberikan pemahaman yang menyesatkan. Mereka tidak segan-segan menyatakan, “Sebetulnya ajaran Yesus sama dengan ajaran Islam.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui tulisan ini, dihimbau kepada kaum muslimin untuk mewaspadai gerakan kelompok ini. Gerakannya masih terselubung menjadikan berbagai pihak menemui kesulitan untuk memantau secara seksama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah penyebaran paham gerakan ini tidak bisa dianggap sepele sehingga menjadikan kaum muslimin bersikap pasif. Namun, hendaknya berbagai kalangan menyerukan (agar waspada) terhadap kesesatan yang ada, sebagaimana disebutkan di muka, untuk ditangkal. Masyarakat diminta untuk mewaspadai dan jangan sampai terjebak mengikuti pemahaman sesat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agama ini, yaitu Islam, telah sempurna dan hanya Islam, agama yang diterima di sisi Allah subhanahu wa ta’ala, pemahaman Islam yang disandarkan kepada Salafush Sahlih akan memberikan dasar kerangka pemahaman agama yang haq (benar), Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pada hari ini, telah Aku sempurnakan bagi kalian agama kalian, dan telah Aku cukupkan kepada kalian nikmat-Ku, dan telah Aku ridhai Islam itu menjadi agama bagi kalian.” (Al-Ma’idah : 3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam.” (Ali-Imran : 19).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Sumber: Buletin Asy-Syariah, diterbitkan oleh Yayasan Asy-Syariah Yogyakarta) &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3806071980915108003-7695695529574721725?l=irhamnirofiun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irhamnirofiun.blogspot.com/feeds/7695695529574721725/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irhamnirofiun.blogspot.com/2007/09/ajaran-rasul-baru-meresahkan-yogya.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3806071980915108003/posts/default/7695695529574721725'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3806071980915108003/posts/default/7695695529574721725'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irhamnirofiun.blogspot.com/2007/09/ajaran-rasul-baru-meresahkan-yogya.html' title='AJARAN RASUL BARU MERESAHKAN YOGYA (Revisi)'/><author><name>..::Irhamni H. Rofi'un::..</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16848612931575216655</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
