Monday, March 07, 2011

Kondisi Politik Mesir dan Al Azhar Terkini


Ahmad Shafeeq, Perdana Menteri Mesir -rezim Mubarak- mengundurkan diri dari jabatannya Kamis malam (03/03) atas desakan sebagian masyarakat Mesir, sebelum mengundurkan diri tersiar kabar bahwa para demonstran akan turun ke jalan -yang berpusat di Tahrir Square dengan jargon Satu Juta Ummat- pada hari Jum’at (04/03) menuntut Ahmad Shafeeq mundur dari jabatannya, rupanya Ahmad Shafeeq meletakkan jabatannya sebelum jutaan manusia turun ke jalan memaksanya untuk mundur.

Dewan Tertinggi angkatan bersenjata Mesir menugaskan Dr Isham Sharaf untuk membentuk pemerintahan baru, setelah menyetujui pengunduran diri Perdana Mesir Ahmad Shafeeq (04/03).

Dr. Isham Sharaf adalah Professor Teknik, lulus dari Fakultas Teknik, Universitas Cairo, sebelum ia memperoleh Master dan Ph.D. di Universitas Purdue, Amerika Serikat, dan telah memenangkan berbagai penghargaan ilmiah. Beliau juga merupakan mantan Menteri Perhubungan -Juli 2004 sampai Desember 2005- era Ahmad Shafeeq, beliau mengundurkan diri setelah serangkaian insiden yang merenggut banyak nyawa warga Mesir, terutama setelah terjadinya kecelakaan kereta api di daerah Qalyub.

Setelah ditugaskan sebagai Perdana Menteri Mesir yang baru Dr Isham Sharaf langsung me-reshuffle kabinet yang ada. Kepala Militer Mesir Marsekal Hussein Thantawi, Ahad (06/03) mengeluarkan keputusan mengangkat Dr Usamah Al 'Abd -Wakil Rektor Studi Pasca Sarjana dan Riset Al Azhar- sebagai Rektor Universitas Al Azhar yang baru menggantikan Dr Abdullah Huseini Hilal yang diangkat sebagai Menteri Urusan Wakaf Mesir yang baru.

Lalu bagaimana nasib Syekh Al Azhar Dr Ahmad Thayyib, yang notabene ditunjuk langsung oleh Mubarak, Jum’at (19/03/2010) tahun lalu, setelah meninggalnya Syekh Muhammad Sayyid Thantawi pada Rabu (10/03/2010) di Arab Saudi. Kita tunggu saja drama politik Mesir selanjutnya. Apakah beliau ikut di-reshuffle karena masih rezim Mubarak, atau masih tetap seumur hidup (jabatan Syekh Al Azhar seumur hidup).

Seru juga ya jadi saksi sejarah Revolusi Mesir. Tetap berharap aktifitas perkuliahan -kegiatan belajar mengajar- tidak terganggu karena efek dari revolusi ini. Perlu diketahui, sampai saat ini kegiatan belajar mengajar semua sekolah dan universitas di Mesir diundur sepekan lagi -sudah saya tanyakan langsung ke bagian administrasi kemahasiswaan pascasarjana Al Azhar, Ahad (06/03)- . Sebenarnya sudah bosan akan berita pengunduran KBM yang sudah ditunda selama empat pekan semenjak meletusnya revolusi di Mesir 25 Januari lalu yang juga berakibat futur hampir setengah semangat ini. Tapi ketika mengingat kembali salah satu catatan BBM dengan Bang Cecep Emha, Jum’at (04/03) lalu, setengah semangat itu muncul kembali, beliau mengatakan “kata Ngkong Kiayi: Ilmu tanpa Jihad Lemah .. Jihad tanpa Ilmu Kalah .. Jihad Ente adalah mengangkat kualitas anak-anak Attaqwa di sana (Mesir)” butuh penafsiran yang cukup dalam.

*Tulisan ini selentingan saja sekaligus merangkum sebagian kondisi tanah air, khususnya Nurdin Halid yang tidak mau turun dari jabatan Ketua PSSI, serta ‘kondisi lainnya’. Apakah setiap rezim otoriter harus segera diadakan revolusi besar-besaran.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih telah membaca postingan ini ... Silahkan tinggalkan pesan Anda.

Post a Comment