Pada Ahad (26/06/12), beberapa minggu yang lalu, aku tiba di Pare, sebuah desa yang sudah terkenal dengan sebutan Kampung Inggris.
Perjalananku ke Pare pada awalnya hanya ingin mengisi kekosongan setelah mengikuti MTQ yang cukup menguras otak dan fisik, aku tergerak ingin memperdalam bahasa Inggris, karena melihat suasana lingkungannya yang sangat mendukung. Sebenarnya ada juga hal lain yang membuatku menginjakkan kedua kaki di Pare, yaitu karena ingin memperdalam TOEFL IBT (Test of English a Foreign Language Internet-Based Test) dan IELTS (International English Language Testing System). Alasannya, salah satu dari anggota keluarga menawarkan aku untuk melanjutkan postgraduate ke eropa, tapi harus memenuhi salah satu persyaratan yaitu memiliki nilai IELTS minimum 6.5.